RIFKHAN NAJIH
Pada tanggal 25 Januari 2025, tiga kelompok KKM yang bertugas di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyelenggarakan acara penutupan di SDN 01 Taji. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Taji, Guru SDN 01 Taji, serta teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29,99, dan 169. Acara ini menjadi momen penutupan serta ungkapan terima kasih mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Taji. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya acara penutupan sebab tak terasa 40 hari telah berlalu. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Rifhkan Najih kemudian disusul oleh sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan ketua dari ketiga kelompok yakni Akhmad Ubadilah selaku ketua kelompok KKM 99. Pada sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taji yang senantiasa menerima dan mendukung progran kerja yang telah dilaksanakan sehingga berjalan dengan lancar. Tidak lupa juga permohonan maaf disampaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja serta harapan apa yang telah diberikan senantiasa bermanfaat bagi warga Desa Taji, sekalligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Dindin Siswanto selaku Kepala Desa Taji. Pada sambutannya, beliau menunjukkan rasa apresiasi kepada mahasiswa, serta ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus begitu saja. Beliau berpesan untuk tidak melupakan warga Desa Taji walaupun kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berakhir. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Sudarmaji selaku kepala sekolah SDN 01 dan 02 Taji. Beliau menyampaikan terima kasih telah membantu proses pembelajaran di SDN 01 dan 02 Taji sehingga dapat menjadi inspirasi adik-adik SDN 01 dan 02 Taji untuk melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang yang lebih tinggi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata secara simbolis serta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Taji. Senyuman bahagia terukir di wajah masing-masing peserta, membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan selalu terkenang di hati masing-masing. Dengan demikian berakhirlah perjalanan KKM 99 Abhisakya di Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Perpisahan tak dapat dihindari, namun rasa kebersamaan yang telah terbangun akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Mungkin hari ini kita berpisah, namun kenangan kita akan tetap bersama dalam tiap doa yang terucap. Kami, kelompok KKM 99 Abhisakya pamit undur diri.
SIRLY NAFISA
Semangat Spiritual: Pawai Isra Mi'raj KKM 40 UIN Malang Warnai SDN 1 Sumbersuko Dalam rangka memperingati momen suci Isra Mi'raj, KKM 40 UIN Malang menggelar acara pawai yang meriah dan penuh makna di SDN 1 Sumbersuko. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga upaya strategis untuk menumbuhkan pemahaman dan rasa syukur terhadap peristiwa spiritual penting dalam sejarah Islam. Pawai dimulai dengan penampilan memukau dari regu Drum Band. Irama musik yang kuat dan dinamis segera menarik perhatian seluruh peserta dan warga sekolah. Barisan drum band dengan kostum yang serasi bergerak dengan koordinasi yang apik, memberi kesan meriah dan semangat pada awal acara. Dentuman drum dan harmoni musik menjadi penanda dimulainya pawai, sekaligus mengundang antusiasme para siswa untuk segera berbaris dan mengikuti rangkaian kegiatan. Setiap pukulan drum seakan mengajak hadirin untuk merenungkan makna spiritual Isra Mi'raj. Setelah penampilan drum band, barisan siswa dari masing-masing kelas mulai berbaris rapi. Kelas 1 hingga kelas 6 menampilkan formasi yang tertib, mencerminkan disiplin dan semangat kebersamaan. Setiap kelas mengenakan atribut dan kostum yang berbeda, namun tetap menjaga keseragaman dan semangat kolektif.Para siswa tampak bangga berbaris, mata mereka berbinar penuh semangat. Mereka tidak sekadar mengikuti pawai, namun juga tampak memahami makna di balik kegiatan tersebut. Guru-guru yang mendampingi turut memberikan arahan dan motivasi, memastikan setiap siswa memahami nilai-nilai spiritual yang dikandung peristiwa Isra Mi'raj. Acara ini lebih dari sekadar pawai biasa. Para pengurus KKM 40 UIN Malang dengan cermat merancang kegiatan untuk menumbuhkan rasa syukur pada peristiwa Isra Mi'raj. Melalui pawai ini, mereka ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Isra Mi'raj menjadi momentum untuk mengajarkan nilai-nilai ketuhanan, keikhlasan, dan pentingnya senantiasa dekat dengan Allah SWT. Momen ini mengingatkan bahwa setiap tantangan dapat dilewati dengan keyakinan dan kepasrahan yang mendalam. Kegiatan yang diselenggarakan KKM 40 UIN Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kekuatan spiritual. Melalui pawai Isra Mi'raj, mereka berhasil menghadirkan suasana religius yang menyenangkan dan mendidik.Para siswa SDN 1 Sumbersuko mendapatkan pengalaman berharga. Mereka tidak sekadar menjadi peserta pawai, namun juga turut belajar tentang sejarah, spiritualitas, dan pentingnya menjaga semangat kebersamaan. Pawai Isra Mi'raj yang digelar KKM 40 UIN Malang di SDN 1 Sumbersuko telah berhasil menciptakan momen edukatif dan inspiratif. Acara ini membuktikan bahwa pendidikan spiritual dapat disampaikan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan bermakna.Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, menginspirasi generasi muda untuk senantiasa dekat dengan nilai-nilai spiritual dan mencintai sejarah Islam.
RINDA ZIDNI FAUZIYA
Tawangsari, 28 Desember 2024 -- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang mengadakan acara menarik di Desa Tawangsari pada 28 Desember 2024. Acara ini dimaksudkan untuk menghibur anak-anak dan remaja desa dan juga untuk memperkuat hubungan sosial mereka. Kegiatan ini berhasil menarik banyak peserta dan warga sekitar dengan tema "Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari." Acara dimulai pagi hari dengan senam bersama yang dipandu oleh salah satu anggota tim KKM. Semua peserta, mulai dari anak-anak hingga remaja, sangat antusias mengikuti setiap gerakan senam yang penuh energi. Musik ceria mengiringi senam, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Setelah senam, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan. Untuk anak-anak dan remaja laki-laki, permainan yang dipilih adalah sepak bola, yang sangat digemari di kalangan mereka. Suasana di lapangan sangat seru, dengan peserta berlari, menggiring bola, dan mencoba mencetak gol. Di sisi lain, untuk anak-anak dan remaja perempuan, terdapat lomba-lomba seperti Estafet Karet dan Ambil Bola Pakai Tali. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama dan strategi, serta menciptakan banyak momen lucu. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
ELVYNDA DIAN KARTIKASARI
Gunungrejo, Malang (30 Desember 2024) - Dalam upaya mendorong inovasi pertanian berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar pelatihan hidroponik di Wisata Kedok Ombo, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Acara ini melibatkan tiga kelompok mahasiswa KKM dan dihadiri oleh sejumlah anggota PKK setempat yang antusias mengikuti pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode bercocok tanam hidroponik sebagai solusi praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan. Acara dibuka oleh sambutan Ketua PKK Desa Gunungrejo yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa. Dalam sambutannya, Ketua PKK berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal masyarakat desa untuk mengembangkan hidroponik sebagai solusi ketahanan pangan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pemateri utama, Faiz Muzakki Al Faruq, S.Si., membawakan sesi edukatif yang mencakup dasar-dasar hidroponik, teknik menanam sayuran secara hidroponik, perawatan tanaman, hingga pemberian nutrisi yang tepat. Dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, sesi ini memberikan wawasan baru kepada peserta yang sebagian besar baru pertama kali mengenal metode pertanian modern ini. Sesi tanya jawab yang interaktif menambah semarak acara. Beberapa peserta dengan antusias bertanya, terutama mengenai cara memanfaatkan bahan-bahan bekas di rumah untuk bercocok tanam secara hidroponik. Sebagai apresiasi atas keaktifan peserta, hadiah menarik diberikan kepada mereka yang berhasil menjawab pertanyaan pemateri. Acara berlanjut dengan sesi praktik penanaman tanaman hidroponik. Dengan alat dan bahan berupa botol bekas, nutrisi hidroponik, dan bibit tanaman yang telah disiapkan oleh mahasiswa, peserta diajak mempraktikkan langsung ilmu yang baru mereka pelajari. Hasil tanaman yang telah ditanam oleh peserta kemudian dipajang di pendopo Wisata Kedok Ombo, menambah daya tarik lokasi tersebut sebagai pusat edukasi lingkungan. Setelah praktik selesai, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Para peserta, pemateri, dan mahasiswa KKM berfoto bersama di pendopo Wisata Kedok Ombo dengan latar hasil tanaman hidroponik yang telah mereka buat. Foto ini menjadi momen kenang-kenangan sekaligus simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat. Pelatihan hidroponik ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis daur ulang dan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media tanam, program ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat desa. Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Salah satu ibu PKK mengungkapkan rasa terima kasihnya, "Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara bercocok tanam dengan alat sederhana dan bahan yang mudah ditemukan. Ini juga membantu mengurangi sampah di rumah." Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan masyarakat Desa Gunungrejo dapat mengadopsi metode hidroponik dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk konsumsi sendiri maupun sebagai peluang usaha kecil yang ramah lingkungan.
NURLAILA AZIZAH
Usia pencarian jati diri tiap orang terjadi di masa remaja. Tahap ingin mengenal diri sendiri dan keinginan untuk mencoba berbagai hal. Remaja yang dimaksud berusia 10-19 tahun. Di usia ini terdapat berbagai macam gejolak emosi dan permasalahan yang timbul. Jika tidak disikapi dengan bijak maka hal tersebut akan merugikan baik diri sendiri bahkan orang lain. Oleh karenanya, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk menyelenggarakan program kerja sosialisasi pencegahan kenakalan remaja sebagai bentuk perhatian serta imbauan untuk para adik-adik sehingga mengenal dan perbuatan kenakalan tersebut bisa dihindari. Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2025. Acara tersebut merupakan bentuk progam kerja gabungan dari 3 kelompok KKM yang ada di Desa Wonorejo. Sosialisasi dihadiri oleh siswa-siswi kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap dengan total 29 siswa yang hadir, dengan mengusung tema "Mewujudkan Generasi Emas Anti Kenakalan Remaja, Siap Berkontribusi Untuk Negeri". Pemateri yang didatangkan untuk mengisi acara tersebut yakni Dicky Wicaksono yang merupakan Duta Genre Kabupaten Malang 2021. Acara sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Sesi selanjutnya yakni sambutan-sambutan oleh ketua panitia, Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan guru kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap. Memasuki acara inti yakni penyampaian materi berupa pengenalan kenakalan remaja, faktor penyebab, hingga cara mengatasi kenakalan tersebut. Kenakalan remaja merupakan tindakan dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan dilakukan oleh remaja. Contoh dari kenakalan remaja tesebut berupa tawuran, pergi tanpa pamit, berkelahi, bolos sekolah, mencuri, menonton video porno, mabuk-mabukan, bahkan lebih parahya jika sudah ditahap mengonsumsi obat-obatan terlarang. Perbuatan tersebut terjadi dikarenakan beberapa alasan yang mendasari, diantaranya berasal dari pribadi karena tidak bisa mengendalikan diri untuk menghindari perilaku nakal, kemudian terdapat pengaruh pola asuh orang tua, hingga lingkungan sekitar atau pergaulan. Cara mengatasi kenakalan remaja yang juga menjawab pertanyaan dari siswa-siswi sehingga dapat disimpulkan beberapa cara yang dapat dilakukan yakni berupa ajakan diskusi mengenai aturan dan konsekuensi, mengetahui alasan penyebab mereka melakukan hal tersebut bukan sebaliknya menghakimi, serta luangkan waktu untuk mendengarkan cerita karena terkadang di masa usia remaja membutuhkan tempat cerita, bukan solusi ataupun penilaian sepihak dari permasalahan yang dialami. Terakhir, tidak kalah pentingnya yakni menghindari pertemanan ataupun lingkungan yang memberikan pengaruh tidak baik. Diharapkan dari acara sosialisasi tersebut dapat memberikan pembelajaran penting berupa wawasan baru yang mampu memahamkan mereka terkait kenakalan remaja sehingga tidak hanya dari siswa-siswi SMPN 4 Singosari Satu Atap namun juga memberikan pengaruh positif untuk teman sebaya lainnya.
MUHAMAD MAULANA AKBAR
Pada Minggu, 26 Januari 2025, Balai Desa Purwoasri menjadi pusat kemeriahan dengan digelarnya acara ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri yang diselenggarakan oleh kelompok KKM UIN Malang, yang terdiri dari kelompok 45, 115, dan 185. Dengan tema Meningkatkan Iman dan Silaturrahmi dalam Semangat Isra' Mi'raj, acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan untuk memupuk kebersamaan dan semangat kompetisi yang sehat. Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur, lomba ini berhasil menyatukan warga sekaligus memberikan ruang untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka. Berikut adalah laporan singkat mengenai jalannya acara. Acara dimulai dengan registrasi peserta yang dikoordinasikan oleh tim kesekretariatan. Tim memastikan seluruh peserta terdata dengan baik agar lomba dapat berjalan lancar. Semua peserta yang sudah terdaftar kemudian menerima nomor peserta untuk memudahkan pengaturan selama lomba. Registrasi berjalan dengan tertib, dan seluruh peserta terlihat antusias menunggu dimulainya acara. Setelah itu, pembawa acara (MC) membuka acara dengan sapaan hangat kepada seluruh peserta dan tamu undangan. MC menyambut kedatangan seluruh peserta dengan semangat dan membangkitkan antusiasme mereka untuk mengikuti lomba dengan penuh energi positif. Kemudian, Ketua Panitia memberikan sambutan singkat yang menggugah semangat peserta, dan acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah bersama-sama. Sambutan ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, serta mengingatkan pentingnya lomba ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Setelah pembukaan, tim sie lomba membacakan teknis pelaksanaan lomba, memastikan seluruh peserta memahami aturan yang berlaku. Pembacaan teknis dilakukan secara jelas dan terperinci, termasuk pembagian waktu setiap sesi lomba. Setelah itu, MC mengarahkan peserta untuk menuju tempat perlombaan sesuai kategori masing-masing, yaitu lomba kreativitas anak-anak, hafalan juz amma, dan mewarnai. Semua peserta bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk memulai kompetisi masing-masing. Selama acara berlangsung, tiga jenis lomba dilaksanakan secara paralel. Lomba cerdas cermat terdiri dari tiga babak yang menguji kemampuan peserta dalam berbagai topik pengetahuan umum. Hafalan juz amma dibagi menjadi dua babak utama, yang menguji ketelitian dan kecepatan peserta dalam menghafal surah-surah pendek dari Al-Qur'an. Sementara itu, lomba mewarnai memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kreativitas mereka dengan warna-warna cerah, melukis gambar yang telah disediakan dengan penuh semangat. Setiap peserta menunjukkan dedikasi dan konsentrasi yang luar biasa dalam mengikuti lomba mereka. Setelah lomba selesai, peserta diarahkan kembali ke depan balai desa sambil menerima konsumsi yang dibagikan oleh tim acara dan konsumsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan teratur. Makanan ringan dan minuman dibagikan untuk memberikan energi kembali kepada peserta setelah berkompetisi. Semua orang terlihat senang dan nyaman selama waktu istirahat ini, serta berbincang dengan sesama peserta atau anggota keluarga yang hadir untuk mendukung mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Sebelum acara resmi ditutup, tim PDD memanfaatkan waktu untuk membuat dokumentasi kreatif bersama peserta, menambah keseruan dan mempercantik dokumentasi acara. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai bahan publikasi untuk kegiatan selanjutnya dan sebagai kenangan bagi peserta dan panitia. Tim PDD juga mengambil momen-momen spesial selama acara berlangsung, dari awal hingga akhir, agar semua kegiatan tercatat dengan baik. Penutupan dilakukan oleh MC dengan penuh rasa syukur. Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan atas dukungannya sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan acara ini. Panitia berharap bahwa semangat yang tercipta dalam lomba ini dapat terus hidup dan menginspirasi kegiatan-kegiatan positif lainnya di desa. ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri 2025 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan peserta, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Dengan kerja sama panitia, peserta, dan dukungan masyarakat, acara ini berjalan sukses dari awal hingga akhir. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan menggali potensi masyarakat Desa Purwoasri.