Thumbnail
2 years ago
SOSIALISASI SMART PARENTING: KENDALIKAN GADGET, BENTUK GENERASI HEBAT

DIVA FEBRIANA NURZAHRANI RAHADIAN

Sosialisasi Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan gadget pada orang tua, Kelompok 150 dan Kelompok 80 KKM UIN Malang mengadakan sosialisasi parenting yang bertemakan "Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat" di MI Sunan Giri Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumi, Kabupaten Malang. Acara sosialisasi ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB dengan target sasaran audience wali murid siswa kelas 4, 5, dan 6. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Ngebruk dan perwakilan dari DPL KKM yakni Bapak Ahmad Muis, M. Ag Sosialisasi parenting dengan tema ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak anak Desa Ngebruk yang memiliki angka penggunaan gadget tinggi. Mayoritas mereka bermain gadget dan menyerap bahasa bahasa ataupun perilaku yang tidak sesuai dengan anak seusianya. Maka dari itu, mahasiswa KKM UIN Malang setuju untuk mengambil tema ini sehingga dapat memberikan edukasi kepada orang tua untuk dapat mengkontrol penggunaan gadget pada anak dan sebagai pembelajaran pada orang tua tentang bagaimana cara parenting yang baik, benar, dan efektif. Sosialisasi smart parenting ini menghadirkan narasumber dosen PIAUD UIN Malang, Ibu Dessy Putri Wayuningtyas, M. Pd yang memaparkan penyebab serta dampak dari anak anak yang gemar bermain gadget. Kondisi anak yang gemar bermain gadget secara berlebihan ternyata dipengaruhi oleh perilaku orang tuanya pula. Ibu Dessy mengatakan bahwa anak akan mencontoh hampir seluruh perilaku yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah. Banyak orang tua yang menjadikan gadget sebagai alat alternatif untuk menenangkan anaknya yang sedang menangis atau anak yang menganggu aktivitas orang tuanya.  Keadaan ini membuat anak memiliki ketergantungan kepada gadget yang membuatnya semakin candu untuk memainkannya. Karena hal ini, anak cenderung minim dalam melakukan aktivitas fisik seperti selayaknya anak anak yang seharusnya memiliki lebih banyak waktu di luar ruangan bermain dengan anak anak seusianya. Angka penggunaan gadget pada anak cenderung tinggi juga dipengaruhi oleh orang tua yang tidak kreatif dan selalu mempasrahkan seluruhnya kepada gadget. Bu Dessy selaku dosen PIAUD juga memaparkan banyak kesalahan pola asuh yang dilakukan orang tua zaman sekarang seperti mengiming imingi hadiah, terlalu memanjakan anak, menuntut anak, dan terlalu sering membandingkan anak. Adanya penggunaan gadget yang tidak terkontrol menghasilkan anak yang mudah putus asa dalam menghadapi masalah dan cenderung malas meneliti sesuatu karena terobsesi dengan hal instan. Untuk mengedukasi para orang tua yang hadir dalam sosialisasi tersebut, Bu Dessy memberikan beberapa tips dalam mendidik anak di era digital diantaranya mengajak dan memfasilitasi anak untuk melakukan kegiatan yang disukainya seperti berolahraga. Selain itu, orang tua hendaknya membiarkan anak bermain di rumah dan lingkungannya tanpa gadget agar anak lebih peduli dan dapat bersosialisasi dengan sekitarnya. Untuk dapat mengurangi penggunaan gadget pada anak, dapat dilakukan dengan mengatur waktu penggunaan dengan menetapkan waktu khusus seperti setelah mengerjakan tugas sekolah ataupun akhir pekan. Adanya batasan sebagai kontrol orang tua seperti membatasi akses konten tertentu yang tidak sesuai dengan usia anak dapat meminimalisir dampak negative yang diserap oleh tiap anak. Sosialisasi ini terdapat sesi tanya jawab yang memudahkan audience untuk bertanya terkait dengan keresahannya dalam hal parenting ataupun hanya sekedar sharing dengan pemateri. Dengan berakhirnya sosialisasi bertema "Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat," diharapkan para orang tua yang hadir dapat mengaplikasikan ilmu dan tips yang telah disampaikan oleh narasumber. Pengendalian penggunaan gadget pada anak bukan hanya sekadar membatasi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab orang tua dalam menciptakan pola asuh yang bijaksana, kreatif, dan penuh perhatian. Melalui langkah kecil yang konsisten, para orang tua dapat membantu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Semoga acara ini menjadi awal yang baik dalam membangun lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Thumbnail
2 years ago
Hijaukan Pinggiran Sungai: Inilah Aksi Penanaman Bibit Turi dan Pepaya oleh KKM 66 UIN Malang

ANISA HAYATUN NUFUS RAHMAN

Wonosari, 28 Januari 2025 - Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, mahasiswa KKM kelompok 66 UIN Malang telah melaksanakan program penanaman bibit turi dan pepaya di sepanjang sungai Dusun Ngrejo. Program ini merupakan bentuk realisasi menjaga lingkungan agar tetap asri dan lestari. Sekaligus dapat menjadi program pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi sisa lahan di pinggiran sungai.     Kegiatan dan Proses Penanaman Kegiatan penanaman pohon turi di sepanjang sungai bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan untuk memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Sedangkan penanaman pohon pepaya dipilih karena buah dan daunnya yang bernilai gizi tinggi untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Sebelum kegiatan penanaman bibit, mahasiswa KKM telah mempersiapkan secara mandiri dari nol dari proses penyemaian biji hingga menjadi bibit tanaman kecil sejak (16/01). Dengan berbekal pinjaman peralatan, informasi dari warga sekitar terkait tanam-menanam, dan penyiraman secara rutin oleh anggota kelompok KKM, akhirnya bibit berhasil tumbuh pada media polybag. Sehingga pada Senin (28/01) sudah siap untuk ditanam di sepanjang 30 meter sisa lahan tepi sungai. Penanaman bibit dimulai pada pukul 06.00 pagi didampingi oleh bapak ketua RT dusun Ngrejo. Sejumlah mahasiswa ada yang bertugas menggali lubang, menanam bibit, dan memotongi bambu yang akan digunakan untuk menandai lubang penanaman bibit tanaman. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari masyarakat. Salah satu warga yang bertempat tinggal di dekat lokasi penanaman turi memberi apresiasi terhadap aksi mahasiswa KKM 66 UIN Malang tersebut karena nantinya tanaman turi dan pepaya tersebut dapat menjadi kenangan yang dapat ditinggal ketika sudah tak lagi singgah di Desa Kluwut.   Penutup dan Harapan Sekitar pukul 08.00 kegiatan telah selesai dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi berupa pengambilan video wawancara dan foto bersama bapak ketua RT di lokasi penanaman turi dan pepaya.  Besar harapan mahasiswa KKM pada kegiatan ini agar dapat menjadi inspirasi bagi desa sekitar atau generasi muda untuk melakukan aksi penghijauan di lahan yang tak terpakai dengan tanaman multi-manfaat lainnya.   Aksi penanaman bibit turi dan pepaya oleh KKM UIN Malang kelompok 66 menjadi bukti nyata adanya kolaborasi antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Kekompakan antara keduanya dapat meningkatkan kesejahteraan lingkungan maupun masyarakat sekitar. Semangat gotong royong ketika penanaman turi dan pepaya berlangsung diharapkan mampu mewujudkan kerukunan antar sesame serta keberlanjutan hubungan ttimbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi stunting dan Lomba GEMANTING: Upaya Mahasiswa UIN Malang Tingkatkan Kreativitas para Ibu dalam Memasak Makanan Bergizi

NOVANTIO ALFI RAMADHAN

Mahasiswa UIN Malang kelompok 88 (Sevadharma) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, menggelar program kerja berupa sosialisasi stunting dan parenting pada Selasa, 21 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemahaman stunting dan pola asuh yang sehat. Selain itu, program ini juga melibatkan anak-anak TK. Kehadiran anak-anak ini menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan pola makan sehat dan bergizi secara lebih interaktif. Dengan mengusung konsep edukatif dan partisipatif, acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar. Selain sosialisasi, mahasiswa Sevadharma juga mengadakan lomba inovatif bertajuk Gerakan Memasak Anti Stunting (GEMANTING). Lomba ini diikuti oleh tujuh kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari tiga peserta yang merupakan warga Desa Argosari. Para peserta ditantang untuk memasak menu sehat dan bergizi yang dapat mencegah stunting, menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya pangan di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai hidangan menarik yang disajikan selama lomba berlangsung. Penjurian lomba memasak dilakukan oleh empat orang juri yang terdiri dari Ketua PKK Desa Argosari, seorang perawat, bidan desa, dan Ibu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Para juri menilai hidangan berdasarkan kreativitas, kandungan gizi, cita rasa dan kekompakan peserta. Proses penjurian ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan bahwa hidangan yang dipilih benar-benar mencerminkan semangat GEMANTING. Selain itu, masukan dari juri juga menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta untuk terus memperbaiki pola konsumsi keluarga. Keterlibatan langsung Ibu DPL dan para tenaga kesehatan memberikan sentuhan ilmiah sekaligus motivasi bagi masyarakat desa. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Argosari, terutama para ibu yang terlibat dalam lomba maupun sosialisasi parenting. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru terkait pentingnya pemberian asupan gizi yang cukup untuk mencegah stunting pada anak. Anak-anak TK yang hadir juga terlihat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang dirancang menyenangkan. Dukungan dari perangkat desa dan warga sekitar turut menambah semangat mahasiswa Sevadharma dalam menjalankan program kerja. Acara ini menjadi momen yang berkesan karena berhasil mengedukasi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan.   Melalui kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang kelompok 88 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Program ini menjadi langkah kecil namun berdampak besar bagi warga Desa Argosari dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi contoh sinergi yang baik dalam membangun desa yang lebih sehat. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Argosari dapat terus menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Para mahasiswa pun merasa bangga dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini.

Thumbnail
2 years ago
Student Corner "Membentuk Jiwa Kuat, Bebas Bullying dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak" - Kelompok KKM 127 Shankara UIN Malang 2024-2025

NAJIYATUZAHRA NOVIAN USMAN

Student Corner adalah salah satu program kerja yang diadakan oleh KKM 127 Shankara UIN Malang. Program ini berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan serta merupakan bentuk kontribusi nyata KKM 127 Shankara dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Student Corner adalah salah satu program kerja yang diadakan oleh KKM 127 Shankara UIN Malang. Program ini berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Student Corner adalah sebuah program kerja yang berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Program ini mengusung tema “Membentuk Jiwa Kuat, Bebas Bullying dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak”. Target dari program ini adalah anak-anak SD yang mengikuti pembelajaran dalam program Rumah Literasi. Tujuan dari proker ini ialah meningkatkan kesadaran anak tentang bentuk, dampak, dan cara mengatasi bullying atau perundungan di lingkungan sosial. Dengan adanya Student Corner, diharapkan mereka dapat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying serta perilaku yang merugikan.   Pemateri dalam Student Corner terdiri dari Mahasiswi Psikologi dan Mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) yang akan menyampaikan materi dengan cara interaktif dan menarik. Metode pengajaran yang digunakan dirancang sedemikian rupa sehingga anak-anak tidak merasa bosan, melainkan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, Student Corner akan menyediakan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan karakter dan keterampilan sosial anak. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang sehat dan tangguh dalam menghadapi tantangan sosial. Di era digital saat ini, bullying menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan dan perkembangan anak. Bullying tidak hanya terjadi secara fisik tetapi juga dalam bentuk verbal dan cyberbullying. Dampaknya dapat merusak kesehatan mental anak, menyebabkan kecemasan, depresi, hingga kehilangan rasa percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membentuk jiwa yang kuat dan menciptakan lingkungan yang bebas bullying guna mendukung kesehatan mental anak. Mengapa Jiwa yang Kuat Penting? Jiwa yang kuat membantu anak menghadapi tekanan sosial, mengelola emosi dengan baik, serta membangun kepercayaan diri yang sehat. Anak yang memiliki ketahanan mental lebih mampu: Mengatasi tekanan dan stres dengan cara yang positif. Menolak perilaku bullying dan tidak terpengaruh oleh pengaruh negatif. Membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya. Berkembang dengan baik dalam lingkungan sekolah dan sosialnya. Strategi Membentuk Jiwa yang Kuat Menanamkan Rasa Percaya Diri Dorong anak untuk mengenali dan menghargai kelebihan dirinya. Beri mereka kesempatan untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman. Membangun Komunikasi Terbuka Ciptakan suasana di rumah dan sekolah yang nyaman untuk berdiskusi. Ajarkan anak untuk berani mengungkapkan perasaan dan pendapatnya dengan sopan. Mengajarkan Regulasi Emosi Bantu anak memahami dan mengelola emosinya dengan teknik pernapasan dan meditasi ringan. Latih mereka untuk berpikir positif dan menghindari overthinking. Mengembangkan Empati dan Kepedulian Ajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain dan pentingnya menghormati sesama. Berikan contoh bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik. Mewujudkan Lingkungan Bebas Bullying Edukasi tentang Bullying Kenalkan berbagai bentuk bullying dan dampaknya. Ajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda bullying dan cara menghadapinya. Menumbuhkan Budaya Saling Mendukung Ciptakan komunitas yang inklusif, di mana setiap anak merasa dihargai dan diterima. Galakkan program teman sebaya untuk mendukung anak yang rentan terhadap bullying. Melibatkan Guru dan Orang Tua Adakan sosialisasi rutin tentang pencegahan bullying di sekolah. Libatkan orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka di rumah. Kesimpulan Membentuk jiwa yang kuat dan menciptakan lingkungan yang bebas bullying adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup tanpa merasa tertekan oleh lingkungan sosialnya. Mari bersama-sama menciptakan generasi yang lebih tangguh dan peduli terhadap sesama! Kegiatan Student Corner yang diinisiasi oleh KKM 127 Shankara UIN Malang terbukti sukses dalam meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bullying serta membekali mereka dengan keterampilan sosial yang lebih baik. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kontribusi nyata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Membentuk jiwa yang kuat dan menciptakan lingkungan yang bebas bullying adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup tanpa merasa tertekan oleh lingkungan sosialnya. Mari bersama-sama menciptakan generasi yang lebih tangguh dan peduli terhadap sesama!   https://najiarraaa.blogspot.com/2025/02/student-corner-kelompok-kkm-127.html

Thumbnail
2 years ago
Melestarikan Budaya Setempat : Mahasiswa KKM UIN Malang Ikut Serta dalam Kegiatan Bumi Wekasan di Punden Dusun Busu

OVIN NUR FAJJRIA

Dusun Busu, Desa Slamparejo, kembali menjadi pusat perhatian dengan diadakannya kegiatan bertema lingkungan dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dalam rangkaian giat bertajuk Bumi Wekasan, mahasiswa KKM bersama warga bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Punden Dusun Busu, sebuah situs budaya yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.   Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan punden sebagai simbol sakralitas masyarakat lokal, tetapi juga mencakup berbagai aksi peduli lingkungan seperti penanaman bibit pohon dan pembersihan mata air. Tujuan utamanya adalah memastikan kelestarian alam di sekitar punden sekaligus memperkuat keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan.   Pembersihan Punden: Merawat Warisan Budaya   Punden Dusun Busu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Slamparejo. Sebagai situs sakral yang mengandung nilai historis, punden ini sering dijadikan tempat ritual budaya dan sarana untuk merekatkan hubungan sosial warga. Oleh karena itu, kegiatan Bumi Wekasan dimulai dengan pembersihan area punden.   Mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga setempat membersihkan dedaunan kering, sampah, dan kotoran yang menumpuk di sekitar punden. Aktivitas ini tidak hanya mengembalikan estetika tempat, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal.   Penanaman Bibit Pohon: Menjaga Ekosistem dan Mata Air Salah satu kegiatan utama dalam giat ini adalah penanaman bibit pohon di sekitar area punden dan mata air. Penanaman pohon bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar. Pohon-pohon yang ditanam berfungsi untuk memperkuat aliran mata air yang ada dan diharapkan dapat memunculkan sumber mata air baru di masa mendatang.   Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon membantu menahan tanah dan mencegah erosi, sekaligus menyerap air hujan untuk disimpan dalam lapisan tanah. Dengan menanam pohon, mahasiswa dan masyarakat Dusun Busu menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang.   Pembersihan Mata Air: Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga   Selain menanam pohon, kegiatan Bumi Wekasan juga mencakup pembersihan mata air di sekitar Dusun Busu. Mata air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Sayangnya, aliran mata air sering terhambat oleh sampah dan material alami seperti dedaunan dan ranting.   Mahasiswa KKM bersama warga bekerja bahu-membahu membersihkan area mata air untuk memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.   Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik   Kegiatan Bumi Wekasan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya dan lingkungan. Mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya berkontribusi dengan tenaga dan pengetahuan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus menghadapi tantangan lingkungan di era modern.   Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Punden Dusun Busu, sebagai simbol sakral dan identitas lokal, kini semakin kuat posisinya sebagai pusat pelestarian budaya dan ekologi. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.   Melalui inisiatif ini, generasi muda, baik mahasiswa maupun masyarakat setempat, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga kelestarian alam dan budaya demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan seperti Bumi Wekasan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan lokal.

Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM UIN Malang dan Masyarakat Argosari Bersinergi Cegah Stunting

IRBA AQILAH

Malang, 21 Januari 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi dan lomba memasak bergizi di Balai Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.   Acara ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan persiapan panitia dan pengondisian peserta. Pada pukul 08.00 WIB, acara resmi dibuka oleh MC. Sena dan Nadiya, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Mutmainnah. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Novan, serta Ketua PKK Desa Argosari, Ibu Tutik Maslukhah, yang menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.   Sesi utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi pencegahan stunting dan parenting yang disampaikan oleh Ibu Ainindita Aghniacakti, M.Psi. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai pola asuh yang tepat dan pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.   Sebagai bentuk edukasi yang aplikatif, acara dilanjutkan dengan lomba memasak makanan bergizi yang diikuti oleh masyarakat setempat. Selama 90 menit, peserta lomba menyiapkan hidangan sehat yang kemudian dinilai oleh dewan juri. Setelah penilaian, makanan yang telah disiapkan juga didistribusikan kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye pemenuhan gizi seimbang.   Kegiatan ini diakhiri dengan sesi awarding bagi para pemenang lomba dan penutupan oleh MC pada pukul 12.00 WIB. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang herharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi anak-anak mereka.