Thumbnail
8 months ago
Langkah Kecil untuk Lingkungan: KKM Dharmabhakti 46 UIN Malang Gelar Pembuatan Eco Brick di Posko

AMANDA ANDIENNISA`

  Anggota KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan eco brick bersama di posko KKM pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Eco brick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sisa sampah plastik non-organik. Dalam kegiatan ini, anggota KKM mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti bungkus makanan dan plastik kemasan, kemudian memasukkannya ke dalam botol hingga padat dan rapi. Kegiatan pembuatan eco brick dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM terlibat aktif, mulai dari memilah sampah, membersihkan botol, hingga memadatkan sampah plastik ke dalam botol. Suasana posko terlihat ramai namun tetap tertib dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya belajar mengelola sampah dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah plastik yang biasanya dibuang kini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Eco brick yang telah dibuat nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan atau produk kreatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat. Kegiatan pembuatan eco brick ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan langkah sederhana dan dilakukan bersama-sama, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil namun berdampak besar

Thumbnail
8 months ago
KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang Laksanakan Survei Lokasi Bersama Takmir Masjid Muthohharun Kecamatan Sukun

FIRMANSYAH BAY HAQI ASHTHOFA

https://retizen.republika.co.id/posts/735909/kkm-arunika-karsa-110-uin-malang-laksanakan-survei-lokasi-bersama-takmir-masjid-muthohharun-kecamatan-sukun?utm_campaign=rolsosmed&utm_source=whatsapp

Thumbnail
8 months ago
Ritual Pernikahan Adat Buddha di Desa Ngadas

RARA NAILALMUNA AMANULLOH

KKM bukan hanya sekadar tentang pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga tentang proses belajar kami dari masyarakat itu sendiri. Pada tanggal 5 Januari 2026, kelompok KKM kami diundang untuk menghadiri sebuah acara pernikahan adat yang diselenggarakan oleh masyarakat beragama Buddha. Bagi kami yang notabene beragama Islam, undangan ke acara pernikahan umat Buddha merupakan hal yang tidak kami sangka sebelumnya. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi kami untuk hadir, mengingat Desa Ngadas yang kami tempati dikenal sebagai desa dengan tingkat toleransi antarumat beragama yang sangat kuat. Oleh karena itu, tanpa berpikir panjang, kami pun bergegas menghadiri acara pernikahan tersebut. Bagi kami, rangkaian acara pernikahan tersebut terasa sangat asing karena merupakan pengalaman pertama menghadiri pernikahan dengan tata cara agama Buddha. Prosesi pernikahan berlangsung cukup panjang dan memerlukan waktu yang lama. Acara diawali dengan masuknya kedua mempelai yang diiring menuju ruang upacara pernikahan, yaitu vihara yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah. Pernikahan ini dihadiri oleh Romo Dukun, Pandita Lokapalasraya, serta perangkat desa. Selain itu, terdapat pemandu acara yang bertugas mengarahkan jalannya prosesi dari awal hingga akhir. Setelah kedua mempelai beserta keluarga memasuki ruangan, mereka tidak langsung duduk, melainkan berdiri untuk melakukan persembahan kepada altar Buddha. Dalam prosesi persembahan ini, kedua mempelai melakukan sikap yang disebut sikap rahayu. Setelah salam selesai, persembahan tersebut diberikan kepada Buddha dengan arahan dari pemandu acara. Selanjutnya, terdapat sesi yang disebut sebagai saksi nikah, di mana kedua mempelai, orang tua, serta para saksi menjalani tanya jawab yang dipimpin oleh Romo. Proses tanya jawab ini disaksikan oleh seluruh tamu yang hadir, dengan tujuan agar kedua mempelai selalu mengingat ikrar yang telah diucapkan serta memastikan bahwa pernikahan tersebut dilakukan tanpa adanya paksaan. Setelah rangkaian tanya jawab selesai, kedua mempelai melaksanakan persembahan puja sebelum memasuki tahap pemberkatan dan pembacaan ikrar pernikahan. Persembahan puja merupakan persembahan yang ditujukan kepada Tri Ratna, yang bertujuan untuk memohon perlindungan dan berkat, sekaligus melambangkan tekad pasangan dalam memulai kehidupan rumah tangga yang berlandaskan ajaran Buddha. Usai melaksanakan persembahan puja, kedua mempelai melakukan penghormatan kepada Tri Ratna, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar pernikahan di hadapan Tri Ratna dan para tamu undangan. Tahap berikutnya adalah pemasangan pita dan kain kuning pada kedua mempelai sebagai simbol dimulainya prosesi pemberkatan oleh orang tua dan Pandita Lokapalasraya. Dalam prosesi pemberkatan ini, kedua mempelai diberkati dengan air suci yang dipercikkan menggunakan daun beringin. Prosesi tersebut bertujuan untuk menyucikan batin dan pikiran, serta melambangkan harapan, doa, dan penyucian demi kehidupan rumah tangga yang harmonis. Setelah pemberkatan selesai, kedua mempelai menerima nasihat dari orang tua masing-masing, yang dikenal dengan istilah sungkeman. Setelah seluruh rangkaian upacara pernikahan selesai, pita kuning yang mengikat kedua mempelai dilepaskan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat keterangan perkawinan dan ikrar, serta diakhiri dengan penutupan. Kami menyaksikan seluruh proses pernikahan tersebut dengan penuh kekhidmatan dan rasa hormat. Melalui pengalaman ini, kami tidak hanya belajar mengenal budaya dan tradisi keagamaan yang berbeda dari yang biasa kami jumpai, tetapi juga memahami makna toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa KKM dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial yang beragam.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Kecil untuk Lingkungan: KKM Dharmabhakti 46 UIN Malang Gelar Pembuatan Eco Brick di Posko

MUHAMMAD ABYAN ADIL

Anggota KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan eco brick bersama di posko KKM pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Eco brick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sisa sampah plastik non-organik. Dalam kegiatan ini, anggota KKM mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti bungkus makanan dan plastik kemasan, kemudian memasukkannya ke dalam botol hingga padat dan rapi. Kegiatan pembuatan eco brick dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM terlibat aktif, mulai dari memilah sampah, membersihkan botol, hingga memadatkan sampah plastik ke dalam botol. Suasana posko terlihat ramai namun tetap tertib dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya belajar mengelola sampah dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah plastik yang biasanya dibuang kini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Eco brick yang telah dibuat nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan atau produk kreatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat. Kegiatan pembuatan eco brick ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan langkah sederhana dan dilakukan bersama-sama, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil namun berdampak besar.

Thumbnail
8 months ago
Menjemput "Haji Sehat": Catatan KKM dari Desa untuk Tanah Suci

MUHAMMAD FIRMAN ARDIANSYAH

Menjemput "Haji Sehat": Catatan KKM dari Desa untuk Tanah Suci Pernahkah kalian membayangkan bahwa di balik khidmatnya niat ibadah haji, ada tantangan fisik luar biasa yang menyerupai sebuah "maraton" panjang? Dari putaran Tawaf hingga perjalanan jauh menuju Wukuf, semuanya menuntut stamina yang tidak main-main. Fenomena inilah yang menggerakkan kami dalam program KKM kali ini untuk fokus pada satu misi besar, yaitu optimalisasi kesiapan fisik calon jemaah haji melalui program edukasi kesehatan dan monitoring gaya hidup sehat berbasis media audiovisual. Perjalanan kami dimulai di sebuah balai desa yang hangat, di mana kami menyadari bahwa edukasi kesehatan konvensional berupa ceramah seringkali sulit membekas di ingatan para lansia. Untuk itu, kami memutuskan untuk membawa "bioskop mini" sebagai metode utama. Melalui media audiovisual yang interaktif, kami menyajikan visualisasi nyata mengenai cuaca ekstrem di Tanah Suci, simulasi jarak tempuh antar-pos ibadah, hingga gerakan senam haji praktis yang bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus. Antusiasme warga pecah saat layar mulai menampilkan simulasi aktivitas fisik yang dikemas dengan bahasa lokal yang akrab. Salah satu calon jemaah bahkan berkelakar bahwa ia baru menyadari bahwa jalan kaki setiap pagi bukan sekadar olahraga biasa, melainkan cara "menabung" tenaga agar tidak mudah tumbang saat melaksanakan rukun haji nantinya. Di titik inilah kami menyadari bahwa kekuatan visual mampu mengubah perspektif seseorang terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebelum keberangkatan. Namun, kami paham bahwa edukasi tanpa pemantauan hanyalah teori yang cepat hilang ditelan waktu. Oleh karena itu, kami meluncurkan program monitoring gaya hidup sehat secara berkala dengan mengunjungi rumah-rumah jemaah satu per satu. Dalam kunjungan tersebut, kami melakukan pengecekan tekanan darah, memantau catatan aktivitas harian, serta memberikan bimbingan gizi seimbang agar mereka tetap bertenaga tanpa risiko kambuhnya penyakit penyerta seperti kolesterol atau asam urat. Ada rasa haru yang mendalam ketika melihat semangat para jemaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia, dengan bangga menunjukkan catatan langkah kaki harian mereka kepada kami. Program ini pada akhirnya bukan hanya sekadar tugas kuliah atau pengabdian masyarakat belaka, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa niat suci mereka didukung oleh raga yang tangguh. Kami berharap, melalui inovasi audiovisual dan pendampingan ini, setiap jemaah dapat berangkat dengan senyum dan pulang dengan predikat haji mabrur yang sehat walafiat.

Thumbnail
8 months ago
UMKM Kerupuk Miler dan Masakan Rumahan Mulai Proses Sertifikasi Halal Bersama KKM Nuswara

ROFI`UL HANAN ASROWIYAH

Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan survey rumah produksi Bu Prapti pada Selasa (13/1/2026) sebagai bagian dari proses pengajuan sertifikasi halal. Kegiatan dilakukan untuk memastikan setiap bahan dan produk yang diproses memenuhi standar kelayakan sebelum diajukan kelembaga verifikasi nasional. Survey lapangan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di rumah produksi yang sehari-harimemproduksi berbagai olahan pangan siap saji. Seluruh anggota kelompok turut terlibat aktif dalam proses pendataan, didampingi langsung oleh mentor sertifikasi halal, Ustad Ihwanoratama Bella Indriasandi, S.Hum., M.Hum., yang memberikan arahan teknis serta regulasi terkait prosedur sertifikasi. Dalam pelaksanaannya, tim KKM melakukan identifikasi produk secara menyeluruh,mulai dari jajanan ringan hingga masakan harian yang dijual di warung Bu Prapti. Diantara produk yang didata adalah kerupuk miler, keripik singkong, sayur lodeh, sayurpedas, aneka tumis, jamur krispi, ayam krispi, dan kulit krispi, termasuk pengelolaan bahan baku yang digunakan dalam setiap olahan. Pendataan mencakup rincian bahan dapur yang digunakan dalam produksi, seperti jenis minyak goreng, tepung, penyedap rasa, hingga garam dapur. Mayoritas bahan pokok yang digunakan UMKM ini tercatat 95 persen telah memiliki identitas halal, antara lain minyak Sunco, tepung Segitiga Biru, kaldu sapi Royco, serta garam Kapal. Informasi ini menjadi dasar pemetaan awal sebelum diproses dalam sistem resmi. Setelah pendataan dilakukan, seluruh informasi dimasukkan ke dalam platform perizinan Online Single Submission (OSS) untuk memperoleh Nomor Izin Berusaha (NIB). Proses berlanjut dengan penginputan komponen bahan ke dalam Sihalal, sistem milik Badan Penyelenggara Jaminan Halal (BPJH), sebagai tahap formal pengajuan sertifikasi halal. Hasil verifikasi data akan diproses oleh pusat, dan sertifikasi halal diperkirakan terbit paling cepat dalam kurun waktu tiga minggu. Melalui pendampingan ini, KKM 184 berharap langkah administrasi yang sedang dilakukan dapat membantu UMKM Bu Prapti meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas kepercayaan konsumen melalui legalitas halal yang terstandar