Thumbnail
2 years ago
Menyemai Nilai Keislaman di Masyarakat, Mahasiswa KKM 121 UIN Malang Mengikuti Kegiatan Majelis Maulid Wal Taklim Al-Karimah

AHMAD SHIDQI

Lawang, Malang - Dalam upaya mempererat hubungan antara generasi muda dan tradisi keislaman, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 121 UIN Malang di Desa Srigading Kecamatan Lawang Kabupaten Malang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan Majelis Maulid Wa Taklim Al-Karimah yang rutin diadakan setiap hari jum'at malam oleh masyarakat setempat.   Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 121 UIN Malang bersama anggota majelis bershalawat, membaca maulid, serta mengikuti ceramah agama yang disampaikan Ustadz Suriaman. Dalam sambutannya beliau menjelaskan fadillah atau keutamaan mendatangi majelis sholawat, beliau mengatakan bahwa barangsiapa yang menghadiri majelis ilmu dan sholawat itu lebih baik daripada sholat 1000 roka'at, menjenguk 1000 orang sakit, melayat 1000 jenazah. Ketua kelompok KKM 121 UIN Malang, Rustazim Saputra, menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan untuk melestarikan tradisi Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah antara mahasiswa dan masyarakat. "Kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena kami bisa belajar banyak tentang bagaimana masyarakat desa menjaga tradisi keislaman dengan penuh semangat", ungkapnya. Selain mengikuti kegiatan inti, mahasiswa KKM 121 UIN Malang juga membantu mempersiapkan berbagai keperluan acara, seperti menyusun tempat, mendistribusikan konsumsi, hingga mendokumentasikan kegiatan. Upaya ini diapresiasi oleh warga setempat yang merasa terbantu dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para mahasiswa.   Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Suriaman, memohon keberkahan dan kelancaran dalam setiap aktivitas masyarakat serta kegiatan KKM 121 UIN Malang yang sedang berlangsung. Setelahnya, mahasiswa KKM 121 UIN Malang dan anggota majelis menikmati hidangan yang telah disediakan. Melalui partisipasi dalam kegiatan Majelis Maulid Wa Taklim Al-Karimah, mahasiswa KKM 121 UIN Malang tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian nilai-nilai Islami, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga tradisi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Kolaborasi ini menjadi salah satu wujud nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus langkah kecil untuk mempererat hubungan antara generasi muda dan tradisi keagamaan di Indonesia.

Thumbnail
2 years ago
Membangun Generasi Sehat dan Berkarakter: Sosialisasi Hidup Sehat dan Pencegahan Pergaulan Bebas oleh KKM UIN Malang untuk generasi muda

ROKHIQUL ANNAS

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil contoh mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti penjelasan materi menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran vidio contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.  

Thumbnail
2 years ago
Inovasi Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Minyak Jelatah Menjadi Lilin

AMMABEL EKA PATRISIA

Pada tanggal 19 Januari 2025, KKM Sidomulyo 165 menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bertajuk "Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah." Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah yang sering kali dibuang sembarangan. Kegiatan tersebut menyoroti cara mengubah minyak bekas menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin ramah lingkungan, yang juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering kali dianggap remeh. Dalam penyuluhan ini, narasumber menjelaskan bahwa minyak jelantah memiliki banyak risiko jika tidak dikelola dengan baik. Minyak yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Selain itu, jika digunakan berulang kali melebihi batas wajar, minyak ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti risiko penyakit jantung, obesitas, gangguan pencernaan, hingga kanker. Faktor yang mempengaruhi kualitas minyak goreng juga dijelaskan, termasuk jenis minyak, suhu pemanasan, dan kondisi penyimpanan. Masyarakat diberi pemahaman bahwa minyak goreng sebaiknya digunakan maksimal tiga kali pemanasan, dengan sisa makanan yang disaring untuk memperpanjang penggunaannya. Namun, setelah batas penggunaan tersebut tercapai, minyak bekas tidak boleh dibuang begitu saja. Di sinilah konsep daur ulang memainkan peran penting. Salah satu poin utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan potensi ekonomi dari minyak jelantah. Minyak bekas dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti biodiesel, sabun, dan lilin. Di antara semua produk tersebut, lilin dari minyak jelantah menjadi topik utama dalam penyuluhan. Narasumber menjelaskan bahwa bahan baku minyak jelantah sangat melimpah, terutama dari rumah tangga, restoran, dan usaha kuliner kecil. Dengan modal kecil, siapa pun bisa memulai usaha pembuatan lilin dari minyak bekas ini. Selain mengurangi limbah, usaha ini juga memiliki pasar yang cukup luas. Lilin dari minyak jelantah banyak diminati karena ramah lingkungan dan memiliki harga jual yang kompetitif. Dengan harga minyak jelantah sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per liter, produk lilin bisa dijual dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per unit, tergantung pada desain dan kualitasnya. Hal ini menjadi peluang menarik bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sambil berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk langsung mencoba membuat lilin dari minyak jelantah. Prosesnya cukup sederhana, dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Berikut adalah langkah-langkahnya: 1. Penyaringan Minyak Jelantah: Minyak bekas disaring untuk menghilangkan sisa-sisa makanan atau kotoran. 2. Pencampuran dengan Lilin Parafin atau Bahan Pengikat: Minyak jelantah dicampur dengan lilin parafin atau bahan lain yang dapat mengikat minyak agar menghasilkan tekstur yang solid. 3. Penambahan Pewarna dan Pewangi: Pewarna dan aroma tambahan diberikan untuk membuat lilin lebih menarik. 4. Penuangan ke Cetakan: Campuran minyak dituangkan ke dalam cetakan sesuai bentuk yang diinginkan. 5. Pendinginan dan Pemadatan: Lilin dibiarkan dingin hingga mengeras, lalu dilepaskan dari cetakan. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap langkahnya. Banyak dari mereka yang merasa proses ini cukup mudah dan dapat diterapkan di rumah dengan peralatan sederhana. Selain ramah lingkungan, lilin dari minyak jelantah memiliki banyak manfaat. Lilin ini dapat digunakan untuk penerangan alternatif, dekorasi, atau bahkan sebagai aromaterapi jika ditambahkan pewangi. Dengan demikian, produk ini tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Dalam skala usaha, lilin dari minyak jelantah juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang limbah Kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin ini menjadi salah satu langkah kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya minyak jelantah jika tidak dikelola, tetapi juga membuka peluang baru untuk menciptakan produk bernilai ekonomi. Dengan modal kecil dan proses yang sederhana, siapa pun dapat memulai usaha ini sambil berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, KKM Sidomulyo 165 mengajak seluruh masyarakat untuk memandang limbah sebagai peluang, bukan masalah. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin adalah salah satu contoh konkret bagaimana kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak orang yang terinspirasi untuk mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. https://www.kompasiana.com/arthasamasta0418/67984057ed64152941272ae7/inovasi-ramah-li ngkungan-dengan-memanfaatkan-minyak-jelatah-menjadi-lilin

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Parenting dan Cegah Stunting di Desa Sumberpetung: Program Kolaborasi Kelompok 126 dan 56 UIN Malang

SINTA ANGRAINI

Pada hari Senin (13/1/2025), kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang sukses menggelar sosialisasi dengan tema Parenting dan Stunting di Balai Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare. Sosialisasi tersebut berlangsung tepat setelah agenda rutinan PKK berupa pelayanan posyandu.    Tidak hanya dihadiri oleh para ibu di desa Sumberpetung, namun kegiatan sosialisasi tersebut juga turut dihadiri langsung oleh kepala desa Sumberpetung, Bapak Hakim Achmad, beserta perangkat desa lainnya. Kegaitan sosialisasi dibuka dengan hangat oleh sambutan dari Kepala Desa selaku tamu undangan.   Dalam sambutannya, Hamim memaparkan terkait urgensi dari diadakannya sosialisasi tersebut di Desa Sumberpetung, khususnya. Walaupun fenomena stunting tidak banyak terjadi di desa tersebut, namun pencegahan dini tetap diperlukan.    Sosialisasi tersebut juga mengundang dua pemateri yang menguasai bidang pola asuh dan pola makan anak. Materi terkait pola asuh anak atau parenting disampaikan oleh Yully Astutik sebagai pemateri pertama. Penyampaiannya yang interaktif berhasil membangunkan antusias audiens. Melalui sosialisasi tersebut, Yully menegaskan pentingnya pola asuh seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak.     

Thumbnail
2 years ago
Eksplorasi Potensi Unggulan Desa Gunungjati: Susu dan Yogurt Asli Jabung

BAILATUS SAIDAH

Gunungjati, Jabung – Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tengah melaksanakan program KKM di Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Dalam rangka menggali potensi lokal, kelompok ini melakukan kunjungan ke peternakan sapi perah milik warga setempat yang menjadi sumber utama produksi susu segar dan yogurt asli Jabung, produk unggulan yang telah dipasarkan. Kunjungan ini memberikan banyak wawasan mengenai pengelolaan sapi perah. Para mahasiswa mendapatkan informasi langsung dari pemilik sapi mengenai proses pemeliharaan hingga produksi susu. Setiap sapi perah diperah sebanyak dua kali sehari, dengan hasil produksi yang cukup mengesankan satu ekor sapi mampu menghasilkan hingga 15 liter susu per hari. Namun, terdapat fakta menarik yang ditemukan selama kunjungan tersebut. Saat sapi memasuki masa kehamilan, terutama mendekati waktu melahirkan, produksi susu menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisiologis pada sapi yang membuat hasil perahan tidak optimal. Selain itu, beberapa sapi di peternakan tersebut memiliki usia cukup panjang, yaitu mencapai 6 hingga 7 tahun. Susu segar hasil perahan ini tidak hanya dikonsumsi langsung oleh masyarakat, tetapi juga dikirim ke Koperasi Unit Desa (KUD) untuk diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk olahan, termasuk yogurt yang kini menjadi salah satu ikon produk unggulan Desa Jabung. Produk-produk ini telah merambah pasar yang lebih luas dan bisa ditemukan di swalayan seperti "Jab Mart". Melalui kegiatan ini, kelompok 20 KKM UIN Malang tidak hanya belajar tentang potensi ekonomi lokal tetapi juga menyadari pentingnya peran peternakan sapi perah dalam mendukung perekonomian desa. Harapannya, kunjungan ini tidak hanya memberikan edukasi bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong masyarakat desa untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan peternakan sapi perah. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan susu, produk unggulan dari Desa Gunungjati berpotensi menjadi salah satu produk susu berkualitas yang dikenal luas di Kabupaten Malang.

Thumbnail
2 years ago
Cegah Stunting dengan Pola Asuh Tepat dan Gizi Seimbang: Sosialisasi Parenting di Desa Sumberpetung

MOHAMMAD ROMADLONI AL MUHTAR

Stunting masih menjadi permasalahan serius dalam tumbuh kembang anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa KKM Desa Sumberpetung mengadakan Sosialisasi Stunting dan Parenting pada Senin, 13 Januari 2025, di Balai Dusun Banduarjo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Mengusung tema "Cegah Stunting Melalui Pengasuhan Tepat dan Pemenuhan Gizi Seimbang", acara ini dihadiri oleh 37 peserta serta 11 tamu undangan, termasuk Kepala Desa Sumberpetung, Hamim Ahmad, S.Ag, beserta jajaran perangkat desa lainnya.   Acara dimulai pukul 09.30 WIB setelah kegiatan Posyandu, diawali dengan pembukaan oleh MC Juhiran Rizqi Mawani dan Muhammad Fatih Rabbani. Sambutan dari Kepala Desa Sumberpetung berlangsung hingga pukul 09.45 WIB, memberikan gambaran umum pentingnya pengasuhan yang tepat untuk mencegah stunting. Sesi pertama dimulai dengan materi Parenting oleh Ibu Yully Astutik, S.Tr.Keb, yang menekankan pentingnya pola asuh yang baik dalam perkembangan anak. Sesi ini berlangsung selama 20 menit, diikuti oleh materi tentang Stunting yang disampaikan oleh Ayu Candra Hermawati, AMd. Gz, seorang ahli gizi, yang menjelaskan faktor penyebab dan cara pencegahan stunting secara komprehensif. Tidak hanya sekadar teori, acara ini juga menghadirkan sesi praktik pembuatan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang sehat dan bergizi. Pada pukul 10.29 WIB, pemateri bersama perwakilan peserta memperagakan cara membuat MPASI yang memenuhi standar gizi seimbang. Hasil dari praktik ini pun dibagikan kepada peserta sosialisasi agar mereka bisa memahami langsung bagaimana menyusun menu bergizi bagi anak-anak mereka.   Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga mengadakan sesi kuis interaktif pada pukul 10.51 WIB. MC mengajukan 10 pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, dan peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan doorprize menarik. Kuis ini tidak hanya menambah keseruan acara, tetapi juga memastikan bahwa materi yang disampaikan benar-benar dipahami oleh peserta. Acara ditutup pada pukul 11.05 WIB dengan harapan besar bahwa para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tentang pola asuh yang tepat serta pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting di daerah tersebut.   Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam memberikan pola asuh yang baik serta memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik, tidak ada lagi anak yang mengalami stunting hanya karena kurangnya informasi tentang pengasuhan dan gizi seimbang. Langkah kecil ini diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas di Desa Sumberpetung.  Semoga edukasi seperti ini terus berlanjut, demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik!