Thumbnail
1 year ago
Edukasi parenting: membangun generasi sehat dan bahagia

VIKA ALMASFIATUL FAIQOH

KKM Arsyanendra Caraka UIN Malang terus berkomitmen untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu wujud nyata dari dedikasi ini adalah Seminar Parenting yang digelar pada 20 Januari 2025 di TK Dharma Wanita Persatuan Arjosari. Acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga wadah untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak dalam pola asuh yang lebih baik. Mengasuh anak bukanlah perkara instan, ia membutuhkan ilmu, kesabaran, dan pendekatan yang tepat. Setiap keluarga memiliki pola didik yang berbeda, tetapi di era modern ini, tantangan pengasuhan semakin kompleks. Anak-anak tumbuh di lingkungan digital yang penuh dengan peluang sekaligus risiko. Oleh karena itu, pemahaman tentang pengasuhan berbasis nilai dan emosi menjadi semakin penting agar mereka dapat berkembang menjadi individu yang sehat, bahagia, dan berkarakter kuat. Dalam seminar ini, kami menghadirkan Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., CPCE, seorang akademisi dan praktisi di bidang psikologi yang telah banyak berkecimpung dalam dunia parenting. Beliau membawakan materi bertajuk "Pengasuhan Positif di Era Digital: Mengasah Kecerdasan Emosional dan Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini." Dengan gaya penyampaian yang hangat dan interaktif, beliau mengajak peserta untuk memahami bagaimana kecerdasan emosional dapat menjadi fondasi dalam membentuk karakter anak di tengah arus teknologi yang terus berkembang. Antusiasme peserta begitu terasa sepanjang acara. Para wali murid dan guru tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman. Momen ini menjadi bukti bahwa edukasi parenting sangat dibutuhkan dan memiliki dampak besar bagi kehidupan keluarga. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Wahyuniharti, S.Pd., selaku Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Arjosari, yang telah memberikan ruang bagi terselenggaranya kegiatan ini. Sambutan hangat dari para guru dan orang tua semakin memperkaya suasana seminar, menciptakan lingkungan yang penuh semangat untuk belajar dan bertumbuh bersama. Semoga ilmu yang telah dibagikan dalam seminar ini tidak hanya menjadi wawasan, tetapi juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya, masa depan yang cerah berawal dari rumah, di tangan orang tua yang penuh cinta dan ilmu.

Thumbnail
1 year ago
Penuh Haru, Penutupan KKM di SD Negeri 1 Gunungjati Dipadukan dengan Peringatan Isra’ Mi’raj

APRILIA KURNIA SAPUTRI

Gunungjati, 23 Januari 2025 – Suasana haru dan penuh makna mewarnai acara penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 20 di SD Negeri 1 Gunungjati yang dikemas bersamaan dengan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Dengan mengusung tema “Menambah Cahaya Keimanan Lewat Kreasi Gemilang”, acara ini menjadi momen istimewa yang menggabungkan nuansa spiritual dan kebersamaan yang mendalam hingga tak terlupakan bagi para siswa KKM, guru, dan siswa-siswi. Rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai penampilan kreatif dari siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6. Mereka menunjukkan bakat terbaiknya melalui lomba-lomba yang telah diselenggarakan selama program KKM berlangsung. Sorak sorai penuh semangat terdengar saat para pemenang diumumkan dan menerima hadiah, menjadi bukti antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini.   Acara ini bukan sekadar perpisahan, melainkan wujud penghargaan atas setiap langkah perjalanan yang telah kita tempuh bersama, penuh dengan makna, kenangan, dan pelajaran berharga. Lebih dari sekedar seremoni, acara ini menjadi momentum refleksi untuk mengingat setiap tawa, kerja keras, tantangan, serta kebersamaan yang telah membentuk ikatan kuat di antara kita. Ini juga bukan hanya menjadi ajang untuk merayakan kebersamaan, tetapi sebuah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan karakter yang akan menjadi fondasi dalam menghadapi masa depan. Setiap momen yang tercipta di SD Negeri 1 Gunungjati, diharapkan mampu menginspirasi para siswa untuk terus bermimpi, berdoa, dan berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Acara ini akan menjadi bagian dari kisah indah yang tak terlupakan, terpatri dalam ingatan sebagai bukti bahwa perjalanan pendidikan bukan sekadar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun nilai-nilai kehidupan, persahabatan, dan semangat kebersamaan yang tulus. Semoga kenangan ini terus hidup, memberi semangat baru dalam setiap langkah yang kita ambil di masa depan.

Thumbnail
1 year ago

CLAREY OPAL LABIBAH

Thumbnail
1 year ago
MENJAGA WARISAN KERAJINAN PERAK DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN

ASYIQOH SALSABIL

Dusun Sebaluh pernah menjadi pusat kerajinan perak yang berkembang pesat. Kerajinan perak di Dusun Sebaluh masih mempertahankan teknik manual dalam proses pembuatannya. Bahan utama yang digunakan adalah perak dan emas, yang dibentuk melalui proses penempaan, pengikiran, dan pengerjaan detail menggunakan alat-alat sederhana. Tidak seperti produksi massal yang menggunakan cetakan, para pengrajin di sini tetap menggunakan metode tradisional untuk menghasilkan produk dengan nilai estetika tinggi. Setiap cincin yang dibuat memerlukan waktu sekitar satu hari, tergantung pada tingkat kerumitannya. Model cincin yang paling banyak diproduksi adalah bentuk tangan, dengan desain yang disesuaikan berdasarkan permintaan pelanggan. Batu hias yang digunakan pun berasal langsung dari pelanggan yang ingin memberikan sentuhan personal pada perhiasannya. Salah satu hal unik dari produksi di Dusun Sebaluh adalah penggunaan perak dalam bentuk butiran yang kemudian dilebur tanpa melalui cetakan. Teknik ini memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan bentuk-bentuk unik dengan sentuhan artistik yang berbeda dari produksi massal di pabrik.  Sejak tahun 1993, para pengrajin perak di daerah ini telah menciptakan berbagai perhiasan dan aksesori bernilai seni tinggi. Dahulu, industri ini didukung oleh sekitar 15 pengrajin yang bekerja secara aktif, bahkan mencapai puncaknya dengan 8 orang pengrajin tetap. Salah satu tokoh utama dalam industri ini adalah Bapak Binardi, seorang pengusaha yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mempertahankan warisan seni perak tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengrajin yang bertahan hanya tinggal 2 hingga 3 orang. Salah satu pengrajin yang masih bertahan adalah Pak Subur, yang sejak awal telah mengabdikan dirinya dalam dunia seni kerajinan perak. Menurut Pak Subur, keterampilan membuat perhiasan perak tidaklah sulit jika seseorang memiliki kemauan dan ketekunan. Namun, berkurangnya tenaga kerja disebabkan oleh menurunnya minat generasi muda serta berkurangnya permintaan pasar. Kesulitan dalam regenerasi pengrajin ini menjadi tantangan besar dalam mempertahankan tradisi kerajinan perak di Dusun Sebaluh.  Selain cincin, berbagai jenis perhiasan lain juga dibuat di Dusun Sebaluh, termasuk anting, gelang, dan kalung. Modelnya menyesuaikan keinginan pelanggan, dengan beberapa desain yang sangat detail dan membutuhkan waktu pengerjaan hingga tiga hari, terutama untuk perhiasan dengan ukiran khusus. Pada masa kejayaannya, produk-produk perak dari Dusun Sebaluh dikirim hingga ke Bali dan Yogyakarta selama kurang lebih 10 tahun. Namun, dalam satu dekade terakhir, pemasaran lebih banyak terfokus pada pasar lokal. Daya beli masyarakat mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi, meskipun peminat dari kalangan menengah ke atas masih tetap ada. Harga produk perak ini bervariasi, dengan harga mulai dari Rp800.000 per item, tergantung pada desain dan kompleksitasnya. Produk terbesar yang pernah dibuat adalah timangan sabuk (kuncian sabuk), yang menunjukkan keahlian tinggi dalam seni kerajinan logam mulia. Saat ini, produk kerajinan perak ini lebih banyak dikirim ke toko-toko perhiasan yang memesan secara kondisional. Produk-produk ini biasanya dikirim melalui paket untuk pelanggan di luar kota yang berikutnya, produk-produk ini dijual kembali dengan surat resmi.  Dengan kondisi pasar yang semakin berubah, para pengrajin harus menyesuaikan diri dengan permintaan yang ada. Kini, pemasaran lebih bergantung pada pesanan langsung dari pelanggan maupun suplai ke toko-toko emas tertentu. Upaya promosi melalui media sosial juga mulai diterapkan oleh beberapa pengrajin untuk menjangkau pelanggan baru dan mempertahankan eksistensi industri kerajinan perak di tengah era digital. Tantangan terbesar yang dihadapi pengrajin perak saat ini adalah menurunnya daya beli serta kurangnya tenaga kerja terampil. Dulu, masyarakat begitu antusias hingga rela mengantri untuk mendapatkan produk perak dari Dusun Sebaluh. Kini, hanya pelanggan setia dan kolektor yang masih aktif melakukan pemesanan, bahkan ada yang memesan hingga 200 buah untuk koleksi pribadi. Beberapa pengrajin berupaya meningkatkan daya tarik produknya dengan inovasi desain dan kombinasi material yang lebih modern. Ada juga rencana untuk memberikan pelatihan kepada generasi muda agar keterampilan ini tidak hilang begitu saja. Jika lebih banyak pemuda tertarik untuk belajar dan mewarisi keterampilan ini, maka harapan untuk menghidupkan kembali kejayaan industri perak di daerah ini masih terbuka lebar. Hal ini pulalah yang menjadi motivasi pak Subur tetap bertahan sebagai pengrajin perak. Baginya, kesulitan hanya tumbuh karena rasa malas, sementara kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Seni kerajinan perak Dusun Sebaluh bukan sekadar bisnis, tetapi juga warisan budaya yang berharga. Dengan tetap mempertahankan teknik tradisional dan beradaptasi dengan tren pasar, kerajinan perak dari Dusun Sebaluh dapat terus bersinar di masa depan. Pemerintah daerah dan komunitas seni juga diharapkan dapat memberikan dukungan, baik dari segi promosi maupun pelatihan, agar industri ini dapat kembali berkembang dan membawa kesejahteraan bagi para pengrajinnya.  

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Desa Sidodadi Gelar Sosialisasi Parenting : Pengasuhan Positif di Era Digital

NEYZHA VIRELA LOURENCIA FEBRIAN

LAWANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar acara sosialisasi parenting yang ditujukan untuk ibu-ibu warga Desa Sidodadi. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga kelompok mahasiswa KKM UIN Malang yang bertugas di desa tersebut. Dengan tema "Pengasuhan Positif di Era Digital: Saatnya Orangtua Menjadi Sahabat Anak," acara ini menghadirkan pemateri Ibu Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., seorang dosen Psikologi dari UIN Malang. Sosialisasi ini digagas dengan tujuan memberikan wawasan kepada para orang tua tentang pola pengasuhan yang tepat di tengah tantangan era digital. Saat ini, perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam pola asuh, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami cara mendidik anak agar tetap tangguh dan seimbang. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Dalam sesi materi, Ibu Aprilia Mega Rosdiana menyampaikan pentingnya orang tua berperan sebagai sahabat anak untuk mendukung perkembangan mental dan emosional mereka. Materi yang diberikan juga dilengkapi dengan tips relaksasi sederhana seperti teknik pernapasan square breath dan butterfly hug, yang langsung dipraktikkan oleh para peserta. Teknik ini mendapat sambutan hangat dari para ibu yang antusias mengikuti setiap langkahnya. Tidak hanya itu, sesi tanya jawab yang dibuka setelah materi memberikan kesempatan bagi para ibu untuk berkonsultasi terkait pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam pola asuh anak.   Acara ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif menyimak materi, mempraktikkan terapi relaksasi, hingga berdiskusi dalam sesi konsultasi. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pola asuh di Desa Sidodadi. Dengan kolaborasi yang solid antara mahasiswa KKM dan masyarakat, acara ini menjadi langkah nyata untuk mendukung tumbuh kembang anak di era digital. Semoga acara serupa dapat terus diadakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan parenting yang relevan dan praktis.

Thumbnail
1 year ago
Edukasi parenting: membangun generasi sehat dan bahagia

`IFFATUSY SYARIFA

Bertepatan pada tanggal 20 Januari 2025 KKM ArsyanendraCaraka-UIN Malang mengadakan Seminar Parenting yang bertempat di TK Dharma Wanita Persatuan Arjosari. Acara inidiadakan dalam rangka menjalankan sebuah program kerjayang sudah dirancang sejak awal, sekaligus untukmenyalurkan edukasi kepada para orang tua. Setiap orang tuamemiliki pola didik yang berbeda-beda, namun semuanyaterhubung dengan ilmu parenting yang mendasari pengasuhanyang efektif. Mengasuh anak adalah salah satu tugas terpenting dan paling menantang dalam kehidupan. Setiap orang tua inginmemberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka, tetapiterkadang perjalanan ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar dalampengasuhan agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan bertanggung jawab. Pada acara seminar parenting ini, mendatangkan sebuahpemateri yang luar biasa dan pastinya sudah berpengalaman. Beliau merupakan salah satu Dosen Psikologi UIN Malang yakni ibu Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si, CPCE. Selama acara berlangsung para wali murid dan juga guru sangat menikmati setiap materi yang disampaikan beliau. Adapun tema yang diusung pada seminar ini ialah "Pengasuhan PositifDi Era Digital: Mengasah Kecerdasan Emosioanal Dan Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini". Kami sangat berterimakasih kepada Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Arjosari yakni Ibu Wahyuniharti S.Pd yang telah memberikan wadah serta tempat untuk melancarkanberjalannya program kerja dari KKM Arsyanendra Caraka. Tak hanya para guru namun para wali murid menyambuthangat akan kehadiran kami. Kami berharap agar ilmu yang disampaikan oleh pemateri dapat bermanfaat untuk para walimurid yang hadir pada acara seminar.