DIVA ADILA AULYA RAMADHANI
Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.
KHUSNUL KHOTIMAH
Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diikuti oleh jajaran pengurus OSIM dan PH ekstrakurikuler MTsN 4 Blitar berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2026 di kawasan Candi Kotes dan Situs Sukosewu sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan sekaligus pengenalan sejarah dan budaya kepada para peserta. LDKS merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan membentuk karakter kepemimpinan siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan melatih mental, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempererat hubungan antar pengurus OSIM maupun PH ekstrakurikuler. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi teladan yang baik bagi siswa lainnya di lingkungan sekolah. Kegiatan LDKS dipanitiai oleh Kawah Condrodimuko KWB Popoh Sukosewu yang menghadirkan berbagai materi edukatif dan aktivitas menarik. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi tentang kepemimpinan yang membahas pentingnya sikap tanggung jawab, komunikasi, kerja sama tim, dan jiwa organisasi. Materi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat mengikuti dengan antusias dan lebih mudah memahami isi materi yang diberikan. Selain materi kepemimpinan, peserta juga diajak mengenal sejarah Candi Kotes dan Situs Sukosewu. Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai sejarah dan budaya daerah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Para peserta tampak antusias saat mendengarkan penjelasan mengenai sejarah situs serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan seni tradisional seperti gamelan sebagai bagian dari budaya lokal yang masih terus dilestarikan hingga saat ini. Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya berbagai aktivitas outbound yang melatih kekompakan dan kerja sama antar kelompok. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat. Setelah itu, peserta mengikuti berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk melatih komunikasi, strategi, dan kekompakan tim dalam menyelesaikan tantangan bersama. Gelak tawa dan sorak semangat terdengar selama kegiatan berlangsung sehingga menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Tidak hanya permainan kelompok, peserta juga mengikuti outbound air yang menjadi salah satu kegiatan paling seru dan menarik perhatian peserta. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk saling membantu, membangun kepercayaan antar anggota kelompok, dan meningkatkan rasa kebersamaan. Meskipun melelahkan, seluruh peserta terlihat menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan LDKS ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan, tetapi juga pengalaman berharga bagi para peserta untuk belajar bekerja sama, menghargai sesama, dan memperkuat solidaritas antar siswa. Dengan perpaduan materi, pembelajaran sejarah, budaya, dan kegiatan outbound, acara ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi seluruh peserta.
SITI MARYAM
FITK INSIGHT – Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Grup Dasavartha langsung memulai aktivitas tanpa jeda setibanya di Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA), Malaysia. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan transit selama 17 jam di Bandara Changi, Singapura, sepuluh mahasiswa tersebut langsung mengikuti rapat perdana pada Kamis (2/4) pukul 07.30 waktu setempat di Bilik Mesyurat Maahad. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun arah dan strategi pengabdian mereka selama kurang lebih satu bulan ke depan dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan asistensi mengajar luar negeri yang difasilitasi oleh International Office and Student Affairs (IOSA) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rapat yang berlangsung hingga pukul 14.00 waktu setempat tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari perkenalan anggota Dasavartha, pemaparan tujuan program, hingga penyusunan rencana kerja selama berada di MIA. Selain itu, pihak Maahad juga menyampaikan aturan dan tata tertib yang harus dipatuhi selama mahasiswa menjalankan aktivitas di lingkungan pesantren. “Rapatnya panjang tapi sangat produktif. Kami merasa dihargai karena dilibatkan sejak awal dalam penyusunan program,” ujar Siti Maryam, salah satu anggota Dasavartha. Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kunjungan ke B.A.R.A.T, pusat pengembangan wirausaha di lingkungan Maahad. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai unit bisnis yang dikelola secara mandiri oleh pesantren, seperti kafe, butik, barber shop, mini market My Souq, hingga Anjung Raihan Homestay. Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai konsep kewirausahaan berbasis pesantren. “Kami ingin Dasavartha tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memahami pentingnya kemandirian ekonomi,” ujar salah satu pengelola B.A.R.A.T. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa, yang melihat langsung bagaimana sebuah pesantren modern mengintegrasikan pendidikan dengan kemandirian ekonomi. Mereka mengaku mendapatkan banyak inspirasi yang dapat diterapkan di Indonesia, baik di lingkungan kampus maupun pesantren. Kegiatan hari pertama ini pun menjadi fondasi penting sebelum mereka mulai terjun langsung mendampingi proses pembelajaran di kelas bersama para santri pada hari berikutnya, sekaligus memperkuat peran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar dalam ekosistem pendidikan yang lebih luas.[iz]
KARTIKA ANGGUN ADIBA LEWAR
Kegiatan KKM dilaksanakan dalam bentuk seminar dengan tema “Tinta Iman: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern.” Seminar ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI SMAIQU Al-Bahjah Cirebon. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai karya tulis ilmiah serta pentingnya kemampuan menulis ilmiah di era modern. Seminar dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2026, bertempat di Aula LPD Al-Bahjah Cirebon. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM menyampaikan materi mengenai pengertian karya tulis ilmiah, jenis-jenis karya tulis ilmiah, serta tujuan penulisan karya ilmiah. Pembahasan dalam seminar lebih terfokus pada dua bentuk karya tulis ilmiah, yaitu makalah dan paper. Pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan pengertian makalah dan makalah serta penjelasan mengenai struktur penulisannya. Melalui penjelasan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami susunan dasar dalam penulisan makalah dan makalah sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menyusun karya tulis ilmiah secara lebih terarah dan sistematis.
SAFIRA LULU NAIMAH
Blitar, 25 April 2026 — Kelompok KKM Pradaya Cakrawala Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja inovatif dengan membantu UMKM kecil dalam penerapan QRIS sebagai solusi pembayaran modern. Di era digital saat ini, penggunaan QRIS semakin meluas, namun masih ada pelaku UMKM yang belum menggunakannya sehingga konsumen kerap kesulitan ketika tidak membawa uang tunai. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM Pradaya Cakrawala hadir memberikan pendampingan dan edukasi kepada UMKM agar dapat memanfaatkan QRIS sebagai sarana transaksi yang lebih praktis, aman, dan efisien. Program ini dilaksanakan pada 25 April 2026 dengan melibatkan sejumlah UMKM di sekitar Blitar. Mahasiswa tidak hanya membantu proses pendaftaran QRIS, tetapi juga memberikan sosialisasi mengenai manfaat dan cara penggunaannya. Antusiasme pelaku UMKM terlihat jelas, karena mereka menyadari bahwa QRIS dapat memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan profesionalisme usaha. Melalui kegiatan ini, KKM Pradaya Cakrawala berharap UMKM kecil semakin siap menghadapi perkembangan teknologi finansial dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inisiatif ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk mendukung digitalisasi UMKM demi kemajuan ekonomi lokal.
SAFINATUS SULFA
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang penuh keberkahan, tidak hanya untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga untuk berbagi manfaat dengan sesama. Hal inilah yang dilakukan oleh kelompok Vidya Cakra, Asistensi Mengajar 51, melalui kegiatan pengabdian di TPQ Nurul Huda, yang berlokasi di Sukoreno, Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, mulai 23 Februari 2026 hingga 12 Maret 2026, dan menjadi salah satu pengalaman yang penuh makna bagi seluruh anggota kelompok. Melalui program ini, mahasiswa hadir untuk membantu proses pembelajaran anak-anak TPQ sekaligus memeriahkan suasana Ramadan dengan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius. Kolaborasi Lintas Program Studi Kelompok Vidya Cakra dipimpin oleh Ahmad Nasta'in Billah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Bersama beliau, kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota dari berbagai program studi, yaitu Luqyana Lutfi Hana dan Safinatus Sulfa dari Pendidikan Agama Islam, Khusnul Khotimah dari Pendidikan Bahasa Arab, Isna Miftahatur Rizqoh dari Tadris Matematika, serta Muhammad Zaidan Zamzami Nur dan Chandra Achmad Zulfany Bayhaqi dari Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kerja sama tim yang solid selama kegiatan berlangsung. Mendampingi Santri Belajar Mengaji Setiap sore, mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang magrib, kegiatan pembelajaran di TPQ berlangsung dengan penuh antusias. Mahasiswa perempuan bertugas mendampingi anak-anak TPQ dalam menyetorkan sorogan, baik bacaan iqra', Al-Qur'an, maupun hafalan surat-surat pendek. Suasana belajar terasa hangat dan menyenangkan. Anak-anak datang dengan semangat untuk membaca, memperbaiki makhraj, dan menambah hafalan mereka. Pendampingan ini menjadi momen penting untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an para santri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Tadarus Bersama di Bulan Suci Di sisi lain, mahasiswa laki-laki turut berpartisipasi dalam kegiatan tadarus Al-Qur'an bersama masyarakat dan santri TPQ. Tadarus dilakukan setiap sore hingga menjelang waktu berbuka puasa, menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk dan penuh keberkahan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Pengalaman yang Berkesan Bagi kelompok Vidya Cakra, pengalaman mengajar di TPQ Nurul Huda bukan sekadar menjalankan program asistensi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang berharga. Melihat semangat anak-anak dalam belajar mengaji, mendengar hafalan mereka yang semakin lancar, hingga merasakan kebersamaan dalam tadarus menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Ramadan kali ini mengajarkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana, namun memberikan dampak yang besar. Melalui kegiatan ini, kelompok Vidya Cakra berharap dapat memberikan manfaat bagi anak-anak TPQ dan masyarakat sekitar. Semoga pengalaman selama Ramadan ini menjadi langkah kecil yang membawa keberkahan serta menumbuhkan semangat untuk terus berbagi ilmu dan kebaikan.