Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UINMA Mengajar TPQ yang Ada di Dusun Sebaluh

MUHAMMAD RAIHAN RAFIF

Di Dusun Sebaluh terdapat lebih dari 1 TPQ (Tempat Pendidikan Al-Quran), kami anggota KKM mengambil tempat untuk berkegiatan di 3 tempat. Selain berkolborasi dengan masyarakat, kami juga memperhatikan pada pendidikan diluar sekolah yakni TPQ yang ada di Dusun Sebaluh. TPQ yang ada di Dusun Sebaluh menjadi tempat yang penting bagi anak-anak untuk berkegiatan diluar sekolah untuk belajar membaca alquran, dan memahaminya sejak usia dini. TPQ berperan untuk menanamkan nilai islami dan akhlak kepada anak. Pada TPQ ini mereka mengalami tantangan keterbatasan pada pengajar yang dihadapi. Kelompok KKM hadir dengan berkontribusi membantu proses pengajaran di TPQ ini. Para ustad dan ustazah merasa senang dan terbantu dengan kehadiran kami. Dengan semangat dari anak-anak tidak mengurangi para ustad/ustazah untuk berhenti mengajar. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan membagi jam belajar anak-anak dengan dibagi menjadi 3 sesi pembelajaran, yakni siang, sore, dan malam. Semenjak kehadiran kami jam belajar tersebut berkurang. Kami membantu mengajar pada pukul 14.30-16.45 WIB. Kegiatan di TPQ tidak hanya membaca Alquran tetapi ada hafalan surat pendek, tajwid, praktek solat, dan diba'. Pada TPQ ini menggunakan teknik belajar dengan tajwid yang benar, yakni metode tilawati dan iqra'. Pada pembelajaran juga dibantu engan alat abntu poster huruf hijayah, untuk memudahkan anak-anak menghafal. Semenjak anggota KKM berkecimpung di TPQ anak-anak tambah semangat dalam belajar ke TPQ. Kegiatan ini dapat menjadikan pengalaman bagi anggota KKM untuk menjadikan dampak yang positif dalam perilaku sehari-hari. Selain itu juga mereka dapt memahami karakter setiap anak, kesabaran, kepedulian, dan pentingnya membangun komunikasi didalam masyarakat. Kegiatan ini menjadikan bentuk pengabdian yang sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai islam. Melalui kegiatan ini harapannya dapat memberikan kontribusi di TPQ melalui hal kecil yang berarti. Semoga kontribusi ini dapat membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan religius. Agar anak-anak Dusun Sebaluh tetap semangat dalam belajar agama.    

Thumbnail
1 year ago
Kreatif KKM UIN Malang Membuat Media Pembelajaran: Ajak Siswa SD Belajar Bangun Ruang Dengan Jaring-jaring

ABDINDA FIRDAUSI NUZULA

Kreatif KKM UIN Malang Membuat Media Pembelajaran: Ajak Siswa SD Belajar Bangun Ruang dengan Jaring-jaring   Kuliah Kerja Nyata (KKM) UIN Malang bukan sekedar program wajib bagi mahasiswa, namun juga merupakan kesempatan emas untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu contoh inspiratif datang dari salah satu mahasiswa KKM angkatan 142, Abdinda Firdausi Nuzula dan Achmad Fairuz.  Mereka berinisiatif membuat media pembelajaran berupa jaring-jaring bangun ruang untuk siswa SDN 1 Belung, Poncokusumo. Inisiatif mereka disambut dengan sangat baik oleh kepala sekolah dan dewan guru.  Kenapa Jaring-jaring Bangun Ruang? Materi bangun ruang seringkali dianggap sulit oleh siswa SD. Dengan adanya media pembelajaran berupa jaring-jaring, siswa dapat lebih mudah memahami konsep bangun ruang tiga dimensi. Mereka bisa melihat langsung bagaimana sebuah bangun ruang terbentuk dari jaring-jaringnya, membuatnya menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Manfaat Media Pembelajaran Jaring-jaring:  1. Visualisasi yang Lebih Baik: Siswa dapat melihat langsung bentuk tiga dimensi dari bangun ruang yang awalnya hanya berupa gambar dua dimensi.  2. Belajar Sambil Bermain: Proses pembuatan dan merakit jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan.  3. Meningkatkan Pemahaman Konsep: Dengan melihat dan meraba langsung, siswa akan lebih mudah mengingat bentuk dan sifat-sifat bangun ruang. Proses Pembuatan dan Penerapan Mahasiswa KKM dan para siswa akan melakukan beberapa langkah dalam pembuatan media pembelajaran ini:  1. Desain Jaring-jaring: Membuat desain jaring-jaring yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.  2. Pemilihan Bahan: Memilih bahan yang aman dan mudah didapat, seperti kertas Asturo dan kertas Origami  3. Pembuatan: Memotong dan merakit jaring-jaring sesuai desain.  4. Sosialisasi: Menjelaskan cara penggunaan jaring-jaring kepada guru dan siswa.  5. Pendampingan: Membimbing siswa dalam merakit dan mempelajari jaring-jaring. Dampak Positif Dengan adanya media pembelajaran ini, diharapkan dapat:  1. Meningkatkan minat belajar matematika: Siswa menjadi lebih tertarik pada pelajaran matematika, terutama materi bangun ruang.  2. Mempermudah pemahaman konsep: Siswa dapat memahami konsep bangun ruang dengan lebih baik dan mendalam.  3. Menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan: Proses belajar menjadi lebih interaktif dan tidak membosankan.  4. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah: Media pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Mari Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKM! Tindakan kreatif mahasiswa KKM ini patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepedulian, kita dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan anak-anak. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menginspirasi mahasiswa lainnya.    Kontributor Abdinda Firdausi Nuzula

Thumbnail
1 year ago
Pembukaan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Kelompok 104 UIN Malang di Desa Pandesari

YOLAN PERMANA

Jumat (20/12/2024) dengan antusias masyarakat menyambut kehadiran kami sebagai mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) regular dari Universitas Islam Negeri Malang di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping pendidikan dan penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki peran penting dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat untuk menunjang akselerasi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Acara pembukaan dan penerimaan oleh pemerintah desa berjalan dengan lancar. Acara tersebut diikuti oleh tiga kelompok KKM Reguler yang bertempat di Desa Pandesari, yaitu kelompok 104, 174, dan 34 . Acara pembukaan dan penerimaan bertempat di Balai Desa Pandesari yang dihadiri oleh kepala Desa, Perangkat Desa, dan anggota mahasiswa program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) reguler. Program KKM ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang yang tahun ini mengakat tema "Moderasi beragama, pencegahan stunting, kemiskinan ekstrim, dan parenting". KKM ini akan berjalan selama 40 hari di Dusun Sebaluh, mahasiswa akan melaksakan berbagai kegiatan yang berkolaborasi dengan masyarakat. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, sambutan Kepala Desa, sambutan perwakilan salah satu kelompok, dan DPL yang diwakili oleh salah satu kelompok. Selanjutnya akan ada pembacaan ayat suci Al-Quran, doa penutup, dan diakhiri sesi dokumentasi. Dalam acara tersebut berjalan dengan khitmat. Dalam sambutan Kepala Desa mengharapkan agar mahasiswa KKM yang terdiri dari berbagai program studi dapat berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan desa untuk menciptakan desa mandiri. Beliau juga menjelaskan potensi yang ada di desa tersebut, yaitu pada sektor peternakan sapi, pertanian, dan pariwisata. Akan tetapi, dari potensi yang ada juga muncul permasalahan sebagaimana yang terjadi di desa tersebut, salah satunya produksi susu yang melimpah dan stunting pada anak yang masih tinggi. Acara ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi yang diikuti oleh semua peserta acara pembukaan penerimaan mahasiswa KKM di Desa Pandesari. Harapannya dari potensi yang dimiliki dapat menjadikan desa yang independent kedepannya, serta mengupayakan petani yang mempunyai pemikiran yang lebih maju. Mahasiswa KKM diharap tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga dapat meninggalkan manfaatnya bagi masyarakat serta saling melengkapi disetiap program kerjanya. Penulis : Kelompok 104 KKM Reguler (Sanggam Prakarsa)

Thumbnail
1 year ago
Penanaman 500 pohon untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan

DINDA AULIA RAHMAH

Penanaman 500 Pohon Bersama Warga dan Perangkat Desa Pandanrejo Pandanrejo, [23 Desember 2024] – Dalam upaya melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem, perangkat Desa Pandanrejo bersama masyarakat setempat mengadakan kegiatan penanaman 500 pohon. Acara ini berlangsung pada [tanggal kegiatan] dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kelompok pemuda, serta organisasi peduli lingkungan.   1. Membangun Kesadaran akan Pentingnya Penghijauan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kepala Desa Pandanrejo, [Nama Kepala Desa], menyampaikan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.  Penanaman pohon ini bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, [Kades Pandanrejo].   2. Jenis Pohon yang Ditanam Sebanyak 500 pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, seperti:   a. Pohon Mahoni– untuk penghijauan dan penyediaan oksigen.   b. Pohon Trembesi – dikenal mampu menyerap polusi udara dalam jumlah besar.   c. Pohon Buah (Mangga, Alpukat, Durian) – memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.   3. Antusiasme Masyarakat Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Pandanrejo. Banyak warga yang secara sukarela ikut serta dalam penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.   Salah satu peserta, [Muhammad Fadhil], menyampaikan bahwa ia merasa bangga bisa berpartisipasi. “Saya senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Semoga pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.     4. Harapan ke Depan Dengan adanya kegiatan penanaman 500 pohon ini, Desa Pandanrejo berharap bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perangkat desa juga berencana untuk mengadakan program perawatan dan monitoring pohon agar pertumbuhannya optimal.   Kegiatan ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar. Mari kita jaga lingkungan bersama demi masa depan yang lebih hijau dan sehat!  

Thumbnail
1 year ago
Penutupan Kegiatan TPQ: Maulid Diba' dan Keceriaan Bersama Anak-anak TPQ

MUHAMMAD MUZAKKY MU`THY

Penutupan Kegiatan TPQ: Maulid Diba' dan Keceriaan Bersama Anak-anak TPQ Pada Jumat, 24 Januari 2025, kelompok KKM 62 Adistiharsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan acara penutupan kegiatan di TPQ Al-Falah Dusun Kaliombo pada pukul 14.00 dan TPQ Al-Mabrur Dusun Umbulsari pada pukul 18.30. Acara ini diadakan untuk mengakhiri kegiatan pengabdian yang telah berlangsung dengan penuh kebersamaan dan keceriaan. Acara dimulai dengan pembacaan Maulid Diba', sebuah acara yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak TPQ. Pembacaan ini dilakukan dengan penuh kekhidmatan dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa, yang juga turut menyanyikan beberapa bagian dari Maulid Diba' dengan riang gembira. Suasana yang hangat dan penuh semangat menyelimuti acara penutupan ini, menandakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga mempererat ikatan ukhuwah Islamiyah di antara kami dan anak-anak TPQ. Setelah pembacaan Maulid Diba', acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKM 62, Munir, yang mengucapkan terima kasih kepada para pengurus TPQ, guru, serta anak-anak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang telah kami jalankan. Munir juga mengungkapkan harapan agar kegiatan KKM ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak di TPQ dan semakin meningkatkan semangat belajar mereka dalam agama Islam. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan TPQ, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan kerja sama yang baik antara KKM 62 dan pihak TPQ. Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, dilakukan penyerahan cinderamata dari KKM 62 kepada pengurus TPQ yang diterima dengan penuh rasa terima kasih. Setelah penyerahan cinderamata, acara dilanjutkan dengan salaman antara seluruh anggota KKM 62 dan anak-anak TPQ, yang menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan. Meskipun kegiatan KKM telah berakhir, momen ini mencerminkan kebersamaan yang telah terjalin antara kami dan anak-anak TPQ. Untuk menambah keceriaan, acara ditutup dengan tebak-tebakan seru di mana anak-anak TPQ diberikan kesempatan untuk mengikuti permainan seru dan mendapatkan hadiah dorprize. Acara ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk berinteraksi lebih dekat dengan anak-anak TPQ dan memberikan sedikit kebahagiaan pada akhir kegiatan. Dengan berakhirnya acara penutupan ini, kami berharap anak-anak TPQ dapat terus mengembangkan ilmu agama yang telah didapatkan, serta selalu menjaga semangat dalam belajar. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan KKM ini, dan semoga kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di masa depan.

Thumbnail
1 year ago
Semarak Isra Mi'raj Artha Bhakti: Pawai Lampion Hiasi Malam Penuh Cahaya

FAJAR ALI HASAN

Tawangsari, 28 Januari 2025 -- Meski hujan tak kunjung reda, semangat warga Dusun Gerih dan Meduran tetap membara dalam Pawai Lampion dan Obor yang digelar untuk memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok Artha Bhakti ini berlangsung meriah pada Selasa, 28 Januari 2025, bertepatan dengan 28 Rajab 1446 H. Pawai yang semula direncanakan berlangsung setelah Maghrib terpaksa ditunda karena hujan yang terus mengguyur. Namun, semangat peserta tak kunjung luntur. Mulai dari maghrib para peserta terkhusus anak-anak sudah berkumpul di Posko KKM Artha Bhakti dengan membawa obor dan lampion. Begitu hujan mulai mereda setelah Isya', anak-anak, para orang tua, dan murid-murid TPQ dengan antusias tetap berangkat menuju Masjid Gerih dengan berbekal payung agar bisa ikut serta dalam pawai penuh cahaya ini. Pawai dimulai dari Masjid Gerih, kemudian rombongan berjalan melewati Dusun Gerih, Meduran, dan kembali lagi ke Gerih, dengan Musala dusun Gerih sebagai titik akhir.  Selama perjalanan, peserta tidak hanya berjalan membawa lampion dan obor, tetapi juga beberapa dari peserta juga ikut memeriahkan acara dengan atraksi menyembur api obor.  Dipertengahan jalan para panitia menyediakan kotak untuk pengumpulan kupon di beberapa titik yang telah disiapkan panitia. Kupon ini nantinya bisa ditukar dengan doorprize menarik di akhir acara. Setelah pawai dilanjutkan dengan pembagian undian doorprize. Acara pengundian ini menjadi momen yang dinanti-nanti dan sering kali menjadi puncak kegembiraan. Semua peserta berkumpul di Musala Gerih. Pembagian doorprize dipimpin oleh saudara Asrul. Acara dikemas secara menarik, pengambilan kupon secara acak dilemparkan kepada peserta. Beberapa pengambilan dilemparkan kepada tamu undangan seperti, perangkat desa, kepala dusun, dan beberapa anggota kelompok KKM UIN Malang dari dusun sebelah.  Panitia menyiapkan kurang lebih sekitar 50 hadiah dengan 4 hadiah utama yaitu kompor, voucher game senilai 50.000 dan dua buah magic com. Tentu peserta sangat antusias menanti panggilan nomor yang akan disebutkan oleh pembawa acara. Di antara hadiah yang dibagikan, ada satu momen yang tak terduga dan menambah kemeriahan acara. Salah satu hadiah utama berupa kompor gas terundi dan jatuh pada nomor yang ternyata dimenangkan oleh seseorang yang sudah dikenal baik oleh banyak peserta, yaitu Bu Guru Fika, seorang guru kelas 1 di SDN Tawangsari 02. Kejutan ini sontak disambut dengan sorakan dan tepuk tangan meriah dari para peserta. Bu Guru Fika yang terlihat terkejut sekaligus gembira saat nomor undiannya disebut, langsung melangkah ke depan untuk menerima hadiah utama tersebut. "Alhamdulillah, mas-mbak, makasih ya. Padahal saya sudah hampir pulang, tapi alhamdulillah ternyata ini memang rezeki saya," ujar Bu Guru Fika, dengan senyum lebar di wajahnya. Kegiatan ini menambah kesan hangat dan kekeluargaan dalam acara tersebut, yang memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga Dusun Gerih, Bunder dan Meduran. Pemberian doorprize ini tak hanya menjadi ajang pembagian hadiah semata, tetapi juga sebagai momen kebersamaan yang semakin memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antar warga.