AYUNDA KURNIA SYAHTUTI
Kemarin Pagi pada 19 Januari 2026, kelompok KKM kami berkesempatan untuk terjun langsung dalam agenda kesehatan masyarakat yang sangat krusial, yaitu Posyandu Lansia. Kegiatan yang dimulai sejak pagi buta ini menjadi momentum bagi kami untuk berinteraksi lebih dekat dengan para sesepuh desa. Kehadiran kami di sana bertujuan untuk membantu kelancaran pelayanan kesehatan sekaligus belajar langsung mengenai sistem pendampingan kesehatan masyarakat yang dikelola secara mandiri oleh warga setempat. Kegiatan Posyandu Lansia ini merupakan agenda rutin yang dilakukan secara konsisten setiap satu bulan sekali. Bertempat di Gedung RT 5 RW 6 Desa Balearjosari, lokasi ini menjadi titik kumpul yang strategis dan nyaman bagi para lansia untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Meskipun di wilayah lain juga terdapat kegiatan serupa untuk kategori bayi (Posyandu Balita), fokus kami pagi ini sepenuhnya dicurahkan untuk mendukung kesehatan para orang tua dan lansia agar mereka tetap produktif dan bugar di usia senja. Peran kami dalam kegiatan cukup teknis namun berkesan. Kami membantu para kader dalam proses skrining kesehatan, mulai dari menghitung tekanan darah menggunakan tensimeter hingga mencatat berat badan secara akurat. Data-data ini sangat penting sebagai catatan rekam medis bulanan bagi warga. Selain itu, kami juga membantu dalam pencatatan hasil tes gula darah, yang merupakan indikator penting untuk memantau risiko penyakit tidak menular di kalangan lansia. Selama proses pemeriksaan berlangsung, suasana hangat begitu terasa. Tidak sekadar melakukan pencatatan angka, kami juga berusaha menjalin komunikasi dengan para pasien lansia. Mendengarkan cerita-cerita pendek tentang keseharian mereka sembari melakukan pengecekan kesehatan memberikan perspektif baru bagi kami tentang pentingnya kesabaran dan empati dalam pelayanan publik. Ketelatenan para ibu pengurus Posyandu dalam menangani warga juga menjadi pelajaran berharga bagi kami. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan untuk warga selesai, terjadi sebuah momen menarik yang menunjukkan keakraban kami dengan para pengurus. Ibu-ibu kader yang ramah tersebut dengan "iseng" namun tulus menawarkan kami untuk ikut mengecek kesehatan kami sendiri. Kami pun menyambut tawaran tersebut dengan antusias. Ternyata, meskipun kami masih mahasiswa, mengecek tekanan darah dan gula darah secara rutin tetaplah penting sebagai pengingat untuk selalu menjaga pola hidup sehat di tengah kesibukan KKM. Kegiatan pagi ini di Gedung RT 5 memberikan kesan mendalam bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama. Melalui partisipasi dalam Posyandu Lansia ini, kami tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga tentang ketulusan dalam mengabdi. Kami berharap dedikasi para kader dan antusiasme warga dalam menjaga kesehatan ini dapat terus terjaga dan memberikan inspirasi bagi lingkungan yang lebih luas.
NONI SHERLYA YASMIN RAMADHANI
Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah. Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak. Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan. Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”. Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”. Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”. Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa. “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.
DINDA NUR ALIFAH
Agenda KKM minggu itu seru banget karena kita ikutan jalan sehat bareng Calon Jemaah Haji (CJH). Awalnya saya pikir bakal jalan santai yang pelan banget, ternyata stamina ibu cjh di luar ekspektasi. Kita yang masih mahasiswa malah sempat ngos-ngosan ngikutin ritme mereka. Sepanjang jalan, kita nggak cuma olahraga, tapi juga sambil ngobrol santai. Beliau cerita kalau jalan sehat ini jadi menu wajib buat persiapan fisik sebelum berangkat ke tanah suci nanti. Menariknya, momen ini jadi ajang buat kita buat lebih akrab sama warga tanpa terasa kaku. Poin pentingnya bukan cuma soal keringat, tapi gimana kita bisa ngasih dukungan moral lewat hal kecil kayak nemenin jalan pagi begini. KKM ternyata nggak selamanya soal program kerja di depan laptop, tapi juga soal hadir di tengah kegiatan warga.
VIRA RISKYANA ALYA RAMADHANI
Sabtu, 3 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 54 bersama Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, melaksanakan kegiatan penanaman bibit di beberapa titik sekitar hutan Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan. Sejak pagi, mahasiswa KKM bersama Pak Dhori dan Pak Nanang bergotong royong menanam berbagai jenis bibit. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial berlebihan, namun tetap penuh makna. Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Pak Dhori menjelaskan bahwa kegiatan menanam bibit perlu terus dilakukan, sebagai upaya menjaga lingkungan maupun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa KKM. Menurut beliau, kondisi alam Dusun Bendrong saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu, di mana sumber air masih melimpah dan ekosistem sungai terjaga dengan baik. "Sekarang sumber air sudah mulai berkurang, apalagi saat musim kemarau. Dulu pohon masih banyak, airnya besar," ungkap Pak Dhori. Penanaman bibit dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki kondisi tersebut. Selain menjaga ketersediaan air, tanaman juga berperan dalam mencegah longsor dan membantu penyerapan air hujan. Meski hasilnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, upaya ini terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan penanaman bibit ini juga disampaikan oleh Pak Nanang, tokoh masyarakat Dusun Bendrong yang tergabung dalam komunitas Jogo Wono, sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian hutan. Beliau menyebutkan bahwa penanaman bibit biasanya dilakukan hingga empat sampai lima kali dalam setahun, terutama saat ada mahasiswa KKM. Menurut Pak Nanang, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat. Selain menjaga ketersediaan air, pohon juga berperan penting sebagai penghasil oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Menanam pohon pun dianggap sebagai bentuk sedekah yang ikhlas karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk generasi mendatang. Melalui kegiatan penanaman bibit ini, KKM Kelompok 54 bersama Pak Dhori dan Pak Nanang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan menanam dan merawat tanaman, diharapkan lingkungan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di masa depan.
ACHMAD FAIZUL MUTTAQIN
Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, telah dilaksanakan kegiatan perlombaan keagamaan yang diikuti oleh peserta dari TPQ An Nur, TPQ Rohmata Robbi, dan RA Fattahillah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam, serta mengembangkan potensi dan bakat peserta didik di bidang keagamaan.Jenis perlombaan yang dilaksanakan meliputi lomba mewarnai, lomba hafalan surah-surah pendek, dan lomba adzan. Foto Bersama Peserta Lomba Adzan Pelaksanaan lomba mewarnai bertempat di RA Fattahillah, sedangkan lomba hafalan surah-surah pendek dan lomba adzan dilaksanakan di Masjid Fattahillah. Seluruh rangkaian kegiatan perlombaan dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak hari Jumat, 9 Januari 2025 sampai dengan hari Minggu, 11 Januari 2025.Pembukaan kegiatan lomba dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 2025. Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Svarnanta 17 yang menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan, harapan kepada para peserta, serta pentingnya memperingati Isra Mi'raj sebagai momentum pembinaan karakter islami sejak usia dini. Foto Bersama Lomba Hafalan Juz Amma Kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta mendapat antusiasme yang baik dari peserta, pendamping, dan masyarakat sekitar.Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan tertib dan penuh antusias. Kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan, serta memperoleh dukungan dari pengurus masjid, pihak lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembinaan karakter religius peserta didik serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
YUKE IVANA KUSUMA WARDANI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM-Mandiri) Kelana 173 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah dengan Metode Lubang Resapan Biopori (LRB) dengan tema “Rawat Bumi Warisan Anak Cucu: Ubah Sampah Jadi Nutrisi Tanah” pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Sanggar Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang lingkungan hidup yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kemiren mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga serta penerapan lubang resapan biopori sebagai upaya meningkatkan daya serap tanah dan memperbaiki kualitas lingkungan. Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), Dieva, yang memandu jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Koordinator Desa (Kordes), Lintang, yang menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendorong penerapan metode biopori sebagai solusi pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara mandiri. Kegiatan inti diisi dengan pemaparan materi oleh perwakilan anggota Kelompok KKM Kelana 173, yaitu Tria dan Fakih. Materi yang disampaikan meliputi latar belakang permasalahan lingkungan di Desa Kemiren, konsep dan prinsip kerja lubang resapan biopori, manfaat biopori dalam pengelolaan sampah organik dan peningkatan kesuburan tanah, serta tahapan pembuatan dan perawatan lubang resapan biopori. Pemaparan materi disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat menerapkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan menunjukkan antusiasme peserta. Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat Desa Kemiren. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola sampah organik rumah tangga secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan terlaksananya kegiatan ini masyrakat desa kemiren mampu mengimplementasikan adanya LRB dalam kehidupan sehari hari untuk mewujudkan desa kemiren yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.