NUR FADILA
*Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari* Tawangsari, 28 Desember 2024 -- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang mengadakan acara menarik di Desa Tawangsari pada tanggal 28 Desember 2024. Acara ini dimaksudkan untuk menghibur anak-anak dan remaja desa dan juga untuk memperkuat hubungan sosial mereka. Kegiatan ini berhasil menarik banyak peserta dan warga sekitar dengan tema "Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari." Acara dimulai pagi hari dengan senam bersama yang dipandu oleh salah satu anggota tim KKM. Semua peserta, mulai dari anak-anak hingga remaja, sangat antusias mengikuti setiap gerakan senam yang penuh energi. Musik ceria mengiringi senam, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Setelah senam, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan. Untuk anak-anak dan remaja laki-laki, permainan yang dipilih adalah sepak bola, yang sangat disukai di kalangan mereka. Suasana di lapangan sangat seru, dengan peserta berlari, menggiring bola, dan mencoba mencetak gol. Di sisi lain, untuk anak-anak dan remaja perempuan, terdapat lomba-lomba seperti Estafet Karet dan Ambil Bola Pakai Tali. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama dan strategi, serta menciptakan banyak momen lucu. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
ZULAIKHATUL KHULUDDIYAH
Mahasiswa UIN Malang kelompok 88 (Sevadharma) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, menggelar program kerja berupa sosialisasi stunting dan parenting pada Selasa, 21 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemahaman stunting dan pola asuh yang sehat. Selain itu, program ini juga melibatkan anak-anak TK. Kehadiran anak-anak ini menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan pola makan sehat dan bergizi secara lebih interaktif. Dengan mengusung konsep edukatif dan partisipatif, acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar. Selain sosialisasi, mahasiswa Sevadharma juga mengadakan lomba inovatif bertajuk Gerakan Memasak Anti Stunting (GEMANTING). Lomba ini diikuti oleh tujuh kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari tiga peserta yang merupakan warga Desa Argosari. Para peserta ditantang untuk memasak menu sehat dan bergizi yang dapat mencegah stunting, menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya pangan di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai hidangan menarik yang disajikan selama lomba berlangsung. Penjurian lomba memasak dilakukan oleh empat orang juri yang terdiri dari Ketua PKK Desa Argosari, seorang perawat, bidan desa, dan Ibu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Para juri menilai hidangan berdasarkan kreativitas, kandungan gizi, cita rasa dan kekompakan peserta. Proses penjurian ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan bahwa hidangan yang dipilih benar-benar mencerminkan semangat GEMANTING. Selain itu, masukan dari juri juga menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta untuk terus memperbaiki pola konsumsi keluarga. Keterlibatan langsung Ibu DPL dan para tenaga kesehatan memberikan sentuhan ilmiah sekaligus motivasi bagi masyarakat desa. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Argosari, terutama para ibu yang terlibat dalam lomba maupun sosialisasi parenting. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru terkait pentingnya pemberian asupan gizi yang cukup untuk mencegah stunting pada anak. Anak-anak TK yang hadir juga terlihat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang dirancang menyenangkan. Dukungan dari perangkat desa dan warga sekitar turut menambah semangat mahasiswa Sevadharma dalam menjalankan program kerja. Acara ini menjadi momen yang berkesan karena berhasil mengedukasi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang kelompok 88 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Program ini menjadi langkah kecil namun berdampak besar bagi warga Desa Argosari dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi contoh sinergi yang baik dalam membangun desa yang lebih sehat. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Argosari dapat terus menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Para mahasiswa pun merasa bangga dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini.
ERNITA TRIWULAN
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 190 yang tengah melakukan pengabdian di Desa Sidoluhur mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan stunting pada acara Posyandu yang digelar pada Sabtu, 18 Januari 2025 yang bertempat di posyandu Dusun Blendongan. Selain memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, mahasiswa KKM juga mengadakan sesi praktik memasak camilan bergizi, yaitu pompom kentang, untuk ibu-ibu setempat. Sebelum dilaksanakan sosialisasi, mahasiswa KKM terlebih dahulu membantu pelayanan posyandu seperti, menimbang, mengukur tinggi badan, dan mencatat hasil pemeriksaan. Kegiatan posyandu selesai pada pukul 09.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi. Salah satu anggota KKM menjadi pemateri pada kegiatan ini yakni, Nahdya Zahara dari program studi biologi. Selain itu, terdapar juga moderator yang memandu berjalannya acara yakni Firna dari program studi Teknik Informatika. Sosialisasi yang dihadiri oleh para ibu dengan balita ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, dampaknya bagi perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi. Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan camilan bergizi yang mudah dibuat, yaitu pompom kentang. Camilan ini dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, dan dapat dijadikan alternatif makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi untuk anak-anak. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM menjelaskan cara mengolah kentang yang kaya akan karbohidrat dan nutrisi lainnya, kemudian dipadukan dengan bahan seperti wortel untuk menambah kandungan gizi. "Praktik pembuatan camilan ini bertujuan untuk memberikan ibu-ibu alternatif camilan sehat yang bisa mereka buat di rumah untuk anak-anak mereka. Pompom kentang ini mengandung protein, serat, dan vitamin yang baik untuk tumbuh kembang anak," kata salah satu mahasiswa KKM yang menjadi fasilitator. Antusiasme ibu-ibu sangat tinggi saat praktik pembuatan camilan dimulai. Mereka mengikuti langkah demi langkah cara membuat pompom kentang dengan seksama. Salah seorang peserta, merasa terbantu dengan kegiatan ini. "Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang stunting, tetapi juga bisa belajar membuat camilan sehat untuk anak-anak. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga kami," ungkapnya.
SAHLI
Pada hari Kamis, 19 Desember 2024, bertempat di Balai Desa Sumberdem, telah dilaksanakan kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) oleh Kelompok 68 (Abhirama Artha). Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Kelompok 68 dan 138 yang bertugas di Desa Sumberdem, dosen pembimbing lapangan, serta Kepala Desa Sumberdem, Ibu Purwati, S.E., beserta perangkat desa. Acara berlangsung dengan khidmat dimulai dari pembukaan oleh MC dengan pembacaan Surat Al-Fatihah bersama, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an oleh qori' yang bertugas, Saudari Riris, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Setelah itu, acara inti berupa sambutan-sambutan disampaikan oleh perwakilan ketua kelompok dari masing-masing tim yang bertugas di Desa Sumberdem, perwakilan dosen pembimbing lapangan, dan Kepala Desa Sumberdem, Ibu Purwati, S.E. Dalam sambutannya, para pembicara menyampaikan pesan-pesan penting untuk mendukung suksesnya kegiatan KKM di desa ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dari Kelompok 68 (Abhirama Artha) dan Kelompok 138 (Bhumi Kalyanira), yang memberikan kesempatan bagi setiap anggota untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan program kerja yang akan dilaksanakan selama kegiatan berlangsung. Pada kegiatan ini, setiap kelompok berkomitmen untuk berusaha memajukan Desa Sumberdem dengan pengetahuan yang mereka punya. Sebagai penutup, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anggota kelompok untuk memohon kelancaran dan keberkahan selama kegiatan KKM. Sebelum acara resmi ditutup, para peserta, perangkat desa, dan dosen pembimbing lapangan berfoto bersama sebagai dokumentasi. Kegiatan pembukaan ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan kerja sama yang erat antara semua pihak yang terlibat. Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya sebagai bukti terlaksananya kegiatan pembukaan KKM di Desa Sumberdem.
BELVANA FIDELA LATIFAH
Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menempatkan 2 kelompok KKM di Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare. Pembukaan KKM UIN dilaksanakan pada hari jumat 20 Desember 2024 di Balai Desa Arjowilangun. Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan 24 mahasiswa KKM yang terdiri dari kelompok 131 dan Kelompok 61. Abdul Aziz, M.HI selaku DPL KKM Kelompok 131 Dalam sambutannya menyampaikan mohon bimbingan kepada bapak kades dan jajaran untuk kelompok KKM UIN, mereka terlihat sempurna secara fisik tapi masih butuh belajar bermasyarakat melalui program KKM. Ini adalah KKM yang sebenarnya karena jauh dari kampus. Silahkan melaksanakan KKM dengan sebaik mungkin sapa warga dan buktikan teori di kampus karena masyarakat adalah lab yang sebenarnya, ungkap Dr. Fakhruddin, M.HI dari DPL KKM Kelompok 131. Kuswianto Kepala Desa Arjowilangun dalam sambutannya menyampaikan Terimakasih karena melakukan KKM di Desa Arjowilangun, KKM disini dari berbagai macam jurusan, dengan berbagai macam jurusan maka adaptasinya akan macam-macam. Dengan perbedaan itu akan menemukan titik keindahan. Karena KKM selama 40 hari semoga doa-doanya bisa seperti wali. Mudah-mudahan krasan dan tidak ada yang sakit selama KKM di Desa Arjowilangun, tetap jaga norma kesopanan selama KKN di Desa Arjowilangun. KKM UIN akan berlangsung mulai dari 20 Desember 2024 sampai dengan 31 Januari 2025 di tempatkan di 2 dusun yaitu di Dusun Pangganglele dan Dusun Lodalem. KKM UIN reguler ini membawa tema stunting, parenting, kemiskinan ekstrem dan moderasi beragama. Pembukaan KKM UIN diresmikan dengan penyematan jas almamater kepada perwakilan kelompok KKM.
RIZKI FEBRIANTO
HUMAS UIN Malang – Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat desa, mahasiswa Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya dari kelompok 118 Abhipraya, menyelenggarakan pelatihan keterampilan membuat buket bunga yang ditujukan bagi ibu-ibu anggota PKK di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pelatihan ini diadakan pada 17 Januari 2025 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif. Kegiatan ini tidak hanya sekadar bertujuan melatih keterampilan teknis dalam membuat buket bunga, tetapi juga memiliki misi yang lebih luas, yaitu memberikan wawasan baru kepada para peserta mengenai potensi besar yang dimiliki oleh sektor kerajinan tangan. Buket bunga, yang telah menjadi salah satu produk kreatif paling diminati, memiliki peran penting dalam berbagai momen berharga seperti acara wisuda, ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan istimewa lainnya. Tingginya permintaan terhadap produk ini menunjukkan adanya peluang pasar yang terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun di luar daerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ibu-ibu PKK tidak hanya belajar teknik dasar dan kreativitas dalam menyusun buket bunga, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang potensial. Di samping itu, mereka juga diajarkan bagaimana cara memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menghasilkan buket bunga berkualitas tinggi yang dapat menarik minat pelanggan. Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya dengan sudut pandang baru. Pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk mulai merintis usaha kecil-kecilan, yang tidak hanya meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian keluarga. Dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan kreatif ini menjadi bisnis yang lebih mapan dan berdaya saing di masa depan. Dinda Yuan F., selaku ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu wujud komitmen mahasiswa KKM dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. "Kami ingin memberikan kesempatan bagi ibu-ibu PKK untuk belajar sesuatu yang baru, yang tidak hanya bisa meningkatkan keterampilan pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Ini adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar jika dimanfaatkan secara maksimal," jelasnya. Reporter : Rizki Ramadhani Pratamahttps://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010102535040427