M. FATKHUL ULUM
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada tanggal 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini diuraikan menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil misalnya mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti materi penjelasan menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran video contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.
ANANDA FREDINAND PERDANA PUTRA
Dusun Sebaluh merupakan dusun yang kaya akan tradisi dan nilai budaya, baru-baru ini melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan punden desa. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan tempat sakral, tetapi juga menjadi wujud nyata moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Punden di Dusun Sebaluh merupakan salah satu situs bersejarah yang dihormati oleh masyarakat. Tempat ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi berbagai kelompok agama di desa tersebut. Bagi sebagian masyarakat, punden adalah tempat berdoa dan mengingat leluhur, sementara bagi yang lain, punden dihormati sebagai bagian dari sejarah budaya lokal. Hal ini mencerminkan keragaman keyakinan yang hidup berdampingan dengan harmonis. Kerja sama dalam gotong royong ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan terawat tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara warga. Kegiatan ini menjadi momen untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, dan memperkuat solidaritas.Moderasi beragama seringkali menjadi topik diskusi di banyak forum, namun kegiatan ini menunjukkan bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekerja sama menjaga situs budaya, masyarakat Dusun Sebaluh menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun. Kegiatan ini juga menanamkan nilai toleransi pada generasi muda. Anak-anak yang ikut serta dalam gotong royong belajar bahwa menghormati perbedaan adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat.Melalui gotong royong ini, Dusun Sebaluh telah membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan, dan moderasi beragama adalah jalan untuk menciptakan kedamaian dalam keberagaman.
AHMAD ROZAK PRAKOSA
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil contoh mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti penjelasan materi menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran vidio contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.
MUHAMMAD RAIHAN RAFIF
Di Dusun Sebaluh terdapat lebih dari 1 TPQ (Tempat Pendidikan Al-Quran), kami anggota KKM mengambil tempat untuk berkegiatan di 3 tempat. Selain berkolborasi dengan masyarakat, kami juga memperhatikan pada pendidikan diluar sekolah yakni TPQ yang ada di Dusun Sebaluh. TPQ yang ada di Dusun Sebaluh menjadi tempat yang penting bagi anak-anak untuk berkegiatan diluar sekolah untuk belajar membaca alquran, dan memahaminya sejak usia dini. TPQ berperan untuk menanamkan nilai islami dan akhlak kepada anak. Pada TPQ ini mereka mengalami tantangan keterbatasan pada pengajar yang dihadapi. Kelompok KKM hadir dengan berkontribusi membantu proses pengajaran di TPQ ini. Para ustad dan ustazah merasa senang dan terbantu dengan kehadiran kami. Dengan semangat dari anak-anak tidak mengurangi para ustad/ustazah untuk berhenti mengajar. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan membagi jam belajar anak-anak dengan dibagi menjadi 3 sesi pembelajaran, yakni siang, sore, dan malam. Semenjak kehadiran kami jam belajar tersebut berkurang. Kami membantu mengajar pada pukul 14.30-16.45 WIB. Kegiatan di TPQ tidak hanya membaca Alquran tetapi ada hafalan surat pendek, tajwid, praktek solat, dan diba'. Pada TPQ ini menggunakan teknik belajar dengan tajwid yang benar, yakni metode tilawati dan iqra'. Pada pembelajaran juga dibantu engan alat abntu poster huruf hijayah, untuk memudahkan anak-anak menghafal. Semenjak anggota KKM berkecimpung di TPQ anak-anak tambah semangat dalam belajar ke TPQ. Kegiatan ini dapat menjadikan pengalaman bagi anggota KKM untuk menjadikan dampak yang positif dalam perilaku sehari-hari. Selain itu juga mereka dapt memahami karakter setiap anak, kesabaran, kepedulian, dan pentingnya membangun komunikasi didalam masyarakat. Kegiatan ini menjadikan bentuk pengabdian yang sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai islam. Melalui kegiatan ini harapannya dapat memberikan kontribusi di TPQ melalui hal kecil yang berarti. Semoga kontribusi ini dapat membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan religius. Agar anak-anak Dusun Sebaluh tetap semangat dalam belajar agama.
ABDINDA FIRDAUSI NUZULA
Kreatif KKM UIN Malang Membuat Media Pembelajaran: Ajak Siswa SD Belajar Bangun Ruang dengan Jaring-jaring Kuliah Kerja Nyata (KKM) UIN Malang bukan sekedar program wajib bagi mahasiswa, namun juga merupakan kesempatan emas untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu contoh inspiratif datang dari salah satu mahasiswa KKM angkatan 142, Abdinda Firdausi Nuzula dan Achmad Fairuz. Mereka berinisiatif membuat media pembelajaran berupa jaring-jaring bangun ruang untuk siswa SDN 1 Belung, Poncokusumo. Inisiatif mereka disambut dengan sangat baik oleh kepala sekolah dan dewan guru. Kenapa Jaring-jaring Bangun Ruang? Materi bangun ruang seringkali dianggap sulit oleh siswa SD. Dengan adanya media pembelajaran berupa jaring-jaring, siswa dapat lebih mudah memahami konsep bangun ruang tiga dimensi. Mereka bisa melihat langsung bagaimana sebuah bangun ruang terbentuk dari jaring-jaringnya, membuatnya menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Manfaat Media Pembelajaran Jaring-jaring: 1. Visualisasi yang Lebih Baik: Siswa dapat melihat langsung bentuk tiga dimensi dari bangun ruang yang awalnya hanya berupa gambar dua dimensi. 2. Belajar Sambil Bermain: Proses pembuatan dan merakit jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan. 3. Meningkatkan Pemahaman Konsep: Dengan melihat dan meraba langsung, siswa akan lebih mudah mengingat bentuk dan sifat-sifat bangun ruang. Proses Pembuatan dan Penerapan Mahasiswa KKM dan para siswa akan melakukan beberapa langkah dalam pembuatan media pembelajaran ini: 1. Desain Jaring-jaring: Membuat desain jaring-jaring yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. 2. Pemilihan Bahan: Memilih bahan yang aman dan mudah didapat, seperti kertas Asturo dan kertas Origami 3. Pembuatan: Memotong dan merakit jaring-jaring sesuai desain. 4. Sosialisasi: Menjelaskan cara penggunaan jaring-jaring kepada guru dan siswa. 5. Pendampingan: Membimbing siswa dalam merakit dan mempelajari jaring-jaring. Dampak Positif Dengan adanya media pembelajaran ini, diharapkan dapat: 1. Meningkatkan minat belajar matematika: Siswa menjadi lebih tertarik pada pelajaran matematika, terutama materi bangun ruang. 2. Mempermudah pemahaman konsep: Siswa dapat memahami konsep bangun ruang dengan lebih baik dan mendalam. 3. Menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan: Proses belajar menjadi lebih interaktif dan tidak membosankan. 4. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah: Media pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Mari Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKM! Tindakan kreatif mahasiswa KKM ini patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepedulian, kita dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan anak-anak. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menginspirasi mahasiswa lainnya. Kontributor Abdinda Firdausi Nuzula
YOLAN PERMANA
Jumat (20/12/2024) dengan antusias masyarakat menyambut kehadiran kami sebagai mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) regular dari Universitas Islam Negeri Malang di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komponen kegiatan akademik yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping pendidikan dan penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki peran penting dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat untuk menunjang akselerasi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Acara pembukaan dan penerimaan oleh pemerintah desa berjalan dengan lancar. Acara tersebut diikuti oleh tiga kelompok KKM Reguler yang bertempat di Desa Pandesari, yaitu kelompok 104, 174, dan 34 . Acara pembukaan dan penerimaan bertempat di Balai Desa Pandesari yang dihadiri oleh kepala Desa, Perangkat Desa, dan anggota mahasiswa program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) reguler. Program KKM ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang yang tahun ini mengakat tema "Moderasi beragama, pencegahan stunting, kemiskinan ekstrim, dan parenting". KKM ini akan berjalan selama 40 hari di Dusun Sebaluh, mahasiswa akan melaksakan berbagai kegiatan yang berkolaborasi dengan masyarakat. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, sambutan Kepala Desa, sambutan perwakilan salah satu kelompok, dan DPL yang diwakili oleh salah satu kelompok. Selanjutnya akan ada pembacaan ayat suci Al-Quran, doa penutup, dan diakhiri sesi dokumentasi. Dalam acara tersebut berjalan dengan khitmat. Dalam sambutan Kepala Desa mengharapkan agar mahasiswa KKM yang terdiri dari berbagai program studi dapat berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan desa untuk menciptakan desa mandiri. Beliau juga menjelaskan potensi yang ada di desa tersebut, yaitu pada sektor peternakan sapi, pertanian, dan pariwisata. Akan tetapi, dari potensi yang ada juga muncul permasalahan sebagaimana yang terjadi di desa tersebut, salah satunya produksi susu yang melimpah dan stunting pada anak yang masih tinggi. Acara ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi yang diikuti oleh semua peserta acara pembukaan penerimaan mahasiswa KKM di Desa Pandesari. Harapannya dari potensi yang dimiliki dapat menjadikan desa yang independent kedepannya, serta mengupayakan petani yang mempunyai pemikiran yang lebih maju. Mahasiswa KKM diharap tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga dapat meninggalkan manfaatnya bagi masyarakat serta saling melengkapi disetiap program kerjanya. Penulis : Kelompok 104 KKM Reguler (Sanggam Prakarsa)