Thumbnail
1 year ago
Seminar Parenting: Membangun Karakter Anak Melalui Pola Asuh Islami

RAMADHINTA NOVIANTI

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola asuh Islami dalam membentuk karakter anak, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 113 Amurwabhumi UIN Malang di Desa Gunungrejo mengadakan Seminar Parenting berjudul "Membangun Karakter Anak Melalui Pola Asuh Islami". Seminar ini dilakukan dengan tujuan dapat menjadi wadah bagi para orang tua untuk mendapatkan wawasan dan strategi mendidik anak dengan nilai-nilai Islam.  Seminar ini diadakan di MI Al Maarif 11 Gunungrejo dengan mengahadirkan sekitar 75 wali murid kelas 5 dan perwakilan wali murid seluruh kelas sebagai audiens. Kegiatan seminar ini juga mengundang pemateri, yaitu Bapak Benny Afwadzi M. Hum yang merupakan dosen UIN Malik Ibrahim Malang, dan di pandu Muhammad Nur Faqih Al Fauzani selaku moderator yang merupakan mahasiswa anggota KKM Desa Gunung Rejo. Bapak Benny menyampaikan materi mengenai pentingnya pola asuh Islami dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia. Beliau juga menekankan bahwa pola asuh berbasis nilai-nilai Islam dapat membentuk anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2024 yang dimulai pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 11.30 WIB. Saat acara berlangsung, wali murid sangat antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Selain itu, wali murid juga turut aktif berpatisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab, membahas berbagai tantangan dalam mendidik anak di era modern ini. Aspek penting dari materi yang disampaikan adalah orang tua memiliki peran besar dalam mendidik dan membangun anak yang beriman dan berakhlak mulia. Pola asuh Islami menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak sejak dini. Islam juga telah mengatur dengan jelas bahwa orang tua berkewajiban dalam mendidik anak, baik dalam aspek spiritual, moral, maupun pendidikan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Islam, orang tua dapat membimbing anak agar tumbuh menjadi individu yang berkarakter dan bermoral, serta memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Melalui seminar ini, diharapkan semoga dapat memberikan wawasan dan manfaat bagi para wali murid dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan ajaran Islam.   

Thumbnail
1 year ago
Seremoni Pembukaan Giat KKM UIN Malang di Kecamatan Poncokusumo

MUCHAMMAD NUR QUTHOB ZAIDIL ABROR

Poncokusumo, 20 Desember 2024 - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) periode 2024-2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dibuka di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara pembukaan yang berlangsung meriah di Kantor Kecamatan Poncokusumo, Jalan Raya Wonorejo No.4, dihadiri oleh seluruh elemen penting, mulai dari mahasiswa KKM, dosen pembimbing lapangan, hingga jajaran pemerintah kecamatan. Selain itu, jajaran kepala desa yang terdapat di Kecamatan Poncokusumo dan koordinator kepala desa yang berada di kecamatan Poncokusumo juga turut hadir di acara pembukaan kegiatan kuliah kerja mahasiswa UIN Malang. Dari sepuluh desa yang di bawah naungan Kecamatan Poncokusumo, hanya tiga kepala desa yang dapat hadir di acara pembukaan KKM di Balai Kecamatan Poncokusumo. Acara dibuka dengan suasana khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Padamu Negeri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan nasionalisme. Dalam sambutannya, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan Kecamatan Poncokusumo yang mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan harapannya agar mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Poncokusumo. "KKM bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah secara langsung," ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Poncokusumo dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKM. Beliau menyampaikan bahwa Kecamatan Poncokusumo memiliki potensi besar di berbagai bidang, seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM. "Kami berharap mahasiswa KKM dapat menggali potensi-potensi tersebut dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya. Puncak acara pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Camat Poncokusumo. Prosesi ini juga diiringi dengan pemasangan kartu identitas kepada perwakilan mahasiswa KKM sebagai simbol dimulainya kegiatan pengabdian mereka. Doa penutup dipimpin oleh Dr. H. Khoirul Anam, Lc. MA., yang memohon keberkahan dan kelancaran selama pelaksanaan KKM. KKM UIN Malang di Kecamatan Poncokusumo tahun ini mengusung tema "Moderasi Beragama, Pencegahan Stunting, Parenting, dan Mencegah Kemiskinan Ekstrem". Tema ini dipilih berdasarkan hasil kajian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. "Tema ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita saat ini. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam bidang sosial dan keagamaan," ujar salah seorang mahasiswa KKM. Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai desa di Kecamatan Poncokusumo. Mereka akan melaksanakan berbagai program kegiatan, seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan UMKM. Selain itu, mahasiswa juga akan berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan pengolahan sampah dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang bersih dan sehat serta masyarakat yang lebih peduli terhadap kelestarian alam. Kegiatan KKM ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam tentang budaya lokal dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan empati dan wawasan sosial yang lebih luas. Selain itu, mahasiswa juga akan belajar untuk mengelola program, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan program. Pembukaan KKM UIN Malang di Kecamatan Poncokusumo ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk langkah awal dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan peduli terhadap sesama. Momentum ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara akademik dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk teknologi informasi, pengembangan usaha kecil menengah, peningkatan kualitas pendidikan, moderasi beragama, pencegahan stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem. Dengan demikian, diharapkan terjadi transfer ilmu yang bermanfaat, terlebih bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Poncokusumo.

Thumbnail
1 year ago
"Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu Oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir" Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu Oleh Ma

NAILAH ROHMATUL LATIFAH

"Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir" 6 Februari 2025 09:10 Diperbarui: 6 Februari 2025 09:10 35 0 0  Lihat foto   Foto Kerja Bakti Warga Pajaran,Kec. Poncokusumo, Kab. Malang, Desember 2024 Pembersihan selokan ini dilakukan karena hujan deras yang mengguyur Desa Pajaran selama beberapa hari berturut-turut yang mengakibatkan selokan tersumbat oleh sampah dan lumpur sehingga aliran air tidak lancar. Masyarakat Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 81, melakukan aksi gotong royong membersihkan selokan di wilayah sekitar yang terdampak banjir akibat luapan air pada Jumat (27/12/24). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering terjadi di desa tersebut, terutama setelah hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Banjir yang melanda Desa Pajaran disebabkan oleh sistem drainase yang tersumbat oleh sampah, lumpur, dan endapan lainnya, sehingga aliran udara tidak berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, mahasiswa KKM bersama warga desa berinisiatif melakukan pembersihan selokan guna mencegah banjir susulan serta meningkatkan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dimulai pada pagi hari dengan membagi peserta ke beberapa titik selokan yang mengalami penyumbatan paling parah. Dengan menggunakan alat seperti cangkul, sekop, dan sapu, para peserta bekerja sama mengangkat lumpur, sampah plastik, dan dedaunan yang menumpuk di saluran udara. Setelah beberapa jam bekerja, hasilnya mulai terlihat dengan aliran air di selokan yang kembali lancar. Sampah yang dikumpulkan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir yang telah disediakan. Dengan selokan yang bersih, diharapkan desa ini dapat terhindar dari banjir di kemudian hari. Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kerja sama antara masyarakat dan mahasiswa. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang serta mendorong kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Selain untuk membersihkan saluran udara, kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 81 KKM UIN Malang sebagai bentuk pengabdian serta mendekatkan diri kepada masyarakat dengan harapan kelompok KKM akan membawa manfaat kepada warga sekitar melalui aksi nyata yang diberikan.           Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir"", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/tianiswatul9590/67a38ed0c925c46d3e415372/masyarakat-desa-pajaran-dengan-dibantu-oleh-mahasiswa-kkm-81-arthadaya-bersama-sama-membersihkan-selokan-disekitar-wilayah-yang-terdampak-banjir   Pencipta: KKM 81 ARTHADAYA       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
1 year ago
Pesarean Gunung Kawi: Destinasi Ziarah Penuh Sejarah dan Spiritualitas

ARIANI TRI WAHYUNI

KKM UIN Malang bersama Kelompok 70 dan 140 pada (22/01) mengunjungi Gunung Kawi, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah yang sarat makna bagi banyak peziarah dari berbagai daerah. Di kawasan ini terdapat kompleks pesarean yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) dan Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh yang dihormati karena peran mereka dalam penyebaran ajaran kebaikan dan perjuangan melawan penjajahan. "Eyang Jugo merupakan seorang ulama besar menurut pihak pesarean Gunung Kawi. Data autentik bahwa beliau adalah seorang ulama berupa padepokan yang saat ini digunakan sebagai tempat singgah oleh para pengunjung. Dusun Pijiombo merupakan salah satu dusun terlama yang ada di Desa Wonosari sejak sebelum merdeka dan Dusun Kampung Baru merupakan dusun terbaru". Tutur Pak Subur Retno. Pesarean Gunung Kawi bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi juga menjadi simbol spiritualitas bagi masyarakat. Banyak peziarah datang dengan niat untuk mendoakan leluhur serta memohon ketenangan batin. Kehadiran pesarean ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para tokoh yang dimakamkan di sana, seperti ketulusan, kejujuran, dan perjuangan untuk kebaikan. Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi sering dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan inspirasi spiritual, refleksi diri, serta ketenangan hati. Banyak pengunjung yang membawa serta keluarga untuk berdoa dan menghormati sejarah yang tertanam di tempat ini. Di area pesarean, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang bernuansa religius, seperti tahlil, doa bersama, dan pembacaan ayat suci. Selain itu, banyak yang datang untuk menimba hikmah dari kisah-kisah perjuangan Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono. Setiap tanggal tertentu, seperti malam Jumat Legi, kawasan ini menjadi lebih ramai oleh para peziarah yang datang dengan niat suci. Selain nilai spiritualnya, Gunung Kawi juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan. Dengan udara yang sejuk dan suasana yang asri, peziarah dapat merasakan kedamaian yang jarang ditemui di perkotaan. Kawasan ini juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, rumah makan, dan area peristirahatan bagi para pengunjung. Dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alamnya, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang bermakna bagi masyarakat. Tempat ini mengajarkan bahwa perjalanan spiritual dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan niat yang baik, serta menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur dan sejarah yang telah membentuk kehidupan kita saat ini. Kenyataannya tidak ada hal-hal seperti pesugihan di Desa ini karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. link kompasiana: https://www.kompasiana.com/ariani6871/679cb1cfed6415411d694892/pesarean-gunung-kawi-destinasi-ziarah-penuh-sejarah-dan-spiritualitas

Thumbnail
1 year ago
Mencegah Pernikahan Dini: Seminar "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" di SMPN Wonosari

NURPUAN AULIA EKA JULIANTY

Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari

Thumbnail
1 year ago
Kolaborasi Gotong Royong Bersama KKM UIN Malang dan Masyarakat Dusun Krajan

FARADILLA NAIMATUS SHOLEKHA

Mahasiswa-mahasiswi KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang "Gana Asfelic" membangun langkah bersama untuk menyapa kebahagiaan di Dusun Krajan, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang telah melaksanakan kegiatan gotong royong membersiakan "Mbung Pelangi", pada Senin (23/12/2024). Keterlibatan Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 182 "Gana Asfelic" di kegiatan ini sangatlah diperlukan untuk mengembangkan wisata yang baru didirikan agar semakin dikenal oleh khalayak umum. Salah satu cara yang digunakan, yakni dengan melakukan gotong royong  guna memperhatikan kebersihan lingkungan dan merawat fasilitas yang ada di taman "Mbung Pelangi". Mbung Pelangi merupakan tempat wisata berupa bendungan yang dibuat dengan tujuan untuk menampung air saat musim hujan dan akan digunakan saat musih kemarau tiba. Dengan pemandangan sawah dan pepohonan disekitarnya, tidak hanya itu disana juga terdapat kafe yang biasanya digunakan masyarakat untuk berkumpul dan duduk bersantai. Saat ini, Mbung Pelangi sedang dalam tahap proses pembangunan dengan membuat spot foto dan tambak ikan mujair yang terbuat dari bambu. Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan sebagai bentuk menjalin kedekatan yang memberikan banyak manfaat, baik bagi anggota kelompok KKM maupun masyarakat sekitar Dusun Krajan. Dengan demikian, kegiatan ini diharap dapat mengingatkan masyarakat sekitar Dusun Krajan akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan memanfaatkan sumber daya lingkungan yang ada. Penulis: Faradilla Nimatus Sholekha, Muhammad Jabbar Dzikrullah