FITRANANDA FIRIZQIKA AZMI
Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berperan aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa turut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba’an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
ALFINA NURIL HABIBI
Desa Jedong, 17 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 177 UIN Malang 2024-2025 menyelenggarakan kegiatan pengajaran Al-Qur'an yang bertempat di Musholah At-Taubah, Dusun Jaten, Desa Jedong. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKM untuk membangun generasi Qur'ani melalui pembelajaran yang terstruktur dan menyeluruh. Kegiatan mengajar ini mencakup pembelajaran dari tingkat dasar, yakni Iqro, hingga tingkat lanjutan berupa bacaan Al-Qur'an. Para peserta, yang terdiri dari anak-anak di lingkungan setempat, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar. Suasana belajar yang hangat dan penuh semangat terlihat dari interaksi aktif antara mahasiswa pengajar dan peserta. Tidak hanya sekadar mengajarkan teknik membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, mahasiswa KKM juga membimbing anak-anak untuk memahami nilai-nilai islami yang terkandung dalam setiap ayat. Metode pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dan efektif. "Kami berharap anak-anak tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mereka sehari-hari," ujar salah satu mahasiswa KKM. Berlokasi di Musholah At-Taubah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Orang tua peserta mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KKM yang telah membantu mendidik anak-anak mereka dalam ilmu agama. Salah satu tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai sangat bermanfaat bagi penguatan moral dan spiritual generasi muda di desa tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Jedong. Tidak hanya anak-anak yang merasakan manfaatnya, orang tua yang hadir selama kegiatan juga ikut berdiskusi dengan mahasiswa mengenai pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter generasi muda. Program ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan, baik bagi anak-anak peserta maupun masyarakat secara keseluruhan. Mahasiswa KKM 177 UIN Malang berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari semangat baru dalam mendalami ilmu Al-Qur'an, sekaligus menjadi momen berharga untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di Desa Jedong. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.
GUMILANG ATMAJA
Mengabdi dan Berbagi: Cerita Kami di Dukuh Buntaran, Desa Belung Dalam rangkaian program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2 Parivartaka, kami berkesempatan menjalankan pengabdian di Dukuh Buntaran, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo. Salah satu kegiatan pertama yang kami selenggarakan adalah pembukaan dan perkenalan program mengaji untuk anak-anak di kampung ini. Rasanya seperti sebuah pertemuan yang hangat dan penuh makna. Anak-anak datang dengan semangat, senyum mereka menghapus rasa lelah setelah persiapan panjang. Antusiasme mereka begitu nyata; mata-mata kecil itu berbinar, telinga mereka menyimak dengan serius setiap kata yang kami sampaikan. Kami memulai dengan perkenalan sederhana, memperkenalkan siapa kami dan apa yang akan kami lakukan selama berada di sini. Setelah itu, sesi mengaji dimulai. Meski awalnya kami khawatir, ternyata kekhawatiran itu tak terbukti. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Mereka membaca, mendengarkan, dan bertanya dengan penuh rasa ingin tahu. Hal yang paling berkesan adalah semangat mereka untuk belajar. Di tengah suasana kampung yang sederhana, anak-anak ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan Mengabdi dan Berbagi: Cerita Kami di Dukuh Buntaran, Desa Belung Dalam rangkaian program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2 Parivartaka, kami berkesempatan menjalankan pengabdian di Dukuh Buntaran, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo. Salah satu kegiatan pertama yang kami selenggarakan adalah pembukaan dan perkenalan program mengaji untuk anak-anak di kampung ini. Rasanya seperti sebuah pertemuan yang hangat dan penuh makna. Anak-anak datang dengan semangat, senyum mereka menghapus rasa lelah setelah persiapan panjang. Antusiasme mereka begitu nyata; mata-mata kecil itu berbinar, telinga mereka menyimak dengan serius setiap kata yang kami sampaikan. Kami memulai dengan perkenalan sederhana, memperkenalkan siapa kami dan apa yang akan kami lakukan selama berada di sini. Setelah itu, sesi mengaji dimulai. Meski awalnya kami khawatir, ternyata kekhawatiran itu tak terbukti. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Mereka membaca, mendengarkan, dan bertanya dengan penuh rasa ingin tahu. Hal yang paling berkesan adalah semangat mereka untuk belajar. Di tengah suasana kampung yang sederhana, anak-anak ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan agama dalam kehidupan mereka. Kami merasa benar-benar diterima, seolah menjadi bagian dari keluarga besar di Dukuh Buntaran. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Mengabdi tidak hanya soal berbagi ilmu, tetapi juga soal menerima dan belajar dari masyarakat. Keikhlasan anak-anak ini dalam belajar memberikan kami energi baru untuk terus berkontribusi, sebaik mungkin, selama program ini berlangsung. Kami berharap program mengaji ini tidak hanya menjadi rutinitas sementara, tetapi juga membekas di hati anak-anak dan masyarakat Dukuh Buntaran. Semoga semangat mereka terus tumbuh, dan mereka menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
ZAIDAR PUJIANTO
Desa Gunung Jati, 30 Desember 2024- Dalam rangka melestarikan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Malang Kecamatan Jabung Desa Gunung Jati menyelenggarakan pelatihan membatik sebagai upaya dalam pemberdayaan pemuda dan menciptakan ciri khas tersendiri untuk batik Gunung Jati. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Gunung Jati pada tanggal 30 Desember 2024 dan diikuti oleh lebih dari 20 anggota Karang Taruna untuk mempelajari seni membatik. Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Ibu Sumiati dan Ibu Rosidah dari Pakis. Beliau merupakan seorang ahli batik yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Selain itu,Ibu Sumiyati dan Ibu Rosidah memiliki sanggar membatik yang berada di Pakis. Pada kegiatan ini, beliau memberikan penjelasan mendalam mengenai proses pembuatan batik yaitu dengan batik tulis atau canting dan batik cap. Selain diberikan materi terkait proses pembuatan batik, peserta pelatihan juga diajak untuk mencoba langsung membuat batik sendiri sehingga pesesta dapat langsung mencoba pengalaman membatik yang menyenangkan. Dalam sambutannya, Ibu Rosidah mengharapkan kolaborasi antara Jabung dan Pakis dalam membatik akan terus berjalan untuk menciptakan ciri khas batik yang identik dengan Kecamatan Jabung, khususnya untuk Desa Gunung Jati. Pada acara membatik ini, motif yang digunakan adalah batik bunga teratai dan topeng panji. Hal tersebut dikarenakan Gunung Jati sendiri belum memiliki ciri khas batiknya. Pada kesempatan kali ini Ibu Rosidah dan Ibu Sumiyati mengajak perempuan karang taruna untuk belajar membatik bersama menggunakan teknik canting/tulis. Hal tersebut dimulai dari menggambar lalu mencanting. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggambar motif terlebih dahulu pada kain putih yang sudah disediakan berukuran 50×120, lalu dilakukan proses pencantingan dengan masing-masing peserta memegang canting. Setelah mencanting, langkah selanjutnya adalah pewarnaan dengan menggunakan medangan. Setelah proses pewarnaan selesai, dilanjutkan dengan proses penjemuran dibawah sinar matahari. Setelah kering, kain kemudian direbus untuk menghilangkan malam pada batik. Proses terakhir yaitu penjemuran kain yang sudah di batik. Dengan diadakan pelatihan membatik ini, pemerintah Kabupaten Malang Kecamatan Jabung berharap dapat meningkatkan keterampilan anggota Karang Taruna sehingga membatik bisa menjadi salah satu sumber ekonomi alternatif bagi Masyarakat khususnya pada Desa Gunung jati.
FAIQOTUL HUSNA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2 Parivartaka sukses menggelar kegiatan Outbound Edukatif bertema Stunting dan Parenting pada 19 Januari 2025 di Dukuh Buntaran, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang sebagian besar merupakan ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat sekitar yang peduli terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Sebagai narasumber utama, Eni Ismiati, Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Poncokusumo, memberikan pemahaman mendalam mengenai stunting, faktor penyebabnya, serta strategi pencegahannya. Dalam paparannya, Eni menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat berdampak serius pada perkembangan kognitif anak. "Stunting tidak hanya masalah tinggi badan yang terhambat, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak anak. Jika tidak dicegah sejak dini, anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi kesulitan dalam pendidikan dan kehidupan sosial di masa depan," Beliau juga menekankan pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita sebagai faktor utama dalam mencegah stunting. Menurutnya, peran keluarga, terutama ibu sebagai garda terdepan dalam pola asuh, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan outbound edukatif yang menyenangkan. Beberapa permainan yang digelar antara lain Lomba Bomb Air, untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi antar peserta. Jaga Lilin, yang mengajarkan pentingnya ketekunan dan kehati-hatian dalam mengasuh anak. Kuis Seputar Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, sebagai bentuk edukasi ringan namun tetap informatif. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dalam mengasuh anak di era modern, seperti pengaruh gadget, pola asuh yang tepat, serta pentingnya stimulasi dini bagi anak. Fuad Baswarudin, Ketua KKM 2 Parivartaka, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. Di akhir acara, Bapak Sulhan, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Belung, turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM dalam mengadakan kegiatan edukatif ini. Outbound edukatif ini merupakan bagian dari komitmen KKM 2 Parivartaka dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Dengan keberhasilan acara ini, KKM 2 Parivartaka berencana untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program edukatif lainnya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
NABILA EKA AMELIA
Pujon, 23 Januari 2025 -- KKM UIN Malang sukses menggelar Seminar Pendidikan di SMPN 2 Pujon yang berjudul "Terus Melangkah Bersama, Raih Cita-Cita Melalui Pendidikan". Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada generasi muda tentang pentingnya pendidikan dan cara mencegah dampak negatif pergaulan bebas. Seminar ini menghadirkan pemateri inspiratif yang kompeten dibidangnya yaitu Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi., C.PS, dan dipandu oleh moderator Muh. Asrul Yatimi. Acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh Salsabila Nuraulia, diikuti dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya". Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua KKM kelompok 33, M. Almisky Fachru, dan Ibu Andria Ita Kurniati sebagai perwakilan dari SMPN 2 Pujon. Selanjutnya, doa bersama dipimpin oleh Fajar Ali Hasan sebelum acara memasuki inti seminar. Tema utama yang dibahas adalah pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk mencapai cita-cita, pengembangan diri melalui teknologi, serta cara mencegah dampak buruk pergaulan bebas. Dalam pemaparan materi, pemateri menekankan bahwa pendidikan berkualitas membantu generasi muda meraih cita-cita, melindungi masa depan, dan memberikan kehidupan yang bermakna. Pemateri juga membahas konsep passion x paksaan, di mana pendidikan awal sering kali memerlukan dorongan agar generasi muda dapat menemukan potensi dan minat mereka. Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan, dengan dampak serius seperti masalah kesehatan, kerugian pendidikan, gangguan emosional, dan kehilangan dukungan sosial. Untuk mencegahnya, pemateri mengajak peserta meningkatkan pemahaman moral, memilih teman yang positif, dan aktif dalam kegiatan bermanfaat. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan pertanyaan seputar cara menghadapi lingkungan yang tidak mendukung, pengalaman pribadi pemateri saat kuliah, dan dampak pergaulan bebas terhadap kehidupan remaja. Seminar diakhiri dengan pembagian doorprize menarik kepada peserta dan penutupan oleh moderator. Acara ini memberikan dampak positif dan motivasi kuat kepada para siswa untuk memprioritaskan pendidikan dan menjaga moral mereka. Sebagai penutup, pemateri menyampaikan pesan inspiratif: "Pendidikan adalah lentera yang menuntun langkah muda, moral adalah perisai yang menjaga jiwa dari gelap dunia. Pergaulan bebas adalah duri di jalan harapan, namun kasih dan ilmu menyembuhkan segalanya. Mari menjadi generasi berkualitas, pelita terang yang tak pernah bias." Seminar ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara pendidikan dan karakter untuk membangun generasi muda yang unggul dan berkualitas.