Thumbnail
3 months ago
Mendampingi Calon Jamaah Haji: Pengalaman Berharga Selama KKM

HAIDAR ZIDAN ALFAWWAZ

Selama menjalani KKM, salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya adalah mendampingi seorang Calon Jamaah Haji (CJH) dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, kolesterol, serta pemantauan kondisi fisik secara berkala. Melalui pendampingan ini, saya belajar untuk lebih teliti dan bertanggung jawab dalam memantau kesehatan seseorang secara berkelanjutan. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan dievaluasi untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan CJH dari waktu ke waktu. Selain itu, saya juga memberikan edukasi sederhana mengenai pola makan sehat, pentingnya minum air putih yang cukup, istirahat teratur, serta aktivitas fisik ringan sebagai persiapan menghadapi ibadah haji. Pendampingan ini tidak hanya menambah pengalaman saya di bidang kesehatan, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan komunikasi yang baik. Saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam membantu mempersiapkan CJH agar lebih siap secara fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pengalaman ini menjadi salah satu momen berharga selama KKM yang mengajarkan saya bahwa perhatian kecil dan pendampingan yang konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan seseorang.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan", Klik untuk baca: https://www.kompasi

MUKHAMMAD FAHMI ULUM SAIDA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Thumbnail
3 months ago
Ketahanan Keluarga Dimulai dari Cara Bicara, Kelompok KKM 112 UIN Malang Gelar Sosialisasi Psikologi Keluarga

NAJWA ROHMAH

Program Penguatan Family Corner kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat peran masjid dalam membangun ketahanan keluarga. Kegiatan Sosialisasi Psikologi Keluarga yang diselenggarakan oleh Kelompok KKM 112 UIN MALANG dengan tema “Ketahanan Keluarga Dimulai dari Cara Bicara” ini dilaksanakan pada 16 Januari 2026 dan diikuti oleh Jamaah Aisyiyah Ranting Gadang dan juga pengurus Family Corner Masjid Al-Falah Gadang. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog keluarga, khususnya dalam membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi ketahanan keluarga.   Pemateri dalam kegiatan ini, Risma Nur Arifah, menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, permasalahan keluarga sering berawal dari hal-hal kecil yang tidak tersampaikan dengan baik. “Komunikasi itu sangat penting. Hal-hal yang menurut kita kecil saja sebenarnya harus tetap dikomunikasikan,” ujarnya dalam pemaparan. Lebih lanjut, Risma menyoroti pentingnya melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan di dalam keluarga. Ia menilai dominasi orang tua tanpa ruang dialog justru dapat meningkatkan ikatan emosional dalam keluarga. “Kita harus melibatkan pendapat anak dalam pengambilan keputusan atau diskusi di rumah. Hal sekecil apa pun sebisa mungkin melibatkan mereka agar anak merasa dihargai dan tidak merasa pendapatnya tidak berpengaruh karena peran orang tua yang terlalu dominan. Maka dari itu, anak harus dilibatkan,” jelasnya.   Dalam kesempatan tersebut, Risma juga menjelaskan bahwa keberadaan Family Corner menjadi alternatif baru bagi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya di Kota Malang, dalam menyelesaikan permasalahan keluarga secara damai. “Family Corner adalah salah satu alternatif baru bagi masyarakat Muslim Indonesia, khususnya Kota Malang, karena proses mediasi bisa dilakukan di masjid atau Family Corner tanpa harus langsung ke meja hijau,” tegasnya.   Menurutnya, kehadiran Family Corner di lingkungan masjid diharapkan mampu menurunkan angka perceraian di Kota Malang serta menjadikan masjid sebagai pusat penyelesaian berbagai persoalan umat. “Masjid harus berperan dalam segala hal. Harapannya, setiap orang yang memiliki masalah, ketika masuk masjid, maka masalahnya bisa selesai,” tambahnya.   Melalui kegiatan sosialisasi ini, Family Corner diharapkan semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang konsultasi, mediasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelatihan sosial dan ketahanan keluarga.

Thumbnail
3 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

EVA FITRIANA

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.

Thumbnail
3 months ago
Menyapa Pagi Bersama KKM Kelompok 35: Jalan Sehat Menuju Istita'ah Haji

AMBROSIA IRHAM TRIDENANG LIESWARI

Batu (25-01/2026)  kami memulai kegiatan sejak pukul 05.00 hingga sekitar 06.30. Udara yang masih segar, suasana yang tenang, serta cahaya matahari yang perlahan muncul memberikan energi positif untuk memulai hari. Jalan pagi ini tidak hanya menjadi rutinitas fisik, tetapi juga ruang untuk berbincang, berbagi cerita, dan membangun kedekatan antara mahasiswa KKM dengan calon jamaah haji. Perjalanan yang ditempuh terasa ringan karena dilakukan bersama-sama. Tawa, semangat, dan saling menyemangati menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap langkah yang kami ambil. Dari sinilah kami menyadari bahwa kesehatan tidak hanya dibangun dari aktivitas fisik, tetapi juga dari dukungan sosial dan suasana hati yang baik.  Bagi calon jamaah haji, kesiapan fisik merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai kondisi istitaah, yaitu kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental, dan finansial. Ibadah haji menuntut aktivitas berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh, terutama saat thawaf, sa’i, serta mobilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Oleh karena itu, latihan fisik ringan seperti jalan pagi menjadi langkah awal yang sangat bermanfaat. Melalui kegiatan ini, kami turut memantau daya tahan berjalan, kekuatan otot, serta respons tubuh terhadap aktivitas fisik. Pemantauan sederhana seperti frekuensi napas, tingkat kelelahan, dan kemampuan mempertahankan ritme berjalan memberikan gambaran awal mengenai kesiapan fisik calon jamaah haji. Selain itu, jalan pagi juga membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, memperbaiki sirkulasi darah, serta menjaga kestabilan tekanan darah. Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas tidur, pengendalian stres, dan perasaan lebih bugar sepanjang hari. Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, jalan pagi ini menghadirkan nilai kebersamaan yang hangat. Kami belajar mendengarkan cerita kehidupan, harapan, serta persiapan spiritual Ibu Analiyawati dalam menyambut perjalanan suci ke Tanah Suci. Interaksi ini mengingatkan kami bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada empati, komunikasi, dan pendampingan manusiawi. Bagi kami sebagai mahasiswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata tentang pendekatan promotif dan preventif dalam kesehatan haji. Pendampingan sederhana seperti mengajak jalan pagi dapat memberikan dampak besar bagi kesiapan fisik dan mental calon jamaah.  

Thumbnail
3 months ago
Senam Bersama CJH (Calon Jamaah Haji)

ADINDA DEVANDY

Di hari terakhir kami kunjungan ini yang paling berkesan. Kami di ajarkan banyak sekali kisah dan pelajaran hidup dari Bapak asep dan Bu Faridah. Setelah dilakukan tes kesehatan, Post test kita lanjutkan dengan berjalan pagi sekaligus makan bersama. Benar-benar pengalaman yang indah, terimakasih bapak ibu.