AMALIATUL KHASANAH
Mengukir Kisah Kebersamaan di TPQ Al-Hidayah: Peringatan Isra Mi'raj dan Perpisahan yang Penuh Makna oleh KKM 186 Pada tanggal 25 Januari 2025, kelompok KKM 186 mengadakan acara puncak yang menggabungkan peringatan Isra Mi'raj, pembagian hadiah lomba, serta acara perpisahan di TPQ Al-Hidayah. Kegiatan ini dirancang untuk memperingati salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, memberikan apresiasi kepada santri TPQ atas prestasi mereka, dan menjadi ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan kami selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ tersebut. Acara dimulai dengan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam, selaku pengasuh TPQ. Suasana sore itu sangat khidmat, dengan lantunan zikir dan doa yang diikuti oleh para santri, pengurus TPQ, orang tua, dan anggota kelompok KKM 186. Istighotsah ini menjadi pembuka yang penuh makna, mengingatkan semua yang hadir untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memohon keberkahan dalam acara yang akan dilangsungkan. Pembukaan oleh mc Setelah istighotsah, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dari kelompok KKM 186. MC memberikan pengantar mengenai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk memperingati Isra Mi'raj. Suasana semakin khusyuk ketika salah satu anggota kelompok kami, Khusnul Amalia, membacakan ayat suci Al-Qur'an. Lantunan ayat suci yang merdu tersebut memenuhi ruangan, memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua yang hadir. Berikutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Al-Hidayah, Bapak Khairul Anam, S.Pd.I, M.M. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kontribusi kelompok KKM 186 yang telah memberikan dampak positif bagi pendidikan di TPQ. Beliau juga menyampaikan harapan agar kebersamaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus memajukan TPQ Al-Hidayah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KKM 186, Zam Zam Nur Jaman. Dalam pidatonya, Zam Zam mengungkapkan kebanggaan dan rasa syukur karena telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ ini. Ia juga menyampaikan harapan agar apa yang telah dilakukan oleh kelompok kami dapat membawa manfaat jangka panjang bagi para santri. Proses potong tumpeng oleh bapak pengasuh dengan ketua kelompok 186 Momen yang paling ditunggu oleh para santri adalah pembagian hadiah lomba. Sebelumnya, berbagai lomba telah diadakan, seperti lomba mewarnai untuk kelas Isti'dad dan Jilid 1, lomba doa harian dan surat-surat pendek untuk kelas Jilid 2, serta lomba fashohah untuk kelas Jilid 3. Nama-nama pemenang diumumkan dengan penuh semangat, dan para santri yang menang maju ke depan untuk menerima hadiah. Melihat wajah ceria para santri saat menerima penghargaan, kami merasa semua usaha dalam menyiapkan lomba ini terbayar lunas. Kami berharap hadiah ini tidak hanya menjadi apresiasi, tetapi juga motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pembagian Hadiah Pemenang lomba Setelah pembagian hadiah, acara berlanjut dengan prosesi penyerahan sertifikat penghargaan dari TPQ Al-Hidayah kepada kelompok KKM 186. Penyerahan ini menjadi simbol apresiasi dari pihak TPQ atas dedikasi yang telah kami berikan selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ. Prosesi ini mengingatkan kami bahwa sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, dapat memberikan dampak yang berarti bagi orang lain. Acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Bapak Khairul Anam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan yang telah diberikan selama kebersamaan kami. Potong tumpeng ini juga menjadi simbol perpisahan yang penuh haru, menandai akhir dari masa bakti kami di TPQ Al-Hidayah. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam. Doa ini menjadi penutup yang penuh makna, mengiringi harapan agar segala kegiatan yang telah dilakukan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, terutama bagi santri dan pengurus TPQ. Pembagian piala oleh bapak pengasuh Acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi kami. Selama lebih dari satu bulan, kami belajar tentang pentingnya pengabdian, kerja sama, dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Para santri mengajarkan kami tentang semangat belajar, sementara para pengurus TPQ memberikan teladan tentang pentingnya keikhlasan dalam mendidik generasi muda. Kelompok KKM 186 merasa bangga telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ Al-Hidayah. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga, dan semoga apa yang telah kami lakukan dapat memberikan manfaat besar bagi para santri dan lingkungan TPQ. Acara ini menjadi penutup yang indah, sekaligus awal dari harapan untuk masa depan yang lebih baik. https://www.kompasiana.com/farrosasadudinmilzam7063/679733faed641502dc70f132/mengukir-kisah-kebersamaan-di-tpq-al-hidayah-peringatan-isra-mi-raj-dan-perpisahan-yang-penuh-makna-oleh-kkm-186
RAMA KSATRIANING SUKMA
Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di ​​​​MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.
MOHAMAD ARYA FIRDAUS ALAMSAH
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Carya Waksudha dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan buket bunga pada Rabu,8 Januari 2025 di homestay Pak Susilo Desa Poncokusumo, Blok Senin. Acara ini dimulai pukul 15.00 WIB dan diikuti oleh 12 peserta, terdiri dari ibu-ibu dan remaja setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan KKM Carya Waksudha untuk mendorong kreativitas, meningkatkan potensi ekonomi, sekaligus berkontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan di desa tersebut. Pelatihan dipandu langsung oleh Aminah Rahmah Sari, anggota KKM Carya Waksudha yang telah berpengalaman di bidang florist. Aminah tidak hanya memiliki keterampilan mumpuni, tetapi juga menjalankan bisnis toko buket bunga yang telah sukses. Dalam pelatihan tersebut, ia memberikan panduan langkah demi langkah dalam membuat buket bunga, mulai dari memilih bunga yang tepat, menyusun kombinasi warna, hingga teknik finishing yang menarik. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh antusiasme. Para peserta, yang sebagian besar memiliki taman bunga di pekarangan rumah mereka, merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. Mereka diajak untuk memanfaatkan bunga-bunga yang ada sebagai bahan dasar dalam pembuatan buket, yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan harapan baru untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka. Pelatihan ini juga dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar kegiatan belajar. KKM Carya Waksudha berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Poncokusumo untuk memulai usaha mikro berbasis potensi lokal. Dengan memanfaatkan bunga yang tumbuh subur di depan rumah mereka, peserta diharapkan dapat mengembangkan usaha buket bunga yang menjanjikan. Selain menghasilkan pendapatan tambahan, kegiatan ini juga dapat membuka peluang usaha yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Dalam sesi akhir, para peserta berkesempatan mencoba langsung membuat buket bunga mereka sendiri, dengan bimbingan intensif dari Aminah. Hasil karya mereka menunjukkan potensi besar dalam memproduksi buket bunga yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan produk florist profesional. Program ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga wadah untuk membangun semangat kolaborasi di antara warga desa. Harapannya, kegiatan ini akan menjadi tonggak awal bagi pengembangan potensi ekonomi kreatif di Desa Poncokusumo. Sebagai bagian dari program kerja KKM Carya Waksudha, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang akan terus dikenang oleh masyarakat desa. Melalui program ini, KKM Carya Waksudha menunjukkan bahwa inovasi sederhana seperti pelatihan buket bunga dapat membawa perubahan signifikan, baik dalam pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kreativitas lokal, maupun mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan.
MUHAMMAD IRSYAD SYARIF
Pada hari Senin (13/1/2025), kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang sukses menggelar sosialisasi dengan tema Parenting dan Stunting di Balai Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare. Sosialisasi tersebut berlangsung tepat setelah agenda rutinan PKK berupa pelayanan posyandu. Tidak hanya dihadiri oleh para ibu di desa Sumberpetung, namun kegiatan sosialisasi tersebut juga turut dihadiri langsung oleh kepala desa Sumberpetung, Bapak Hakim Achmad, beserta perangkat desa lainnya. Kegaitan sosialisasi dibuka dengan hangat oleh sambutan dari Kepala Desa selaku tamu undangan. Dalam sambutannya, Hamim memaparkan terkait urgensi dari diadakannya sosialisasi tersebut di Desa Sumberpetung, khususnya. Walaupun fenomena stunting tidak banyak terjadi di desa tersebut, namun pencegahan dini tetap diperlukan. Sosialisasi tersebut juga mengundang dua pemateri yang menguasai bidang pola asuh dan pola makan anak. Materi terkait pola asuh anak atau parenting disampaikan oleh Yully Astutik sebagai pemateri pertama. Penyampaiannya yang interaktif berhasil membangunkan antusias audiens. Melalui sosialisasi tersebut, Yully menegaskan pentingnya pola asuh seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak.
IKE NABILA
Malang, 27 Januari 2025 -- Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti acara bakti sosial santunan anak yatim dan piatu yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Kelompok 15 dan 155. Kegiatan ini berlangsung pada Senin sore di Aula Masjid Bitussalam setempat dengan dihadiri oleh warga, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim dan piatu. Acara yang mengusung tema "Bersama Kita Berbagi, Bersama Kita Peduli" ini bertujuan untuk memberikan santunan berupa snack dan uang tunai kepada 24 anak yatim dan piatu yang berasal dari Dusun Robyong. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa KKM UIN Malang terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan. Acara dimulai dengan pembacaan istighosah yang dipimpin oleh warga setempat kemudian dilanjut sambutan dari Ketua Lembaga Yatim Piatu Dusun Robyong, Bapak Didik Hariyanto, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. "Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban adik-adik kita yang membutuhkan dan menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat. Lembaga ini berdiri sekitar 12 tahun. Awal berdirinya Lembaga ini secara tidak sengaja saya dirikan bersama teman-teman saya saat semester akhir. Saya mengira acara ini hanya acara bulanan saja, tapi alhamdulillah acara ini menjadi acara rutinan yang selalu di adakan di dusun Robyong ini" Kata Bapak Didik Dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Mahasiswa KKM Kelompok 15 dan 155, Mukti Ferdiansyah Faqih, yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. "Kami berharap kegiatan ini bisa membawa kebahagiaan untuk anak-anak yatim dan piatu. Selain itu, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam belajar memberikan manfaat kepada sesama," kata Mukti Sebelum acara berakhir, santunan diserahkan kepada anak yatim dan piatu diiringi dengan lantunan mahalul qiyam. Doa bersama menjadi penutup kegiatan, diiringi harapan agar acara serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi kebahagiaan, tetapi juga mempererat hubungan antara lembaga masyarakat, mahasiswa, dan warga Dusun Robyong. Semoga semangat gotong-royong ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk terus peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
MOHAMMAD FAHMI IDRIS
Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang sukses menggelar sosialisasi dengan tema Parenting dan Stunting di Balai Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare. Sosialisasi tersebut berlangsung tepat setelah agenda rutinan PKK berupa pelayanan posyandu. Tidak hanya dihadiri oleh para ibu di desa Sumberpetung, namun kegiatan sosialisasi tersebut juga turut dihadiri langsung oleh kepala desa Sumberpetung, Bapak Hamim Achmad, beserta perangkat desa lainnya. Kegaitan sosialisasi dibuka dengan hangat oleh sambutan dari Kepala Desa selaku tamu undangan. Dalam sambutannya, Hamim memaparkan terkait urgensi dari diadakannya sosialisasi tersebut di Desa Sumberpetung, khususnya. Walaupun fenomena stunting tidak banyak terjadi di desa tersebut, namun pencegahan dini tetap diperlukan. Sosialisasi tersebut juga mengundang dua pemateri yang menguasai bidang pola asuh dan pola makan anak. Materi terkait pola asuh anak atau parenting disampaikan oleh Yully Astutik sebagai pemateri pertama. Penyampaiannya yang interaktif berhasil membangunkan antusias audiens. Melalui sosialisasi tersebut, Yully menegaskan pentingnya pola asuh seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak. Tak berhenti disitu, materi cegah stunting selanjutnya disampaikan oleh ahli gizi Ayu C. Hermawati sebagai pemateri kedua. Materi ini cukup unik dikarenakan pemateri tidak hanya berbagi ilmu terkait stunting saja, namun juga berbagi menu-menu makanan untuk anak yang bervariasi tapi tetap sehat. Lebih dari itu, Ayu langsung mempraktikan proses dan cara memasak beberapa menu dengan bahan yang sama. Ayu juga tak sungkan untuk mempersilakan siapapun diantara para ibu yang ingin mencoba memasaknya secara langsung di hadapan para audiens lainnya. Hal tersebut pun tentu memantik semangat mereka yang tertarik untuk mencobanya. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar sampai waktu menjelang tengah hari. Pembawa acara berinisiatif untuk mengakhiri acara dengan sesi tanya jawab berhadiah. Untuk kesekian kalinya, para audiens tergugah untuk menyimak sisa kegiatan tersebut. Tak disangka, banyak diantara audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembawa acara dengan cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa para ibu yang hadir di dalam sosialisasi telah menyimak materi yang disampaikan dengan baik. Melalui kegiatan sosialisasi Parenting dan Stunting yang diadakan oleh kelompok KKM 126 dan 56 di Desa Sumberpetung, diharapkan adanya penurunan angka stunting dan krisis parenting pada anak-anak bangsa ini. Karena bangsa yang hebat dimulai dari generasi yang sehat dan kuat.