Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM Vikasa Veera UIN Malang Galakkan Reboisasi untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM Vikasa Veera UIN Malang Galakkan Reboisasi untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan"

SINTYA SAMSIATI NABILA

Poncokusumo, Kab. Malang, 19 Januari 2024 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Vikasa Veera 153 dari UIN Malang mengadakan kegiatan reboisasi di area sekitar Pondok Ashitameru, sebuah destinasi wisata alam yang terletak di Desa Poncokusumo, Kab. Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat serta didukung oleh pemerintah desa dan berbagai organisasi lingkungan, salah satunya adalah POKDARWIS Poncokusumo. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama warga menanam bibit pohon sengon yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah erosi tanah, meningkatkan kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 19 Januari 2024 mulai pukul 09.00. Ketua kelompok KKM, Ahmad Nurisshofa, menyampaikan bahwa kegiatan reboisasi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga ekosistem. “Kami ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Reboisasi ini diharapkan tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi menjadi kebiasaan yang terus berlanjut,” ujarnya. Ketua POKDARWIS, Pak Purna juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKM yang telah peduli terhadap lingkungan desa kami. Semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam,” ujarnya. Selain menanam pohon, mahasiswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya penghijauan dan cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Diberikan pemahaman tentang manfaat jangka panjang dari reboisasi serta bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Setelah kegiatan reboisasi, mahasiswa mendapatkan sosialisasi mengenai teh Ashitaba, sebuah produk buatan dan hasil penanaman asli dari Pondok Ashitameru. Teh ini dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya: Melindungi hati dan ginjal Mengatasi nyeri ulu hati Mengatasi tekanan darah tinggi Mengatasi sembelit Mengatasi obesitas Mengatasi diabetes Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan reboisasi dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat, sehingga lingkungan yang hijau dan asri dapat terwujud demi kelangsungan hidup generasi mendatang. Selain itu, sosialisasi tentang teh Ashitaba diharapkan dapat menambah wawasan pelajar dan masyarakat tentang manfaat tanaman herbal bagi kesehatan.

Thumbnail
2 years ago
KKM 126 UIN Malang Tilik UMKM Desa Sumberpetung: Tahu Gembos Rumahan ala Pak Yunus Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "KKM 126 UIN Malang Tilik UMKM Desa Sumberpetung: Tahu Gembos Rumahan ala Pak Yunus", Klik untuk baca: https://www

UTIA ALFI RAHMATIKA

Pada hari Rabu (25/2/2025), kelompok KKM 126 UIN Malang berkunjung ke kediaman Pak Yunus untuk menyaksikan secara langsung pengolahan tahu gembos miliknya. Pak Yunus tampak sedang mendidihkan air sambil menggiling sisa-sisa kacang kedelai menunjukkan kegiatan tersebut sudah dimulai dari beberapa saat yang lalu.    Setelah penggilingan kacang kedelai selesai, Pak Yunus dengan telaten menumpahkan hasil penggilingan ke dalam air di gentong yang sudah mendidih. Alat-alat yang digunakan terlihat merupakan rakitan dan buatan sang empunya.  Sambil menunggu sari kedelai mendidih merata, Pak Yunus bercerita bahwa ia sempat bekerja di sebuah pabrik tahu besar di Kota Malang. Pengalaman itulah yang kemudian membekalinya keahlian memproduksi tahu sampai saat ini.  Walaupun begitu, pada alat-alat yang ia gunakan sekarang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan mesin-mesin canggih khas pabrik. Hal ini lah yang menjadi tantangan utama saat Pak Yunus mulai merintis produksi tahu miliknya sendiri.  "Awal-awal mencoba itu gagal terus dan berakhir jadi pakan kambing lah itu bahan-bahannya. Sampai suatu saat, saya berhasil dan sampai sekarang sudah lihai dengan tekniknya," ujar Pak Yunus penuh bangga. Usaha rumahan ini sudah berjalan lebih dari 10 tahun lamanya. Pak Yunus bersyukur tak ada rintangan ataupun kesulitan yang melanda bisnisnya. Modal minim yang dikeluarkan berhasil meraup keuntungan yang cukup besar baginya.    "Kalau rintangan ya syukurnya tidak ada, hanya saja saat pandemi covid-19 melanda itu usaha ini sedikit vakum," ungkap pemilik produksi tahu gembos rumahan tersebut saat ditanya mengenai rintangan dalam menjalankan produksinya.  Dalam menjalankan usahanya, Pak Yunus ditemani sang istri, Bu Warsini, yang bertugas menggorengkan hasil dari olahan kacang kedelai Pak Yunus. Selain itu, keduanya bersama-sama mendistribusikan hasil produksinya di pasar-pasar sekitar desa.    "Karena saya tidak paham teknik olahnya, jadi saya membantu menggorengkan hasilnya saja," ucap Bu Warsini mengakui batas kemampuannya Produksi tahu gembos yang hampir memakan waktu lebih dari 5 jam tersebut menjadi keseharian Pak Yunus dan istri. Kelompok KKM 126 UIN malang sangat senang dapat berkesempatan mengunjungi tempat pengolahan tahu secara langsung. Selain mendapatkan wawasan pengetahuan, Teman-teman KKM juga termotivasi oleh kegigihan diri Pak Yunus selama merintis produk miliknya    

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan PHBS di Desa Ngadireso Kecamatan Poncokusumo

JUWITA EKA CAHYARANI

KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko. Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka. Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit. Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Parenting dan Cegah Stunting Di Desa Sumberpetung: Program Kolaborasi Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang

EVA REZA AMELIA

Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang sukses menggelar sosialisasi dengan tema Parenting dan Stunting di Balai Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare. Sosialisasi tersebut berlangsung tepat setelah agenda rutinan PKK berupa pelayanan posyandu. Tidak hanya dihadiri oleh para ibu di desa Sumberpetung, namun kegiatan sosialisasi tersebut juga turut dihadiri langsung oleh kepala desa Sumberpetung, Bapak Hamim Achmad, beserta perangkat desa lainnya. Kegaitan sosialisasi dibuka dengan hangat oleh Perayaan dari Kepala Desa selaku tamu undangan. Dalam berbagai acara tersebut, Hamim memaparkan terkait urgensi diadakannya sosialisasi tersebut di Desa Sumberpetung, khususnya. Meskipun fenomena stunting tidak banyak terjadi di desa-desa tersebut, namun pencegahan dini tetap diperlukan. Sosialisasi tersebut juga mengundang dua pemateri yang menguasai bidang pola asuh dan pola makan anak. Materi terkait pola asuh anak atau parenting disampaikan oleh Yully Astutik sebagai pemateri pertama. Penyampaiannya yang interaktif berhasil membangkitkan antusias penonton. Melalui sosialisasi tersebut, Yully menekankan pentingnya pola asuh seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak. Tak berhenti disitu, materi cegah stunting selanjutnya disampaikan oleh ahli gizi Ayu C. Hermawati sebagai pemateri kedua. Materi ini cukup unik mengingat pemateri tidak hanya berbagi ilmu terkait stunting saja, namun juga berbagi menu-menu makanan untuk anak yang bervariasi namun tetap sehat. Lebih dari itu, Ayu langsung mempraktikan proses dan cara memasak beberapa menu dengan bahan yang sama. Ayu juga tak sungkan untuk mempersilakan siapa pun diantara para ibu yang ingin mencoba memasaknya secara langsung di hadapan para penonton lainnya. Hal tersebut tentu saja memantik semangat mereka yang tertarik untuk mencobanya. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar sampai menjelang tengah hari. Pembawa acara berinisiatif untuk mengakhiri acara dengan sesi tanya jawab berhadiah. Untuk kesekian sementara, para audiens tergugah untuk menyimak sisa kegiatan tersebut. Tak disangka, banyak audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembawa acara dengan cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa para ibu yang hadir dalam sosialisasi telah menyimak materi yang disampaikan dengan baik. Melalui kegiatan sosialisasi Parenting dan Stunting yang diselenggarakan oleh kelompok KKM 126 dan 56 di Desa Sumberpetung, diharapkan terjadi penurunan angka stunting dan krisis parenting pada anak-anak bangsa ini. Karena bangsa yang hebat dimulai dari generasi yang sehat dan kuat.    

Thumbnail
2 years ago
Menyaksikan Keseruan Tradisi Mberot di Desa Ngadireso, Poncokusumo

ARDELIA SALSABILA INTANA

Di tengah hamparan hijau Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebuah tradisi unik bernama Mberot masih terus hidup dan menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan perpaduan antara seni pertunjukan rakyat dan ritual spiritual yang menghadirkan sensasi tersendiri bagi penontonnya. Pertunjukan Mberot di Desa Ngadireso memiliki urutan acara yang terstruktur dan menarik. Setiap pertunjukan dimulai dengan pembawa acara yang dengan penuh semangat memanggil grup Mberot yang akan tampil. Suasana mulai hidup ketika operator sound system memutarkan lagu-lagu pilihan dari grup yang akan tampil. Para anggota grup Mberot kemudian mulai menunjukkan kebolehan mereka dengan berjoget mengikuti irama musik yang mengalun. Gerakan-gerakan mereka yang energik dan kompak menciptakan pemandangan yang menghibur bagi para penonton yang hadir. Setelah beberapa lagu dimainkan, pertunjukan memasuki sesi yang ditunggu-tunggu: saweran. Pada momen ini, penonton berkesempatan untuk berpartisipasi langsung dengan memberikan sawer kepada para penari Mberot. Interaksi ini menciptakan suasana keakraban antara penampil dan penonton. Bagian paling menegangkan dari pertunjukan Mberot adalah sesi kalapan atau kesurupan. Sebelum sesi ini dimulai, ada ritual khusus yang dilakukan, ditandai dengan pembakaran dupa dan pembacaan doa-doa. Suasana mistis mulai terasa ketika suara pecutan membelah udara, menandai dimulainya sesi kalapan. Para penari yang kesurupan kemudian memberikan tontonan yang menghadirkan sensasi tersendiri. Suasana menjadi semakin meriah ketika penonton mulai bersuitan dan membunyikan terompet, yang justru membuat para penari kesurupan mengejar mereka. Momen-momen kejar-kejaran ini menjadi daya tarik utama yang menghadirkan sensasi campuran antara takut dan terhibur bagi para penonton. Setiap grup Mberot mendapatkan jatah waktu tampil yang telah ditentukan, disesuaikan dengan jumlah grup yang akan tampil pada hari tersebut. Setelah satu grup menyelesaikan penampilannya, grup berikutnya akan tampil dengan urutan acara yang sama, mulai dari joget, saweran, hingga ritual kalapan. Tradisi Mberot di Desa Ngadireso bukan sekadar hiburan semata. Di balik kemeriahan pertunjukannya, tersimpan nilai-nilai budaya yang terus dijaga dan dilestarikan. Mulai dari aspek spiritual yang tercermin dalam ritual-ritualnya, hingga nilai kebersamaan yang terbangun antara pemain dan penonton. Keunikan tradisi Mberot telah menjadikan Desa Ngadireso sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang menarik di Kabupaten Malang. Para pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga mendapatkan pengalaman cultural yang mendalam melalui rangkaian acara yang disajikan. Tradisi Mberot di Desa Ngadireso merupakan bukti nyata bagaimana sebuah tradisi dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya. Melalui pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, tradisi ini diharapkan dapat terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.

Thumbnail
2 years ago
KKM 126 UIN Malang Berkontribusi: Peringatan Hari Ayah dan Ibu di Desa Sumberpetung, Kalipare

ZULFA MUFARIKHATUL AZIZAH

Peringatan Hari Ayah dan Ibu berlangsung meriah di Desa Sumberpetung pada Minggu (22/12/2024). Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat desa dan ratusan warga lokal.  Acara tahunan yang bertajuk "Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045" ini merupakan program yang diusung oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumberpetung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan pasangan keluarga dari berbagai dusun yang tergabung dalam beberapa pos PKK.  Kepala Desa Sumberpetung, Hamim Achmad, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal terkait keluarga dan kehormatan ibu. Selain itu, ia juga menambahkan beberapa pesan dan nasihat bagi para pasangan berkeluarga."Harus saling menghargai, saling mengasihi, saling menerima apa adanya, " ucapnya di tengah derasnya air hujan.  Tak hanya berisi kegiatan seremonial, acara ini juga menyuguhkan kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan bagi para warga desa. Diantaranya, terdapat lomba tumpeng yang diikuti oleh 8 pos PKK dan penampilan kreatif dari masing-masing pos. Hal ini menambah antusias para warga untuk ikut serta dalam kegiatan tahunan tersebut walau di tengah hujan berangin.  Dalam perlombaan, beberapa teman KKM kelompok 126 UIN Malang turut berkontribusi dengan menjadi juri lomba tumpeng. Mereka bersama dua juri lainnya mencicip dan menilai 8 macam tumpeng yang telah ditata rapi. Sedangkan teman-teman KKM lainnya turut mengondisikan acara agar tetap berjalan kondusif di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Acara peringatan Hari Ayah dan Ibu ini merupakan program berkualitas yang patut dilestarikan. Selain menambah kesadaran dan kedekatan antar pasangan, acara ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi antar warga dari berbagai dusun di desa Sumberpetung.