MOH. BAHRUL LAHUT
MALANG-Didasari dengan tingginya jumlah pernikahan dini di Kecamatan Poncokusumo, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif mengadakan penyuluhan untuk warga Desa Karangnongko pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan mengundang tiga pemateri yaitu Kak Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi yang akan menjelaskan parenting, Kak Rizal Agung Wicaksono, S.M yang akan menjelaskan financial planning dan Kak Dzawil Uqola yang akan menjelaskan stunting, diharapkan bisa mengurangi jumlah pernikanan dini di Kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Karangnongko dan masyarakat bisa lebih siap dalam membangun keluarga. Tak lupa peserta yang ditargetkan dalam penyuluhan sosial adalah ibu-ibu dan pemuda-pemudi di Desa Karangnongko. Acara penyuluhan sosial ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kepala Desa Karangnongko yang turut diundang pun tak lupa memberikan sambutan. Penyampaian materi oleh pemateri pun berlangsung lancar, peserta acara penyuluhan terlihat antusias dengan munculnya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Tak hanya pertanyaan, bahkan dalam forum diskusi terdapat debat yang melibatkan antara pemateri dan peserta. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peserta antusias dan menyimak apa yang dijelaskan oleh pemateri. “Harapannya dengan adanya edukasi dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya kesehatan mental maupun kesiapan financial dalam berkeluarga sehingga Desa Karangnongko terus bertahan menjadi desa yang jauh dari kata stunting,” Ujar Najla selaku ketua panitia acara penyuluhan sosial. Acara penyuluhan sosial yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata pada ketiga pemateri, tak lupa juga melakukan foto bersama dengan seluruh peserta yang berada dalam acara penyuluhan sosial.
NADIA SAILIL FADHILAH
KKM UIN Malang bersama Kelompok 70 dan 140 pada (22/01) mengunjungi Gunung Kawi, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah yang sarat makna bagi banyak peziarah dari berbagai daerah. Di kawasan ini terdapat kompleks pesarean yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) dan Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh yang dihormati karena peran mereka dalam penyebaran ajaran kebaikan dan perjuangan melawan penjajahan. "Eyang Jugo merupakan seorang ulama besar menurut pihak pesarean Gunung Kawi. Data autentik bahwa beliau adalah seorang ulama berupa padepokan yang saat ini digunakan sebagai tempat singgah oleh para pengunjung. Dusun Pijiombo merupakan salah satu dusun terlama yang ada di Desa Wonosari sejak sebelum merdeka dan Dusun Kampung Baru merupakan dusun terbaru". Tutur Pak Subur Retno. Pesarean Gunung Kawi bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi juga menjadi simbol spiritualitas bagi masyarakat. Banyak peziarah datang dengan niat untuk mendoakan leluhur serta memohon ketenangan batin. Kehadiran pesarean ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para tokoh yang dimakamkan di sana, seperti ketulusan, kejujuran, dan perjuangan untuk kebaikan. Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi sering dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan inspirasi spiritual, refleksi diri, serta ketenangan hati. Banyak pengunjung yang membawa serta keluarga untuk berdoa dan menghormati sejarah yang tertanam di tempat ini. Di area pesarean, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang bernuansa religius, seperti tahlil, doa bersama, dan pembacaan ayat suci. Selain itu, banyak yang datang untuk menimba hikmah dari kisah-kisah perjuangan Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono. Setiap tanggal tertentu, seperti malam Jumat Legi, kawasan ini menjadi lebih ramai oleh para peziarah yang datang dengan niat suci. Selain nilai spiritualnya, Gunung Kawi juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan. Dengan udara yang sejuk dan suasana yang asri, peziarah dapat merasakan kedamaian yang jarang ditemui di perkotaan. Kawasan ini juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, rumah makan, dan area peristirahatan bagi para pengunjung. Dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alamnya, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang bermakna bagi masyarakat. Tempat ini mengajarkan bahwa perjalanan spiritual dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan niat yang baik, serta menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur dan sejarah yang telah membentuk kehidupan kita saat ini. Kenyataannya tidak ada hal-hal seperti pesugihan di Desa ini karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. link kompasiana: https://www.kompasiana.com/ariani6871/679cb1cfed6415411d694892/pesarean-gunung-kawi-destinasi-ziarah-penuh-sejarah-dan-spiritualitas
BAIQ NANA DWI HERDIANA
Sabtu, 28-30 Desember 2024 Sembalun Bumbung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan ke beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor usaha kecil, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM di desa tersebut. Untuk mencapai target 30 UMKM, 10 anggota KKM UIN Malang dibagi menjadi 5 tim, masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap tim diberikan tanggung jawab untuk mendampingi dan mensosialisasikan QRIS kepada 6 UMKM. Dengan pembagian ini, tiap anggota diharapkan dapat mengarahkan minimal 3 UMKM untuk mendaftar dan menggunakan QRIS. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pendekatan yang lebih personal kepada pelaku UMKM, sehingga kendala yang dihadapi dapat ditangani secara langsung dan efektif. Tim-tim ini disebar ke beberapa wilayah di Desa Sembalun Bumbung yang memiliki potensi UMKM besar. Namun, dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari target 30 UMKM yang ingin dicapai, Mahasiswa KKM baru berhasil menggaet 5 UMKM untuk berpartisipasi dalam program ini. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih terbiasa dengan transaksi tunai. Beberapa tantangan yang kami dapati seperti (1) Ketakutan terhadap Penipuan, mayoritas pelaku UMKM merasa ragu menggunakan sistem pembayaran digital (QRIS). (2) Ketiadaan Rekening Bank, salah satu syarat pembuatan akun QRIS adalah harus memiliki rekening bank. Sayangnya, banyak pelaku UMKM di Desa Sembalun Bumbung belum memiliki rekening bank, sehingga mereka tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk mendaftar QRIS. (3) Kurangnya Pengetahuan Digital, banyak pelaku UMKM menganggap sistem pembayaran digital sulit dipahami dan membutuhkan pendampingan khusus untuk memulai penggunaannya. "Kami sudah berusaha mesosialisasikan QRIS ini untuk UMKM," ujar salah satu mahasiswa KKM UIN Malang. "Namun, memang sebagian besar dari mereka masih berpikir lebih baik pembayaran tunai karena merasa lebih sederhana. Banyak yang mengaku gaptek atau belum siap beralih ke sistem digital." Oleh karena itu, kami masih tetap berharap UMKM yang belum mau mendaftarkan usahanya ke sistem pembayaran digital (QRIS) suatu saat mau mendaftarkan usahanya, karena melihat potensi desa sembalun bumbung merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara. sebagai fasilitator jangka panjang Mahasiswa KKM telah menyediakan buku panduaan serta video tutorial jika ingin mendaftarkan usahanya secara mandiri.
ADITYA SYAHRUL REZA
Malang, 28 Desember 2024 - Dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak-anak dan memperkuat peran orang tua dalam mendidik, Kelompok KKN Nirantara 37 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Positive Parenting: Belajar Mendidik, Membangun Generasi Gemilang Anak Bangsa". Acara ini diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Jedong, Jl. Raya Jedong No.234, Krobyokan, Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, Dr. Hj. Rafiqoh Rosidi, M.Pd, seorang pakar pendidikan dan parenting yang telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada orang tua di berbagai daerah. Dalam materinya, Dr. Rafiqoh menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, kasih sayang, dan pendekatan positif dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Desa Jedong dan sekitarnya. Ruang Kantor Kepala Desa dipenuhi oleh para peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah menarik kepada peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik. Hal ini semakin memotivasi peserta untuk terlibat secara aktif dalam diskusi. kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jedong, khususnya dalam aspek pendidikan keluarga. "Kami berharap seminar ini mampu memberikan wawasan dan inspirasi bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan penuh cinta dan tanggung jawab," ujarnya. Acara seminar ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan dan diapresiasi oleh masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Jedong dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pendidikan karakter yang kuat.
GHUMAIDA AL ADILA
Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih
DIAJENG DWI FITRIA PUTRI
Gana Asfelic: Membangun Langkah Bersama Untuk Membangun Kebahagiaan MALANG - Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 "Gana Asfelic", mengadakan seminar sebagai bentuk mendukung UMKM Desa menuju maju bersama teknologi emas pada Sabtu (11/01/2025). Kegiatan ini bertema "teknologi cloud computing" ini bertujuan untuk membantu masyarakat melejit dalam meningkatkan minat konsumen pada produk UMKM Desa, dalam upaya meningkatkan hasil perekonomian masyarakat Desa. Seminar dihadiri oleh Kepala Desa Dengkol, Sekertaris Desa Dengkol, Kepala Dusun Dengkol, Ibu Kepala Desa Dengkol, Perwakilan Posyandu, dan Perwakilan PKK. Seminar UMKM yang berjudul "Meningkatkan produktifitas UMKM Desa dengan Teknologi Tepat Guna" dengan pemateri Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., MM dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemateri menyampaikan beberapa materi yaitu bagaimana cara marketing yang baik, mulai dari tampilan kemasan, komposisi yang jelas, pemasaran dengan media online seperti Shopee, Toko Pedia, Tiktok Shop dan lazada. Dari beberapa cara marketing yang disampaikan, pemateri juga menjelaskan bagaimana pencatatan modal dan pengeluaran yang tertata. "Menjual kerupuk rengginang mentah dengan yang sudah matang keuntungan lebih besar 3 kali lipat rengginang yang sudah matang" (Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., MM) Kegiatan ini diharapkan membantu meningkatkan UMKM dengan cara yang efektif. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat yang memiliki UMKM untuk melakukan pencatatan penjualan mulai dari modal dan keuntungan secara rinci sangatlah penting. Program ini juga membantu masyarakat dalam membuat desain logo pridik, konten vidio, maupun pamflet guna sebagai media promosi.