NURUL KHOTIMAH
UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak bertema “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil” yang digelar di Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (28/1/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kelurahan Ketawanggede dengan KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya guru dan wali murid PAUD, terkait pentingnya penerapan pola asuh anak yang tepat, aman, dan bebas kekerasan di tengah tantangan pengasuhan modern. Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para guru PAUD, wali murid PAUD, serta masyarakat setempat. Keterlibatan UIN Maliki Malang melalui PSGA memberikan penguatan berbasis akademik dan keilmuan dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Ida Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi pola asuh anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Kegiatan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi para orang tua, karena tantangan pengasuhan anak di era digital semakin kompleks. Edukasi seperti ini membantu orang tua agar tidak salah dalam menerapkan pola asuh,” ujarnya. Sosialisasi menghadirkan Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan masih banyak ditemukan kesalahan pola asuh di masyarakat, mulai dari minimnya interaksi emosional antara orang tua dan anak hingga kasus kekerasan yang berakar dari pengasuhan yang tidak tepat. “Saat ini masih banyak anak yang diasuh oleh gadget sejak usia dini, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua berkurang. Selain itu, orang tua sering kali lebih mendengarkan pendapat orang lain dibanding memahami kebutuhan anaknya sendiri,” jelasnya. Hj. Aprilia Mega Rosdiana menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pola asuh harus disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan sosialnya secara optimal. Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan yang baik bukan sekadar mengawasi, tetapi mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran. Lingkungan keluarga yang aman dan suportif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat secara fisik dan psikologis. Kegiatan ini turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKM PSGA UIN Maliki Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik tidak hanya mencegah kekerasan terhadap anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ungkapnya. Melalui sinergi Puspaga Kelurahan Ketawanggede dan KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola asuh positif, ramah anak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sekaligus menegaskan peran UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi penerus bangsa yang unggul.
MUHAMMAD ZIDAN IMANDA H
MALANG POSCO MEDIA – Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus digelorakan Takmir Masjid Al Iksan Gadang, Kota Malang, melalui program Workshop Family Corner. Mengusung tema “Family Corner berbasis masjid sebagai model edukasi keluarga berkelanjutan” ini digelar pada Sabtu (10/1) di Masjid Al Iksan Gadang sebagai bagian dari optimalisasi peran masjid dalam pelayanan sosial dan keluarga. Kegiatan diawali sambutan Ketua Takmir Masjid Al Iksan, H. Moh. Zaini, yang menegaskan besarnya potensi masjid sebagai pusat pelayanan umat, termasuk dalam penguatan keluarga, apabila dikelola secara terstruktur dan kolaboratif.“Saya mendukung kegiatan positif ini, saya ucapkan terima kasih kepada narasumber bapak Dr.Miftah dari Fakultas Syariah UIN Malang yang akan menyampaikan materi dan informasi baru kepada pengurus Family Corner masjid Al Iksan,” ujarnya.“Saya mendukung kegiatan positif ini, saya ucapkan terima kasih kepada narasumber bapak Dr.Miftah dari Fakultas Syariah UIN Malang yang akan menyampaikan materi dan informasi baru kepada pengurus Family Corner masjid Al Iksan,” ujarnya. Penguatan Family Corner ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok Pradipaloka 118 dengan pengurus Masjid Al Iksan. Kegiatan diikuti seluruh pengurus Family Corner serta mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai upaya bersama memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Ketua Family Corner Masjid Al Iksan, Ustad Sya’roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilainya mampu menghidupkan kembali aktivitas Family Corner yang sempat vakum. “Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga pengurus Family Corner yang mungkin selama ini vakum bisa aktif kembali dan lebih bersemangat lagi dalam syiar terutama remaja masjid bisa giat lagi kegiatan di masjid,” ungkapnya. Kegiatan penguatan tersebut menghadirkan Dr. H. Miftahul Huda, dosen Fakultas Syariah UIN Malang, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dr. Miftah yang juga fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Kementerian Agama RI menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah ritual, melainkan juga memiliki peran strategis dalam penguatan sosial kemasyarakatan. “Banyak sekali persoalan yang muncul dalam keluarga, dan inilah peran masjid sebagai pusat solusi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa layanan Family Corner bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada jamaah masjid. “Siapapun yang membutuhkan layanan konsultasi atau pendampingan keluarga bisa memanfaatkan Family Corner, termasuk dari luar jamaah,” tegasnya. Menurut Dr. Miftah, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup dan fungsional, sekaligus mendorong partisipasi jamaah lintas usia. Apalagi, lokasi Masjid Al Iksan yang strategis berada di jalur utama lintas kabupaten dinilai sangat potensial untuk pengembangan layanan berbasis masyarakat. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat. “Program ini mendapat dukungan empat pilar utama, yakni Pemerintah Kota Malang, Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan akademisi UIN Maliki Malang,” jelasnya. Menutup pemaparannya, Dr. Miftah yang menjadi Ketua Family Corner Fakultas Syariah UIN Malang periode 2023-2024 berpesan kepada jajaran takmir dan pengurus Family Corner agar memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat jejaring dan kerja sama antar pengurus. “Agar bisa saling berbagi dan menguatkan satu sama lain. Saling mendukung dan mensupport program kerja,” pungkas Miftah.
BAGUS ARI HEMAWAN PUTRO
Pagi di Dusun Premban terasa lebih hidup saat mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 77 menggelar senam bersama warga pada Sabtu, 24 Januari 2025, pukul 08.00 WIB, di halaman salah satu rumah warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama pelaksanaan KKM. Senam pagi diikuti oleh ibu-ibu warga Dusun Premban dan mahasiswa KKM yang sejak pagi sudah berkumpul di lokasi. Suasana kegiatan berlangsung santai dan penuh semangat. Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Interaksi yang terjalin selama senam membuat suasana terasa lebih akrab. Dalam suasana yang santai, mahasiswa KKM turut mengajak warga untuk membuat konten TikTok sederhana. Aktivitas ini dilakukan sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus hiburan bersama. Kegiatan senam berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga Dusun Premban. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menghadirkan aktivitas sehat yang dekat dengan keseharian masyarakat.
RADDHYN ANUGRAH ODINA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan Aksi Peduli Lingkungan di Kelurahan Dampit, Kabupaten Malang, pada Minggu (29/12/25). Kegiatan ini diinisiasi oleh 15 mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan Dampit dan sekitarnya. Aksi tersebut dilakukan dengan mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di pinggir jalan hingga selokan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan antarwarga. Ketua Kelompok KKM 84, Andrian, menyampaikan bahwa seluruh anggota kelompok menunjukkan kerja sama yang baik dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Mereka sangat antusias ketika kegiatan ini dilaksanakan,” tuturnya. Aksi Peduli Lingkungan ini menjadi bagian dari rangkaian awal kegiatan KKM sebelum siswa terjun secara penuh dalam program pengabdian di tengah masyarakat Kelurahan Dampit. https://www.kompasiana.com/kkm84dampit1948/69593acdc925c4712d3f4052/mahasiswa-kkm-kelompok-84-uin-malang-sukses-laksanakan-aksi-peduli-lingkungan-di-dampit
MUHAMMAD SOFYAN MUZAKKIY
Malang - Pada hari Minggu (25/01/26), Kelompok KKM 95 Arunika mengadakan lomba antar TPQ di Dusun Busu, Desa Slamparejo. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh TPQ yang ada di Dusun Busu. Namun, tidak semua santri TPQ dapat mengikuti lomba karena adanya ketentuan tertentu, seperti batas usia dan jumlah maksimal peserta dari setiap TPQ. Meskipun demikian, antusiasme anak-anak TPQ dan para wali murid tetap tinggi. Anak-anak yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tetap mengikuti dan menyaksikan lomba yang diminati. Bahkan, terdapat beberapa balita yang diikutkan lomba oleh orang tuanya sebagai bentuk latihan keberanian dan pengenalan kegiatan sejak dini. Lomba islami ini terdiri dari tiga kategori, yaitu lomba adzan, hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba mewarnai. Seluruh juri pada ketiga kategori lomba berasal dari anggota Kelompok KKM 95 Arunika. Lomba adzan dilaksanakan di masjid pada area salat laki-laki, di mana peserta mengumandangkan adzan menggunakan mikrofon. Sementara itu, lomba hafalan surat pendek dilaksanakan di area salat perempuan. Peserta yang mendapat giliran diminta mengambil dua gulungan kertas secara acak yang berisi nama surat dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, kemudian membacakannya di hadapan juri. Selanjutnya, juri akan membacakan satu ayat dari surat lain yang tidak diambil peserta sebelumnya, dan peserta diminta untuk melanjutkannya. Pada lomba mewarnai, panitia menetapkan dua kategori pemenang. Juara 1, 2, dan 3 diberikan untuk peserta sesuai batas usia yang ditentukan, sedangkan anak-anak di bawah batas usia akan dinilai untuk kategori juara harapan 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada acara perpisahan Kelompok KKM 95 Arunika di Dusun Busu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
ARINY ROYHATAS SHOLIHAH
Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Jambesari merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya balita dan lansia. Posyandu menjadi wadah pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting karena berfungsi sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini serta pemantauan kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.