Thumbnail
3 months ago
Mengabdi Lewat Al-Qur’an: Pengalaman Mengajar TPQ Yanbu’a di Desa Pandansari

ALFAN FAQIH ILALAH MASHURI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akademik dalam kehidupan nyata. Melalui KKM, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun keagamaan. Salah satu bentuk kontribusi yang dilakukan dalam kegiatan KKM di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, adalah program kerja mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dengan metode Yanbu’a. Pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual anak. TPQ sebagai lembaga pendidikan nonformal menjadi wadah bagi anak-anak desa untuk belajar membaca, menulis, dan memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar. Metode Yanbu’a sendiri merupakan salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis dan terstruktur, sehingga memudahkan santri dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai kaidah tajwid. Kegiatan mengajar TPQ Yanbu’a dilaksanakan sebagai salah satu program kerja utama mahasiswa KKM di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan pengelola TPQ dan ustaz/ustazah setempat dengan tujuan membantu proses pembelajaran Al-Qur’an bagi santri. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Yanbu’a, yaitu metode pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan pada ketepatan makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM membantu santri dalam membaca Iqra’/jilid Yanbu’a, memberikan bimbingan tajwid, serta mengoreksi bacaan santri secara langsung. Selain itu, mahasiswa juga memberikan motivasi belajar melalui pendekatan interaktif, seperti tanya jawab, permainan edukatif, dan pemberian reward sederhana bagi santri yang menunjukkan kemajuan. Kegiatan mengajar dilaksanakan secara rutin sesuai dengan jadwal TPQ, biasanya pada sore hari setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Mahasiswa KKM berperan sebagai pendamping guru TPQ, membantu mengelola kelas, serta memberikan perhatian khusus kepada santri yang masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an. Program mengajar TPQ Yanbu’a memberikan dampak positif bagi santri, pengelola TPQ, dan mahasiswa KKM sendiri. Santri menunjukkan peningkatan dalam kelancaran membaca Al-Qur’an, pengenalan huruf hijaiyah, serta pemahaman dasar tajwid. Selain itu, antusiasme santri dalam mengikuti kegiatan TPQ juga meningkat karena adanya variasi metode pembelajaran dan pendekatan yang lebih komunikatif. Bagi pengelola TPQ, kehadiran mahasiswa KKM membantu meringankan beban pengajar, terutama dalam mengelola jumlah santri yang cukup banyak. Mahasiswa KKM juga memberikan kontribusi dalam penyusunan kegiatan pembelajaran yang lebih terstruktur dan kreatif. Sementara itu, bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengajar, meningkatkan kemampuan komunikasi, kesabaran, serta kepekaan sosial. Interaksi dengan santri dan masyarakat desa juga memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pendidikan keagamaan dalam pembentukan karakter generasi muda. Selama pelaksanaan program mengajar TPQ Yanbu’a, mahasiswa KKM menghadapi beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan santri, keterbatasan waktu belajar, serta fasilitas pembelajaran yang terbatas. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dengan pengelola TPQ, pembagian tugas antar anggota kelompok, serta penggunaan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan menarik. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat. Mengajar Al-Qur’an tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kesabaran, keteladanan, dan tanggung jawab sosial.

Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Survei Social Welfare Dusun Jamuran, Peresmian Peta Desa Sukodadi: Menguatkan Identitas Wilayah dan Arah Pembangunan Desa

RIZKA NAFI`AH

https://www.kompasiana.com/kkmu250terravera9822/695b162d34777c3533471612/kegiatan-survei-social-welfare-dusun-jamuran  https://www.kompasiana.com/kkmu250terravera9822/697c729cc925c420b5065d42/peresmian-peta-desa-sukodadi-menguatkan-identitas-wilayah-dan-arah-pembangunan-desa

Thumbnail
3 months ago
Turut Serta Kerja Bakti Bersama Warga Dusun Genderan

TIFLAH SANIYYAH

Genderan — Kelompok KKM 250 Terravera melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama warga di Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta upaya mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan kerja bakti diikuti oleh mahasiswa Kelompok KKM 250 Terravera dan warga Dusun Genderan. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lingkungan sekitar, seperti menyapu jalan, membersihkan selokan, serta merapikan area fasilitas umum. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dan warga bekerja sama dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini mencerminkan nilai gotong royong yang masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat Dusun Genderan. Melalui kegiatan kerja bakti ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mempererat hubungan dan kerja sama antara Kelompok KKM 250 Terravera dan warga Dusun Genderan. Kegiatan ini menjadi bagian dari dokumentasi resmi pelaksanaan KKM dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Ditulis oleh : Tiflah Saniyyah

Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Senam Bersama Warga RT 05 Dusun Jamuran

SOFWATUL UMMAH

Jamuran — Kelompok KKM 250 Terravera menyelenggarakan kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK RT 05 Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, pada Sabtu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian KKM. Kegiatan senam bersama ini diikuti oleh ibu-ibu PKK RT 05 Dusun Jamuran dengan suasana yang santai, akrab, dan penuh kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian gerakan senam yang dipandu selama kegiatan berlangsung. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kelompok KKM 250 Terravera berperan aktif sebagai penyelenggara kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan senam. Mahasiswa juga berbaur langsung dengan para peserta dan mengikuti setiap gerakan senam bersama. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial masyarakat, meskipun bukan termasuk dalam program kerja utama KKM. Selain itu, kegiatan senam bersama ini juga menjadi sarana interaksi yang positif antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK. Melalui kegiatan senam bersama ini, Kelompok KKM 250 Terravera berharap dapat memberikan dampak positif, menumbuhkan kebersamaan, serta mendukung upaya peningkatan kesehatan dan keharmonisan di lingkungan RT 05 Dusun Jamuran. Ditulis oleh : Sofwatul Ummah

Thumbnail
3 months ago
Pembuatan Plang Posyandu sebagai Upaya Memudahkan Akses Layanan Kesehatan Desa

GABIE NAFISAH RAHMAH DANY

Di Desa Persiapan Batu Asak, beberapa Posyandu berada di lokasi yang cukup tersembunyi di dalam gang-gang kecil, sehingga menyulitkan masyarakat maupun pihak luar dalam menemukan keberadaannya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya informasi dan penanda yang jelas guna mendukung akses terhadap layanan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari program kerja, Kelompok 176 berinisiatif untuk melakukan pembuatan plang nama Posyandu. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda lokasi sekaligus sarana identifikasi bagi masyarakat, kader kesehatan, serta pihak lain yang ingin berkontribusi dalam kegiatan Posyandu. Melalui program ini, diharapkan akses menuju Posyandu menjadi lebih mudah dan keberadaan layanan kesehatan desa dapat semakin dikenal. Selain itu, pembuatan plang ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Persiapan Batu Asak.

Thumbnail
3 months ago
Pembuatan Mading Masjid Al-Khoirot oleh KKM 16 UIN Malang

ROSYADA AL HANIF

Dalam rangka mendukung penyebaran informasi yang lebih efektif dan menarik bagi jamaah, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja pembuatan mading masjid di Masjid Al-Khoirot, Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media informasi yang mudah diakses oleh seluruh jamaah masjid. Selama ini, informasi mengenai kegiatan masjid, jadwal kajian, laporan keuangan, maupun pengumuman penting lainnya masih tersebar secara terbatas. Oleh karena itu, mading masjid diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pengurus masjid dan jamaah.   Proses pembuatan mading dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota KKM 16. Kegiatan diawali dengan perencanaan konsep desain mading, pemilihan tema, hingga pengumpulan materi yang akan ditampilkan. Mading dirancang dengan tampilan yang menarik, informatif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa informasi yang ditampilkan dalam mading antara lain jadwal shalat, agenda kegiatan masjid, artikel keislaman, laporan singkat keuangan masjid, serta dokumentasi kegiatan KKM. Selain itu, tersedia juga kolom khusus untuk kreativitas remaja masjid, seperti puisi islami, kaligrafi, dan informasi edukatif lainnya.   Pembuatan mading ini tidak hanya bertujuan sebagai media informasi, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan jamaah dalam setiap kegiatan masjid. Dengan adanya mading, diharapkan jamaah dapat lebih mudah memperoleh informasi terbaru dan termotivasi untuk ikut serta dalam berbagai program yang diselenggarakan.   Kegiatan ini mendapat respons positif dari pengurus masjid dan jamaah. Mereka merasa terbantu dengan adanya papan informasi yang lebih tertata dan menarik. Pengurus masjid juga berharap agar mading ini dapat terus diperbarui secara berkala sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melalui program sederhana ini, KKM 16 berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Masjid Al-Khoirot serta meningkatkan semangat literasi dan keterbukaan informasi di lingkungan masjid. Semoga mading masjid ini dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan informasi masjid yang lebih baik dan modern.