Thumbnail
4 months ago
KKM 86 Senandika Desa Laksanakan Program Penomoran Rumah di Desa Wonorejo

AJENG AYU KEMALA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 86 Senandika Desa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja penomoran rumah di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, dengan fokus wilayah RT 04 dan RW 05. Program penomoran rumah ini bertujuan untuk mendukung tertib administrasi desa serta mempermudah pendataan warga. Selain itu, keberadaan nomor rumah yang jelas juga sangat membantu berbagai layanan publik, seperti pengiriman surat dan paket, pendataan bantuan sosial, serta memudahkan akses bagi petugas kesehatan, keamanan, dan tamu yang berkunjung ke wilayah tersebut.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 86 Senandika Desa melakukan pemasangan papan nomor rumah secara langsung di rumah-rumah warga. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama perangkat RT dan RW setempat, sehingga proses berjalan tertib dan sesuai dengan data wilayah. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasa terbantu dengan adanya penomoran rumah yang lebih rapi dan seragam, sehingga lingkungan terlihat lebih tertata serta memudahkan identifikasi alamat. Melalui program ini, mahasiswa KKM 86 Senandika Desa berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Desa Wonorejo, khususnya dalam mendukung tata kelola wilayah yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  

Thumbnail
4 months ago
Rajaban Berseri Mengikat Silaturahmi dan Harmoni

SALSA RISKI AULIA

Rajaban Berseri Mengikat Silaturahmi dan Harmoni Januari 08, 2026   Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa KKM 154, yang memaparkan tujuan pengabdian mahasiswa serta harapan kolaborasi selama masa pelaksanaan KKM. Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Madrasah Diniyah, yang mengulas makna peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya sebagai momen perenungan spiritual dan keteladanan Rasulullah SAW. Kegiatan berlanjut dengan pembacaan doa bulan Rajab sebagai upaya memohon keberkahan. Suasana kemudian mencair melalui ice breaking bersama ustadz, yang disambut penuh semangat oleh anak-anak maupun mahasiswa. Sorak gembira dan tawa ringan menjadi simbol jalinan keakraban yang terbangun di sepanjang acara.                                                                     Dokumentasi Keseruan Anak-Anak TPQ Kegiatan ditutup dengan santap bersama, menciptakan kesan kekeluargaan di antara mahasiswa KKM dengan pengurus Madin Hidayatul Mubtadi-ien dan anak-anak TPQ. Melalui agenda ini, ikatan antara mahasiswa dan masyarakat semakin kokoh, menandai langkah awal kerja sama dalam menjalankan beragam aktivitas keagamaan dan sosial selama periode pengabdian.   Written by: Navy

Thumbnail
4 months ago
Mengabdi dengan Hati: Perjalanan KKM 74 Sukma Warih Bersama Masyarakat Wonosari”

NURLITA MARTA ANNISA`

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan fokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali pertemuan perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada tanggal 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM mengadakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada tanggal 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengetahui kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh kegiatan rangkaian KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi pelajar di masa mendatang.

Thumbnail
4 months ago
KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang Gelar Konseling Sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2

NURI FADLILAH A`MALINA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah melaksanakan program konseling sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2, Tambakberas, Jombang. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan psikologi secara langsung di lingkungan pesantren. Mahasiswa KKM berupaya menghadirkan layanan konseling sebaya yang menjadi ruang aman dan mudah diakses bagi para santri yang ingin berbagi cerita. Program konseling sebaya sendiri merupakan layanan pendampingan psikologis yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai konselor sebaya. Layanan ini memberikan kesempatan kepada para santri untuk berbagai cerita, keluh kesah, dan permasalahan pribadi lainnya secara terbuka. Mahasiswa KKM sebagai konselor berusaha memberikan ruang aman bagi para santri (klien) tanpa menghakimi selama proses konseling berlangsung. Hal ini sebagai upaya agar santri merasa aman, nyaman, dan merasa bahwa mereka dipahami. Pelaksanaan konseling sebaya mendapatkan respons positif di para santri. Hal ini terlihat dari antusiasme minat yang tinggi santri untuk mengakses layanan konseling sebaik-baiknya. Banyak santri yang secara sukarela mengikuti sesi konseling dan berusaha terbuka saat berbagi cerita dan permasalahan. Hal ini menunjukkan bahwa program konseling sebaya mampu menjawab kebutuhan santri akan ruang untuk mereka berbagi cerita. Program konseling sebaya dilatarbelakangi oleh kebutuhan santri untuk memperoleh dukungan emosional dalam berbagi cerita atau permasalahan. Santri seringkali menghadapi berbagai tekanan, baik tekanan akademik, sosial, maupun personal, namun mereka tidak selalu memiliki tempat yang memadai untuk mengekspresikan perasaan dan kebingungan yang dialami.  Selain itu, latar belakang pelaksanaan konseling sebaya juga diperkuat oleh hasil program kerja sebelumnya, yaitu Sharing Session. Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa banyak santri yang mengalami kebingungan terkait masa depan, seperti perencanaan pendidikan selanjutnya, perkuliahan, pilihan karir, serta permasalahan pertemanan. Temuan ini menunjukkan adanya urgensi untuk menghadirkan layanan pendampingan yang pada hal ini telah mahasiswa KKM realisasikan dalam bentuk konseling sebaya.  Program konseling sebaya dilaksanakan selama tiga pekan, yakni mulai tanggal 8 hingga 26 Januari 2026. Program ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren An-Najiyah 2 untuk santri putra dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2 untuk santri putri. Pembagian lokasi tersebut dilakukan agar seluruh santri memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan konseling. Menyesuaikan dengan padatnya jadwal kegiatan pesantren, layanan konseling dilaksanakan secara terjadwal sebanyak dua kali dalam satu minggu, yaitu pada Senin malam dan Kamis malam. Jadwal konseling untuk santri putra dijadwalkan pada 21.00 - 23.00, sedangkan untuk santri putri dijadwalkan pada pukul 20.00 - 22.00. Setiap jadwal konseling dilayani oleh tiga konselor, baik untuk santri putra maupun santri putri. Dalam pelaksanaannya, setiap sesi konseling berlangsung dengan durasi maksimal 60 menit untuk setiap klien. Apabila sesi konseling selesai sebelum batas waktu tersebut, konselor dapat melanjutkan sesi dengan klien berikutnya. Pengaturan durasi yang fleksibel ini memungkinkan layanan konseling menjangkau lebih banyak santri tanpa mengurangi kualitas konseling, sekaligus memastikan bahwa proses konseling tetap berlangsung secara efektif. Pelaksanaan program konseling sebaya menunjukkan adanya berbagai permasalahan yang dialami santri. Selama periode pelaksanaan program, tercatat kurang lebih 70 santri yang sudah mengakses layanan konseling sebaya dan secara aktif memanfaatkan sesi konseling yang disediakan. Berdasarkan hasil pendampingan selama proses konseling, permasalahan yang paling banyak muncul berkaitan dengan aspek akademik dan perencanaan karir masa depan. Dalam banyak kasus, permasalahan ini juga berkaitan dengan dinamika keluarga. Sejumlah santri mengungkapkan kebingungan dalam menentukan arah pendidikan selanjutnya, seperti pilihan jurusan dan rencana melanjutkan pendidikan. Sementara di sisi lain mereka juga menghadapi tuntutan atau harapan tertentu dari keluarga yang tidak selalu sejalan dengan keinginan pribadi. Selain permasalahan yang berkaitan dengan aspek akademik dan dinamika keluarga, konflik pertemanan serta proses pencarian jati diri juga menjadi permasalahan yang cukup sering muncul dalam sesi konseling sebaya. Permasalahan-permasalahan tersebut menunjukkan bahwa santri menghadapi berbagai tekanan dalam proses perkembangan diri mereka dan membutuhkan dukungan untuk mengelola masalah yang dihadapi. Melalui konseling sebaya, santri mendapatkan ruang untuk memahami permasalahan yang dialami, mengekspresikan perasaan, serta mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih tepat dalam menyikapi berbagai permasalahan tersebut.  Melalui pelaksanaan program konseling sebaya ini, mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif Psikologi UIN Malang berharap layanan konseling serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di lingkungan pesantren. Konseling sebaya diharapkan dapat berkelanjutan menjadi ruang bagi santri untuk berbagi cerita dan mengelola permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait aspek akademik, perencanaan masa depan, serta dinamika sosial dan keluarga. Selain itu, mahasiswa KKM juga berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut antara pihak pesantren dan perguruan tinggi, terutama untuk menghadirkan program-program yang lebih fokus pada kesehatan mental santri. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan keberlanjutan program konseling sebaya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti saat masa KKM berlangsung., tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pesantren yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis santri. Kehadiran konseling sebaya ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi santri untuk didengarkan serta didampingi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mereka alami.  

Thumbnail
4 months ago
Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN

ANIFA BERLINA P B

Desa Balesari merupakan desa yang memiliki kekayaan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakatnya. Kondisi sosial yang partisipatif serta kuatnya ikatan sosial antarwarga menjadikan Desa Balesari sebagai lokasi yang relevan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjalin sinergi dengan masyarakat desa melalui pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual. Pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari melibatkan Kelompok 114 dan Kelompok 115 yang ditempatkan di dua wilayah dusun berbeda. Kelompok 114 melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Segelan, Sidomulyo, sementara Kelompok 115 ditempatkan di Dusun Krajan. Penempatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan di masing-masing wilayah. Dalam konteks ini, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, mendengarkan aspirasi warga, serta berperan aktif dalam proses pemberdayaan, bukan sebagai pihak yang bersifat instruktif. Secara konseptual, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui KKM Reguler, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial, empati, kemampuan komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin. Selaras dengan tujuan tersebut, pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari diarahkan pada upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan menekankan partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan yang moderat. Pengabdian yang dilakukan tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai subjek utama pembangunan sosial. Dengan demikian, KKM Reguler menjadi ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan ilmu dari kampus dengan kearifan lokal masyarakat Desa Balesari. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Balesari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan acara yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok KKM, meliputi penataan tempat, perlengkapan acara, serta koordinasi panitia guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Balesari, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115, sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Balesari. Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahardika Putra Sumarsono dan Karina Aning Ramadani. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zaqi T, yang menghadirkan suasana khidmat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nazaluna Sania Zahro sebagai wujud nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Memasuki sesi sambutan, acara diawali oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 114, Muhamad Taufik Hidayat, dan dilanjutkan oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 115, Padil Hasyim Ali. Keduanya menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian serta harapan terjalinnya kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Balesari. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan peran mahasiswa sebagai pendamping masyarakat selama pelaksanaan KKM.  Dalam sambutannya, Dr. Musleh Harry menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Balesari dapat menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan terbuka. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memberikan teguran dan masukan apabila terdapat kekeliruan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan. "Mahasiswa kami datang dengan bekal ilmu yang terbatas dan juga untuk belajar bersama masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, jangan sepenuhnya menyalahkan mahasiswa, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai pembimbing. Insyaallah, kami berkomitmen bahwa mahasiswa KKM Reguler ini tidak akan mengecewakan," ujarnya. Puncak sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Balesari yang diwakilkan oleh Bapak Muhibullah, S.Pd.I. selaku Sekretaris Desa Balesari, yang secara resmi menerima mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar mahasiswa dapat berkontribusi secara aktif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Balesari. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM Reguler. "Kami dari pihak desa siap membantu dan mendukung keberlangsungan kegiatan KKM ini apabila mahasiswa membutuhkan bantuan. Kami juga berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi para remaja di Desa Balesari untuk terus melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan peserta KKM yang diwakili oleh masing-masing ketua kelompok, sebagai simbol diterimanya mahasiswa KKM Reguler oleh pemerintah desa. Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Reguler, dilakukan simbolis pembukaan melalui pemotongan pita dan serah terima peserta KKM oleh perwakilan pemerintah desa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ulil Albab Abdilla, sebagai harapan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, nuansa kebersamaan semakin terasa dalam keseluruhan proses pelaksanaan KKM Reguler. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Kehadiran mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 dimaknai sebagai proses pendampingan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, dialog, dan saling menghargai antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Reguler berperan sebagai mitra masyarakat yang berupaya memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat satu arah, melainkan tumbuh dari komunikasi dan kesepakatan bersama. Masyarakat Desa Balesari pun berperan aktif sebagai subjek pengabdian yang terlibat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai agenda KKM. Secara keseluruhan, Kuliah Kerja Mahasiswa Reguler di Desa Balesari menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun harmoni melalui pengabdian. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses manusiawi yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan kebersamaan, KKM Reguler diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa.  

Thumbnail
4 months ago
Pelaksanaan Program Mengajar di TPQ Desa Sumbersuko oleh Kelompok Ranasvara

LIASNA ALYA NISA BR TARIGAN

Pelaksanaan Program Mengajar di TPQ Desa Sumbersuko oleh Kelompok Ranasvara   Sebagai tindak lanjut dari kegiatan silaturahmi sebelumnya, kelompok Ranasvara mulai melaksanakan salah satu program kerja utama, yaitu kegiatan mengajar di TPQ Desa Sumbersuko. Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dalam bidang pendidikan keagamaan sekaligus upaya mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an di lingkungan masyarakat.   TPQ Desa Sumbersuko memiliki tujuh kelas pembelajaran yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6 serta satu kelas tahfidz. Untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar dan menyesuaikan dengan jumlah kelas yang ada, kelompok Ranasvara membagi mahasiswa KKM ke dalam dua kelompok pengajar. Kelompok pertama berjumlah tujuh orang, sedangkan kelompok kedua terdiri dari delapan orang.   Kegiatan mengajar di TPQ dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat. Pembagian jadwal dilakukan secara bergantian antara kedua kelompok pengajar. Kelompok pertama bertugas mengajar pada hari Senin dan Rabu, sementara kelompok kedua melaksanakan kegiatan mengajar pada hari Selasa dan Kamis. Adapun pada hari Jumat, seluruh anggota kelompok Ranasvara melaksanakan kegiatan mengajar secara bersama-sama.   Dengan sistem pembagian kelompok dan pengaturan jadwal tersebut, diharapkan seluruh kelas di TPQ dapat terlayani dengan optimal dan proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Selain itu, sistem ini juga mendorong mahasiswa KKM untuk saling bekerja sama, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kemampuan dalam mendampingi para santri selama kegiatan belajar berlangsung.   Melalui program mengajar di TPQ ini, kelompok Ranasvara berharap dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an para santri, sekaligus menumbuhkan semangat belajar, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam mengabdikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat Desa Sumbersuko.