NUR SALWA ARYANTIKA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 65 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Abhipraya Nawasena melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik bersama ibu-ibu PKK Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Kalirejo. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Kalirejo selaku Ketua PKK, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kalirejo, serta ibu-ibu PKK desa setempat. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias, terlihat dari partisipasi para peserta yang mengikuti setiap tahapan sosialisasi dengan seksama. Pemilihan tema pembuatan pupuk organik didasarkan pada kondisi masyarakat Desa Kalirejo yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada masyarakat mengenai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mudah dibuat dan ekonomis. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 65 melakukan demonstrasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga berupa kulit bawang dan kulit pisang. Limbah organik ini dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan sering kali belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Selain demonstrasi, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah serta dampaknya terhadap kesehatan lingkungan. Pupuk organik dinilai lebih aman digunakan dalam jangka panjang dan dapat membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 65 UIN Malang berharap ibu-ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah kecil dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah organik di Desa Kalirejo.
PUTRI EKA HIDAYATUL NURROHMAH
Kediri - Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Pesantren dan Kawasan (PSPK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2025/2026 secara resmi dibuka pada Minggu 4 Januari di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) PPSM Banin Bant Al Mubtadi-ien Desa Badal-Ngadiluwih, Kediri. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di PPSM Banin Banat Al Mubtadi-ien. Acara pembukaan ini dihadiri oleh pengasuh PPSM Banin Banat Al Mubtadiin beserta jajarannya. Selain itu turut hadir juga perangkat desa setempat seperti kepala desa, sekretaris, serta sejumlah perangkat desa lainnya. Program kerja KKM unggulan PSPK ini tidak hanya berfokus pada pondok pesantren serta Lembaga Pendidikan formal di dalamnya, namun juga berfokus di kawasan Desa Badal. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi kegiatan program kerja yang dilaksanakan di lingkungan pesantren dan desa. “Saya mewakili teman-teman saya mengucapkan terimakasih sekaligus memohon izin untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di PPSM Banin Banat Al Mubtadiin dan Desa Badal,” ujar Putri Eka selaku ketua kelompok KKM 260 ini. Selanjutnya, ia juga memohon arahan dan bimbingan selama proses pengabdian selama kurang lebih satu bulan sepuluh hari. Program pengabdian unggulan ini difokuskan pada upaya penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren. Selain itu kegiatan ini juga diarahkan pada penguatan aktivitas keagamaan dan sosial baik di lingkungan pesantren maupun di Tengah Masyarakat Desa Badal. Sejalan dengan fokus tersebut, seluruh program kerja yang dirancang mendapat dukungan dan sambutan positif dari pihak pesantren maupun perangkat desa, sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dari sambutan kepala desa dan pengasuh mengenai dukungan dan sambutan penuh dari mereka atas kedatangan mahasiswa KKM dengan segala program kerjanya Kediri - Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Pesantren dan Kawasan (PSPK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2025/2026 secara resmi dibuka pada Minggu 4 Januari di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) PPSM Banin Bant Al Mubtadi-ien Desa Badal-Ngadiluwih, Kediri. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di PPSM Banin Banat Al Mubtadi-ien. Acara pembukaan ini dihadiri oleh pengasuh PPSM Banin Banat Al Mubtadiin beserta jajarannya. Selain itu turut hadir juga perangkat desa setempat seperti kepala desa, sekretaris, serta sejumlah perangkat desa lainnya. Program kerja KKM unggulan PSPK ini tidak hanya berfokus pada pondok pesantren serta Lembaga Pendidikan formal di dalamnya, namun juga berfokus di kawasan Desa Badal. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi kegiatan program kerja yang dilaksanakan di lingkungan pesantren dan desa. “Saya mewakili teman-teman saya mengucapkan terimakasih sekaligus memohon izin untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di PPSM Banin Banat Al Mubtadiin dan Desa Badal,” ujar Putri Eka selaku ketua kelompok KKM 260 ini. Selanjutnya, ia juga memohon arahan dan bimbingan selama proses pengabdian selama kurang lebih satu bulan sepuluh hari. Program pengabdian unggulan ini difokuskan pada upaya penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren. Selain itu kegiatan ini juga diarahkan pada penguatan aktivitas keagamaan dan sosial baik di lingkungan pesantren maupun di Tengah Masyarakat Desa Badal. Sejalan dengan fokus tersebut, seluruh program kerja yang dirancang mendapat dukungan dan sambutan positif dari pihak pesantren maupun perangkat desa, sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dari sambutan kepala desa dan pengasuh mengenai dukungan dan sambutan penuh dari mereka atas kedatangan mahasiswa KKM dengan segala program kerjanya
MUHAMMAD FAWWAS HIBATULLAH
Sumberejo, 24 Januari 2026 - Mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja pembuatan tong sampah terpilah di MTs MA Roudlotul Ulum, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan pembuatan tong sampah terpilah ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memanfaatkan ember bekas cat yang kemudian dibersihkan, dicat ulang, dan dihias agar tampak lebih menarik serta layak digunakan sebagai media edukasi lingkungan di sekolah. Tong sampah yang dibuat terdiri atas tiga jenis pemilahan, yaitu sampah organik, sampah anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemilahan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami perbedaan jenis sampah sekaligus membiasakan mereka membuang sampah sesuai kategorinya. Proses pembuatan dilakukan mulai dari pengumpulan ember bekas, pengecatan, penulisan label jenis sampah, hingga penempatan tong sampah di area sekolah. Setelah selesai, tong sampah terpilah tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung budaya peduli lingkungan. "Kami ingin di MTs MA Roudlotul Ulum tidak hanya tersedia tong sampah biasa, tetapi juga tong sampah terpilah agar siswa terbiasa memilah sampah sejak dini dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujar Ghozi. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap tong sampah terpilah yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi sarana edukasi lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di MTs MA Roudlotul Ulum.
KHAIRA RISALATI NASWA UTAMI
MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 19 Sattvaghana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan pelatihan ecocraft pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Balai RW 11 Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari enam RT di wilayah RW 11 Sawojajar. Pelatihan ini mengusung tema “Ecocraft: Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Guna”. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan baru yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan mahasiswa KKM 19 Sattvaghana yang menyampaikan latar belakang pelaksanaan program. Dalam sambutannya, panitia menekankan pentingnya inovasi pengolahan limbah minyak jelantah yang selama ini sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk kreatif berupa lilin aromaterapi yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Memasuki sesi inti, peserta diberikan pemaparan singkat mengenai bahaya minyak jelantah apabila dibuang langsung ke saluran air serta manfaat daur ulang minyak bekas. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi dengan bimbingan mahasiswa KKM. Proses pembuatan meliputi penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan tambahan, pemberian aroma, hingga pencetakan lilin ke dalam wadah yang telah disiapkan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan praktik. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi lilin aromaterapi. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar warga karena memanfaatkan bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru tentang cara mengolah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu, produk lilin aromaterapi yang dihasilkan dapat digunakan sendiri di rumah maupun berpotensi menjadi peluang usaha rumahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 19 Sattvaghana UIN Malang berharap masyarakat RW 11 Sawojajar dapat lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu mengembangkan kreativitas dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Program pelatihan ecocraft ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung gerakan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan terbentuk kebiasaan baru di tengah warga untuk mengelola minyak jelantah secara bijak serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
BAGUS ACHMAD SYAHPUTRA
Pada hari Rabu, tanggal 14 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut serta dalam kegiatan Posyandu Balita, Bayi, dan Lansia di RW 07, Dusun Gapuk, Desa Sumberngepoh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga kesehatan balita, bayi, dan lansia di lingkungan setempat. Posyandu Balita dan Bayi dilaksanakan di wilayah RW 07 dan menjadi pusat perhatian para orang tua yang antusias membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan rutin. Kehadiran Ibu Ria sebagai bidan, beserta anggota Posyandu lainnya, menambah semangat serta kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan. Para mahasiswa KKM dengan sigap membantu dalam proses pengukuran berat badan dan tinggi badan balita dan bayi. Mereka juga terlibat dalam distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa soto sebagai menu yang disiapkan untuk peserta Posyandu. Selain itu, mahasiswa KKM turut membantu pendataan dan pelayanan kesehatan bagi para lansia yang hadir.
MUHAMMAD IMAN DARMAWAN
Desa Poncokusumo, 6 Januari 2026 Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) secara resmi memulai program kegiatan mengajar di SD Negeri 01 Poncokusumo sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan membantu proses pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sekolah dasar. Kegiatan pembukaan berlangsung di halaman SD Negeri 01 Poncokusumo dan dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, para siswa, serta anggota kelompok KKM. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM dan berharap terjalinnya kerja sama yang positif dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Kegiatan pembukaan berlangsung di halaman SD Negeri 01 Poncokusumo dan dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, para siswa, serta anggota kelompok KKM. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM dan berharap terjalinnya kerja sama yang positif dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menilai bahwa kehadiran mahasiswa KKM dapat menjadi motivasi tambahan bagi para siswa. Selain membantu kegiatan akademik, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, kerja sama, serta semangat belajar. Melalui kegiatan pembukaan ini, kelompok KKM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan mengajar akan dilaksanakan selama masa KKM sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.