Thumbnail
3 months ago
Pojok Buku TPQ Masjid Miftahul Jannah

ALYA ZAHROTUL MUFIDA

Pojok Buku : sebagai Upaya Meningkatkan Literasi, Adab dan Akhlak Anak anak TPQ Miftahul Jannah Program Pojok Buku merupakan salah satu agenda kerja mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, adab dan akhlak serta meningkatkan budaya literasi di kalangan anak-anak TPQ Miftahul Jannah. Program ini diwujudkan melalui pemberian dan penyediaan buku bacaan dan bergambar supaya lebih menarik untuk anak anak dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran tambahan di luar kegiatan mengaji. Buku-buku yang disalurkan dalam kegiatan Pojok Buku terdiri atas berbagai jenis bacaan edukatif yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak-anak TPQ, seperti buku cerita anak, pengetahuan dasar, serta tentang bagaimana adab adab sehari hari. Kehadiran Pojok Buku diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih variatif dan menyenangkan, sehingga anak-anak tidak hanya terbiasa membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ketertarikan terhadap aktivitas membaca secara umum. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kerja sama antara mahasiswa KKM 15 UIN Malang dan pengelola TPQ Miftahul Jannah sebagai upaya memastikan bahwa Pojok Buku dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain sebagai fasilitas membaca, Pojok Buku juga diharapkan menjadi ruang edukatif yang mendukung pembentukan karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini. Melalui program Pojok Buku ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan literasi anak-anak TPQ Miftahul Jannah sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
KKM Aruna Dorong Inovasi Digital Lewat Launching SIMANTAP dan Jumeneng Batik

MAYSA FARRAS ADILA

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.  Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
3 months ago
Isra Mi’raj sebagai Ruang Kolaborasi: Harmoni Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Desa Sidodadi

SALMA HANIFAH MAEMUNA

SIDODADI, GEDANGAN – Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda rutin keagamaan. Di Desa Sidodadi, momentum sakral ini menjadi ruang kebersamaan dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Melalui kerja sama antara mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pemuda Arum Baghti, dan masyarakat setempat, peringatan Isra Mi'raj tahun ini berlangsung khidmat sekaligus penuh makna.   Kegiatan yang digelar di Desa Sidodadi ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, pemuda, hingga anak-anak. Antusiasme warga terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan acara. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama terselenggaranya kegiatan ini, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat desa. Mahasiswa UIN Malang yang terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan acara, mulai dari penyusunan konsep kegiatan, acara teknis, hingga pendampingan selama berlangsungnya peringatan Isra Mi'raj. Kehadiran pelajar tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra belajar bagi masyarakat, khususnya generasi muda desa. Sementara itu, pemuda Arum Baghti menjadi motor penggerak dalam mengoordinasikan pemuda dan masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara pelajar dan warga, memastikan sekaligus kegiatan berjalan sesuai dengan nilai-nilai lokal yang dijunjung masyarakat Sidodadi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemuda desa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial dan keagamaan. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sholawat, tausiyah Isra Mi'raj, serta doa bersama. Dalam tausiyah yang disampaikan, nilai-nilai Isra Mi'raj ditekankan sebagai pengingat akan pentingnya keimanan, kedisiplinan dalam beribadah, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan tersebut tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga sosial, terutama dalam membangun masyarakat yang rukun dan saling menghargai. Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidodadi menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial. Sinergi antara pelajar, pemuda, dan masyarakat menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekedar seremonial, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama tentang arti kolaborasi, pengabdian, dan kebersamaan. Harapannya, kerja sama seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Persekutuan, kolaborasi antara mahasiswa UIN Malang, pemuda Arum Baghti, dan masyarakat Desa Sidodadi dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan positif lainnya. Dengan demikian, nilai-nilai Isra Mi'raj tidak hanya diperingati, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. Penulis: Tim Media KKN 87 Prabaswara Lokasi: Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kec. Gedangan.  

Thumbnail
3 months ago
KKM Aruna Dorong Inovasi Digital Lewat Launching SIMANTAP dan Jumeneng Batik

SITI ASMAUL KHUSNAH

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.    Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna)   Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan.   Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo.   Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital.   Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup.   Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
3 months ago
Peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Ngebruk: Menumbuhkan Nilai Keislaman Melalui Lomba Adzan dan Merangkai Kalima

ARDHINA ASYFIYAUN NAJAH

Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) UIN Malang Kelompok 108 menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026 bertempat di Kantor Balai Desa Ngebruk. Kegiatan ini disusun dalam dua rangkaian utama, yaitu pembukaan peringatan Isra’ Mi’raj dan perlombaan Isra’ Mi’raj yang diikuti oleh delegasi TPQ Desa Ngebruk, sebagai bentuk upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat.   Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan acara pada pukul 15.00 WIB yang menandai dimulainya seluruh kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj. Acara kemudian dipandu oleh pembawa acara untuk memastikan seluruh rangkaian berlangsung secara tertib dan khidmat. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an menjadi bagian awal acara sebagai pembuka keberkahan serta penguat nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ketua KKM, serta perwakilan BPD Desa Ngebruk. Dalam sambutan tersebut disampaikan pesan-pesan keagamaan, apresiasi kepada kelompok KKM dan peserta, serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj yang dikombinasikan dengan kegiatan perlombaan bernuansa edukatif dan religius.   Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan harapan agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Doa juga menjadi pengingat akan pentingnya meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Setelah rangkaian pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Isra’ Mi’raj yang meliputi lomba adzan dan lomba merangkai kalimat. Sebelum perlombaan dimulai, panitia memberikan pengarahan teknis serta pengaturan tempat lomba agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.   Pelaksanaan lomba berlangsung mulai pukul 15.40 WIB hingga selesai, disertai dengan dokumentasi kegiatan sebagai bahan laporan dan arsip. Melalui kegiatan perlombaan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan keberanian, keterampilan, serta pemahaman keislaman secara positif dan konstruktif. Dengan terselenggaranya kegiatan peringatan dan perlombaan Isra’ Mi’raj ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi peserta dan masyarakat Desa Ngebruk, serta menjadi sarana penguatan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan pendidikan karakter Islami.

Thumbnail
3 months ago
Dalam Rangka Isra’ Mi’raj 1447 H, TPQ Al Muhajirin Selenggarakan Festival Santri Selama Dua Hari

ISNAINI RAHMANATUSSA`ADAH NASTITI AHMAD

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 H di kawasan Perumahan Dirgantara Permai berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Muhajirin berhasil mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk “Festival Anak Sholeh” yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu (21/01/2026) dan Kamis (22/01/2026). Berpusat di area Masjid Al Muhajirin, acara ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana syiar keislaman, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat serta kreativitas sejak usia dini. Hari Pertama: Menumbuhkan Semangat Kompetisi dan Sportivitas Pelaksanaan hari pertama diwarnai atmosfer persaingan yang sehat. Santri-santri ambil bagian dalam beragam perlombaan bernuansa religi yang telah dipersiapkan panitia. Beberapa kategori yang dipertandingkan antara lain lomba mewarnai kaligrafi untuk anak usia dini, tahfidz surat pendek, serta lomba adzan dan iqomah. Partisipasi para santri tampak begitu tinggi. Ruang kelas TPQ pun dialihfungsikan menjadi panggung untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Salah satu pengurus TPQ Al Muhajirin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri anak saat tampil di hadapan publik sekaligus mengevaluasi hafalan yang telah mereka pelajari. Hari Pertama: Memahami Sejarah melalui Media Visual dan Kuis Selain kompetisi, agenda hari pertama juga diarahkan pada penguatan wawasan sejarah Islam dengan pendekatan yang interaktif. Kelas TPQ diubah menjadi “bioskop mini” untuk kegiatan nonton bersama film animasi yang mengisahkan perjalanan agung Isra’ Mi’raj. Para santri terlihat fokus mengikuti tayangan yang menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Penggunaan media visual dipilih agar materi sejarah lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak. Kemeriahan semakin terasa ketika sesi kuis dimulai setelah pemutaran film. Mahasiswa KKM mengajukan sejumlah pertanyaan terkait tayangan tersebut, disambut santri yang berlomba mengangkat tangan demi menjawab dan memperoleh hadiah menarik. Hari Kedua: Lantunan Tilawah dan Pesan Spiritual Memasuki hari kedua, suasana acara terasa lebih khidmat dan seremonial. Kegiatan diawali dengan penampilan grup hadrah yang melantunkan sholawat, menghadirkan nuansa religius di sekitar masjid. Kekhusyukan berlanjut pada pembacaan ayat suci Al-Qur’an melalui tilawah dan qiraatil Qur’an yang dibawakan dengan merdu. Lantunan tersebut menjadi pembuka yang menenangkan sebelum memasuki agenda utama. Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, tausiyah mengenai hikmah Isra’ Mi’raj kali ini disampaikan oleh perwakilan Mahasiswa KKM ARKADIAKARSA. Dengan gaya bahasa yang jelas dan mudah dipahami, mereka menekankan pentingnya menunaikan salat lima waktu sebagai amanah istimewa dari peristiwa Mi’raj bagi umat Islam. Dalam penyampaiannya, perwakilan mahasiswa berharap para santri tidak sekadar mengetahui kisahnya, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Nabi serta membiasakan diri menjalankan salat. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Penutupan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan sinergi antara pengurus TPQ Al Muhajirin dan mahasiswa UIN Malang dalam menanamkan nilai-nilai keislaman serta semangat mencintai agama kepada generasi muda.