FIRDAUSI NUZULA
Gelak tawa dan sorak-sorai santri memenuhi ruangan ketika para mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari UIN Malang menggelar lomba antar kelas sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mereka. Kegiatan lomba antar santri yang diselenggarakan di TPQ Al Mabrur menjadi momen penuh semangat dan antusiasme bagi para peserta dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar santri melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Berbagai jenis lomba digelar dengan menyesuaikan tingkat usia dan kemampuan santri. Tercatat ada tiga kategori lomba utama yang diikuti oleh santri dari kelas pra, diniyah, hingga tahfidz. Untuk kategori pertama, lomba diperuntukkan bagi kelas pra, yaitu anak usia dini sekitar 3--5 tahun. Pada kategori ini, lomba yang diadakan adalah lomba mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, motorik halus, serta mengenalkan anak pada suasana belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Dengan tema islami yang sederhana, anak-anak terlihat antusias menuangkan warna dan imajinasi mereka di atas kertas. Selanjutnya, untuk santri kelas diniyah diadakan lomba Olimpiade Mabadi' Fiqih. Lomba ini menguji pemahaman dasar santri terkait ilmu fiqih, seperti tata cara ibadah, hukum-hukum dasar dalam Islam, serta pengetahuan keagamaan sehari-hari. Dengan konsep kompetisi yang edukatif, lomba ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus melatih kepercayaan diri santri dalam menjawab soal-soal keislaman. Sementara itu, bagi santri kelas tahfidz, diselenggarakan lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an). Lomba ini menjadi ajang bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Penilaian dalam MHQ meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur'an. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an. Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, keberanian tampil, serta mempererat kebersamaan antar santri. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan TPQ Al Mabrur dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan berdampak positif bagi perkembangan santri. kegiatan ini ditutup dengan penuh kebahagiaan melalui pembagian hadiah kepada para peserta dan apresiasi bagi seluruh santri yang telah berpartisipasi. Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya itu, kebersamaan yang terjalin antara santri, pengajar, dan mahasiswa KKM juga menjadi nilai berharga yang mempererat hubungan di lingkungan TPQ Al Mabrur. untuk kedepannya, kegiatan serupa direncanakan dapat menjadi agenda rutin, sehingga mampu menjaga semangat belajar santri secara berkelanjutan di tengah tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan berkembang. Teruslah berusaha, belajar, dan menggapai cita-cita dengan penuh keyakinan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. Semangat belajar, santri hebat!
MUHAMMAD ABID HAMDANI
Kisah Santri dalam Ramadhan Bahasa Tak semua santri berani bicara di depan umum. Tapi di Ramadhan ini, mereka membuktikan bahwa rasa gugup bisa berubah menjadi kepercayaan diri.Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak santri. Tidak sedikit yang merasa takut salah, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut. Padahal, kemampuan berbicara merupakan bekal penting, baik untuk kegiatan akademik, dakwah, maupun kehidupan sosial. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Dalwa menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Bahasa di Ma’had Darul Muttaqin MTsN 1 Pasuruan pada 23–28 Februari 2026. Sebanyak 117 santri terlibat dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan public speaking melalui materi Master of Ceremony (MC) dan pidato. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung praktik, mulai dari teknik vokal, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Santri yang awalnya tampak ragu perlahan mulai berani tampil. Mereka saling belajar, mencoba, dan menerima masukan dari fasilitator maupun teman sebaya. Perubahan mulai terlihat dari hari ke hari. Keberanian meningkat, cara berbicara semakin terstruktur, dan kepercayaan diri pun tumbuh. Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Ramadhan Bahasa yang menjadi panggung nyata bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri tampil sebagai MC Bahasa Inggris dan pembicara pidato dalam bahasa Arab di hadapan peserta dan pembina ma’had. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pendampingan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian. Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para santri berhasil tampil dengan percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membentuk karakter santri yang lebih berani, percaya diri, dan siap berperan di tengah masyarakat.
NAURA WAHDA ZAHIRA
Tak semua santri berani bicara di depan umum. Tapi di Ramadhan ini, mereka membuktikan bahwa rasa gugup bisa berubah menjadi kepercayaan diri. Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak santri. Tidak sedikit yang merasa takut salah, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut. Padahal, kemampuan berbicara merupakan bekal penting, baik untuk kegiatan akademik, dakwah, maupun kehidupan sosial. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Dalwa menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Bahasa di Ma’had Darul Muttaqin MTsN 1 Pasuruan pada 23–28 Februari 2026. Sebanyak 117 santri terlibat dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan public speaking melalui materi Master of Ceremony (MC) dan pidato. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung praktik, mulai dari teknik vokal, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Santri yang awalnya tampak ragu perlahan mulai berani tampil. Mereka saling belajar, mencoba, dan menerima masukan dari fasilitator maupun teman sebaya. Perubahan mulai terlihat dari hari ke hari. Keberanian meningkat, cara berbicara semakin terstruktur, dan kepercayaan diri pun tumbuh. Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Ramadhan Bahasa yang menjadi panggung nyata bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri tampil sebagai MC Bahasa Inggris dan pembicara pidato dalam bahasa Arab di hadapan peserta dan pembina ma’had. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pendampingan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian. Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para santri berhasil tampil dengan percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membentuk karakter santri yang lebih berani, percaya diri, dan siap berperan di tengah masyarakat. #Pendidikan #Santri #Ramadhan #PublicSpeaking #Mahasiswa #PengabdianMasyarakat
USAIDAH NAJMI
Kedah, Malaysia — Inovasi pembelajaran kembali disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui keikutsertaan dalam International Internship Program (IIP) 2026 yang dikelola oleh International Office and Students Affairs (IOSA) FITK. Pada bulan April 2026, mahasiswa IIP melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di Maahad Tahfiz Sains Taufikiyah Khairiah dengan menghadirkan konsep pembelajaran kreatif bertajuk “Fun Game” . Program ini dirancang untuk mengintegrasikan elemen permainan ke dalam proses belajar, sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi para siswa. Kegiatan berlangsung dengan penuh keceriaan dan semangat. Para siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih konsentrasi, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Mahasiswa IIP berperan sebagai fasilitator yang energik dan inovatif dalam mengemudikan permainan. Dengan metode interaktif, mereka berhasil menciptakan suasana kelas yang hidup, di mana siswa terlibat aktif dalam setiap aktivitas. Interaksi yang terbangun antara siswa dan siswa pun terasa akrab dan komunikatif. Program “Fun Game” ini juga menjadi sarana efektif dalam mengembangkan soft skill siswa, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan sportivitas. Selain itu, kegiatan ini membantu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan yang lebih santai namun tetap edukatif. Pihak Maahad Tahfiz Sains Taufikiyah Khairiah memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa FITK dalam menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif. Sementara itu, IOSA FITK menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mencetak calon pendidik yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pembelajaran di era global. Kegiatan “Fun Game” yang dilaksanakan mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Maahad Tahfiz Sains Taufikiyah Khairiah Malaysia menjadi bukti bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat memberikan dampak besar terhadap motivasi dan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kreatif ini, siswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang berkesan. Diharapkan, inovasi pembelajaran seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.
NABILATUL KHOIROH
Malang - Seminar berbasis pembelajaran (learning-based seminar) bertajuk "Pengaruh Distraksi Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja" digelar di perpustakaan MAN 2 Kota Malang, Selasa (28/4/2026) pukul 12.40 WIB. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari kelompok Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Niskala Madya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar ini diikuti oleh siswa kelas X-O MAN 2 Kota Malang sebagai partisipan utama. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mengingat topik yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Tiko Setiawan, founder Sanggar Kedanton Katikoan, yang juga merupakan mahasiswa aktif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang program studi Pendidikan IPS serta mengampu mata pelajaran Geografi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, hingga penurunan kepercayaan diri. Seminar ini dirancang tidak hanya sebagai penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang interaktif bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Metode learning-based yang digunakan memungkinkan siswa lebih aktif dalam memahami dampak distraksi digital serta cara mengelolanya secara bijak. Salah satu perwakilan panitia menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital. "Kami berharap peserta tidak hanya memahami dampaknya, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan yang lebih sehat dalam menggunakan media sosial," ujarnya. Seminar ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa melalui kegiatan Asistensi Mengajar dan KKM Niskala Madya yang berfokus pada penguatan literasi dan kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 2 Kota Malang, khususnya kelas X-O, dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital.
DIVA ADILA AULYA RAMADHANI
Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.