Thumbnail
2 months ago
Anti Bullying

DRAJAT SALSABIL SYIFA` UNNAJWA

Dusun Sukamade, yang terletak di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, mencerminkan realitas pendidikan di daerah terpencil dengan berbagai dimensi keterbatasan. Terletak di lingkungan yang dikelilingi ekosistem hutan dan memiliki aksesibilitas jalan yang terbatas, upaya untuk memelihara motivasi belajar pada peserta didik menjadi tantangan yang kompleks. Pada tanggal 5 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi yang fokus pada dua tema utama: motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta pencegahan kenakalan remaja dan bullying di SMPN 3 Pesanggaran (sekolah satu atap). Penyerahan dan Respon Pihak Sekolah Kegiatan tersebut diresmikan dengan penerimaan langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Pesanggaran, Supiyanto (dikenal sebagai Pak Pi), pada pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Pihak sekolah menyambut kehadiran tim KKM dengan sikap yang terbuka dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan. Menurut Supiyanto (2026), kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi yang signifikan karena peserta didik di wilayah tersebut memerlukan dorongan yang berkelanjutan terkait kelanjutan pendidikan. Ia juga mengemukakan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan durasi yang lebih panjang untuk meningkatkan dampak yang dihasilkan. Selain itu, Kepala Sekolah menekankan pentingnya menyampaikan pesan terkait urgensi pendidikan lanjutan kepada siswa. Data yang diungkapkannya menunjukkan bahwa proporsi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dusun Sukamade yang melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) masih sangat rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, dengan rendahnya motivasi dari kalangan orang tua sebagai faktor utama. Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa pendidikan sampai jenjang SMP sudah mencukupi dan lebih mengutamakan agar anak membantu pekerjaan keluarga atau terlibat dalam aktivitas ekonomi lokal seperti bekerja di kebun (Supiyanto, 2026). Selain faktor keluarga, lingkungan sosial juga berperan dalam membentuk persepsi siswa terkait orientasi pendidikan mereka. Faktor Geografis dan Infrastruktur sebagai Hambatan Tantangan lain yang tidak kalah signifikan berasal dari faktor geografis. Sebagai bagian dari kawasan taman nasional, akses jalan menuju Dusun Sukamade sangat terbatas, terutama pada musim hujan di mana sungai yang menjadi jalur utama sering mengalami luapan air. Kondisi ini menyebabkan siswa tidak dapat melakukan perjalanan ke sekolah, seperti yang terjadi pada hari pelaksanaan kegiatan di mana 10 dari total 27 siswa kelas VII dan VIII tidak dapat hadir akibat banjir yang terjadi pada malam sebelumnya (Supiyanto, 2026). Selain aksesibilitas yang terbatas, ketiadaan lembaga pendidikan SMA di wilayah Sukamade menjadi masalah struktural yang krusial. SMA terdekat berlokasi di Desa Sarongan dengan jarak sekitar 10 kilometer, namun perjalanan membutuhkan waktu hampir tiga jam melalui jalan berbatu dan kawasan hutan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar orang tua merasa tidak nyaman untuk menyekolahkan anaknya di lokasi yang jauh dari rumah. Implementasi Kegiatan Sosialisasi Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, tim mahasiswa KKM UIN Malang mengimplementasikan kegiatan sosialisasi dengan pendekatan dialogis yang disesuaikan dengan konteks dan kondisi siswa. Materi yang disampaikan mencakup dua komponen utama: 1. Motivasi melanjutkan pendidikan: Mahasiswa berbagi pengalaman perjalanan pendidikan mereka, termasuk tantangan yang pernah dihadapi, dengan tujuan untuk memperluas wawasan siswa bahwa pendidikan tinggi merupakan hal yang dapat diraih meskipun berasal dari daerah terpencil. 2. Pencegahan kenakalan remaja dan bullying: Siswa diajak untuk memahami berbagai bentuk bullying serta dampaknya terhadap individu korban dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa tujuan utama dari sosialisasi adalah untuk membangun kesadaran pada siswa agar berani memiliki impian dan memahami bahwa pendidikan dapat menjadi instrumen perubahan kehidupan (Anggota Tim KKM, 2026). Refleksi terhadap Dampak Kegiatan Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa permasalahan pendidikan di daerah terpencil tidak dapat dipisahkan dari kompleksitas faktor aksesibilitas, lingkungan sosial, dan dukungan keluarga. Meskipun kehadiran tim KKM tidak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan dalam jangka pendek, kegiatan tersebut berperan sebagai wadah untuk membangun dialog, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat motivasi pada peserta didik serta pihak sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan di daerah terpencil membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara berbagai pihak terkait

Thumbnail
2 months ago
Langkah Awal Pengabdian Pembukaan KKM Kelompok 64 Ganiswara Desa Arjosari

DWI ANDINA PUTRI

Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 64 Ganiswara telah resmi dilaksanakan di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi blog pertama yang kami tulis sebagai salah satu tugas sekaligus syarat dari rangkaian kegiatan KKM. Momen ini juga menjadi penanda dimulainya pengabdian kami secara resmi di tengah masyarakat Desa Arjosari. Meskipun pembukaan merupakan kegiatan formal pertama, sebelumnya kami telah melaksanakan beberapa program kerja awal sebagai bentuk adaptasi dan pengenalan lingkungan. Program tersebut meliputi mengajar TPQ, berjamaah di masjid, kegiatan One Day One Juz, serta melakukan soan ke beberapa perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan awal ini menjadi langkah penting dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sebelum pelaksanaan pembukaan secara resmi. Berdasarkan arahan dari perangkat desa, pembukaan KKM dianjurkan untuk dilaksanakan setelah cuti bersama, yaitu pada tanggal 2 Januari 2026, agar persiapan lebih matang serta memungkinkan perangkat desa dan masyarakat hadir secara maksimal. Oleh karena itu, kami memanfaatkan waktu sebelumnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan kegiatan dengan sebaik mungkin agar acara dapat berjalan dengan lancar. Seluruh keperluan acara seperti sound system dan proyektor disediakan oleh pihak desa, yang sangat membantu kelancaran kegiatan. Selain itu, kami juga melaksanakan gladi kotor dan gladi bersih H-1 sebagai bentuk kesiapan teknis. Tidak hanya itu, kegiatan persiapan juga diiringi dengan kerja bakti di Balai Desa Arjosari yang dilakukan bersama-sama untuk membersihkan dan menata lokasi acara pembukaan. Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan dosen pembimbing yang menghampiri kami di posko. Sekitar pukul 08.20 WIB, kami bersama dosen pembimbing menuju lokasi pembukaan, yaitu Balai Desa Arjosari. Tidak lama kemudian, Kepala Desa Arjosari tiba sekitar pukul 08.30 WIB, disusul dengan persiapan akhir sebelum acara dimulai. Acara pembukaan KKM dimulai pada pukul 08.50 WIB dan berakhir pada pukul 10.40 WIB. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari ketua kelompok KKM 64 Ganiswara, dilanjutkan sambutan dari dosen pembimbing, dan kemudian sambutan dari kepala desa. Setelah sambutan, dilakukan pembukaan simbolis oleh kepala desa sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Kelompok 64 di Desa Arjosari. Setelah rangkaian acara selesai, kami diajak untuk makan bersama oleh pihak desa dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan ini menjadi penutup yang berkesan bagi kegiatan pembukaan KKM. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjalankan seluruh program kerja dengan lancar serta memberikan kontribusi positif dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Arjosari selama masa pengabdian berlangsung.

Thumbnail
2 months ago
Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor

DEWI MASRUROH

https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/kelompok-kkm-arkanasvara-26.html?m=1 Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor 4 Januari 2026 Masjid Noor menggelar Shalawat dan Tabligh Akbar pada Selasa, 31 Desember 2025, yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Acara keagamaan ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar yang memadati kawasan masjid sejak sore hari.   Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Suasana religius terasa kental sejak awal acara hingga penutupan.   Lantunan shalawat yang dibawakan oleh Tim Hadrah Ar-Ridwan menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Alunan rebana dan shalawat yang menggema di dalam Masjid Noor berhasil mengajak jamaah untuk ikut bershalawat bersama dengan penuh kekhusyukan dan semangat. Penampilan Tim Hadrah Ar-Ridwan mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang tampak larut dalam suasana penuh keberkahan.   Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya memperbanyak shalawat, menjaga akhlak, serta mempererat persaudaraan sesama umat Islam. Tausiyah tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Dalam mendukung lancarnya kegiatan, Kelompok KKM Arkanasvara 26 turut berkontribusi aktif sebagai bagian dari tim pendukung acara. Kelompok KKM ini bertugas melakukan packing makanan ringan serta membagikan konsumsi kepada jamaah yang hadir. Meski hujan turun cukup deras di sela-sela acara, para anggota KKM tetap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab, kekompakan, dan koordinasi yang baik antaranggota.   Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, anggota KKM Arkanasvara 26 terlihat sigap dan pantang menyerah dalam menyiapkan serta membagikan makanan kepada jamaah. Dengan tetap menjaga kenyamanan dan kenyamanan, mereka memastikan seluruh jamaah menerima konsumsi secara merata. Peran tersebut sangat membantu panitia utama, terutama dalam mengatur kebutuhan konsumsi bagi jamaah yang jumlahnya cukup banyak.   Kondisi hujan yang merusak kawasan masjid tidak menyurutkan semangat seluruh pihak yang terlibat. Jamaah tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sementara panitia dan relawan terus bekerja memastikan kegiatan berjalan lancar. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas di tengah suasana hujan yang menambah kesan khidmat dan haru.   Pengurus Masjid Noor menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Tim Hadrah Ar-Ridwan, Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil, serta Kelompok KKM Arkanasvara 26, yang telah memberikan kontribusi besar dalam menyukseskan acara Shalawat dan Tabligh Akbar yang bertahan dalam tantangan cuaca.   Dengan adanya kerja sama yang solid antara panitia, pengurus masjid, mahasiswa KKM, dan masyarakat, acara Shalawat dan Tabligh Akbar di Masjid Noor tetap dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Suasana hujan justru menambah nilai spiritual dan memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai Islam di lingkungan masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor

ADIRA NAURIA FITRI RAMADANI

https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/kelompok-kkm-arkanasvara-26.html Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor Januari 04, 2026 Masjid Noor menggelar Shalawat dan Tabligh Akbar pada Selasa, 31 Desember 2025, yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Acara keagamaan ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar yang memadati area masjid sejak sore hari. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Suasana religius terasa kental sejak awal acara hingga penutupan. Lantunan shalawat yang dibawakan oleh Tim Hadrah Ar-Ridwan menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Alunan rebana dan shalawat yang menggema di dalam Masjid Noor berhasil mengajak jamaah untuk ikut bershalawat bersama dengan penuh kekhusyukan dan semangat. Penampilan Tim Hadrah Ar-Ridwan mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang tampak larut dalam suasana penuh keberkahan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya memperbanyak shalawat, menjaga akhlak, serta mempererat persaudaraan sesama umat Islam. Tausiyah tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Dalam mendukung kelancaran kegiatan, Kelompok KKM Arkanasvara 26 turut berkontribusi aktif sebagai bagian dari tim pendukung acara. Kelompok KKM ini bertugas melakukan packing makanan ringan serta membagikan konsumsi kepada jamaah yang hadir. Meski hujan turun cukup deras di sela-sela acara, para anggota KKM tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, kekompakan, dan koordinasi yang baik antaranggota. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, anggota KKM Arkanasvara 26 terlihat sigap dan pantang menyerah dalam menyiapkan serta mendistribusikan makanan kepada jamaah. Dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan, mereka memastikan seluruh jamaah menerima konsumsi secara merata. Peran tersebut sangat membantu panitia utama, terutama dalam mengatur kebutuhan konsumsi bagi jamaah yang jumlahnya cukup banyak. Kondisi hujan yang menyelimuti area masjid tidak menyurutkan semangat seluruh pihak yang terlibat. Jamaah tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sementara panitia dan relawan terus bekerja memastikan kegiatan berjalan lancar. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas di tengah suasana hujan yang menambah kesan khidmat dan haru. Pengurus Masjid Noor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Tim Hadrah Ar-Ridwan, Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil, serta Kelompok KKM Arkanasvara 26, yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan acara Shalawat dan Tabligh Akbar tersebut meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca. Dengan adanya kerja sama yang solid antara panitia, pengurus masjid, mahasiswa KKM, dan masyarakat, acara Shalawat dan Tabligh Akbar di Masjid Noor tetap dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Suasana hujan justru menambah nilai spiritual dan memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai Islam di lingkungan masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
KKM Arkanasvara Jalin Kerja Sama dengan Fatayat NU Malang untuk Program Mengajar di TPQ

AHMAD MUHAMMAD MOZA ZANJABILA AKMAR

https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/kkm-arkanasvara-jalin-kerja-sama-dengan.html?m=1 Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arkanasvara mengadakan pertemuan dengan organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Malang pada Selasa, 6 Januari 2026. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi awal terkait rencana program pengabdian masyarakat di bidang pendidikan keagamaan.   Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKM Arkanasvara menyampaikan rencana mereka untuk berpartisipasi aktif sebagai tenaga pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Program ini bertujuan membantu proses pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur’an bagi anak-anak, serta mendukung kegiatan pendidikan keagamaan yang telah berjalan di lingkungan masyarakat.   Kelompok KKM Arkanasvara merencanakan kegiatan mengajar ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Sabtu, dan mulai dilaksanakan pada 7 Januari 2026. Para mahasiswa akan berperan sebagai guru pendamping yang membantu proses belajar mengajar di TPQ sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.   Pihak Fatayat NU Malang menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Menurut perwakilan Fatayat NU Malang, keterlibatan mahasiswa KKM diharapkan dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menambah semangat dan motivasi belajar anak-anak di TPQ.   Selain itu, kerja sama ini dinilai mampu mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga turut berkontribusi langsung dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan keagamaan.   Dengan adanya program mengajar di TPQ ini, kelompok KKM Arkanasvara berharap dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
Workshop Mochi Sehat Berbahan Singkong, Upaya Cegah Stunting di Desa Ngadireso

IDA KUMALA

Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Workshop Mochi Stunting yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 32 pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Ngadireso. Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh warga desa dengan antusias.Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia KKM yang menjelaskan latar belakang serta tujuan kegiatan. Workshop ini dirancang sebagai sarana edukasi gizi bagi masyarakat, khususnya dalam memahami pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau dan bernilai gizi tinggi. Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai stunting, mulai dari pengertian, dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan anak, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif dan sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo memasak pembuatan mochi sehat berbahan dasar singkong. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM mempraktikkan langsung proses pengolahan singkong menjadi kudapan bergizi, sekaligus menjelaskan manfaat singkong sebagai sumber karbohidrat alternatif yang baik untuk menunjang asupan gizi keluarga. Melalui workshop ini, diharapkan masyarakat Desa Ngadireso dapat memperoleh wawasan baru mengenai pencegahan stunting serta terinspirasi untuk mengolah pangan lokal menjadi kudapan sehat dan bergizi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan masyarakat desa.