Thumbnail
1 year ago
Tangis Haru Selimuti Perpisahan Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malamg di Desa Nyurlembang

HAFIZATUL HUMAIRO

HUMAS UIN MALANG — Setelah 40 hari mengabdikan diri dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilepas dalam sebuah acara perpisahan yang penuh haru di Kantor Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Nyurlembang, perwakilan Camat Kecamatan Narmada, serta perwakilan Ikatan Alumni UIN Malang. Pelepasan mahasiswa KKM berlangsung hangat dan khidmat. Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukmanul Hakim, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa yang telah aktif dalam berbagai program pengabdian masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. “Tidak terasa sudah 40 hari berlalu. Anak-anak kami telah membersamai kami dalam waktu yang singkat, tetapi mereka memberikan banyak kontribusi luar biasa bagi desa kami. Kami bersyukur karena mereka hadir dengan semangat dan kepedulian yang tinggi. Saya juga memastikan bahwa sepuluh mahasiswa KKM masih lengkap dan tidak berkurang suatu apa pun,” ujar Bapak Lukmanul Hakim, yang disambut tawa ringan dari para hadirin. Selain itu, Ketua Ikatan Alumni UIN Malang, Bapak H. Muhammad Asroruddin HS., M.Pd., yang mewakili dosen pembimbing lapangan, juga menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKM dengan baik. “Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi mahasiswa selama 40 hari ini. Semoga pengalaman di Desa Nyurlembang menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, baik dalam kehidupan akademik maupun profesional ke depannya,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Nyurlembang yang telah menerima dan membimbing mereka selama masa pengabdian. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Nyurlembang, terutama kepada Bapak Kepala Desa Lukmanul Hakim, yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Kami juga memohon maaf jika selama 40 hari ini ada kesalahan atau kekurangan dari kami. Kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM ini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat di manapun kami berada,” ujarnya dengan penuh haru. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh dalam kehidupan akademik maupun sosial. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk kenang-kenangan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Nyurlembang. Suasana haru tak terelakkan saat warga mengantarkan mahasiswa KKM hingga ke kendaraan mereka, sebagai tanda ikatan emosional yang telah terjalin erat selama program berlangsung.(hz/sf) Kontributor: Hafizatul Humairo Editor: Sulthan Fathani Elsyam

Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Sehat dan Berkarakter: Sosialisasi Hidup Sehat dan Pencegahan Pergaulan Bebas oleh KKM UIN Malang untuk generasi muda

NABIL MUZAKKI SEPTIANO

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil contoh mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti penjelasan materi menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran vidio contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.  

Thumbnail
1 year ago
KONSISTENSI ONE DAY ONE JUZ DI TENGAH KESIBUKAN KKM 07 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

AYU FITRIA NINGSIH

Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Pada puncak one day one juz, bertepatan dengan berakhirnya pelaksanaan KKM, kami mengadakan khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung dengan pemuka agama setempat yang berjalan dengan khidmah. Kami juga mendapatkan nasihat untuk tetap selalu membumikan Al-Qur’an dimanapun berada, menjadikan al-Qur’an sebagai tempat untuk menenangkan diri atas kekacauan diri, menjadikan kebiasaan yang positif yang bernilai ibadah, dan menjadikan al-Qur’an tempat untuk bermuhasabah diri. Harapan setelah KKM berakhir, semangat dalam membaca Al-Qur’an tetap berusaha kami pertahankan. Kami menyadari bahwa program ini bukan hanya tantangan selama KKM, tetapi harus menjadi bagian dari keseharian. Kemudian, kebiasaan ini menjadi suatu kegiatan yang bisa terus berjalan bahkan setelah kembali ke kehidupan kampus yang juga penuh dengan kesibukan. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk tetap istiqomah membaca Al-Qur’an di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Karena sejatinya, kesibukan bukan alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an, melainkan justru alasan untuk semakin dekat dengan-Nya.  

Thumbnail
1 year ago
Dari Bambu Jadi Rezeki: Kisah Sukses Produksi Tusuk Sate Bu Puji

NOER DIANA KHOLIDA AMIN

Pada hari kamis, 9 januari 2025, Mahasiswa KKM Kelompok 7 Desa Karangnongko melakukan kunjungan ke salah satu UMKM yang ada di dusun Paras yaitu produksi tusuk sate. Rumah produksi tersebut merupakan milik sepasang suami istri, bernama Bu Puji. Rumah produksi ini telah berdiri sejak tahun 2014. Menurut penuturan Bu Puji, sebelum mulai meproduksi tusuk sate, awalnya mereka merupakan seorang pengrajin anyaman keranjang bambu. Akan tetapi karena minimnya peminat keranjang bambu, sekaligus mulai berkurangnya pengepul dan penjual keranjang bambu, akhirnya mereka beralih bisnis ke produksi tusuk sate. Rumah produksi tusuk sate milik Bu Puji dan suaminya ini merupakan rumah produksi yang menghasilkan bahan baku untuk tusuk sate bukan produk tusuk sate jadi yang dijual komersial. Hasil produksi tusuk sate mereka kirimkan ke pabrik-pabrik tusuk sate yang kemudian akan di finishing sekaligus di kemas oleh pabrik tersebut. Tusuk sate yang telah dikemas tersebut, kemudian akan di kirim ke berbagai daerah hingga luar jawa. Bu Puji menjelaskan bahwa proses dari pembuatan tusuk sate dimulai dengan membeli bambu yang telah di tebang dari tukang tebang bambu. Untuk bambu yang dipakai bisa dari berbagai jenis bambu, namun yang sering digunakan oleh beliau ialah jenis bambu petung. Sedangkan untuk usia bambu yang bagus ialah yang berusia 2 tahun ke atas karena serat bambunya kuat dan mudah untuk diolah. Ada sedikit tips dari beliau dalam memilih bambu yang bagus. Ciri ciri bambu yang bagus ialah seratnya berwarna merah tua, selain itu hindari menggunakan bambu yang ditanam dari daerah pemukiman, meskipun lebih lebat, tetapi kualitasnya buruk. Selain itu bambu yang tumbuh di dataran rendah atau dekat sungai juga meiliki kualitas yang buruk karena mengandung terlalu banyak air. Bambu yang bagus ialah bambu yang tumbuh di daerah yang jarang dijamah manusia serta berada di dataran tinggi. Ada alasan mengapa beliau lebih memilih untuk membeli bambu yang telah di tebang daripada menebang sendiri, pertimbangannya ialah jika membeli bambu yang telah ditebang stok bambu bisa stabil karena bambu dapat dipesan dan datang sesuai kebutuhan rumah produksi meskipun harganya lebih mahal. Sedangkan jika menebang pohon bambu sendiri memerlukan proses dan memakan waktu lebih lama lagi. Setelah bambu datang, bambu akan dipotong sesuai dari ruas bambu tersebut. Bambu kemudian akan dibelah menjadi 2 dan kemudian lanjut di irat, atau dibelah dengan ukuran lebih kecil. Selanjutnya potongan bambu akan di serut menggunakan mesin khusus, sehingga bambu terpotong tipis dengan ukuran yang sama dan sesuai dengan kebutuhan produksi tusuk sate. Untuk ukuran dari tusuk sate itu sendiri terdapat dua jenis, yaitu ukuran untuk tusuk sate ayam dan ukuran untuk tusuk sate kambing. Untuk ukuran tusuk sate ayam yaitu memiliki diameter sekitar 2-2,5m mili, dan panjangnya sekitar 30-40 cm. Sedangkan untuk ukuran tusuk sate kambing memilki diameter sekitar 3 mili dan panjang sekitar 40 cm keatas. Itulah bahan baku dari produksi tusuk sate. Selesai di serut, potongan bambu yang telah menjadi bahan baku tusuk sate tersebut kemudian akan dikeringkan dengan cara dijemur atau dioven tergantung cuaca. Jika cuaca bagus maka cukup dijemur seharian, akan tetapi jika hujan proses pengeringan akan menggunakan oven khusus yang terbuat dari besi. Bambu yang telah kering akan disortir untuk memlih potongan bambu yang bagus. Usai di sortir, potongan bambu tipis yang telah menjadi bahan baku tusuk sate tersebut akan diikat dengan berat per ikatnya sekitar 5kg. Bambu kemudian siap untuk dikirim ke pabrik sebagai bahan baku tusuk sate. Di pabrik, bahan mentah tersebut akan di finishing dan di oven ulang serta diruncingkan. Selain itu juga akan di lapisi dengan lapisan khusus sehingga jadilah tusuk sate yang siap dikemas dan didistribusikan. Sekali kirim ke pabrik, rumah produksi tusuk sate milik Bu Puji ini bisa mengirimkan sekitar 1 kwintal tusuk sate. Biasanya pengiriman dilakukan 2-3 kali perminggu tergantung cuaca yang mempengaruhi jumlah hasil produksi. Ada hal menarik di rumah produksi tusuk sate milik Bu Puji ini, yaitu setiap bagian bambu yang digunakan untuk bahan dasarnya ini tidak ada yang terbuang sia-sia. Limbah sisa produksi biasanya diguanakan untuk bahan bakar proses pengovenan. Selain itu, limbah dari bambu tersebut juga di ambil oleh rumah produksi tahu sebagai bahan bakar pembuatan tahu. Hal ini tentu saja menjadikan hubungan timbal balik yang  baik, dimana rumah produksi tusuk sate jadi bersih dari limbah bambu, dan rumah produksi tahu mendapat bahan bakar untuk proses pembuatan tahu. Bu Puji juga menyampaikan tantangan dari produksi bahan tusuk sate ini diantaranya, yaitu yang paling utama ialah cuaca. Apabila musim hujan, produksi tidak bisa sebanyak saat musim kemarau, karena proses pengeringan menjadi lebih lama, juga bambu menjadi lebih rawan berjamur. Selain itu juga terkadang bambu tebangan yang dikirimkan tidak sesuai, seperti terlalu tua atau sudah bertunas. Akan tetapi dengan segala tantangan tersebut, bisa dikatakan produksi dan pendapatan mereka cukup stabil. Alasan kenapa tidak membuat tusuk sate jadi ialah modal yang diperlukan sangatlah besar. Alat alat yang dibutuhkan untuk membuat tusuk sate memiliki harga yang mahal, selain itu juga tenaga kerja yang dibutuhkan juga banyak. Sehingga bu Puji sudah cukup puas dan bersyukur dengan rumah produksi bahan baku tusuk sate yang beliau miliki ini. Bagi beliau, selama mau bekerja keras dan tak lupa bersyukur, setiap rintangan yang ada pasti dapat dilalui dengan baik. Harapan beliau tentu saja agar terus diberikan kelancaran rezeki oleh Allah SWT. sehingga bisa terus melajutkan bisnis produksi tusuk sate ini, sebagai salah satu UMKM di Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo.

Thumbnail
1 year ago
Cegah Stunting dengan Pola Asuh Tepat dan Gizi Seimbang: Sosialisasi Parenting di Desa Sumberpetung

ZILVIA INAYATUL MA`LA

Stunting masih menjadi permasalahan serius dalam tumbuh kembang anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa KKM Desa Sumberpetung mengadakan Sosialisasi Stunting dan Parenting pada Senin, 13 Januari 2025, di Balai Dusun Banduarjo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Mengusung tema "Cegah Stunting Melalui Pengasuhan Tepat dan Pemenuhan Gizi Seimbang", acara ini dihadiri oleh 37 peserta serta 11 tamu undangan, termasuk Kepala Desa Sumberpetung, Hamim Ahmad, S.Ag, beserta jajaran perangkat desa lainnya.   Acara dimulai pukul 09.30 WIB setelah kegiatan Posyandu, diawali dengan pembukaan oleh MC Juhiran Rizqi Mawani dan Muhammad Fatih Rabbani. Sambutan dari Kepala Desa Sumberpetung berlangsung hingga pukul 09.45 WIB, memberikan gambaran umum pentingnya pengasuhan yang tepat untuk mencegah stunting. Sesi pertama dimulai dengan materi Parenting oleh Ibu Yully Astutik, S.Tr.Keb, yang menekankan pentingnya pola asuh yang baik dalam perkembangan anak. Sesi ini berlangsung selama 20 menit, diikuti oleh materi tentang Stunting yang disampaikan oleh Ayu Candra Hermawati, AMd. Gz, seorang ahli gizi, yang menjelaskan faktor penyebab dan cara pencegahan stunting secara komprehensif. Tidak hanya sekadar teori, acara ini juga menghadirkan sesi praktik pembuatan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang sehat dan bergizi. Pada pukul 10.29 WIB, pemateri bersama perwakilan peserta memperagakan cara membuat MPASI yang memenuhi standar gizi seimbang. Hasil dari praktik ini pun dibagikan kepada peserta sosialisasi agar mereka bisa memahami langsung bagaimana menyusun menu bergizi bagi anak-anak mereka.   Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga mengadakan sesi kuis interaktif pada pukul 10.51 WIB. MC mengajukan 10 pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, dan peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan doorprize menarik. Kuis ini tidak hanya menambah keseruan acara, tetapi juga memastikan bahwa materi yang disampaikan benar-benar dipahami oleh peserta. Acara ditutup pada pukul 11.05 WIB dengan harapan besar bahwa para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tentang pola asuh yang tepat serta pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting di daerah tersebut.   Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam memberikan pola asuh yang baik serta memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik, tidak ada lagi anak yang mengalami stunting hanya karena kurangnya informasi tentang pengasuhan dan gizi seimbang. Langkah kecil ini diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas di Desa Sumberpetung.  Semoga edukasi seperti ini terus berlanjut, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik!  

Thumbnail
1 year ago
Lestarikan Kesenian Tradisional Kelompok KKM 187 Uin Malang Menyewa "nanggap" Pertunjukan Bantengan

SARWO IDI SYAHYOGO

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 187 Paraduta Adhimukti yang ditempatkan di desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang melakukan berbagai kegiatan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang sarat akan makna dan nilai tradisional. Dengan menyewa kesenian bantengan, yaitu kesenian yang berasal dari Jawa Timur kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti UIN Malang berusaha mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat globalisasi saat ini.     Bantengan merupakan kesenian yang menggabungkan berbagai unsur seperti tari, musik, dan teatrikal dengan ciri khas pemainnya yakni menggunakan kostum berupa banteng yang memiliki beragam corak dengan warna yang mencolok yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan semangat juang yang tinggi. Dalam pertunjukkan ini, Iringan musik yang mengiringi para pemain menciptakan suasana yang energik dan memikat. Para pemain menggerakkan tubuh mereka dengan penuh semangat dan energik yang melambangkan gerakan banteng yang gagah lagi berani, yang dimana menjadi simbol dari tradisi yang sarat akan nilai-nilai seni ini. Kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti meyakini bahwasanya kesenian bantengan adalah sarana yang tepat dan memiliki potensi besar untuk mendekatkan masyarakat kepada akar budayanya. Oleh karenanya, mereka memutuskan untuk menyewa kesenian bantengan untuk ditampilkan kepada masyarakat sekitar karena kesenian ini sangat erat dan dekat dengan masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya sebatas hiburan bagi warga sekitar, tetapi juga upaya untuk melestarikan kesenian lokal yang belakangan ini mulai terpinggirkan dengan  adanya arus globalisasi di zaman sekarang. Acara pertunjukkan kesenian bantengan ini mendapatkan sambutan hangat dan begitu antusias dari warga sekitar. Berbagai kalangan dan golongan usia tumpah ruah turut serta menyaksikan kesenian bantengan dengan sangat antusias. Selain sebagai sarana hiburan, pertunjukkan bantengan ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami dan mendalami beragam makna filosofis yang terdapat dalam kesenian ini mulai dari gerakan-gerakan tari yang energetik, simbolisme yang terdapat pada kostum dan alunan musik yang mengajarkan masyarakat tentang keberanian, semangat gotong royong, dan pentingnya melestarikan kesenian dan budaya tradisional.     Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Melalui kerjasama dalam menyelenggarakan acara, mahasiswa dan warga sekitar dapat bertukar informasi, pikiran, dan pengalaman serta memperkuat rasa kebersamaan. Dengan diadakannya pertunjukkan bantengan ini, kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat akan kesenian tradisional bantengan yang memiliki nilai budaya yang sangat kental dan tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti ini menjadi bukti nyata dimana kegiatan KKM tidak hanya berfokus pada pengabdian sosial, tetapi juga memperkenalkan, melestarikan, dan menjaga warisan budaya kesenian tradisional yang ada di masyarakat. Melalui kegiatan Ini, kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti ikut andil dalam memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak luas serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat sekitar akan kebudayaan yang mereka miliki.