ALMAS EL MADINA AISYAH
Sosialisasi Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan gadget pada orang tua, Kelompok 150 dan Kelompok 80 KKM UIN Malang mengadakan sosialisasi parenting yang bertemakan "Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat" di MI Sunan Giri Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumi, Kabupaten Malang. Acara sosialisasi ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB dengan target sasaran audience wali murid siswa kelas 4, 5, dan 6. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Ngebruk dan perwakilan dari DPL KKM yakni Bapak Ahmad Muis, M. Ag Sosialisasi parenting dengan tema ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak anak Desa Ngebruk yang memiliki angka penggunaan gadget tinggi. Mayoritas mereka bermain gadget dan menyerap bahasa bahasa ataupun perilaku yang tidak sesuai dengan anak seusianya. Maka dari itu, mahasiswa KKM UIN Malang setuju untuk mengambil tema ini sehingga dapat memberikan edukasi kepada orang tua untuk dapat mengkontrol penggunaan gadget pada anak dan sebagai pembelajaran pada orang tua tentang bagaimana cara parenting yang baik, benar, dan efektif. Sosialisasi smart parenting ini menghadirkan narasumber dosen PIAUD UIN Malang, Ibu Dessy Putri Wayuningtyas, M. Pd yang memaparkan penyebab serta dampak dari anak anak yang gemar bermain gadget. Kondisi anak yang gemar bermain gadget secara berlebihan ternyata dipengaruhi oleh perilaku orang tuanya pula. Ibu Dessy mengatakan bahwa anak akan mencontoh hampir seluruh perilaku yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah. Banyak orang tua yang menjadikan gadget sebagai alat alternatif untuk menenangkan anaknya yang sedang menangis atau anak yang menganggu aktivitas orang tuanya. Keadaan ini membuat anak memiliki ketergantungan kepada gadget yang membuatnya semakin candu untuk memainkannya. Karena hal ini, anak cenderung minim dalam melakukan aktivitas fisik seperti selayaknya anak anak yang seharusnya memiliki lebih banyak waktu di luar ruangan bermain dengan anak anak seusianya. Angka penggunaan gadget pada anak cenderung tinggi juga dipengaruhi oleh orang tua yang tidak kreatif dan selalu mempasrahkan seluruhnya kepada gadget. Bu Dessy selaku dosen PIAUD juga memaparkan banyak kesalahan pola asuh yang dilakukan orang tua zaman sekarang seperti mengiming imingi hadiah, terlalu memanjakan anak, menuntut anak, dan terlalu sering membandingkan anak. Adanya penggunaan gadget yang tidak terkontrol menghasilkan anak yang mudah putus asa dalam menghadapi masalah dan cenderung malas meneliti sesuatu karena terobsesi dengan hal instan. Untuk mengedukasi para orang tua yang hadir dalam sosialisasi tersebut, Bu Dessy memberikan beberapa tips dalam mendidik anak di era digital diantaranya mengajak dan memfasilitasi anak untuk melakukan kegiatan yang disukainya seperti berolahraga. Selain itu, orang tua hendaknya membiarkan anak bermain di rumah dan lingkungannya tanpa gadget agar anak lebih peduli dan dapat bersosialisasi dengan sekitarnya. Untuk dapat mengurangi penggunaan gadget pada anak, dapat dilakukan dengan mengatur waktu penggunaan dengan menetapkan waktu khusus seperti setelah mengerjakan tugas sekolah ataupun akhir pekan. Adanya batasan sebagai kontrol orang tua seperti membatasi akses konten tertentu yang tidak sesuai dengan usia anak dapat meminimalisir dampak negative yang diserap oleh tiap anak. Sosialisasi ini terdapat sesi tanya jawab yang memudahkan audience untuk bertanya terkait dengan keresahannya dalam hal parenting ataupun hanya sekedar sharing dengan pemateri. Dengan berakhirnya sosialisasi bertema "Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat," diharapkan para orang tua yang hadir dapat mengaplikasikan ilmu dan tips yang telah disampaikan oleh narasumber. Pengendalian penggunaan gadget pada anak bukan hanya sekadar membatasi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab orang tua dalam menciptakan pola asuh yang bijaksana, kreatif, dan penuh perhatian. Melalui langkah kecil yang konsisten, para orang tua dapat membantu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Semoga acara ini menjadi awal yang baik dalam membangun lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
MUHAMMAD ADNAN NOOR RIEFKY
Sumbersuko, 27 Januari 2025 -Dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Sharul Maulana atau akrab dipanggil Mas Maul salah satu peserta, mendapatkan amanah untuk menjadi khatib pada salat Jumat pada 27 Desember 2024 di Masjid Nurul Huda Desa Sumbersuko. Pada kesempatan ini ia menyampaikan khutbah bertema "Moderasi Beragama," topik yang relevan dengan keberagaman masyarakat Indonesia yang bermacam bangsa dan agamanya. Mas Maul didampingi oleh Mas Aziz yang bertugas sebagai bilal. Khutbah yang disampaikan Mas Maul berlangsung dengan penuh keyakinan dan tegas dalam penyampaiannya. Dalam khutbahnya ia menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Khutbah dimulai dengan pengingat nilai-nilai universal Islam yang mengedepankan kasih sayang, toleransi dan kedamaian. Mas Maul mengutip Surat Al-Qashash ayat 77 : "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia; dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu; dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat serta pentingnya menjaga keharmonisan sosial. Moderasi beragama menurut Materi yang disampaikan berarti menjauhi dua kutub ekstrem: fanatisme berlebihan dan sikap abai terhadap nilai-nilai agama. Sebagai contoh, ia mengingatkan jamaah tentang konflik Poso pada tahun 2000 dan konflik Aceh pada 2015. Konflik-konflik tersebut pada materi ini menunjukkan bagaimana ekstremisme dapat merusak persatuan bangsa. "Islam mengajarkan kita untuk berada di jalan tengah. Menjadi moderat bukan berarti kehilangan prinsip, melainkan memahami bagaimana agama kita dapat menjadi rahmat bagi seluruh alam," disampaikan pada Khutbahnya. Mas Maul juga menekankan pentingnya menerapkan moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak jamaah untuk : Menghormati Perbedaan -- Baik perbedaan keyakinan, suku maupun budaya. Sikap saling menghargai merupakan langkah awal menciptakan masyarakat yang damai. Menjauhi Hoaks dan Ujaran Kebencian -- Dalam era digital arus informasi yang tidak terfilter menjadi tantangan besar. Ia mengingatkan pentingnya tabayyun atau memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Meningkatkan Dialog Antarumat Beragama -- Ia mengajak masyarakat berdialog lebih sering dengan kelompok lain guna mengurangi prasangka negatif dan memperkuat persaudaraan. Mas Maul juga menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal. Khutbah diakhiri dengan doa agar jamaah diberikan kekuatan menjaga kedamaian dan persatuan serta mampu menjadi teladan dalam mengamalkan moderasi beragama. "Semoga kita semua senantiasa menjadi umat yang memberikan manfaat bagi orang lain, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: 'Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,'" tutup Mas Maul. Semangat moderasi yang disampaikan Mas Maulana diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
ANNISA JIHAN FIRDAUS
Malang – Selasa (28/01/2024), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup program mereka di TPQ Babul Fatah, Desa Karanganyar, Dusun Pancuran, Kecamatan Poncokusumo. Meskipun kebersamaan ini tidak berlangsung selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para santri dan jajaran asatidz TPQ. Acara penutupan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang, terdiri dari jajaran asatidz/asatidzah TPQ, para santri, serta tamu undangan. Kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh salah satu santri senior TPQ. Suasana khidmat terasa sejak awal, diiringi lantunan sholawat yang menggema di musholla TPQ Babul Fatah. Setelah pembacaan sholawat, acara berlanjut dengan sambutan dari beberapa perwakilan, salah satunya Ustaz Rouf selaku Ketua TPQ Babul Fatah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi mereka dalam membimbing santri dan membantu kegiatan di TPQ selama program berlangsung. "Meskipun kebersamaan kita tidak berlangsung lama, tetapi kehadiran teman-teman KKM sangat berarti bagi kami. Selama beberapa waktu ini, kita telah berbagi ilmu, cerita, dan kebersamaan. Tentu ini menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan," ujar Ustaz Rouf dengan penuh kehangatan. Ia juga menambahkan bahwa program yang telah berjalan ini memberikan dampak positif bagi santri TPQ, terutama dalam semangat belajar dan memahami nilai-nilai keislaman dengan lebih baik. Beliau berharap kerja sama antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Pembagian Hadiah Lomba: Momen yang Ditunggu Para Santri Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba yang telah dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu sebelumnya. Berbagai perlombaan menarik telah digelar untuk meningkatkan semangat belajar santri, di antaranya Ranking 1, Lomba Hafalan Al-Qur’an, Lomba Mewarnai, Lomba Makan Biskuit, dan Lomba Tahan Tawa. Antusiasme santri terlihat jelas saat nama-nama pemenang mulai diumumkan satu per satu. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema saat para pemenang maju ke depan untuk menerima hadiah mereka. Beberapa santri tampak sangat bahagia, bahkan ada yang langsung memeluk hadiah yang mereka terima. "Senang sekali bisa ikut lomba, apalagi dapat hadiah. Terima kasih kakak-kakak KKM," ujar salah satu santri dengan wajah ceria. Tidak hanya pemenang yang bergembira, tetapi seluruh santri TPQ Babul Fatah juga turut menikmati momen kebersamaan ini. Bagi mereka, pengalaman mengikuti lomba dan berinteraksi dengan mahasiswa KKM adalah sesuatu yang berharga. Pelepasan Simbolis dan Penyerahan Cinderamata Sebagai bagian dari prosesi perpisahan, dilakukan pelepasan simbolis mahasiswa KKM UIN Malang yang diwakili oleh Ketua Kelompok KKM 06 dan dilepas secara resmi oleh Ketua RT setempat. Dalam kesempatan ini, Ketua RT menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dalam membimbing santri TPQ dan mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan mereka. Selain itu, sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata kepada pihak TPQ Babul Fatah. Penyerahan ini menjadi simbol dari jalinan ukhuwah yang telah terjalin selama program berlangsung. "Kami berharap meskipun program ini berakhir, silaturahmi kita tetap terjaga. Apa yang sudah teman-teman lakukan di sini sangat berarti bagi kami, dan semoga menjadi amal jariyah yang bermanfaat," kata salah satu asatidz TPQ dengan penuh haru. Momen Foto Bersama: Kenangan yang Tak Terlupakan Sebagai penutup acara, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, para santri, dan jajaran asatidz TPQ. Momen ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk mengabadikan kenangan yang telah terjalin selama program berlangsung. Senyum bahagia dan haru terpancar dari wajah para santri yang telah menjalin kedekatan dengan mahasiswa KKM. Bahkan, beberapa santri kecil tampak enggan berpisah, dengan berulang kali meminta untuk berfoto bersama kakak-kakak KKM yang telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga membangun jalinan ukhuwah dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat terus bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para santri dalam perjalanan belajar mereka ke depan. Perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari hubungan yang lebih erat antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, memberikan manfaat bagi lebih banyak orang dan menanamkan semangat belajar Islam yang lebih kuat di kalangan santri.
ANDI PRAMUDIYANA
Desa Argosuko, 16 Januari 2025 -- Dalam Upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan mencegah terjadinya stunting, Kelompok 1 KKM berkolaborasi dengan Kelompok 71 dan 141 serta Ibu PKK Argosuko mengadakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Cegah Stunting, Wujudkan Parenting untuk Masa Depan Cerah Anak." Acara ini berlangsung di Balai Desa Argosuko dan dihadiri oleh perwakilan wali murid dan anak TK di Desa Argosuko. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana, Nabila Nur Azizah, yang menekankan tentang pentingnya parenting yang tepat saat ini dan juga memperhatikan gizi seimbang anak semenjak masa kehamilan. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Dosen Psikologi Uin Malang, Ibu Puji Astuti. Di dalam sosialisasinya kali ini, Ibu Puji memberikan ilmunya mengenai pentingnya memperhatikan apa yang dikonsumsi anak. Sebagai contoh, untuk susu kemasan, wajib memperhatikan komposisi gula yang terkandung di dalamnya. Ibu Puji menekankan apabila anak baiknya diberi makanan asli, seperti vitamin yang bersumber dari buah dan sebagainya. Selain itu, pemateri menjelaskan perawatan kesehatan fisik dan mental secara optimal serta psikososial yang mendukung tumbuh kembang anak. Selepas sesi sosialisasi, diadakan juga lomba mewarnai yang nantinya akan menekankan kerja sama antara ibu dan anak. Kegiatan ini dilakukan agar anak-anak tidak bosan dengan acara yang sedang berlangsung, apalagi kegiatan mewarna bukanlah hal yang asing dan sulit untuk mereka kerjakan. "Aku suka kak mewarna, apalagi bentuknya gunung-gunung gini," ujar salah satu siswa TK. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat lebih peduli mengenai parenting yang efektif dan pencegahan stunting untuk lebih ditingkatkan, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehar dan berkualitas.
ZULHAM GHINAFIKAR
Malang, 28 Januari 2025 -- Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi berakhir dengan sebuah acara penutupan yang penuh makna. Acara ini diselenggarakan pada 28 Januari 2025 di Mushola Al-Khatiri dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang selama ini telah mendukung dan berpartisipasi dalam berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa. Khataman Sebagai Pembuka Acara Sejak pagi hari, acara diawali dengan kegiatan khataman Al-Qur'an yang melibatkan mahasiswa KKM, santri TPQ, serta warga setempat. Khataman ini menjadi bentuk syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan KKM selama di desa. Suasana penuh khidmat terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema di Mushola Al-Khatiri. Sowan sebagai Bentuk Penghormatan Sebelum acara utama dimulai, mahasiswa KKM melakukan sowan atau kunjungan kepada pemilik rumah yang telah dijadikan posko selama program berlangsung, ketua RT setempat, serta ketua Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini merupakan wujud penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat selama masa pengabdian. Kegiatan sowan ini mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh mahasiswa UIN Malang. Dengan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat, mereka mempererat hubungan dan menunjukkan apresiasi yang mendalam atas segala bentuk bantuan dan bimbingan yang diberikan. Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa program KKM bukan sekadar pengabdian, tetapi juga membangun kedekatan emosional yang berarti antara mahasiswa dan warga setempat. Rangkaian Acara Penutupan Pada siang harinya, acara penutupan KKM dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan di Mushola Al-Khatiri. Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok mahasiswa yang menyampaikan rasa terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan selama masa KKM. Mereka juga memaparkan berbagai program yang telah sukses dijalankan, seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat desa. Ibu Kasun selaku perwakilan pemerintah desa turut memberikan sambutan. Dalam pidatonya, beliau mengungkapkan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa. Menurutnya, program yang dijalankan selama KKM memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kesehatan. Ibu Kasun juga berharap agar hubungan baik antara mahasiswa UIN Malang dan masyarakat setempat dapat terus terjalin di masa mendatang. Pemotongan Tumpeng dan Ramah Tamah Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh mahasiswa bersama perwakilan warga. Pemotongan tumpeng ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di desa dan harapan agar ilmu serta pengalaman yang diperoleh dapat terus bermanfaat bagi semua pihak. Setelah prosesi pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah. Mahasiswa dan warga duduk bersama, menikmati hidangan yang telah disiapkan, sembari berbagi cerita dan kesan selama program KKM berlangsung. Suasana haru dan kebersamaan sangat terasa dalam momen ini, menandakan hubungan yang erat antara mahasiswa dan masyarakat desa. Harapan ke Depan Dengan berakhirnya program KKM ini, diharapkan mahasiswa dapat membawa pulang ilmu serta pengalaman berharga yang akan bermanfaat dalam kehidupan mereka ke depan. Sementara itu, masyarakat desa diharapkan dapat terus merasakan manfaat dari program-program yang telah dilaksanakan, menjaga semangat gotong royong, serta menjadikan ilmu yang diberikan sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
AHMAD ALI FARHAN
Desa Sidoluhur, 31 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 190 yang tengah melakukan pengabdian di Desa Sidoluhur mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan stunting pada acara Posyandu yang digelar pada Sabtu, 18 Januari 2025 yang bertempat di posyandu Dusun Blendongan. Selain memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, mahasiswa KKM juga mengadakan sesi praktik memasak camilan bergizi, yaitu pompom kentang, untuk ibu-ibu di dusun tersebut. Sebelum dilaksanakan sosialisasi, mahasiswa KKM terlebih dahulu membantu pelayanan posyandu seperti, menimbang, mengukur tinggi badan, dan mencatat hasil pemeriksaan. Kegiatan posyandu selesai pada pukul 09.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi. Salah satu anggota KKM menjadi pemateri pada kegiatan ini yakni, Nahdya Zahara dari program studi biologi. Selain itu, terdapar juga moderator yang memandu berjalannya acara yakni Firna dari program studi Teknik Informatika. Sosialisasi yang dihadiri oleh para ibu dengan balita ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, dampaknya bagi perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian doorprize bagi ibu-ibu yang dapat menjawab pertanyaan yang telah disampaikan oleh pemateri. Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan camilan bergizi yang mudah dibuat, yaitu pompom kentang. Camilan ini dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, dan dapat dijadikan alternatif makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi untuk anak-anak. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM menjelaskan cara mengolah kentang yang kaya akan karbohidrat dan nutrisi lainnya, kemudian dipadukan dengan bahan seperti wortel untuk menambah kandungan gizi. "Praktik pembuatan camilan ini bertujuan untuk memberikan ibu-ibu alternatif camilan sehat yang bisa mereka buat di rumah untuk anak-anak mereka. Pompom kentang ini mengandung protein, serat, dan vitamin yang baik untuk tumbuh kembang anak," kata salah satu mahasiswa KKM yang menjadi fasilitator. Antusiasme ibu-ibu sangat tinggi saat praktik pembuatan camilan dimulai. Mereka mengikuti langkah demi langkah cara membuat pompom kentang dengan seksama. Salah seorang peserta, merasa terbantu dengan kegiatan ini. "Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang stunting, tetapi juga bisa belajar membuat camilan sehat untuk anak-anak. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga kami," ungkapnya. Setelah sesi praktik, para ibu-ibu mendapatkan kesempatan untuk mencicipi hasil camilan yang telah mereka buat. Selain itu, mereka juga diberikan informasi tambahan tentang cara mengolah makanan bergizi lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Sosialisasi pencegahan stunting dan praktik pembuatan camilan bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para ibu di Dusun Blendongan mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik untuk anak-anak mereka, serta memberikan mereka keterampilan praktis dalam menyiapkan makanan sehat yang mudah dan terjangkau.