HUMAM AFIF AL-MAHBUBI
Di era digital seperti sekarang, akses informasi yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan utama, termasuk bagi masyarakat desa. Website Desa Ngadireso dibuat untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi seputar desa, mulai dari berita terbaru, pengumuman penting, hingga potensi ekonomi yang ada. Dengan adanya website ini, masyarakat dapat tetap terhubung dengan perkembangan desa tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Selain itu, website ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Desa Ngadireso kepada khalayak yang lebih luas, baik wisatawan maupun pihak yang ingin berkontribusi dalam pengembangan desa. Website ini memiliki berbagai fitur utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi desa. Fitur Berita Desa memberikan akses mudah bagi warga untuk mengetahui perkembangan terbaru, baik terkait pemerintahan desa, acara, maupun pengumuman penting lainnya. Selain itu, terdapat Informasi UMKM, yang menampilkan berbagai usaha mikro yang berkembang di desa, membantu pelaku usaha dalam memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Website ini juga dilengkapi dengan galeri interaktif yang menyajikan gambar-gambar menarik seputar desa, serta efek teks animasi yang membuat tampilan lebih dinamis dan menarik. Dengan hadirnya website ini, diharapkan masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi serta meningkatkan partisipasi dalam pembangunan desa. Informasi yang disajikan dikemas dengan tampilan yang ramah pengguna sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan. Untuk melihat fitur lebih lengkap dan eksplorasi lebih lanjut, silakan kunjungi ngadireso.my.id.
SITI MU`MINATUL MAHFUDZOH
HUMAS UIN MALANG — Mengajar di SDN Nyurlembang, Lombok Barat merupakan salah satu program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang selama 2 pekan terakhir tepatnya pada tanggal 8-16 Januari 2025. Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah, baik dari kepala sekolah, guru, maupun para siswa di SDN Nyurlembang. Meskipun kegiatan mengajar hanya dilakukan selama 2 pekan, namun banyak sekali pengalaman yang didapatkan oleh mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang selama mengajar di sekolah. Selama dua pekan mengajar, mahasiswa KKM mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas 6A dan 6B. Materi yang diajarkan adalah Surah Al-Maidah ayat 2-3. Mahasiswa mengajak para siswa untuk membaca dan menghafal ayat al-Qur’an tersebut secara bersama-sama. Kemudian menjelaskan mengenai kandungan ayat dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari serta membimbing untuk menuliskan ayat di buku tulis masing masing siswa. Selain menyampaikan materi di depan para siswa, mahasiswa KKM juga memberikan ice breaking dan games sehingga membuat para siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam menerima pembelajaran. Antusiasme siswa terbukti semakin meningkat. Hal tersebut terlihat dari aktif nya mereka bertanya, menjawab, dan mengikuti setiap aktivitas selama pembelajaran. Salah satu mahasiswa pengajar, Erma, mengungkapkan pengalamannya selama mengajar di SDN Nyurlembang. "Mengajar di SDN Nyurlembang memberikan pengalaman yang sangat berharga, alih alih mengajar justru kami lah yang banyak belajar dan semakin meningkatkan apresiasi kami terhadap pahlawan tanpa tanda jasa (guru) yang selalu sabar dalam mengajar dan mendidik para siswa di sekolah" katanya. Iksas, salah satu siswa kelas 6A juga turut menyampaikan kesan dan pesan nya selama diajar oleh mahasiswa KKM. “Untuk kakak-kakak KKM, kita mengucapkan terima kasih sudah mengajar, sudah memberi banyak pengetahuan yang bermanfaat untuk kita. Terima kasih banyak kak, semoga sehat selalu. Amin” ucapnya. Kepala SDN Nyurlembang, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan mengajar, menyampaikan rasa terima kasih dan berpesan kepada semua mahasiswa KKM. "Saya mewakili guru-guru disini mengucapkan terima kasih sudah membantu kegiatan pembelajaran di kelas. Inilah pembelajaran sesungguhnya yang tidak kalian dapatkan di bangku perkuliahan. Kami berharap kalian akan menjadi orang-orang yang sukses dan menjadi generasi hebat yang nantinya akan menggantikan peran kami," ujarnya. Sementara itu, Ketua KKM, Muhammad Nur, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pihak sekolah dan seluruh warga Desa Nyurlembang. "Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengajar di SDN Nyurlembang. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami juga memohon maaf jika selama keberadaan kami ada hal yang kurang berkenan. Semoga ilmu yang telah dibagikan bisa bermanfaat, dan kami mohon doa agar seluruh mahasiswa KKM senantiasa diberikan kemudahan dalam perjalanan akademik dan pengabdian kami ke depannya," ujarnya. Kegiatan mengajar selama dua pekan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa KKM Mandiri Integrasi UIN Malang. Walaupun hanya dua pekan akan tetapi banyak pembelajaran yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk para mahasiswa ketika terjun ke masyarakat. Kontributor: Siti Mu'minatul Mahfudzoh Editor: Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)
AKFA ATIATUR RAHMA
Di tengah hamparan hijau Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebuah tradisi unik bernama Mberot masih terus hidup dan menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan perpaduan antara seni pertunjukan rakyat dan ritual spiritual yang menghadirkan sensasi tersendiri bagi penontonnya. Pertunjukan Mberot di Desa Ngadireso memiliki urutan acara yang terstruktur dan menarik. Setiap pertunjukan dimulai dengan pembawa acara yang dengan penuh semangat memanggil grup Mberot yang akan tampil. Suasana mulai hidup ketika operator sound system memutarkan lagu-lagu pilihan dari grup yang akan tampil. Para anggota grup Mberot kemudian mulai menunjukkan kebolehan mereka dengan berjoget mengikuti irama musik yang mengalun. Gerakan-gerakan mereka yang energik dan kompak menciptakan pemandangan yang menghibur bagi para penonton yang hadir. Setelah beberapa lagu dimainkan, pertunjukan memasuki sesi yang ditunggu-tunggu: saweran. Pada momen ini, penonton berkesempatan untuk berpartisipasi langsung dengan memberikan sawer kepada para penari Mberot. Interaksi ini menciptakan suasana keakraban antara penampil dan penonton. Bagian paling menegangkan dari pertunjukan Mberot adalah sesi kalapan atau kesurupan. Sebelum sesi ini dimulai, ada ritual khusus yang dilakukan, ditandai dengan pembakaran dupa dan pembacaan doa-doa. Suasana mistis mulai terasa ketika suara pecutan membelah udara, menandai dimulainya sesi kalapan. Para penari yang kesurupan kemudian memberikan tontonan yang menghadirkan sensasi tersendiri. Suasana menjadi semakin meriah ketika penonton mulai bersuitan dan membunyikan terompet, yang justru membuat para penari kesurupan mengejar mereka. Momen-momen kejar-kejaran ini menjadi daya tarik utama yang menghadirkan sensasi campuran antara takut dan terhibur bagi para penonton. Setiap grup Mberot mendapatkan jatah waktu tampil yang telah ditentukan, disesuaikan dengan jumlah grup yang akan tampil pada hari tersebut. Setelah satu grup menyelesaikan penampilannya, grup berikutnya akan tampil dengan urutan acara yang sama, mulai dari joget, saweran, hingga ritual kalapan. Tradisi Mberot di Desa Ngadireso bukan sekadar hiburan semata. Di balik kemeriahan pertunjukannya, tersimpan nilai-nilai budaya yang terus dijaga dan dilestarikan. Mulai dari aspek spiritual yang tercermin dalam ritual-ritualnya, hingga nilai kebersamaan yang terbangun antara pemain dan penonton. Keunikan tradisi Mberot telah menjadikan Desa Ngadireso sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang menarik di Kabupaten Malang. Para pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga mendapatkan pengalaman cultural yang mendalam melalui rangkaian acara yang disajikan. Tradisi Mberot di Desa Ngadireso merupakan bukti nyata bagaimana sebuah tradisi dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya. Melalui pengelolaan yang baik dan dukungan masyarakat, tradisi ini diharapkan dapat terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.
ISTICHFARIN EKA AULIA
Pada malam perayaan Natal, 25 Desember 2024, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terdiri dari 3 kelompok yaitu kelompok 09, kelompok 79, dan kelompok 149 dari sebuah universitas di Malang melaksanakan kunjungan ke Pertapaan Karmel di Desa Ngadireso. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata praktik moderasi beragama yang bertujuan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dalam suasana penuh khidmat, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban acara, bekerja sama dengan pihak kepolisian, organisasi masyarakat, serta panitia lokal. Moderasi beragama yang diterapkan dalam kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai saling menghormati dan memahami perbedaan keyakinan di tengah masyarakat multikultural. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga aktif dalam membangun dialog lintas agama dengan umat Katolik yang merayakan Natal di pertapaan tersebut. Mereka berdiskusi tentang makna Natal sebagai momen kasih, damai, dan pengharapan yang universal, yang relevan bagi semua umat manusia tanpa memandang latar belakang agama. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara keimanan pribadi dan penghormatan terhadap tradisi agama lain. Dalam konteks perayaan Natal, umat Katolik di Desa Ngadireso menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKN sebagai bentuk solidaritas lintas agama. Hal ini mencerminkan semangat moderasi beragama yang tidak hanya mengedepankan toleransi pasif, tetapi juga kolaborasi aktif dalam membangun harmoni sosial. Selain itu, kunjungan ini memperlihatkan bagaimana moderasi beragama dapat menjadi jembatan untuk mengatasi potensi konflik dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama. Dengan melibatkan diri dalam kegiatan sosial seperti ini, mahasiswa belajar untuk menjadi agen perubahan yang mampu mempromosikan nilai-nilai inklusivitas dan keberagaman. Mereka juga turut mendukung pesan-pesan perdamaian yang diusung oleh perayaan Natal 2024, sebagaimana ditegaskan oleh berbagai tokoh nasional bahwa toleransi adalah kunci membangun bangsa yang damai. Kunjungan ke Pertapaan Karmel pada malam Natal tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai individu, tetapi juga bagi masyarakat setempat. Kehadiran generasi muda dalam perayaan agama lain menjadi simbol penting dari komitmen bersama untuk menjaga kerukunan nasional. Dengan semangat moderasi beragama yang terus digalakkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk memperkuat harmoni di tengah keberagaman bangsa Indonesia.