SHOCHIBAH ICHLASHIYAH
Baturetno, 11 Januari 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau, Kelompok 111 KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dikenal dengan nama grup "Danadyaksa," melaksanakan program kerja penghijauan lingkungan di Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias, melibatkan mahasiswa KKM dan warga setempat dalam aksi nyata menanam pohon. Bertempat di pekarangan kosong milik salah satu warga bernama Rusdi, peserta KKM dan warga bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon produktif, seperti kelengkeng, alpukat, dan mangga. Pemilihan pohon-pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa hasil buah yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Warga Dusun Benel pun menyambut baik inisiatif ini. Rusdi, pemilik pekarangan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur pekarangan kosong ini dapat dimanfaatkan untuk hal yang baik. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya penuh harap. Program kerja penghijauan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Kelompok 111 berhasil menunjukkan bahwa langkah kecil seperti menanam pohon dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gerakan Hijau Kelompok 111 KKM UIN Malang: Menanam Harapan di Dusun Benel", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ragilsukmawicaksono4851/67828272ed641522bd797d32/gerakan-hijau-kelompok-111-kkm-uin-malang-menanam-harapan-di-dusun-benel Kreator: Ragilsukmawicaksono Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ILHAM MUDZAKKIR
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Kelompok 22, Bahtera Karsa turut berperan dalam meramaikan erbagai kegiatan keagamaan yang ada di Desa Kenongo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program-program rutin keagamaan yang dijalankan KKM Kelompok 22 ialah berupa One Day One Juz, di mana mahasiswa dan mahasiswi berkomitmen membaca Al-Qur'an setiap hari. Walau disibukkan dengan berbagai aktivitas KKM mulai dari mengajar TK dan SD, TPQ dan aktivitas lainnya, mahasiswa/i KKM Kelompok 22 tetap menyisihkan waktu untuk membaca Al-Qur'an dengan cara membagi dua hingga empat halaman per orangnya. Selain kegiatan One Day One Juz, mahasiswa/i KKM Kelompok 22 turut aktif menghidupkan sholat lima waktu di Musholla Khusnul Khuluq yang berada di Dusun Kenongo. Kegiatan meliputi mengumandangkan adzan setiap lima waktu secara bergantian dengan mahasiswa kelompok lain, serta menjadi imam sholat berjamaah. Di beberapa kesempatan juga menjadi imam Sholat Ashar dan Maghrib berjamaah di TPQ Hidayatul Mubtadiin dan TPQ Roudlotul Ilmi setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Partisipasi anggota KKM Kelompok 22 UIN Malang dalam kegiatan keagamaan masyarakat setempat juga menjadi fokus utama. Mahasiswa dan mahasiswi Kelompok 22 rutin menghadiri acara sholawatan yang diselenggarakan oleh kelompok pengajian ibu-ibu maupun bapak-bapak. Di sisi lain, mereka juga ikut serta dalam kegiatan tahlilan dan ratiban dengan tujuan memperkuat nilai keislaman dan menjalin hubungan silaturahim dengan masyarakat setempat. Keterlibatan mahasiswa/i dalam berbagai kegiatan keagamaan ini memberikan manfaat yakni memperdalam nilai-nilai keislaman sekaligus menjadi media belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 22 KKM UIN Malang ini sejalan dengan poin-poin dalam menjaga toleransi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagaimana yang diharapkan dalam program KKM UIN Malang.
SITI WASI`ATUL MAGHFIROH
Malang, 18 Januari 2024 - Dengan semangat berbagi, mahasiswa KKM kelompok 95 melakukan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako untuk anak yatim di Dusun Sumberkreco, Desa Sidomulyo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa serta untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat. Penyaluran bantuan dilakukan dengan mendatangi rumah anak-anak yatim satu per satu. Kegiatan ini dimulai pukul 15.00 sore dengan dukungan penuh dari Bapak Saparu selaku kepala dusun. Bapak Saparu juga ikut serta dan mengantarkan mahasiswa KKM ke rumah anak-anak yatim satu per satu. Bantuan sosial ini merupakan hasil donasi dari para donatur asal Arab Saudi yang disalurkan oleh Bapak Abu Bakar yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKM 95. Sebanyak 13 sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, serta uang disiapkan. Anak-anak yatim dan keluarga yang menerima bantuan sosial menyambut hangat kedatangan mahasiswa. Salah satu penerima sembako, Yanis (12 tahun), mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat senang dan terbantu. Terima kasih kepada kakak kkm dan para donatur yang peduli pada kami,” ucap Nisa sambil tersenyum. Kepala Dusun Sumberkreco, Bapak Saparu, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian mahasiswa terhadap warga. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang dan para donatur yang telah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim di dusun kami. Semoga kegiatan ini bisa menjadi berkah bagi semua pihak,” tutur Pak Saparu. Menurut ketua KKM kelompok 95, Dzarief, kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan antara pelajar dan masyarakat. “Kami ingin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui program ini. Berkat bantuan dari para donatur dan dukungan semua pihak, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
NUR FARIDA ARIYANTI
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kali ini mengambil tema yang sangat relevan dengan isu-isu sosial di Indonesia, yaitu moderasi beragama, pencegahan kemiskinan ekstrem, stunting, dan parenting. Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM 12 UIN Malang bekerjasama dengan Pengurus KPM-PKH melaksanakan kegiatan yang mengintegrasikan edukasi tentang stunting sekaligus memberikan keterampilan yang dapat memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pembuatan sabun cuci piring, Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai stunting yang menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dan dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Dalam sosialisasi ini, Ibu Eni Ismiati, SE., M.Pd. selaku pemateri sekaligus ketua KPM-PKH Kecamatan Poncokusumo memaparkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai salah satu bentuk pencegahan stunting. ibu-ibu rumah tangga terlihat penuh antusias ketika mendengarkan materi yang diberikan. Setelah sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun cuci piring sebagai salah satu keterampilan yang dapat mendukung perekonomian keluarga. Pembuatan sabun cuci piring ini dipilih karena selain mudah dipraktikkan, bahan-bahan yang dibutuhkan juga terjangkau, dan hasilnya bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dalam pelatihan ini, pemateri dibantu mahasiswa untuk membimbing peserta untuk membuat sabun cuci piring, serta memberikan tips tentang cara pemasaran produk tersebut. "Terimakasih kepada kakak-kakak UIN Malang yang membantu desa mewujudkan salah satu misi Desa Pandansari tahun ini sebagai Desa Wisata UMKM. Pembuatan sabun cuci piring nanti bisa menjadi salah satu opsi yang dikembangkan ibu-ibu di desa untuk meningkatkan UMKM desa juga." ucap Bapak Ahmad Zainul Abidin selaku Kepala Desa saat sambutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang pentingnya kesehatan anak dan cara mencegah stunting, sekaligus memperoleh keterampilan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui pemberdayaan UMKM berbasis produk rumah tangga seperti sabun cuci piring, diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan ekstrem. Udaraksa.
SELVIANA
https://www.kompasiana.com/maulanahaekalnovalakbar5027/6766ebf7ed641504df2cb094/silaturahmi-diskusi-dan-pengajian-bersama-sebagai-awal-pelaksanaan-program-kerja-kkm-35-di-desa-dalisodo
HUDA RAHMATUL KHUSNA
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kali ini mengambil tema yang sangat relevan dengan isu-isu sosial di Indonesia, yaitu moderasi beragama, pencegahan kemiskinan ekstrem, stunting, dan parenting. Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM 12 UIN Malang bekerjasama dengan Pengurus KPM-PKH melaksanakan kegiatan yang mengintegrasikan edukasi tentang stunting sekaligus memberikan keterampilan yang dapat memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pembuatan sabun cuci piring, Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai stunting yang menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dan dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Dalam sosialisasi ini, Ibu Eni Ismiati, SE., M.Pd. selaku pemateri sekaligus ketua KPM-PKH Kecamatan Poncokusumo memaparkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai salah satu bentuk pencegahan stunting. ibu-ibu rumah tangga terlihat penuh antusias ketika mendengarkan materi yang diberikan. Setelah sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun cuci piring sebagai salah satu keterampilan yang dapat mendukung perekonomian keluarga. Pembuatan sabun cuci piring ini dipilih karena selain mudah dipraktikkan, bahan-bahan yang dibutuhkan juga terjangkau, dan hasilnya bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dalam pelatihan ini, pemateri dibantu mahasiswa untuk membimbing peserta untuk membuat sabun cuci piring, serta memberikan tips tentang cara pemasaran produk tersebut. "Terimakasih kepada kakak-kakak UIN Malang yang membantu desa mewujudkan salah satu misi Desa Pandansari tahun ini sebagai Desa Wisata UMKM. Pembuatan sabun cuci piring nanti bisa menjadi salah satu opsi yang dikembangkan ibu-ibu di desa untuk meningkatkan UMKM desa juga." ucap Bapak Ahmad Zainul Abidin selaku Kepala Desa saat sambutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang pentingnya kesehatan anak dan cara mencegah stunting, sekaligus memperoleh keterampilan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui pemberdayaan UMKM berbasis produk rumah tangga seperti sabun cuci piring, diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan ekstrem. Udaraksa.