Thumbnail
2 years ago
Semangat Mahasiswa KKM Kelompok 15: Bantu Petani Dusun Robyong Menanam Tomat

AULIA AISY NURWASITA

Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menunjukkan keakraban dan kepedulian terhadap masyarakat Dusun Robyong, Desa Wonomulyo. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka tidak hanya aktif dalam bidang pendidikan saja tetapi juga turut serta membantu warga dalam kegiatan sehari-hari, termasuk mendukung sektor pertanian dengan membantu petani menanam tomat. Pada hari Jum'at, 27 Desember 2024, para mahasiswa KKM dari Kelompok 15 terjun langsung ke ladang tomat milik petani setempat. Kegiatan ini menjadi momen yang istimewa, penuh kehangatan dan antusiasme. Meskipun sebagian besar mahasiswa berasal dari latar belakang perkotaan dan belum pernah terjun ke dunia pertanian, mereka terlihat sangat bersemangat mempelajari proses menanam tomat. Para petani dengan sabar membimbing mahasiswa tentang teknik menanam tomat yang benar, mulai dari cara menyiapkan tanah, menanam bibit, hingga memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada fisik tetapi juga menjadi momen refleksi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya ketahanan pangan dan peran besar para petani dalam menopang kebutuhan masyarakat. Dengan penuh semangat, para mahasiswa bekerja bersama petani, menciptakan suasana kerja sama yang harmonis di tengah ladang. Gelak tawa dan obrolan hangat antara mahasiswa dan petani membuat kegiatan ini terasa lebih bermakna. Program KKM ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang oleh mahasiswa dan warga. Keakraban yang terjalin di tengah ladang tomat menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan gotong royong adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera. Warga Dusun Robyong juga menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 15 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya belajar bahwa dengan semangat kerja sama, mereka berharap dapat meninggalkan kesan positif dan memberikan inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.  

Thumbnail
2 years ago
Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 SDN 4 SUKOMULYO

NUR CHOLISA FAJRIN

SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon.  SD penggerak : Kreatif dan inovatif Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi. Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni. Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan,  Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran.  Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.  

Thumbnail
2 years ago
"Belajar Bersama Sang Juara : Mahasiswa KKM 121 UIN Malang Ajak Siswa Belajar dengan Ceria"

MALIKA PUSPITASARI

Lawang, Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 121 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menciptakan suasana belajar yang ceria dan penuh semangat di SDN 02 Srigading di Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Program yang bertajuk "Belajar Bersama Sang Juara" ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Program ini digagas oleh kelompok KKM 121 UIN Malang yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di desa tersebut. Dengan pendekatan kreatif, mereka merancang berbagai kegiatan belajar yang melibatkan permainan edukatif, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Tujuannya adalah untuk membuat proses belajar lebih menarik dan mampu menggugah semangat siswa. "Kami ingin menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan. Dengan melibatkan siswa dalam aktivitas yang interaktif, kami berharap mereka lebih antusias dalam mengikuti pelajaran," ujar Muhammad Haikal, salah satu koordinator program mengajar. Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari para siswa dan guru. Siswa-siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran, yang diisi dengan berbagai aktivitas seperti kuis, lomba menggambar, dan permainan edukasi. Guru-guru di sekolah tersebut juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM 121 UIN Malang. Menurut mereka, pendekatan ini memberikan angin segar dalam metode pembelajaran di sekolah. Selain memberikan manfaat bagi siswa, program ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa KKM 121 UIN Malang. Mereka mendapatkan pengalaman berharga dalam mengelola program pendidikan, berinteraksi dengan komunitas, dan menerapkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah. Dengan kesuksesan awal ini, mahasiswa KKM 121 UIN Malang berharap program "Belajar Bersama Sang Juara" dapat menjadi inspirasi bagi program-program serupa di masa depan. Mereka juga berharap dapat terus bekerja sama dengan pihak sekolah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di desa tersebut. Program "Belajar Bersama Sang Juara" menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan semangat, proses belajar-mengajar dapat menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa bisa menciptakan perubahan positif yang signifikan dalam dunia pendidikan.

Thumbnail
2 years ago
Gelar Penutupan dan Pelepasan KKM UIN Malang Periode 2024 - 2025: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Resmi Ditutup

NIDA` NURTSANI FIBRINA

Pada tanggal 25 Januari 2025, tiga kelompok KKM yang bertugas di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyelenggarakan acara penutupan di SDN 01 Taji. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Taji, Guru SDN 01 Taji, serta teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29,99, dan 169. Acara ini menjadi momen penutupan serta ungkapan terima kasih mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Taji. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya acara penutupan sebab tak terasa 40 hari telah berlalu. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Rifhkan Najih kemudian disusul oleh sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan ketua dari ketiga kelompok yakni Akhmad Ubadilah selaku ketua kelompok KKM 99. Pada sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taji yang senantiasa menerima dan mendukung progran kerja yang telah dilaksanakan sehingga berjalan dengan lancar. Tidak lupa juga permohonan maaf disampaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja serta harapan apa yang telah diberikan senantiasa bermanfaat bagi warga Desa Taji, sekalligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Dindin Siswanto selaku Kepala Desa Taji. Pada sambutannya, beliau menunjukkan rasa apresiasi kepada mahasiswa, serta ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus begitu saja. Beliau berpesan untuk tidak melupakan warga Desa Taji walaupun kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berakhir. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Sudarmaji selaku kepala sekolah SDN 01 dan 02 Taji. Beliau menyampaikan terima kasih telah membantu proses pembelajaran di SDN 01 dan 02 Taji sehingga dapat menjadi inspirasi adik-adik SDN 01 dan 02 Taji untuk melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang yang lebih tinggi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata secara simbolis serta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Taji. Senyuman bahagia terukir di wajah masing-masing peserta, membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan selalu terkenang di hati masing-masing. Dengan demikian berakhirlah perjalanan KKM 99 Abhisakya di Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Perpisahan tak dapat dihindari, namun rasa kebersamaan yang telah terbangun akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Mungkin hari ini kita berpisah, namun kenangan kita akan tetap bersama dalam tiap doa yang terucap. Kami, kelompok KKM 99 Abhisakya pamit undur diri.     

Thumbnail
2 years ago
Gelar Penutupan dan Pelepasan KKM UIN Malang Periode 2024 - 2025: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Resmi Ditutup

ROICHANAH ADIBAH

Pada tanggal 25 Januari 2025, tiga kelompok KKM yang bertugas di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyelenggarakan acara penutupan di SDN 01 Taji. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Taji, Guru SDN 01 Taji, serta teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29,99, dan 169. Acara ini menjadi momen penutupan serta ungkapan terima kasih mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Taji. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya acara penutupan sebab tak terasa 40 hari telah berlalu. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Rifhkan Najih kemudian disusul oleh sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan ketua dari ketiga kelompok yakni Akhmad Ubadilah selaku ketua kelompok KKM 99. Pada sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taji yang senantiasa menerima dan mendukung progran kerja yang telah dilaksanakan sehingga berjalan dengan lancar. Tidak lupa juga permohonan maaf disampaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja serta harapan apa yang telah diberikan senantiasa bermanfaat bagi warga Desa Taji, sekalligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Dindin Siswanto selaku Kepala Desa Taji. Pada sambutannya, beliau menunjukkan rasa apresiasi kepada mahasiswa, serta ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus begitu saja. Beliau berpesan untuk tidak melupakan warga Desa Taji walaupun kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berakhir. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Sudarmaji selaku kepala sekolah SDN 01 dan 02 Taji. Beliau menyampaikan terima kasih telah membantu proses pembelajaran di SDN 01 dan 02 Taji sehingga dapat menjadi inspirasi adik-adik SDN 01 dan 02 Taji untuk melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang yang lebih tinggi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata secara simbolis serta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Taji. Senyuman bahagia terukir di wajah masing-masing peserta, membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan selalu terkenang di hati masing-masing. Dengan demikian berakhirlah perjalanan KKM 99 Abhisakya di Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Perpisahan tak dapat dihindari, namun rasa kebersamaan yang telah terbangun akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Mungkin hari ini kita berpisah, namun kenangan kita akan tetap bersama dalam tiap doa yang terucap. Kami, kelompok KKM 99 Abhisakya pamit undur diri.     

Thumbnail
2 years ago
Keripik Tempe: Camilan Murah Meriah Pembawa Rezeki Warga Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kota Bogor

INGGRID YAYULITA NINGRUM

Bogor, 28 Desember 2024_ Keripik tempe yang selalu menjadi camilan favorit sebagian orang ternyata memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Usaha UMKM yang didirikan oleh Pak Arga menjadi sumber rezeki baru bagi masyarakat sekitar, berkat inovasi dan niat tulusnya menciptakan lapangan pekerjaan. Mulanya beliau berprofesi sebagai reseller di salah satu market place hingga akhirnya memberanikan diri memulai usaha keripik tempe setelah terinspirasi video-video Youtube yang ia tonton. "Saya banyak belajar dari video-video yang saya tonton. Mulai dari coba-coba dan berhasil, akhirnya terciptalah pabrik keripik tempe ini hehehe" ujarnya. Dengan tekad dan semangat, Pak Arga pun mulai memproduksi keripik tempe yang kini dikenal luas di desa dan sekitarnya. Keripik tempe hasil produksi Pak Arga memiliki dua varian, keripik tempe sagu dan keripik tempe crispy. Dinamakan keripik tempe sagu karena menggunakan campuran tepung sagu, yang memberikan tekstur lebih renyah serta tampilan putih yang sangat menggiurkan. Sementara keripik tempe crispy memiliki rasa yang gurih dengan teksturnya yang sedikit lumayan tebal. Kedua varian ini menjadi pilihan yang disukai berbagai kalangan, karena selain rasanya enak, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Meski usaha ini terus berkembang, cuaca menjadi faktor yang sangat memengaruhi proses pengolahan keripik tempe. Proses peragian tempe, yang menjadi tahap penting pembuatan keripik terkadang terhambat oleh cuaca yang sering berubah. "Kalau sekarang kan lagi musim hujan toh, nah itu bisa nunggu sampai 3 harian hingga akhirnya tempe bisa diolah menjadi keripik” jelas bapak berperawakan tegap itu. Selain sebagai usaha pribadi, motivasi Pak Arga mendirikan UMKM juga perlu diapresiasi. Beliau ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat desa dengan membuka lapangan pekerjaan. "Melalui usaha ini, saya harap dapat membantu warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Banyak warga Desa Situ Ilir yang kini bekerja bersama saya dalam proses produksi, terkhususnya para Ibu Rumah Tangga yang ingin menambah pemasukan membantu para suaminya" ujar Pak Arga. Kini, usaha keripik tempe yang didirikan oleh Pak Arga berkembang pesat dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang. Selain membuka lapangan kerja, produk keripik tempe ini juga semakin dikenal oleh masyarakat luar desa, sehingga memberikan potensi pasar yang lebih luas. Dengan usaha yang dimulai dari menonton video, modal pribadi, dan semangat membantu sesama, Pak Arga telah berhasil menunjukkan bahwa usaha kecil seperti keripik tempe bisa menjadi sumber rezeki yang membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.