NISAUL KHOTIMAH DZIL MILLATI
Kegiatan edukasi dan aktivitas fisik Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dilaksanakan bersama Puskesmas Kepanjen pada Senin, 12 Januari 2026 di Kantor Balai Desa Ngadilangkung. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 20 orang lansia, kader kesehatan, pihak Puskesmas Kepanjen, serta perwakilan anggota kelompok KKM 81 Abhinaya Bhakti yang turut membantu jalannya kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh kader kesehatan sebagai bentuk aktivitas fisik ringan untuk menjaga kebugaran peserta Prolanis. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian daftar hadir serta pemeriksaan kesehatan dasar. Pemeriksaan tersebut meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut, serta pengecekan tekanan darah (tensi) yang dilakukan oleh kader kesehatan dengan bantuan perwakilan peserta kelompok KKM 81 Abhinaya Bhakti. Selain pemeriksaan dasar, setiap para lansia juga menjalani pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh, karena gula darah yang terlalu tinggi dapat berdampak pada kesehatan. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan lansia dapat dipantau lebih baik sehingga risiko masalah kesehatan dapat dicegah sejak dini. Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi kesehatan bersama pihak Puskesmas Kepanjen. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta edukasi terkait pengelolaan penyakit kronis dan penerapan pola hidup sehat. Melalui kegiatan Prolanis ini, diharapkan peserta lansia semakin memahami kondisi kesehatannya dan termotivasi untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
R FADYA NURHANEYSA
Kegiatan Posyandu di Dusun Lesti kembali diselenggarakan dengan melibatkan mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Sejak pagi, para ibu mulai berdatangan ke lokasi Posyandu sambil mengajak anak-anak mereka. Interaksi akrab antarwarga terlihat jelas melalui sapaan dan percakapan ringan, mencerminkan bahwa Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan interaksi sosial masyarakat. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap pendaftaran peserta. Para ibu mengunjungi meja registrasi secara teratur untuk mencatat kehadiran serta mengisi data kesehatan ibu dan anak. Petugas Posyandu melayani setiap peserta dengan penuh kesabaran, melakukan pencatatan data secara teliti, serta memastikan seluruh informasi yang dicatat dengan baik. Suasana di area pendaftaran berlangsung kondusif dan santai, diselingi percakapan ringan mengenai jadwal kegiatan, kondisi kesehatan, maupun perkembangan anak. Tahap registrasi menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan Posyandu karena berperan dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkesinambungan. Keterlibatan mahasiswa KKM turut memberikan kontribusi positif dalam kelancaran kegiatan, baik dalam mengarahkan peserta maupun membantu proses administrasi sederhana, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
ANINDIA DITA CAHYANI
Desa Dengkol, 1 Februari 2026 - Mahasiswa KKM Narakarya dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggandeng Malang Utara Running Club (MALTARA Runners) dan Cafe Embung, sebuah usaha milik desa, untuk menggelar acara lari bersama edisi kedua. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari event serupa yang telah diselenggarakan sebelumnya. Event lari Vol.2 ini dirancang untuk melanjutkan kolaborasi antara komunitas lari dan usaha milik desa. Keterlibatan KKM Narakarya diharapkan mampu menarik lebih banyak partisipan serta memberi manfaat nyata bagi warga setempat. Acara tidak hanya berisi kegiatan lari, tetapi juga diwarnai dengan berbagai permainan. Antusiasme peserta semakin tinggi berkat hadiah-hadiah menarik yang sudah disiapkan panitia. Hal ini menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan Cafe Embung kepada masyarakat lebih luas. Dengan menjadikan cafe tersebut sebagai titik sentral acara, diharapkan tempat ini semakin dikenal sebagai ruang publik desa yang mendukung kegiatan olahraga dan komunitas.
MUHAMAD TAUFIK HIDAYAT
Malang, 29 Januari 2026 – Siswa-siswi kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari, Malang, dipenuhi semangat saat mengikuti acara Future Talk bertema "Aku, Mimpiku, dan Masa Depanku". Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari realitas bahwa banyak remaja SMP masih berada pada fase pencarian jati diri dan belum memiliki orientasi masa depan yang jelas. Di tengah pengaruh lingkungan dan tekanan sosial, remaja kerap dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup yang berisiko, salah satunya pernikahan dini. Kurangnya pemahaman mengenai dampak psikologis, pendidikan, dan kesehatan membuat isu ini masih relevan untuk dibahas. Oleh karena itu, Future Talk menjadi ruang edukatif yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran remaja agar lebih bijak dalam merencanakan hidupnya. Kegiatan Future Talk dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari. Acara dibuka oleh MC dengan suasana santai namun penuh semangat, sehingga mampu mencairkan atmosfer sebelum peserta memasuki sesi inti. Selanjutnya, dosen pendamping lapangan memberikan sambutan singkat dengan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan guru SMP Islam Sultan Agung yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut serta menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar para siswa. Setelah rangkaian sambutan, moderator mengambil alih jalannya acara dan memperkenalkan pemateri. Kak Norma Hasanatul Magfiroh, alumni Program Fast Track Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian dipersilakan untuk menyampaikan materi utama dalam kegiatan Future Talk. Sejak awal pemaparan, Kak Norma berhasil menarik perhatian peserta melalui gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan dunia remaja. Ia membuka materi dengan pertanyaan reflektif tentang mimpi dan masa depan, mengajak siswa untuk mulai berani bertanya pada diri sendiri: “Apa yang ingin aku capai dan bagaimana langkah kecilku hari ini?” Dalam sesi materi, Kak Norma menekankan bahwa setiap remaja berhak memiliki mimpi. Ia menjelaskan konsep perencanaan hidup sebagai sebuah “tangga”, di mana siswa SMP berada pada anak tangga awal. Remaja tidak harus langsung mengetahui akan menjadi apa di masa depan, tetapi perlu mulai dari hal sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kebiasaan baik, dan mengasah keterampilan diri. Kak Norma juga mengajak peserta mengenali potensi diri. Ia menegaskan bahwa potensi tidak selalu identik dengan nilai akademik atau peringkat kelas. Kemampuan berbicara, kepemimpinan, kreativitas, hingga kepekaan sosial merupakan bentuk potensi yang sama berharganya. Menurutnya, minat dan bakat bukan untuk ditunggu, melainkan dilatih melalui keberanian mencoba dan konsistensi. Selain itu, materi juga membahas pentingnya menjaga diri dalam pergaulan. Kak Norma memperkenalkan konsep batas diri dan keberanian berkata “tidak” terhadap hal-hal yang membuat tidak nyaman. Ia mengingatkan bahwa remaja berhak atas tubuh, waktu, dan masa depannya sendiri. Pada bagian ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga diri adalah bentuk tanggung jawab terhadap mimpi dan masa depan yang ingin diraih. Topik pernikahan dini disampaikan dengan bahasa yang ringan namun bermakna. Kak Norma menjelaskan bahwa pernikahan dini kerap berdampak pada terhentinya pendidikan, ketidaksiapan mental, serta risiko kesehatan ibu dan anak. Menunda pernikahan, menurutnya, bukan berarti menolak cinta, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga masa depan agar tetap terbuka luas. Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi melalui aktivitas Pohon Harapan. Para siswa diminta menuliskan satu mimpi tentang diri mereka di masa depan serta satu sikap positif yang akan mulai dilakukan dari sekarang. Kertas-kertas harapan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon simbolik yang telah disiapkan panitia. Pada sesi ini, antusiasme peserta terlihat jelas. Siswa menuliskan cita-cita mereka dengan serius, mulai dari ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, membanggakan orang tua, hingga menjadi pribadi yang lebih disiplin dan percaya diri. Aktivitas ini menjadi momen hening namun bermakna, di mana setiap peserta diajak merefleksikan arah hidupnya secara personal. Kegiatan Future Talk ditutup dengan pesan afirmatif dari pemateri yang mengajak peserta untuk percaya pada proses pertumbuhan diri. Kak Norma menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai ketika seseorang sudah dewasa, melainkan sejak hari ini, ketika remaja berani bermimpi, menjaga diri, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Melalui kegiatan ini, KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap siswa SMP memiliki kesadaran lebih kuat tentang pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, dan sikap preventif terhadap pernikahan dini. Future Talk tidak hanya menjadi ruang berbagi materi, tetapi juga ruang refleksi yang menanamkan harapan dan komitmen baru bagi generasi muda.
ARIFAH AZWA MAQFIROH
Malang – Kelompok KKM Unggulan Halal Center 04 DarmaWidya menyelenggarakan Talkshow Ekosistem Halal bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang dan Pemerintah Kecamatan Wagir, pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Wagir dan diikuti oleh sekitar 40 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) se-Kecamatan Wagir. Mengusung tema “Penguatan UMKM Menuju Daya Saing Unggul melalui Ekosistem Halal”, talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya penerapan ekosistem halal sebagai strategi penguatan daya saing usaha, khususnya di tingkat lokal. Acara ini dihadiri oleh Camat Wagir, Ketua dan Sekretaris Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sekretaris LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 4, serta para pelaku UMK yang menjadi peserta utama kegiatan. Dalam sambutannya, Camat Wagir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem halal merupakan peluang besar bagi UMKM di Kecamatan Wagir untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan standar konsumen yang semakin berkembang. Sementara itu, perwakilan Halal Center UIN Malang menjelaskan bahwa ekosistem halal tidak hanya terbatas pada sertifikasi halal, tetapi juga mencakup proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha yang sesuai dengan prinsip halal dan thayyib. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat memperoleh wawasan dan motivasi untuk meningkatkan profesionalitas usahanya. Perwakilan dari KPw Bank Indonesia Cabang Malang turut memberikan pemaparan terkait dukungan dan peran Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM, khususnya melalui penguatan ekosistem halal sebagai salah satu pilar pengembangan ekonomi daerah. Melalui talkshow ini, Kelompok KKM Unggulan Halal Center 04 DarmaWidya berharap dapat menjadi jembatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dalam mendorong terwujudnya UMKM yang berdaya saing unggul dan berkelanjutan di Kecamatan Wagir.
NANDA FITRIYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.