MUHAMMAD ALFIN NURULLAH
MALANG, 16 JANUARI 2026 - Dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan sejak dini, TPQ Al-Basyirah menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an, Imtihan, dan Peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan Launching TPQ Al-Basyirah, bertempat di Masjid Al – Basyirah, Bumiayu, Kedungkandang, Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at ,16 Januari 2026 , dan diikuti oleh santri TPQ Al-Basyirah, wali santri, pengurus TPQ, tokoh masyarakat, serta didampingi oleh mahasiswa KKN Luminara. Acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Rangkaian kegiatan dimulai dengan acara pembukaan, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah dilalui oleh para santri. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan Imtihan santri, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dan pemahaman santri dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an. Memasuki agenda berikutnya, acara diisi dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan melalui tausiyah keagamaan. Peringatan ini dimaksudkan untuk meneladani perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.Sebagai puncak acara, dilaksanakan Launching TPQ Al-Basyirah sebagai simbol peresmian dan komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda di lingkungan sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan TPQ Al-Basyirah dapat menjadi wadah pembinaan keagamaan yang berkelanjutan serta mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan cinta Al-Qur’an. Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.
MILLA`IZZATI PUTRI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
ENA NADHIFAH HAFIDH
Mahasiswa KKM Unggulan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan Fatayat yang dilaksanakan bersama ibu-ibu di Dusun Bendo, Desa Sukolilo tepatnya di RT 30. Acara ini tepatnya diselenggarakan di Musholla Babussalam. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai keagamaan dan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Acara diawali dengan pembacaan istighosah yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Suasana berlangsung tenang dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk doa bersama untuk kebaikan dan keberkahan bagi seluruh jamaah serta masyarakat sekitar. Setelah istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air. Kemudian peserta bersama-sama menyanyikan Mars NU dan Hymne Fatayat yang menambah semangat kebersamaan serta meneguhkan identitas organisasi keagamaan. Mahasiswa KKM UIN Malang turut mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan sikap hormat. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan hangat dari ibu-ibu Fatayat, sehingga tercipta suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan makan camilan bersama yang semakin mempererat hubungan antar warga. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara mahasiswa KKM UIN Malang dan ibu-ibu Fatayat, serta dapat memperkuat nilai kebersamaan, keagamaan, dan sosial di tengah masyarakat.
DARA ZAHRA SALSABILA
Dari Kampus ke Desa: Awal Pengabdian Mahasiswa Sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Selama 40 hari, seluruh anggota kelompok DarmaWidya hadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai mitra belajar dan pendamping masyarakat. Fokus utama pengabdian diarahkan pada sosialisasi serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai langkah strategis membangun ekosistem ekonomi halal berbasis komunitas. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi tridharma perguruan tinggi—membawa ilmu dari ruang kelas untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Latar Belakang: Rendahnya Literasi Halal Pelaku UMK Pelaksanaan program dilandasi temuan awal bahwa masih banyak pelaku UMK yang: belum memahami kewajiban sertifikasi halal, memiliki keterbatasan literasi administrasi, belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta merasa proses legalitas usaha terlalu rumit dan menakutkan. Padahal, sertifikasi halal bukan hanya bernilai religius, tetapi juga berperan penting dalam menjamin keamanan produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing usaha di tengah kebijakan wajib halal nasional. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk hadir sebagai fasilitator sekaligus pendamping teknis. Pembekalan Profesional: Mahasiswa sebagai Pendamping P3H Sebelum terjun ke lapangan, seluruh mahasiswa mengikuti pembekalan Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Pembekalan ini mencakup pemahaman: konsep halal–haram, alur sertifikasi halal, peran BPJPH, serta penggunaan sistem pendaftaran daring SIHALAL. Melalui proses ini, mahasiswa dipersiapkan secara akademik dan teknis agar mampu mendampingi masyarakat secara profesional, kredibel, dan solutif. Menyapa Warga: Survei dan Pendekatan Door to Door Program dimulai dengan koordinasi bersama pemerintah desa, dilanjutkan survei lapangan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi dan keberadaan pelaku usaha. Mahasiswa melakukan kunjungan langsung (door to door) ke rumah-rumah produksi. Dari interaksi tersebut terungkap bahwa sebagian besar pelaku UMK belum memahami prosedur sertifikasi dan merasa cemas menghadapi proses administrasi. Pendekatan personal inilah yang menjadi pintu masuk utama membangun kepercayaan. Pendampingan Intensif: Dari Bahan Baku hingga SIHALAL Menjawab berbagai kendala, mahasiswa memberikan pendampingan individual secara menyeluruh, meliputi: edukasi pemilihan bahan baku halal, pengecekan proses produksi, penataan sanitasi dan kebersihan, fasilitasi pembuatan NIB, hingga pengajuan sertifikasi melalui sistem SIHALAL. Pendekatan dialogis membuat pelaku usaha merasa didampingi, bukan dihakimi. Perlahan, rasa takut berubah menjadi semangat untuk berbenah. Edukasi Kolektif: Sosialisasi Desa hingga Kecamatan Selain pendampingan personal, DarmaWidya juga menggelar sosialisasi kolektif. Di tingkat desa, kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Firdaus Pandanlandung dengan melibatkan pelaku UMK dan warga sekitar. Sementara di tingkat kecamatan, sosialisasi dikemas dalam talkshow “Penguatan UMKM Menuju Daya Saing Unggul melalui Ekosistem Halal” di Pendopo Kecamatan Wagir, menghadirkan narasumber dari: Halal Center UIN Malang, Bank Indonesia Malang, serta dosen pendamping. Forum ini memperluas jangkauan edukasi hingga peserta dari 12 desa se-Kecamatan Wagir. Capaian Nyata: 14 UMK Resmi Bersertifikat Halal Upaya pendampingan membuahkan hasil signifikan. Dari 18 pelaku UMK yang didampingi, sebanyak 14 usaha berhasil memperoleh sertifikat halal, sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi. Capaian ini menunjukkan bahwa proses yang semula dianggap rumit ternyata dapat diselesaikan lebih cepat melalui pendampingan yang terstruktur. Produk-produk lokal kini memiliki legalitas resmi, kepercayaan konsumen meningkat, serta peluang pasar yang semakin luas. Lebih dari Sekadar Administrasi: Proses Pemberdayaan Dampak program tidak berhenti pada terbitnya sertifikat. Mahasiswa juga menyaksikan perubahan sikap pelaku usaha: yang awalnya ragu menjadi percaya diri, yang semula pasif menjadi proaktif, yang takut administrasi kini mulai melek legalitas. Transformasi ini menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya urusan dokumen, tetapi juga proses pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. DarmaWidya sebagai Jembatan Negara dan Masyarakat Selama 40 hari, DarmaWidya hadir sebagai penghubung antara kebijakan negara dan realitas pelaku usaha desa. Pendekatan humanis, partisipatif, dan berbasis komunitas terbukti efektif dalam: membangun literasi halal, menumbuhkan kepercayaan, serta memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berperan sebagai agen perubahan sosial. Penutup: Jejak Pengabdian yang Akan Terus Hidup Program KKM mungkin telah berakhir pada 4 Februari 2026, namun dampaknya akan terus terasa. Sertifikat halal yang terbit, pengetahuan yang dibagikan, dan hubungan yang terjalin menjadi warisan berharga bagi Desa Pandanlandung. Dari cerita, lika-liku, hingga pencapaian, DarmaWidya meninggalkan satu pesan sederhana: bahwa pengabdian bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang memberi makna dan meninggalkan perubahan nyata.
ILHAM AKBAR FAROBI
Ngadireso, 30–31 Januari 2026 – Telah dilaksanakan kegiatan pagelaran seni tradisional Bantengan di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada tanggal 30–31 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Acara bantengan berlangsung selama dua hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga dari berbagai dusun di Desa Ngadireso hadir untuk menyaksikan pertunjukan yang menampilkan atraksi khas bantengan dengan iringan musik tradisional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai media penguatan nilai-nilai budaya dan kebersamaan masyarakat. Mahasiswa KKM Paramita Yasa turut berpartisipasi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Keterlibatan mahasiswa meliputi membantu persiapan acara, koordinasi dengan panitia, serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan. Partisipasi tersebut merupakan bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan budaya. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat kerja sama antara panitia, perangkat desa, karang taruna, serta dukungan penuh dari masyarakat. Selain mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga desa, kegiatan ini juga memperkuat sinergi dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Melalui partisipasi dalam kegiatan bantengan ini, diharapkan mahasiswa KKM Paramita Yasa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian budaya tradisional sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat Desa Ngadireso.
TASSYA DWI RATNASARI
Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan selalu berusaha untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan membangun karakter para siswanya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan lomba oleh kelompok KKM Unggulan PSGA 267, terdapat dua lomba yang diikuti baik oleh para siswa yaitu lomba mewarnai untuk siswa SD dan membaca puisi untuk siswa SMA. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk melatih keberanian, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan. Lomba dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Lomba mewarnai dilaksanakan di kelas, sedangkan lomba membaca puisi dilaksanakan di aula sekolah dengan ditonton oleh teman-teman SMA seangkatannya dengan suasana penuh suasana semangat. Pada saat lomba mewarnai, para peserta diberikan gambar kaligrafi untuk mewarnai sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Para siswa tampak antusias menggunakan pensil warna untuk menghasilkan karya yang indah dan penuh makna. Ketika lomba membaca puisi, para peserta membacakan puisi bertema pendidikan. Mereka tampil dengan ekspresi, intonasi, dan keberanian yang luar biasa, sehingga mampu menyentuh hati penonton dan juri. Tujuan diadakannya kegiatan lomba ini yaitu untuk kreativitas dan imajinasi siswa melalui seni mewarnai, melatih keterampilan berbahasa dan ekspresi diri lewat puisi, menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum, serta membangun kebersamaan antar siswa untuk saling mendukung satu sama lain. Karya-karya yang dihasilkan dari goresan warna menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas dan imajinasi yang berbeda-beda. Sementara itu, membaca puisi menghadirkan suasana haru dan bangga, terutama ketika para siswa dengan penuh semangat dan lantang membacakan puisi. Juri, wali asuh, dan panitia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkontribusi dalam kegiatan lomba. Melalui lomba mewarnai dan membaca puisi ini, diharapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan dapat terus menumbuhkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan berani berkarya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang seni, ekspresi, dan keberanian untuk tampil di depan umum.