ISNAINI RAHMANATUSSA`ADAH NASTITI AHMAD
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 H di kawasan Perumahan Dirgantara Permai berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Muhajirin berhasil mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk “Festival Anak Sholeh” yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu (21/01/2026) dan Kamis (22/01/2026). Berpusat di area Masjid Al Muhajirin, acara ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana syiar keislaman, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat serta kreativitas sejak usia dini. Hari Pertama: Menumbuhkan Semangat Kompetisi dan Sportivitas Pelaksanaan hari pertama diwarnai atmosfer persaingan yang sehat. Santri-santri ambil bagian dalam beragam perlombaan bernuansa religi yang telah dipersiapkan panitia. Beberapa kategori yang dipertandingkan antara lain lomba mewarnai kaligrafi untuk anak usia dini, tahfidz surat pendek, serta lomba adzan dan iqomah. Partisipasi para santri tampak begitu tinggi. Ruang kelas TPQ pun dialihfungsikan menjadi panggung untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Salah satu pengurus TPQ Al Muhajirin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun rasa percaya diri anak saat tampil di hadapan publik sekaligus mengevaluasi hafalan yang telah mereka pelajari. Hari Pertama: Memahami Sejarah melalui Media Visual dan Kuis Selain kompetisi, agenda hari pertama juga diarahkan pada penguatan wawasan sejarah Islam dengan pendekatan yang interaktif. Kelas TPQ diubah menjadi “bioskop mini” untuk kegiatan nonton bersama film animasi yang mengisahkan perjalanan agung Isra’ Mi’raj. Para santri terlihat fokus mengikuti tayangan yang menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Penggunaan media visual dipilih agar materi sejarah lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak. Kemeriahan semakin terasa ketika sesi kuis dimulai setelah pemutaran film. Mahasiswa KKM mengajukan sejumlah pertanyaan terkait tayangan tersebut, disambut santri yang berlomba mengangkat tangan demi menjawab dan memperoleh hadiah menarik. Hari Kedua: Lantunan Tilawah dan Pesan Spiritual Memasuki hari kedua, suasana acara terasa lebih khidmat dan seremonial. Kegiatan diawali dengan penampilan grup hadrah yang melantunkan sholawat, menghadirkan nuansa religius di sekitar masjid. Kekhusyukan berlanjut pada pembacaan ayat suci Al-Qur’an melalui tilawah dan qiraatil Qur’an yang dibawakan dengan merdu. Lantunan tersebut menjadi pembuka yang menenangkan sebelum memasuki agenda utama. Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, tausiyah mengenai hikmah Isra’ Mi’raj kali ini disampaikan oleh perwakilan Mahasiswa KKM ARKADIAKARSA. Dengan gaya bahasa yang jelas dan mudah dipahami, mereka menekankan pentingnya menunaikan salat lima waktu sebagai amanah istimewa dari peristiwa Mi’raj bagi umat Islam. Dalam penyampaiannya, perwakilan mahasiswa berharap para santri tidak sekadar mengetahui kisahnya, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Nabi serta membiasakan diri menjalankan salat. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Penutupan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan sinergi antara pengurus TPQ Al Muhajirin dan mahasiswa UIN Malang dalam menanamkan nilai-nilai keislaman serta semangat mencintai agama kepada generasi muda.
ELYZA INAYATUL AULYA
Malang – Pendidikan tentang karakter dan nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga sangat penting diwasitaskan sejak usia emas. Setelah memahami hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 "ARKADIAKARSA" dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi dengan tema "Aku Anak Sholeh yang Toleran" di KB-TK Dirgantara, pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2026 Kegiatan yang diadakan di dalam ruang kelas ini dirancang dengan cara yang menarik dan menyenangkan, sesuai dengan cara berpikir anak-anak usia dini. Mahasiswa KKM tidak menggunakan bahasa teori yang sulit, melainkan cara bercerita dan analogi yang mudah dipahami oleh para siswa. Dalam sesi itu, para siswa yang mengenakan seragam olahraga berwarna merah muda (pink) terlihat sangat antusias dan tertarik dengan cerita yang beredar. Seorang mahasiswa KKM duduk di depan para siswa, berbicara dengan antusias dan memberikan materi mengenai pentingnya mencintai teman, menghormati orang tua, serta tidak melakukan tindakan terhadap orang lain dengan cara yang berbeda. Suasana kelas hidup terasa namun kondusif. Para siswa duduk berkeliling di atas karpet, mendengarkan dengan penuh hormat penjelasan dari adik siswa. Di dinding kelas dipasang berbagai poster edukatif, seperti "Stop Bullying" dan "Komunikasi", yang sesuai dengan materi tentang moderasi yang dibahas, yaitu menciptakan lingkungan yang tenang dan bebas kekerasan sejak usia dini. Sosialisasi ini diintegrasikan dengan materi pelajaran sekolah secara alami dan menarik. Hari itu, di kelas, para siswa sedang belajar tentang tema "Kendaraan Udara", termasuk roket, helikopter, dan pesawat jet yang dibahas di papan tulis. Mahasiswa KKM menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan nilai-nilai tentang cara mengasuh anak dan sikap sopan serta beradab. Misalnya, mengajarkan bahwa seperti berbagai jenis pesawat yang terbang di udara yang sama tanpa saling diundang, manusia juga berbeda-beda, namun tetap harus hidup bersama secara rukun. Dengan cara visual dan cerita, kami ingin mengajarkan bahwa perbedaan itu indah. Harapan kami, nilai-nilai ini akan ikut mereka bawa sampai mereka dewasa nanti, menjadi generasi yang moderat dan memiliki akhlak yang baik,” kata perwakilan mahasiswa KKM setelah kegiatan tersebut. Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dari KKM Arkadiakarsa dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan Dirgantara, sehingga memastikan perkembangan seimbang antara aspek kognitif dan afektif siswa.
DINA ANGELINA
Masjid Al Muhajirin Dirgantara kembali menunjukkan fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat. Takmir Masjid dan Klinik Jantung Hasna Medika Malang mengadakan Sosialisasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pemeriksaan Kesehatan Jantung Gratis bagi warga dan jemaah di Perumahan Dirgantara Permai pada hari Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman masjid ini disambut dengan baik oleh masyarakat, terutama kalangan lanjut usia, yang merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit kardiovaskular. Dalam melancarkan aksinya, panitia pelaksana telah mengubah tempat tenda di halaman masjid menjadi tempat kesehatan terbuka yang nyaman. Tenda-tenda didirikan untuk melindungi masyarakat dari sinar matahari dan membuat antrean menjadi tenang dan nyaman. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan fasilitas yang fleksibel untuk orang yang menggunakan kursi roda, panitia memastikan bahwa semua anggota masyarakat dapat dilayani dengan baik. Dalam sesi sosialisasinya, Perwakilan Edukasi Jantung Sehat dari Klinik Jantung Hasna Medika Malang menekankan pentingnya diagnosis dini. Klinik juga mengedukasi pada masyarakat tentang pola hidup sehat dan tanda-tanda awal gangguan jantung melalui program CSR ini. Sinergi untuk Umat: Kegiatan ini menunjukkan bagaimana institusi keagamaan dan penyedia layanan kesehatan bekerja sama. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penduduk Dirgantara karena memungkinkan mereka untuk mendapatkan layanan spesialis jantung yang lebih mudah diakses, yang sebelumnya memerlukan antrean panjang ke rumah sakit. Sekarang, layanan ini tersedia langsung di halaman masjid mereka. Diharapkan kolaborasi rutin antara Masjid Al Muhajirin dan Klinik Jantung Hasna Medika akan menjadikan masjid sebagai pusat kesehatan komunitas yang tangguh.
PANDU AGUNG SAKTI
Kegiatan Posyandu yang secara rutin dilaksanakan di Balai Dusun Umbulsari, Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare merupakan salah satu wadah komunikasi yang efektif antara orang tua dengan tenaga kesehatan yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Pada Hari Kamis, 08/01/2026 kegiatan posyandu dibulan Januari terlaksana dengan dihadiri oleh para orang tua dan anak usia dini, dibantu oleh Bidan Desa Kaliasri serta Mahasiswa KKM 67 UIN Malang. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Mahasiswa KKM 67 UIN Malang sebagai wadah berinteraksi langsung dengan para orang tua serta memerhatikan secara langsung tumbuh kembang anak usia dini melalui pengecekan berkala berat dan tinggi badan, serta imunisasi sebagai salah satu usaha pencegahan penyakit berbahaya sejak dini. Momen ini juga digunakan sebagai sarana aktif berkomunikasi dengan Bidan Desa Kaliasri serta Kader Posyandu dalam melakukan rutinan pengecekan berkala setiap bulannya. Antusiasme Warga Dusun Umbulsari menarik perhatian dan semangat Mahasiswa KKM 67 UIN Malang dalam bersosialisasi secara langsung dan berbagi pengetahuan tentang pencegahan stunting pada anak usia dini. Tak hanya itu, Mahasiswa juga berkomunikasi aktif dengan para orang tua sehingga dapat membagikan pengalamannya selama merawat anak yang masih berusia dini. Tidak hanya itu, Bidan Desa Kaliasri juga memberikan tambahan ilmu serta menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam pencegahan stunting pada anak usia dini. Pada 1000 hari kehidupan bayi sejak dalam kandungan sampai berusia 2 tahun merupakan usia emas yang harus diperhatikan oleh orang tua. Melalui sosialisasi pencegahan stunting ini, menjadikan pengingat bagi orang tua untuk melakukan gerakan pencegahan stunting. Hal-hal yang harus dilakukan berupa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, MPASI yang bergizi disertai ASI hingga usia 2 tahun. Selain itu, pencegahan terhadap penyakit juga perlu diperhatikan dengan cara melakukan imunisasi berkala di posyandu terdekat, rajin mencuci tangan serta memastikan lingkungan yang ditinggali bersih dan layak, serta rutin melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak. Dengan adanya sosialisasi pencegahan stunting tersebut, diharapkan para orang tua memperhatikan kembali bahaya stunting yang mungkin terjadi pada anak usia dini, serta berbagi pengalaman sebagai orang tua kepada Mahasiswa KKM 67 UIN Malang dalam melakukan pencegahan stunting pada anak usia dini.
NADYA `IZZATIL `ULYA
Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional. Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.
M. HISYAM AL FIRDAUS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.