Thumbnail
3 months ago
Bukan Sekadar Posyandu: Mahasiswa KKN UIN Malang Racik Jus Herbal Penurun Hipertensi untuk Lansia

AISYAH NUR AFNI

PANDANWANGI (10-01/2026) – Mahasiswa KKN 09-Karsa Nawasena UIN Malang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat di wilayah RW 13, Kecamatan Pandanwangi. Jika biasanya kegiatan Posyandu hanya diisi dengan timbang badan dan imunisasi, kehadiran mahasiswa KKN UIN Malang memberikan warna baru yang lebih segar. Melalui kolaborasi dengan kader Posyandu setempat menghadirkan inovasi berupa minuman kesehatan berbasis buah dan herbal untuk balita serta lansia.    Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan antusiasme warga yang cukup tinggi. Mahasiswa KKN turut serta mendampingi warga dalam mengikuti alur pelayanan Posyandu yang sistematis mulai dari kedatangan dan pendaftaran, pemeriksaan medis meliputi pemeriksaan fisik, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, hingga konsultasi kesehatan.    Fokus utama kegiatan kali ini adalah edukasi gizi melalui pembuatan jus segar. Bagi masyarakat umum dan anak-anak, mahasiswa menyediakan jus melon dan jambu yang kaya akan vitamin C dan antioksidan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Namun, yang paling menarik perhatian adalah racikan khusus bagi para penderita lansia hipertensi.   Kehadiran menu unik ini sempat memancing rasa penasaran warga. "Apa sih sebenarnya hanya hipertensi itu? Lalu, dari bahan-bahan apa saja jus ini dibuat sehingga bisa berkhasiat?" tanya Pak Endro, salah satu warga lansia yang hadir. Menanggapi pertanyaan tersebut, tim KKN menjelaskan bahwa mereka membuat jus herbal dengan komposisi kompleks yang terdiri dari:  Buah-buahan: Apel, belimbing, nanas, jeruk nipis, dan buah plum.  Sayuran: Wortel, timun, dan seledri.   Bumbu Herbal: Bawang merah dan bawang putih tunggal Bahan-bahan ini dipercaya secara turun-temurun dan melalui referensi kesehatan dapat membantu menurunkan tekanan darah serta melancarkan aliran darah.   Tidak hanya fokus pada gizi, mahasiswa KKN juga aktif membantu teknis pelaksanaan Posyandu dengan juga dalam penanganan balita hingga mengajak anak-anak berinteraksi agar tidak takut saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang telah antusias memeriksakan kesehatannya, siswa membagikan jus dan bubur kacang hijau kepada setiap pasien yang telah selesai menjalani rangkaian pemeriksaan di Posyandu.   "Inisiatif pembuatan jus sehat ini bagus. Saya juga sangat terbantu dengan adanya siswa yang mendampingi balita, sehingga proses pemeriksaan terasa lebih tenang dan lancar," ungkap seorang warga RW 13 saat ditemui di lokasi.   Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga RW 13 Pandanwangi. Para lansia mengaku terkesan dengan rasa jus herbal yang unik, sementara para ibu merasa terbantu dengan kehadiran siswa dalam menjaga anak-anak mereka selama antrean.

Thumbnail
3 months ago
Belajar Lebih Dekat dengan Masyarakat: Pengalaman Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Selama KKM

NITI MURNI KUSUMANINGRUM

Salah satu pengalaman paling berkesan selama kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah ketika kami berkesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan langsung kepada masyarakat menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Pada saat ini, saya melakukan pemeriksaan POCT kepada Bapak Nurkolis dan Ibu Nur Khasanah di kediaman mereka. Pemeriksaan dilakukan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Berbeda dengan suasana klinik atau rumah sakit, pemeriksaan kesehatan di rumah warga memberikan pengalaman tersendiri karena kami harus menyesuaikan cara komunikasi agar lebih mudah dipahami dan tidak menimbulkan kecemasan. Selama pemeriksaan kami juga tidak lupa untuk memberikan edukasi terkait kesehatan seperti angka kecukupan gizi perharinya (AKG), dan kebutuhan glukosa harian. Selain POCT kami juga melakukan pengukuran tekanan darah dan penimbangan berat badan pada CJH Selain bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, kegiatan ini juga menjadi sarana skrining awal bagi masyarakat agar lebih menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hasil pemeriksaan yang diperoleh langsung kami jelaskan kepada Bapak Nurkolis dan Ibu Nur Khasanah dengan bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang diberikan tidak hanya terfokus pada hasil pemeriksaan, tetapi juga penerapan pada pola hidup sehat seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta pentingnya menjaga keseimbangan asupan gizi sesuai kebutuhan tubuh. Melalui kegiatan pemeriksaan ini, saya memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik langsung di masyarakat. Interaksi secara langsung dengan warga mengajarkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya mengajarkan keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan komunikasi, empati, dan pendekatan yang humanis.

Thumbnail
3 months ago
Jalan bersama CJH

NICO DWI PURNOMO

Di pagi yang cerah, CJH atas nama Bapak Rapi'i dan Ibu Enis bersedia untuk melakukan jalan sehat bersama. Kegiatan dilakukan pukul 09.00, tepat setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Selama kegiatan ini, saya secara langsung mendampingi Bapak Rapi'i saling berbagi pengalaman dan saya juga menyempatkan untuk bertanya terkait dengan masalah kesehatan dan melakukan edukasi terkait masalah tersebut. Setelah berjalan berkisar 1 jam, kami memutuskan untuk berkumpul kembali dan beristirahat sembari melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan.  

Thumbnail
3 months ago
Pemeriksaan dan Monitoring Kesehatan Calon Jamaah Haji Selama Masa Tunggu

ERICKO PURWO WIBOWO

Bagi calon jamaah haji, masa tunggu bukan sekadar deretan angka di kalender, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang sudah dimulai jauh sebelum kaki berpijak di tanah suci. Di sebuah sudut ruang yang hangat, saya mahasiswa kedokteran bersama mahasiswa farmasi dengan jas almamater biru gelapnya tengah menjalankan sebuah tugas mulia yaitu menjaga kesehatan calon jamaah haji agar istitoah. Pemeriksaan kesehatan hari itu dimulai dengan suasana kekeluargaan. Seorang bapak dan ibu dengan duduk tenang saat kami tegang dan kami memeriksa jari tangannya untuk memeriksa glukosa darah. Bagi saya, angka yang muncul di layar glukometer bukan sekadar statistik medis. Itu adalah indikator kesiapan. Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil selama masa tunggu adalah bentuk ikhtiar agar saat hari keberangkatan tiba, fisik tidak menjadi penghalang bagi khusyuknya ibadah. Tak hanya pemeriksaan fisik, tetapi juga edukasi menjadi pilar utama. Saya bersama kelompok memberikan sebuah buku saku “Buku Kesehatan Calon Jamaah Haji”. Buku saku tersebut berisi panduan praktis: cara menjaga hidrasi, tips manajemen kelelahan, hingga pola makan yang harus dijaga selama di tanah suci. Penyerahan buklet ini menjadi simbol kepedulian kami sekelompok kepada mereka yang akan menempuh perjalanan jauh. Selain edukasi, kami juga memantau kesehatan secara berkala selama masa tunggu untuk memastikan bahwa setiap keluhan kecil dapat ditangani lebih awal. Dengan pemeriksaan yang rutin, masa tunggu yang panjang tidak lagi diisi dengan kecemasan akan kondisi fisik, melainkan diisi dengan persiapan yang matang dan rasa tenang.

Thumbnail
3 months ago
Pendampingan Kesehatan selama Masa Tunggu Keberangkatan Haji bersama KKM HIPE FKIK UIN Malang

DHIA KAMILA HALISA PUTRI

Kelompok 45 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Hajj Interprofessional Education (HIPE) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pendampingan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sisir, Kota Batu. Kegiatan ini berlangsung pada 23 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 di bawah bimbingan Apt. Abdul Hakim, S.Si., M.P.I., M.Farm. Kelompok 45 terdiri dari mahasiswa lintas program studi, yaitu kedokteran dan farmasi, sebagai bentuk penerapan kolaborasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan. Program ini difokuskan pada pendampingan dua calon jamaah haji (CJH) di Desa Sisir dengan tujuan mempertahankan istita’ah kesehatan selama masa tunggu keberangkatan. Pelaksanaan KKM Integrasi ini didukung oleh Dinas Kesehatan, KBIH, Kementerian Agama Kota Batu, serta Pusat Kesehatan Masyarakat setempat. Kegiatan utama meliputi pemantauan kesehatan rutin, evaluasi pola makan dan aktivitas fisik, serta edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Edukasi diberikan melalui video dan poster kesehatan, termasuk informasi obat yang perlu dibawa saat ibadah haji dan edukasi terkait kolesterol. Selain itu, digunakan buku monitoring kesehatan untuk mencatat pola makan, aktivitas olahraga, hasil pemeriksaan kesehatan, serta materi singkat mengenai penyakit tidak menular. Pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala melalui pemeriksaan tanda-tanda vital, tekanan darah, kadar glukosa, asam urat, dan kolesterol. Evaluasi program dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai dampak intervensi terhadap peningkatan kesehatan CJH. Program ini mendapatkan respons positif dari calon jamaah haji karena pendampingan dilakukan secara personal dan berkelanjutan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana penerapan ilmu kedokteran dan farmasi secara langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Diharapkan, program KKM Integrasi FKIK UIN Malang ini dapat menjadi model pendampingan kesehatan CJH berbasis kolaborasi interprofesional.

Thumbnail
3 months ago
Langkah Pagi Menyusuri Pemandangan dan Kebersamaan

ABU BAKAR

Pagi itu kami memulai jalan sehat bersama Calon Jamaah Haji (CJH) dengan latar pemandangan pegunungan dan udara yang masih segar. Suasananya tenang dan menyenangkan, membuat kegiatan terasa ringan meskipun rutenya cukup panjang. Sepanjang perjalanan, kami saling berbincang, bercanda, dan menikmati suasana sekitar, sehingga rasa lelah hampir tidak terasa. Di tengah kegiatan, kami menyelipkan edukasi singkat tentang pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan, terutama untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh sebagai persiapan ibadah haji. Banyak CJH yang antusias bertanya dan berbagi cerita seputar keluhan kesehatan yang sering mereka alami. Interaksi ini membuat kegiatan terasa lebih hidup dan bermakna, karena tidak hanya berfokus pada jalan sehat, tetapi juga pada proses saling belajar. Kebersamaan selama jalan sehat ini menjadi momen yang berkesan selama KKM. Kami belajar membangun komunikasi yang baik, memahami kondisi masyarakat, serta merasakan langsung dinamika kegiatan lapangan. Suasana akrab yang terjalin membuat kegiatan sederhana ini terasa lebih hangat dan penuh kenangan.