HANUM SALSABILA ANWAR
Balai Desa Kemiri menjadi saksi diskusi bermakna tentang pendidikan berkelanjutan dalam acara sosialisasi parenting yang diadakan oleh KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema "Langkah Cerdas Orang Tua: Mempersiapkan Pendidikan Berkelanjutan Pasca Sekolah Dasar", acara ini dihadiri oleh guru serta wali murid SDN 01 Kemiri dan menghadirkan narasumber Bu Rahmatika Sari Amalia, dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang langkah strategis yang perlu diambil orang tua dalam mendukung pendidikan anak setelah lulus sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenali potensi dan minat anak, memberikan dukungan emosional maupun finansial, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan guru dan sekolah. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam sosialisasi ini adalah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, faktor ekonomi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang memicu pernikahan dini. Dampak dari pernikahan dini bukan hanya memutus impian anak dalam melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi biologis, psikologis, hingga sosial yang serius. Dalam menghadapi tantangan ini, orang tua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan memperbarui pola pikir serta menyadari pentingnya pendidikan lanjutan sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pemilihan sekolah menengah yang tepat, pengajaran keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan jangka panjang. Selain itu, dukungan emosional melalui komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengatasi tekanan akademik maupun non-akademik. Sebagai kesimpulan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan komitmen dan peran aktif orang tua, serta dukungan dari program seperti yang dilakukan KKM 161 Gantari Bhumi, diharapkan generasi penerus dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.
HARIATIN AMNIAH
HUMAS UIN MALANG - PAUD Seruni semakin semarak dengan kehadiran Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa KKM yang ditempatkan di sekolah ini aktif membantu dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam keterampilan menulis, mewarnai, dan menggambar. Dengan pendekatan yang inovatif, mereka berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak. Sejak mulainya mengajar mahasiswa KKM, Senin, 6 Januari 2025, anak-anak PAUD Seruni semakin antusias dalam belajar. Dengan metode bermain sambil belajar, mereka diajarkan menulis huruf, menggambar bentuk, dan mewarnai gambar dengan cara yang menarik. Selain mengajarkan keterampilan akademik, PAUD Seruni juga menanamkan nilai kepedulian sosial kepada anak-anak. Dalam perayaan ulang tahun PAUD Seruni yang ke-17 tahun, para guru mengajak siswa untuk berbagi dengan anak-anak yatim sebagai bentuk rasa syukur. Ibu Siti Hasanah sebagai salah satu guru di PAUD Seruni, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini. Dalam kegiatan berbagi ini, anak-anak diminta untuk membawa beras dan bahan makanan lainnya dari rumah. Beras yang terkumpul kemudian dimasak bersama oleh para guru, hingga menjadi hidangan siap saji. Setelah itu, makanan tersebut dikemas dalam bentuk nasi bungkus yang nantinya dibagikan langsung kepada anak-anak yatim. Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, turut memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari PAUD Seruni dan peran aktif para guru dalam membimbing anak-anak. "Kami sangat bersyukur dapat berbagi pengalaman dan ilmu dengan anak-anak di PAUD Seruni. Terima kasih kepada seluruh guru dan masyarakat yang telah mendukung program ini. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan selama kami mengajar di sini dan berharap doa dari semua pihak agar kami dapat terus bermanfaat bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur dengan penuh harapan. Dengan keterlibatan mahasiswa KKM, PAUD Seruni tidak hanya menjadi tempat belajar akademik tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi anak-anak sejak dini.(hn/sǰ Kontributor: Hariatin Amniah Editor: Sulthan Fathani Elsya
FEBRIA EPTI ANJANI ARIPUTRI
Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih
HAFIZATUL HUMAIRO
HUMAS UIN MALANG — Setelah 40 hari mengabdikan diri dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilepas dalam sebuah acara perpisahan yang penuh haru di Kantor Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Nyurlembang, perwakilan Camat Kecamatan Narmada, serta perwakilan Ikatan Alumni UIN Malang. Pelepasan mahasiswa KKM berlangsung hangat dan khidmat. Kepala Desa Nyurlembang, Bapak Lukmanul Hakim, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa yang telah aktif dalam berbagai program pengabdian masyarakat, terutama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. “Tidak terasa sudah 40 hari berlalu. Anak-anak kami telah membersamai kami dalam waktu yang singkat, tetapi mereka memberikan banyak kontribusi luar biasa bagi desa kami. Kami bersyukur karena mereka hadir dengan semangat dan kepedulian yang tinggi. Saya juga memastikan bahwa sepuluh mahasiswa KKM masih lengkap dan tidak berkurang suatu apa pun,” ujar Bapak Lukmanul Hakim, yang disambut tawa ringan dari para hadirin. Selain itu, Ketua Ikatan Alumni UIN Malang, Bapak H. Muhammad Asroruddin HS., M.Pd., yang mewakili dosen pembimbing lapangan, juga menyampaikan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKM dengan baik. “Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi mahasiswa selama 40 hari ini. Semoga pengalaman di Desa Nyurlembang menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, baik dalam kehidupan akademik maupun profesional ke depannya,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Desa Nyurlembang yang telah menerima dan membimbing mereka selama masa pengabdian. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Nyurlembang, terutama kepada Bapak Kepala Desa Lukmanul Hakim, yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Kami juga memohon maaf jika selama 40 hari ini ada kesalahan atau kekurangan dari kami. Kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM ini dapat terus bermanfaat bagi masyarakat di manapun kami berada,” ujarnya dengan penuh haru. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh dalam kehidupan akademik maupun sosial. Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, sesi foto, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk kenang-kenangan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Nyurlembang. Suasana haru tak terelakkan saat warga mengantarkan mahasiswa KKM hingga ke kendaraan mereka, sebagai tanda ikatan emosional yang telah terjalin erat selama program berlangsung.(hz/sf) Kontributor: Hafizatul Humairo Editor: Sulthan Fathani Elsyam
NABIL MUZAKKI SEPTIANO
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil contoh mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti penjelasan materi menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran vidio contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.
AYU FITRIA NINGSIH
Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Salah satu program KKM yaitu One Day One Juz (ODOJ) yang merupakan sebuah program kegiatan membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari, bertujuan untuk membangun kebiasaan yang positif dan bernilai ibadah. Di tengah kesibukan aktivitas Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), dalam mempertahankan konsistensi membaca Al-Qur’an ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi mahasiswa KKM 07 UIN Malang, hal ini bukanlah suatu yang menjadi penghalang untuk tetap konsisten dalam membumikan Al-Qur’an dan yang paling penting misi utama dalam program ini yaitu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengabdian masyarakat. Sejak awal pelaksanaan KKM, para mahasiswa telah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan ini sebagai bentuk ibadah dan upaya menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Dengan jadwal kegiatan yang padat mulai dari mengajar, membantu program desa, hingga interaksi sosial dengan masyarakat setempat, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an. Adapun dalam menjaga konsistensi one day one juz, kelompok kami menerapkan strategi, seperti pembentukan kelompok tadarus dan menyediakan waktu khusus disela-sela kegiatan KKM yaitu setelah sholat ashar. Dalam pelaksanaan program ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ODOJ bukanlah hal yang mudah, seringkali rasa Lelah, keterbatasan waktu, dan aktivitas yang tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semangant untuk terus konsisten dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 1 juz setiap hari, saling mengingatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap konsisten dalam meraih ridho illahi lewat membaca Al-Qur’an. Pada puncak one day one juz, bertepatan dengan berakhirnya pelaksanaan KKM, kami mengadakan khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung dengan pemuka agama setempat yang berjalan dengan khidmah. Kami juga mendapatkan nasihat untuk tetap selalu membumikan Al-Qur’an dimanapun berada, menjadikan al-Qur’an sebagai tempat untuk menenangkan diri atas kekacauan diri, menjadikan kebiasaan yang positif yang bernilai ibadah, dan menjadikan al-Qur’an tempat untuk bermuhasabah diri. Harapan setelah KKM berakhir, semangat dalam membaca Al-Qur’an tetap berusaha kami pertahankan. Kami menyadari bahwa program ini bukan hanya tantangan selama KKM, tetapi harus menjadi bagian dari keseharian. Kemudian, kebiasaan ini menjadi suatu kegiatan yang bisa terus berjalan bahkan setelah kembali ke kehidupan kampus yang juga penuh dengan kesibukan. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk tetap istiqomah membaca Al-Qur’an di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Karena sejatinya, kesibukan bukan alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an, melainkan justru alasan untuk semakin dekat dengan-Nya.