HANUM AMANDA MAHFUD
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan talkshow bertema “Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Upaya Meningkatkan Kesadaran Diri di Tengah Quarter Life Crisis” pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2 sebagai audiens utama. Talkshow ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada penguatan literasi digital dan kesehatan mental santri di era modern. Kegiatan talkshow ini dilatarbelakangi oleh semakin masifnya penggunaan media sosial di kalangan remaja dan generasi muda, termasuk santri. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, sumber informasi, serta media pembentukan identitas diri. Namun, disisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan digital, perbandingan sosial berlebihan, penurunan kepercayaan diri, hingga tekanan psikologis yang berujung pada kecemasan dan kebingungan dalam menentukan arah masa depan atau yang dikenal dengan istilah Quarter Life Crisis. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif menyelenggarakan talkshow edukatif sebagai ruang dialog dan refleksi bagi santri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) santri, menanamkan sikap bijak dalam bermedia sosial, serta membekali santri dengan pemahaman dasar terkait kesehatan mental agar mampu menghadapi tantangan di era digital secara positif dan bertanggung jawab. Talkshow ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pemateri pertama, Bapak Badrus Zaman, S.Kom., M.Sc., dosen Universitas Airlangga (UNAIR), menyampaikan materi mengenai bijak bermedia sosial. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar yang harus dimiliki generasi muda. Santri diajak untuk memahami etika bermedia sosial, mengenali dampak positif dan negatif konten digital, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoax, ujaran kebencian, maupun konten yang bertentangan dengan nilai moral dan keislaman. Pemateri kedua, Bapak Abdul Hamid Cholili, M.Psi., Psikolog, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan materi mengenai Quarter Life Crisis dari perspektif psikologi. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa perasaan cemas, bingung, dan khawatir terhadap masa depan merupakan fase yang wajar dialami oleh remaja dan generasi muda. Namun, kondisi tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius. Santri diajak untuk mengenali potensi diri, memahami emosi, serta membangun kesadaran diri sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan mental. Pelaksanaan talkshow dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui pemaparan materi, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab. Santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam mengajukan pertanyaan, maupun menyampaikan pendapat. Antusiasme tersebut mencerminkan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dan dekat dengan realitas kehidupan santri saat ini. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi santri Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Ummu Zainab An-Najiyah 2. Melalui talkshow ini, santri diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Selain itu, santri diharapkan memiliki kesadaran diri yang lebih baik dalam menghadapi tekanan psikologis, sehingga mampu menjalani proses perkembangan diri dengan lebih sehat dan seimbang. Kegiatan talkshow ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pengembangan karakter, literasi digital, dan kesehatan mental santri di lingkungan pesantren. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan kewajiban pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya menciptakan generasi santri yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta berakhlak mulia.
ZAHRAN HAZIMULFIKRI SAPRUDIN
Kegiatan sosialisasi seminar yang diselenggarakan di Desa Merak Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi. Melalui seminar ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pada sesi edukasi BRUN, siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja. Selain itu, pembahasan mengenai stunting dan parenting juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Para narasumber menjelaskan dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya pola asuh yang tepat sejak dini. Meskipun peserta merupakan siswa SMP, materi ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka sekaligus menjadi bekal pengetahuan untuk masa depan serta dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah. Sosialisasi anti narkoba turut menjadi agenda utama dalam seminar tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, siswa diajak untuk lebih waspada dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/alyazhalva2109/698c88f134777c6a580d6f53/sosialisasi-seminar-inspiratif-sinergi-kua-bnn-puskesmas-dalam-bentuk-memberikan-edukasi-kepada-remaja-di-desa-merak-belantung
AURA CITRA KHOLIQ
Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan, baik dari segi fisik, kemampuan berpikir, maupun aspek psikososial. Perubahan-perubahan tersebut menuntut kesiapan mental yang baik agar remaja mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berkembang. Tanpa kesiapan tersebut, proses adaptasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan perubahan peran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah untuk membekali remaja dengan kemampuan psikologis yang memadai. Merespon kebutuhan tersebut, Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 112 meyelenggarakan sebuah program sosialisasi strategis pada tanggal 24 januari 2026 dengan judul "Tumbuh Kuat Menjadi HERO di Tengah Perubahan". Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak yatim usia remaja, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep HERO, yang merupakan akronim dari empat elemen kunci ketahanan mental: Hope (Harapan), Efficacy (Keyakinan Diri), Resilience (Ketangguhan), dan Optimism (Optimisme). Muh. Anwar Fu'ady menjelaskan, "Perubahan yang dialami anak pada masa remaja, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial, menuntut kesiapan mental yang kuat agar dapat dihadapi secara positif. Oleh karena itu, penanaman karakter HERO yang mencakup Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan." Dalam sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Muh. Anwar Fu'ady, S.Psi., M.A peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui pembagian worksheet yang berisi sejumlah pertanyaan terkait evaluasi diri. Lembar kerja tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan kondisi diri, potensi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengisi worksheet tersebut dengan cermat dan penuh perhatian. Setelah sesi pengisian selesai, beberapa perwakilan peserta secara sukarela maju ke depan untuk menyampaikan hasil refleksi dan jawaban mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif. Penyerahan Sertifikat dari Ketua KKM 112 kepada Pemateri Selain pemberian materi psikoedukatif, kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar peserta. Para peserta menerima paket gizi gratis yang disalurkan oleh Lembaga Yatim Mandiri serta paket RendangMU yang diberikan oleh Lembaga Lazismu. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan yang di oleh Masjid Al-Falah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Pemberian bantuan tersebut menjadi wujud perhatian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yatim, sekaligus memperkuat tujuan kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik, baik dari aspek psikologis maupun fisik.
ADHIMAH LAILIYAH
Adanya penguatan kesehatan mental di lingkungan pesantren sangat diperlukan mengingat tidak hanya di lembaga umum saja melainkan di Pesantren ternyata juga diperlukan. Dalam upaya tersebut maka Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) unggulan fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aksara 255, menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi Santri dengan judul "Psycotalk: Ruang Empati 2026" sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi santri putri Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (29/1/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini berlangsung khidmat dan interaktif di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng Putri. Kegiatan Psikoedukasi ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang aman dan mendukung bagi santri untuk memahami isu kesehatan mental agar dapat mengenali emosi diri serta membangun empati dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Dimana program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKM ryang menitikberatkan pada penguatan aspek psikologis dan kesejahteraan emosional santri. Dalam pemaparannya, tim KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang Aksara menyampaikan materi psikoedukasi yang relevan dengan kehidupan santri, mulai dari pengenalan emosi, manajemen stres hingga pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas pendidikan dan aktivitas keagamaan yang padat. Bahkan materi disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami sehingga santri dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi tetapi kegiatan "Psycotalk: Ruang Empati 2026" ini juga menghadirkan sesi konseling dan pendampingan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi santri untuk menyampaikan keluh kesah, perasaan, maupun permasalahan yang selama ini mungkin sulit diungkapkan. Sehingga melalui pendekatan empatik dan tidak menghakimi maka santri Pondok Pesantren Tebuireng diajak untuk mengenali diri sendiri serta menemukan cara-cara sehat dalam menghadapi tekanan emosional. Kegiatan ini merupakan wujud dari salah satu proker besar KKM Aksara yang mana dari Abah Hj. Lukman selaku mudir Pondok pesantren Tebuireng menjelaskan bahwa diharapkan kegiatan ini lahir dari hasil observasi dan dialog awal dengan lingkungan pesantren. “Kami melihat pentingnya ruang aman bagi santri untuk berbicara tentang perasaan dan kondisi mental mereka. Pesantren tidak hanya mendidik aspek intelektual dan spiritual akan tetapi juga perlu sering berkomunikasi dengan santri agar dapat memperhatikan kesehatan mental santri,” ungkapnya. Adapun kegiatan Psikoedukasi ini memberikan respon positif terlihat dari antusiasme para santri putri yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Banyak santri yang aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta mengikuti sesi konseling dengan penuh keterbukaan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi kesehatan mental di lingkungan pesantren semakin relevan dan mendesak. Ditambahi pihak pesantren Tebuireng khususnya Putri Usatdzah Dian menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran Psychotalk yang dinilai mampu menjadi sarana pendukung dalam membentuk pribadi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional. Lingkungan pesantren yang sehat secara psikologis diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan harmonis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ini nantinya KKM Aksara 255 berharap santri putri Pondok Pesantren Tebuireng memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Serta diharapkan mampu menumbuhkan empati terhadap sesama, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Jombang, 31 Januari 2026 Ditulis Oleh: KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang #Psikoedukasi #PsychoTalk #Santri Tebuireng
LALU JAWIL KURNIAWAN
Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja di bidang pendidikan berupa kegiatan Shobahul Lughoh di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Program ini ditujukan untuk seluruh siswa-siswi madrasah sebagai upaya untuk memperkenalkan dan membiasakan penggunaan bahasa Arab. Shobahul Lughoh merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam satu minggu. Tepatnya setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 07.00-07.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difokuskan pada pembiasaan bahasa Arab sederhana yang dekat dengan aktivitas para siswa sehari-hari. Setiap kelas didampingi oleh masing-masing satu mahasiswa. Kelas 1 bersama kak Eralda, kelas 2 bersama kak Nana, kelas 3 bersama kak Fida, kelas 4 bersama kak Olive, kelas 5 bersama kak Lajan, dan kelas 6 bersama kak Candra. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan minat para siswa madrasah dalam mengenal bahasa Arab sejak usia dini. Sehingga, materi yang diajarkan dalam Shobahul Lughoh berisi kosakata-kosakata dasar dan ungkapan sederhana seperti salam, perkenalan, sapaan sehari-hari, serta kosakata benda dan aktivitas yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Materi sederhana ini disampaikan melalui media lagu, yang diharapkan akan lebih mudah dicerna dan membekas dimemori anak-anak. Siswa-siswi tampak antusias dan semangat dengan kegiatan shobahul lughah ini. Suasana belajar yang santai dan menyenangkan menambah rasa semangat para siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para guru MI Miftahul Jadid. Para guru menilai kegiatan Shobahul Lughoh dapat menjadi kegiatan pendukung pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKM dengan metode pembelajaran yang variatif dan sederhana diharapkan mampu menambah semangat belajar siswa di pagi hari.
EKA WIRDIYANI JAMILAH
Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja di bidang pendidikan berupa kegiatan Shobahul Lughoh di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Program ini ditujukan untuk seluruh siswa-siswi madrasah sebagai upaya untuk memperkenalkan dan membiasakan penggunaan bahasa Arab. Shobahul Lughoh merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam satu minggu. Tepatnya setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 07.00-07.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difokuskan pada pembiasaan bahasa Arab sederhana yang dekat dengan aktivitas para siswa sehari-hari. Setiap kelas didampingi oleh masing-masing satu mahasiswa. Kelas 1 bersama kak Eralda, kelas 2 bersama kak Nana, kelas 3 bersama kak Fida, kelas 4 bersama kak Olive, kelas 5 bersama kak Lajan, dan kelas 6 bersama kak Candra. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan minat para siswa madrasah dalam mengenal bahasa Arab sejak usia dini. Sehingga, materi yang diajarkan dalam Shobahul Lughoh berisi kosakata-kosakata dasar dan ungkapan sederhana seperti salam, perkenalan, sapaan sehari-hari, serta kosakata benda dan aktivitas yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Materi sederhana ini disampaikan melalui media lagu, yang diharapkan akan lebih mudah dicerna dan membekas dimemori anak-anak. Siswa-siswi tampak antusias dan semangat dengan kegiatan shobahul lughah ini. Suasana belajar yang santai dan menyenangkan menambah rasa semangat para siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para guru MI Miftahul Jadid. Para guru menilai kegiatan Shobahul Lughoh dapat menjadi kegiatan pendukung pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKM dengan metode pembelajaran yang variatif dan sederhana diharapkan mampu menambah semangat belajar siswa di pagi hari