Thumbnail
3 months ago
Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji (CJH)

ACHMAD KHIDIR AFANDI

Alhamdulillah, saya merasa terkesan telah diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam istithaah CJH 2026.  Saya merasa skill yang saya dapatkan di kuliah dapat terimplementasi dengan baik di program ini.

Thumbnail
3 months ago
Langkah Pagi, Pelajaran Seumur Hidup

MOHD KHAWARIZMI

Pengalaman KKN yang nggak akan terlupa  Bersama calon jamaah haji bapak riwantoyo yang luar biasa, diajak jalan pagi ±7,5 km dan MasyaAllah… beliau masih kuat, semangat, dan penuh senyum. Banyak pelajaran tentang kesehatan, kebersamaan, dan ikhtiar mempersiapkan diri menuju tamu Allah. Terima kasih atas kebersamaan dan inspirasinya, semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran menuju tanah suci.

Thumbnail
3 months ago
Berjalan Bersama Cerita Pendampingan dalam Momen Pendidikan dan Kebersamaan Calon Jamaah Haji Kota Batu

MUHAMAD IBNU MALKAN

Pada Sabtu, 31 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertempat di kediaman Ny. Maria Ulfa. Kegiatan ini diikuti oleh lima mahasiswa, yakni Devalino Aryaputra Ardi Wibowo (230703110020), Himmatul ’Ulya Nabila Putri Salsabilah (230703110021), Muhamad Ibnu Malkan (230701110005), Tsania Fatimatus Zahra Ramadhanti (230703110018), serta M. Farhan Nur Hidayat (230703110019). Pelaksanaan KKM ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada upaya peningkatan kesadaran serta pemantauan kondisi kesehatan secara berkelanjutan.   Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran tanda-tanda vital berupa tekanan darah dan suhu tubuh. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan Point of Care Testing (POCT) yang mencakup pemeriksaan kadar glukosa darah, asam urat, dan kolesterol. Tidak hanya pemeriksaan fisik, mahasiswa juga melaksanakan wawancara kesehatan untuk menggali riwayat dan kebiasaan kesehatan responden, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan secara langsung.   Materi edukasi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran, penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, serta upaya pemantauan kondisi kesehatan secara mandiri sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyakit. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran responden dalam menjaga kesehatannya secara berkelanjutan.   Seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapatkan respons yang positif dari responden. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan, dokumentasi berupa foto selama kegiatan berlangsung turut dilampirkan sebagai bukti pendukung yang sah.

Thumbnail
3 months ago
Mendampingi Calon Jamaah Haji: Pengalaman Berharga Selama KKM

HAIDAR ZIDAN ALFAWWAZ

Selama menjalani KKM, salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya adalah mendampingi seorang Calon Jamaah Haji (CJH) dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, serta pemantauan kondisi fisik secara berkala. Melalui pendampingan ini, saya belajar untuk lebih teliti dan bertanggung jawab dalam memantau kesehatan seseorang secara berkelanjutan. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan dievaluasi untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan CJH dari waktu ke waktu. Selain itu, saya juga memberikan edukasi sederhana mengenai pola makan sehat, pentingnya minum air putih yang cukup, istirahat teratur, serta aktivitas fisik ringan sebagai persiapan menghadapi ibadah haji. Pendampingan ini tidak hanya menambah pengalaman saya di bidang kesehatan, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan komunikasi yang baik. Saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam membantu mempersiapkan CJH agar lebih siap secara fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pengalaman ini menjadi salah satu momen berharga selama KKM yang mengajarkan saya bahwa perhatian kecil dan pendampingan yang konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan seseorang.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan", Klik untuk baca: https://www.kompasi

MUKHAMMAD FAHMI ULUM SAIDA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Thumbnail
3 months ago
Ketahanan Keluarga Dimulai dari Cara Bicara, Kelompok KKM 112 UIN Malang Gelar Sosialisasi Psikologi Keluarga

NAJWA ROHMAH

Program Penguatan Family Corner kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat peran masjid dalam membangun ketahanan keluarga. Kegiatan Sosialisasi Psikologi Keluarga yang diselenggarakan oleh Kelompok KKM 112 UIN MALANG dengan tema “Ketahanan Keluarga Dimulai dari Cara Bicara” ini dilaksanakan pada 16 Januari 2026 dan diikuti oleh Jamaah Aisyiyah Ranting Gadang dan juga pengurus Family Corner Masjid Al-Falah Gadang. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog keluarga, khususnya dalam membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi ketahanan keluarga.   Pemateri dalam kegiatan ini, Risma Nur Arifah, menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, permasalahan keluarga sering berawal dari hal-hal kecil yang tidak tersampaikan dengan baik. “Komunikasi itu sangat penting. Hal-hal yang menurut kita kecil saja sebenarnya harus tetap dikomunikasikan,” ujarnya dalam pemaparan. Lebih lanjut, Risma menyoroti pentingnya melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan di dalam keluarga. Ia menilai dominasi orang tua tanpa ruang dialog justru dapat meningkatkan ikatan emosional dalam keluarga. “Kita harus melibatkan pendapat anak dalam pengambilan keputusan atau diskusi di rumah. Hal sekecil apa pun sebisa mungkin melibatkan mereka agar anak merasa dihargai dan tidak merasa pendapatnya tidak berpengaruh karena peran orang tua yang terlalu dominan. Maka dari itu, anak harus dilibatkan,” jelasnya.   Dalam kesempatan tersebut, Risma juga menjelaskan bahwa keberadaan Family Corner menjadi alternatif baru bagi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Kota Malang, dalam menyelesaikan permasalahan keluarga secara damai. “Family Corner adalah salah satu alternatif baru bagi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya Kota Malang, karena proses mediasi bisa dilakukan di masjid atau Family Corner tanpa harus langsung ke meja hijau,” tegasnya.   Menurutnya, kehadiran Family Corner di lingkungan masjid diharapkan mampu menurunkan angka perceraian di Kota Malang serta menjadikan masjid sebagai pusat penyelesaian berbagai persoalan umat. “Masjid harus berperan dalam segala hal. Harapannya, setiap orang yang memiliki masalah, ketika masuk masjid, maka masalahnya bisa selesai,” tambahnya.   Melalui kegiatan sosialisasi ini, Family Corner diharapkan semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang konsultasi, mediasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelatihan sosial dan ketahanan keluarga.