Thumbnail
4 months ago
Sosialisasi Family Corner di Masjid Muthohharun: Kolaborasi KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang bersama Dr. H. Anas Fauzie, S.Ag., M.Pd.

DINI ANGGITA PUTRI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Family Corner di Masjid Muthohharun. Kegiatan ini diikuti oleh takmir Masjid Muthohharun serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga   Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Arunika Karsa 110, dilanjutkan sambutan dari Ketua Takmir Masjid Muthohharun yang menegaskan pentingnya inovasi program masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang aman dan solutif bagi jamaah. Dalam sambutannya, pihak takmir menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pelayanan sosial dan keluarga jika dikelola secara terstruktur dan kolaboratif.   Materi inti disampaikan oleh Dr. H. Anas Fauzie, S.Ag., M.Pd. dari KUA kec. Sukun. Ia menjelaskan bahwa Family Corner merupakan konsep masjid ramah keluarga yang menekankan pendekatan preventif dan edukatif dalam menangani persoalan keluarga. Melalui Family Corner, masjid diharapkan mampu menjadi pusat edukasi, konsultasi, serta rujukan layanan keluarga yang berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan loka Dr. Anas Fauzie memaparkan empat fungsi utama Family Corner, yaitu fungsi edukatif, konsultasi, sosial, dan rujukan. Fungsi edukatif diwujudkan melalui edukasi parenting serta bimbingan pra dan pasca nikah. Fungsi konsultasi berfokus pada pendampingan masalah rumah tangga, sementara fungsi sosial menjadi ruang diskusi dan mediasi konflik keluarga. Adapun fungsi rujukan menghubungkan jamaah dengan lembaga terkait seperti KUA, tenaga kesehatan keluarga, hingga ahli hukum dan psikolog.   Selain itu, dijelaskan pula manfaat Family Corner bagi masjid dan masyarakat. Bagi masjid, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup, fungsional, serta meningkatkan partisipasi jamaah lintas usia. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat.   Dalam sesi pembahasan teknis, disampaikan rencana pembentukan struktur pengurus Family Corner yang melibatkan unsur takmir, remaja masjid, serta pendamping dari mahasiswa KKM. Pengelolaan administrasi dilakukan melalui sistem registrasi, peninjauan masalah, pendampingan, dan fasilitasi solusi. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan peran Masjid Muthohharun sebagai pusat pelayanan keluarga yang inklusif dan berkelanjutan.

Thumbnail
4 months ago
Puncak PELITA Meriahkan Pembelajaran Anak di Sumbersari

MUHAMMAD IQBAL FUADI

26 Januari 2026 Kegiatan puncak Program PELITA (Pembelajaran Iman dan Tadarus Anak) dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2026, di TPQ Hidayatul Mubtadi-ien, Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Acara yang berlangsung pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi penutup rangkaian pendampingan keagamaan yang dilakukan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi Kelompok 154 bersama anak-anak TPQ. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua pelaksana yang menyampaikan tujuan pelaksanaan puncak PELITA serta gambaran aktivitas yang akan diikuti peserta. Setelah itu, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok secara acak melalui metode berhitung, untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan di setiap pos pembelajaran. Pada pos pertama, peserta diminta membaca Al-Qur'an dan mendapatkan bintang sebagai bentuk penghargaan. Selanjutnya, anak-anak berpindah ke pos kedua untuk menghafalkan doa-doa yang sebelumnya telah diajarkan oleh siswa selama program PELITA berlangsung. Pos ketiga mengangkat materi kisah Nabi Muhammad SAW, dengan memberikan soal seputar sejarah dan keteladanan beliau. Sementara itu, pada pos keempat, peserta mengikuti permainan tebak gerakan wudhu sebagai pemahaman pemahaman praktik ibadah.   Dokumentasi Keseruan Anak-Anak TPQ Hidayatul Mubtadi-ien    Setelah seluruh pos selesai dilalui, anak-anak kembali dikumpulkan untuk mengikuti lomba kelompok yang berlangsung dengan penuh antusias. Kegiatan ini sekaligus menjadi penilaian akhir untuk menentukan pemenang peserta PELITA. Acara dilanjutkan dengan Beragam dari ustadzah TPQ Hidayatul Mubtadi-ien yang menyampaikan penghargaan atas pendampingan dan kontribusi mahasiswa KKM dalam kegiatan pembelajaran anak-anak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan sertifikat mitra kepada TPQ Hidayatul Mubtadi-ien sebagai bentuk kerja sama dan penghargaan atas kolaborasi yang telah terjalin.   Dokumentasi Teman-teman KKM Kelompok 154 bersama Anak-anak serta Pengurus TPQ Hidayatul Mubtadi-ien    Melalui puncak PELITA ini, mahasiswa KKM berharap nilai-nilai keimanan, semangat belajar, dan kebersamaan yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan bertahan di lingkungan TPQ dan masyarakat Desa Sumbersari.     Dokumentasi Teman-teman KKM Kelompok 154 bersama Ustadz/Ustadzah TPQ Hidayatul Mubtadi-ien 

Thumbnail
4 months ago
sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung

ALYA ZHALVA PUSPITA SARI

Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi. Melalui seminar ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pada sesi edukasi BRUN, siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja. Selain itu, pembahasan mengenai stunting dan parenting juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Para narasumber menjelaskan dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya pola asuh yang tepat sejak dini. Meskipun peserta merupakan siswa SMP, materi ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka sekaligus menjadi bekal pengetahuan untuk masa depan serta dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah. Sosialisasi anti narkoba turut menjadi agenda utama dalam seminar tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, siswa diajak untuk lebih waspada dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/alyazhalva2109/698c88f134777c6a580d6f53/sosialisasi-seminar-inspiratif-sinergi-kua-bnn-puskesmas-dalam-bentuk-memberikan-edukasi-kepada-remaja-di-desa-merak-belantung Kreator: Alya Zhalva Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
4 months ago
KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Kelompok 124 "Adhikara Nawasena" Hidupkan Tradisi Maulid Diba' di Masjid Tawakkal

AZ ZAHRA SALSABILLA ISWAHYUDI

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 124 yang mengusung nama “Adhikara Nawasena” melaksanakan kegiatan rutin pembacaan Maulid Diba setiap hari Senin selama masa pengabdian di lingkungan Masjid Tawakkal. Kegiatan ini menjadi salah satu program keagamaan yang bertujuan menghidupkan tradisi islami sekaligus meningkatkan partisipasi dan keterampilan generasi muda di lingkungan sekitar masjid. Pada minggu pertama, kegiatan pembacaan Maulid Diba masih diikuti oleh jumlah jamaah yang terbatas. Peserta yang hadir didominasi oleh anggota KKM 124, sementara keterlibatan warga sekitar masih tergolong minim. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan khidmat sebagai langkah awal pengenalan program kepada masyarakat. Memasuki minggu kedua, kelompok KKM 124 mulai melakukan pendekatan kepada anak-anak dan remaja sekitar masjid. Mereka diajak untuk terlibat dalam kegiatan Diba, khususnya sebagai pengiring menggunakan alat banjari atau terbangan. Namun, karena belum adanya latihan terpadu, para remaja tersebut pada tahap ini masih mengikuti pembacaan Diba sebagai jamaah, sembari mulai dikenalkan dengan ritme dan pola tabuhan. Perkembangan signifikan terlihat pada minggu ketiga. Setelah dilakukan latihan terbangan yang dibimbing langsung oleh anggota KKM 124, kegiatan pembacaan Maulid Diba berlangsung semakin meriah. Alunan terbangan mulai mengiringi lantunan shalawat, menciptakan suasana religius yang lebih hidup. Antusiasme warga pun meningkat, ditandai dengan bertambahnya jumlah jamaah yang hadir setiap pekan. Puncak kegiatan terjadi pada minggu terakhir masa KKM. Jumlah remaja yang terlibat semakin bertambah, disertai penambahan alat banjari untuk mendukung penampilan. Kegiatan Diba tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga wadah pengembangan minat dan bakat anak-anak remaja di bidang seni islami. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan bahwa program ini diterima dengan sangat baik oleh warga sekitar Masjid Tawakkal. Secara keseluruhan, kegiatan pembacaan Maulid Diba yang diinisiasi oleh KKM 124 “Adhikara Nawasena” memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar Masjid Tawakkal. Selain mempererat ukhuwah dan menghidupkan suasana masjid, kegiatan ini juga berhasil mengasah keterampilan, rasa percaya diri, dan kebersamaan anak-anak remaja, sehingga diharapkan dapat terus berlanjut meski masa KKM telah berakhir.

Thumbnail
4 months ago

FATAHILLAH KHUSMU DARSI

Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.

Thumbnail
4 months ago
Pertemuan Perdana di TPQ Risalatul Muhibbin: Awal Yang Penuh Berkah

SALWA SYIFA` ANNUHA

Srigading, Lawang – Kamis, 1 Januari 2026, menjadi hari yang berkesan bagi kelompok Dharmayatra. Kami memulai tahun baru dengan langkah penuh makna, mengunjungi TPQ Risalatul Muhibbin yang berlokasi di Mushola Desa Srigading, Lawang. Kunjungan perdana ini bukan sekedar perkenalan, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan spiritual dalam berbagai ilmu dan kebaikan bersama anak-anak. Sesampainya di mushola, kami disambut dengan suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan. Mushola Desa Srigading yang sederhana namun penuh kehangatan ini menjadi saksi bisu semangat anak-anak dalam menuntut ilmu agama. Meski baru pertama kali bertemu, senyuman polos mereka langsung menyambut kedatangan kami. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, kami bersama-sama mengawali pertemuan dengan membaca Yasin dan Tahlil. Lantunan ayat suci Al-Quran mengalun merdu di mushola yang tenang, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga sarana mempererat ikatan spiritual antara kami dengan para santri dan pengurus TPQ.Momen ini terasa sangat khusyuk. Setiap bacaan doa dan dzikir yang dipanjatkan seolah menjadi jembatan untuk membuka pintu hati, memohon keberkahan ilmu yang akan kami bagikan kepada anak-anak nantinya. Setelah sesi pembukaan, tibalah saat yang paling kami nantikan: mengajar dan menyimak anak-anak mengaji. Kami terbagi dalam beberapa kelompok kecil untuk mendampingi santri sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Ada yang baru belajar mengenal huruf hijaiyah, ada pula yang sudah lancar membaca Al-Quran dan sedang fokus menghafal. Kesabaran menjadi kunci utama dalam proses ini. Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda, dan tugas kami adalah membimbing mereka dengan penuh kasih sayang. Melihat antusiasme mereka dalam belajar, meski terkadang masih terbata-bata dalam membaca, sungguh menyentuh hati. Yang paling membanggakan adalah semangat anak-anak dalam menghafal Al-Quran. Meski usianya masih belia, mereka sudah menunjukkan dedikasi luar biasa. Beberapa santri dengan percaya diri menyetorkan hafalan mereka, sementara yang lain dengan tekun mengulang-ulang ayat yang sedang dihafalkan. Proses menyimak hafalan mereka bukan hanya sekadar mendengarkan, tetapi juga memberikan motivasi dan koreksi dengan cara yang menyenangkan. Kami berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak kaku, agar anak-anak merasa nyaman dan semakin cinta dengan Al-Quran. Pertemuan perdana ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. Kami belajar bahwa mengajar bukan hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga tentang membangun ikatan emosional dan spiritual dengan para santri. Kesederhanaan dan ketulusan anak-anak di TPQ Risalatul Muhibbin mengingatkan kami akan hakikat ilmu yang sebenarnya. Kami berharap, kegiatan Dharmayatra di TPQ Risalatul Muhibbin ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Semoga anak-anak semakin cinta dengan Al-Quran, semakin rajin beribadah, dan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia. Bagi kami, hari Kamis 1 Januari 2026 bukan sekadar awal tahun, tetapi awal dari sebuah perjalanan panjang dalam menyebarkan kebaikan. Terima kasih kepada pengurus TPQ Risalatul Muhibbin dan seluruh santri yang telah menyambut kami dengan hangat. Insya Allah, pertemuan-pertemuan berikutnya akan semakin mempererat silaturahmi dan memperkaya khazanah ilmu kita bersama. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Salam Pengabdian Kelompok KKM 106 Dharmayatra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang