Thumbnail
3 months ago
Pendekatan Orang Tua dalam Edukasi Kesehatan Anak : Langkah KKM 67 UIN Malang Menuju Generasi Bebas Stunting.

PANDU AGUNG SAKTI

Kegiatan Posyandu yang secara rutin dilaksanakan di Balai Dusun Umbulsari, Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare merupakan salah satu wadah komunikasi yang efektif antara orang tua dengan tenaga kesehatan yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Pada Hari Kamis, 08/01/2026 kegiatan posyandu dibulan Januari terlaksana dengan dihadiri oleh para orang tua dan anak usia dini, dibantu oleh Bidan Desa Kaliasri serta Mahasiswa KKM 67 UIN Malang. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Mahasiswa KKM 67 UIN Malang sebagai wadah berinteraksi langsung dengan para orang tua serta memerhatikan secara langsung tumbuh kembang anak usia dini melalui pengecekan berkala berat dan tinggi badan, serta imunisasi sebagai salah satu usaha pencegahan penyakit berbahaya sejak dini. Momen ini juga digunakan sebagai sarana aktif berkomunikasi dengan Bidan Desa Kaliasri serta Kader Posyandu dalam melakukan rutinan pengecekan berkala setiap bulannya. Antusiasme Warga Dusun Umbulsari menarik perhatian dan semangat Mahasiswa KKM 67 UIN Malang dalam bersosialisasi secara langsung dan berbagi pengetahuan tentang pencegahan stunting pada anak usia dini. Tak hanya itu, Mahasiswa juga berkomunikasi aktif dengan para orang tua sehingga dapat membagikan pengalamannya selama merawat anak yang masih berusia dini. Tidak hanya itu, Bidan Desa Kaliasri juga memberikan tambahan ilmu serta menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam pencegahan stunting pada anak usia dini. Pada 1000 hari kehidupan bayi sejak dalam kandungan sampai berusia 2 tahun merupakan usia emas yang harus diperhatikan oleh orang tua. Melalui sosialisasi pencegahan stunting ini, menjadikan pengingat bagi orang tua untuk melakukan gerakan pencegahan stunting. Hal-hal yang harus dilakukan berupa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, MPASI yang bergizi disertai ASI hingga usia 2 tahun. Selain itu, pencegahan terhadap penyakit juga perlu diperhatikan dengan cara melakukan imunisasi berkala di posyandu terdekat, rajin mencuci tangan serta memastikan lingkungan yang ditinggali bersih dan layak, serta rutin melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak. Dengan adanya sosialisasi pencegahan stunting tersebut, diharapkan para orang tua memperhatikan kembali bahaya stunting yang mungkin terjadi pada anak usia dini, serta berbagi pengalaman sebagai orang tua kepada Mahasiswa KKM 67 UIN Malang dalam melakukan pencegahan stunting pada anak usia dini.

Thumbnail
3 months ago
KKM 39 Aruna Dorong Inovasi Digital Lewat Launching SIMANTAP dan Jumeneng Batik

NADYA `IZZATIL `ULYA

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.  Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
3 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

M. HISYAM AL FIRDAUS

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.

Thumbnail
3 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

ALFAIZ ADYUTA PRADANA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.

Thumbnail
3 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

ROHANI LAILIL MUFARRICHA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.

Thumbnail
3 months ago
Ruang Ekspresi Anak-Anak TPQ Desa Gunungsari dalam Proker Lomba Irsa' Miraj KKM Samudaya 107

ELVIN AULIA FIRDAUSI

Peringatan Isra' Mi'raj bukan hanya soal mengenang peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga momentum edukatif untuk menanamkan nilai keagamaan sejak dini. Berangkat dari gagasan tersebut, KKM Samudaya 107 menyelenggarakan rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang melibatkan anak-anak TPQ dan masyarakat selama dua hari, tepatnya pada 15--16 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang belajar dan ekspresi bagi anak-anak TPQ. Pendekatan yang digunakan KKM Samudaya 107 menitikberatkan pada partisipasi aktif anak, sehingga nilai keagamaan tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi juga dialami langsung melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Pada 15 Januari 2026, rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai lomba yang diikuti oleh anak-anak TPQ. Tiga jenis lomba diselenggarakan, yaitu lomba adzan, lomba sambung ayat, dan lomba mewarnai. Ketiga lomba ini dipilih dengan pertimbangan aspek usia, kemampuan, serta nilai edukatif yang ingin ditanamkan. Lomba adzan dan sambung ayat diarahkan untuk melatih keberanian tampil, kefasihan bacaan, serta kepercayaan diri anak-anak dalam praktik ibadah. Sementara itu, lomba mewarnai menjadi ruang ekspresi kreatif yang memberi kesempatan bagi anak-anak TPQ untuk menyalurkan imajinasi mereka dalam suasana kompetitif yang sehat. Sepanjang pelaksanaan lomba, KKM Samudaya 107 berperan sebagai pendamping dan panitia, memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Antusiasme anak-anak terlihat jelas, baik dari jumlah peserta maupun semangat mereka saat mengikuti setiap perlombaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat, kompetitif secara positif, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan. Memasuki 16 Januari 2026, kegiatan Isra' Mi'raj mencapai puncaknya. Acara diisi dengan majelis sholawat dan pengajian, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, anak-anak TPQ, serta para orang tua. Momen ini menjadi ruang refleksi bersama tentang makna Isra' Mi'raj, khususnya dalam konteks pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda. Setelah rangkaian pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya. Proses ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan keberanian anak-anak TPQ, tetapi juga menjadi penguatan bahwa proses belajar patut dihargai. Rangkaian kegiatan Isra' Mi'raj yang diselenggarakan KKM Samudaya 107 berjalan dengan lancar dan tertib. Kolaborasi antara mahasiswa, anak-anak TPQ, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara edukatif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini, KKM Samudaya 107 berharap nilai-nilai Isra' Mi'raj tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter anak-anak TPQ dalam kehidupan sehari-hari.