Thumbnail
4 months ago
KKM Aksara Bhakti UIN Malang Hadirkan Program Bilingual dan Tilawah Al-Qur’an di TPQ An-Nur Singosari

FAIZZATIN NURONIA

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksara Bhakti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ An-Nur yang berlokasi di 4M75+8PR, Pagetan, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Program Bilingual dan Program Tilawah Al-Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at mulai tanggal 20 Januari hingga 4 Mei 2026 dengan melibatkan kurang lebih 48 santri TPQ. Adapun jumlah santri kelas ula sebanyak 37 orang dan santri kelas wustho sebanyak 11 orang. Program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa dan pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri TPQ. Program Bilingual untuk Santri Kelas Ula Program pertama yang dilaksanakan yaitu Program Bilingual yang ditujukan kepada santri kelas ula. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajarkan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dikemas menggunakan lagu-lagu edukatif agar santri lebih mudah memahami dan menghafalkan kosa kata yang diajarkan. Suasana belajar yang ceria dan aktif membuat para santri terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran setiap pekannya. Program bilingual ini bertujuan untuk mengenalkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kepada para santri sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan bahasa di era modern saat ini. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri santri dalam mempelajari bahasa asing. Program Tilawah Al-Qur'an untuk Santri Kelas Wustho Selain program bilingual, kelompok KKM Aksara Bhakti juga melaksanakan Program Tilawah Al-Qur'an yang ditujukan kepada santri kelas wustho yang telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar. Dalam program ini, mahasiswa membimbing para santri untuk membaca Al-Qur'an secara baik dan benar dengan memperhatikan kaidah tartil, pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan suara ketika membaca Al-Qur'an. Para santri juga diberikan contoh bacaan tilawah agar mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih merdu dan penuh penghayatan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Muzammil ayat 4 yang berbunyi: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." Selain itu, program ini juga berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW: "Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian." Melalui program tersebut, diharapkan para santri mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Pelaksanaan Lomba sebagai Penutup Program Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kemampuan santri, kelompok KKM Aksara Bhakti menyelenggarakan perlombaan yang terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba bilingual dan lomba tartil Al-Qur'an. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh santri sesuai kategori perlombaan masing-masing. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman juara dan pembagian hadiah pada tanggal 9 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi para santri selama mengikuti program kegiatan. Antusiasme dan Perkembangan Santri Pelaksanaan program unggulan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri TPQ An-Nur. Antusias belajar santri mengalami peningkatan, khususnya dalam pembelajaran bilingual karena para santri tertarik dengan metode pembelajaran yang menggunakan lagu-lagu edukatif dan menyenangkan. Selain itu, para santri mulai mampu menghafalkan berbagai kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang telah diajarkan selama program berlangsung. Pada program tilawah, kemampuan membaca Al-Qur'an para santri juga mengalami peningkatan, baik dari segi pelafalan maupun keindahan bacaan. Hambatan dalam Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan program, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa KKM, di antaranya masih banyak santri yang belum dapat fokus dan mengikuti pembelajaran dengan cermat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia santri yang masih berada pada tahap anak-anak sehingga masih cenderung aktif bermain dan belum mampu sepenuhnya mengikuti pembelajaran secara serius. Meskipun demikian, mahasiswa KKM tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan kondusif agar para santri tetap tertarik mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menumbuhkan Generasi Qur'ani dan Berwawasan Bahasa Melalui dua program unggulan tersebut, kelompok KKM Aksara Bhakti berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan santri TPQ An-Nur, baik dalam bidang bahasa maupun pembelajaran Al-Qur'an. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang religius, berakhlak baik, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mempunyai wawasan bahasa yang dapat menunjang masa depan mereka di tengah perkembangan zaman.

Thumbnail
4 months ago
Gebyar Ramadhan dan Buka Bersama RTQ Yanbua Bersama AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maliki

SANDRINA MUTHOHAROH

Gebyar Ramadhan dan buka puasa bersama digelar oleh RTQ Yanbu’a Pondok Pesantren Miftahul Huda Singosari bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (9/3/2026) di Aula PPMH. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan para santri, asatidz, wali santri, serta mahasiswa peserta pengabdian masyarakat.   Kepala RTQ Yanbu’a, Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur, S.Ag., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para dewan asatidz dan asatidzah. Para santriwan dan santriwati mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan diawali pada sore hari dengan pembacaan istighosah yang diikuti seluruh santri dengan khidmat. Setelah itu, panitia membuka secara resmi rangkaian acara Gebyar Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan selama bulan suci. Memasuki sesi berikutnya, para santri menampilkan pembacaan Juz 30 yang dipadukan dengan permainan tebak ayat. Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur memandu langsung kegiatan tersebut dengan membacakan potongan ayat secara acak dari Juz 30 dan Juz 1, kemudian para santri diminta menebak serta melanjutkan ayat yang dibacakan. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin hidup karena para santri saling berlomba menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an mereka. Rangkaian acara berlanjut dengan penampilan Pildacil (Pidato Cilik) yang dibawakan oleh salah satu santriwati RTQ Yanbu’a, Vera Rahmadhani. Penampilan tersebut merupakan hasil latihan intensif yang dilakukan selama sepekan bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani tampil di depan umum serta menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Imam Syafi’i menyampaikan sambutan sekaligus mauidhoh hasanah kepada para santri. Ia mengajak seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berani memiliki cita-cita yang tinggi. “Seorang pelajar harus selalu rendah hati dalam mencari ilmu. Ilmu yang sejati tidak akan terpisah dari adab. Tanpa adab, ilmu akan kehilangan keberkahannya,” ujar Ustadz Imam Syafi’i dalam tausiyahnya. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan ngabuburit bersama melalui sesi tanya jawab berhadiah yang berkaitan dengan pengetahuan agama dan hafalan Al-Qur’an. Para santri tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, sehingga suasana semakin meriah dengan gelak tawa dan keceriaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme para santri serta dukungan para asatidz menjadikan Gebyar Ramadhan ini tidak sekadar momen berbuka bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, tim AM-KKM 41 Nuradaya juga menyampaikan refleksi bahwa dunia pendidikan sering kali penuh tantangan dan kelelahan. Namun, keceriaan dan ketulusan anak-anak saat belajar Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ladang kebaikan yang menghadirkan keikhlasan dan energi baru untuk terus menyebarkan manfaat bagi sesama.

Thumbnail
4 months ago
Gebyar Ramadhan dan Buka Bersama RTQ Yanbua Bersama AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maliki

FARKHATUL FITRIYAH SALSABILA RAHARJO

Gebyar Ramadhan dan buka puasa bersama digelar oleh RTQ Yanbu’a Pondok Pesantren Miftahul Huda Singosari bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (9/3/2026) di Aula PPMH. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan para santri, asatidz, wali santri, serta mahasiswa peserta pengabdian masyarakat.  kepala RTQ Yanbu’a, Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur, S.Ag., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para dewan asatidz dan asatidzah. Para santriwan dan santriwati mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan diawali pada sore hari dengan pembacaan istighosah yang diikuti seluruh santri dengan khidmat. Setelah itu, panitia membuka secara resmi rangkaian acara Gebyar Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan selama bulan suci. Memasuki sesi berikutnya, para santri menampilkan pembacaan Juz 30 yang dipadukan dengan permainan tebak ayat. Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur memandu langsung kegiatan tersebut dengan membacakan potongan ayat secara acak dari Juz 30 dan Juz 1, kemudian para santri diminta menebak serta melanjutkan ayat yang dibacakan. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin hidup karena para santri saling berlomba menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an mereka. Rangkaian acara berlanjut dengan penampilan Pildacil (Pidato Cilik) yang dibawakan oleh salah satu santriwati RTQ Yanbu’a, Vera Rahmadhani. Penampilan tersebut merupakan hasil latihan intensif yang dilakukan selama sepekan bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani tampil di depan umum serta menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Imam Syafi’i menyampaikan sambutan sekaligus mauidhoh hasanah kepada para santri. Ia mengajak seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berani memiliki cita-cita yang tinggi. “Seorang pelajar harus selalu rendah hati dalam mencari ilmu. Ilmu yang sejati tidak akan terpisah dari adab. Tanpa adab, ilmu akan kehilangan keberkahannya,” ujar Ustadz Imam Syafi’i dalam tausiyahnya. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan ngabuburit bersama melalui sesi tanya jawab berhadiah yang berkaitan dengan pengetahuan agama dan hafalan Al-Qur’an. Para santri tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, sehingga suasana semakin meriah dengan gelak tawa dan keceriaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme para santri serta dukungan para asatidz menjadikan Gebyar Ramadhan ini tidak sekadar momen berbuka bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, tim AM-KKM 41 Nuradaya juga menyampaikan refleksi bahwa dunia pendidikan sering kali penuh tantangan dan kelelahan. Namun, keceriaan dan ketulusan anak-anak saat belajar Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ladang kebaikan yang menghadirkan keikhlasan dan energi baru untuk terus menyebarkan manfaat bagi sesama.( Eno).  

Thumbnail
4 months ago
Seminar Anti-Bullying dan Mental Health di MINU Tratee Putera Gresik

FARAH AULIA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka.     Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka.  Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya.     Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri.     Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.  

Thumbnail
4 months ago
Seminar Anti-Bullying dan Mental Health di MINU Tratee Putera Gresik

NAILATURRIZQI AZZAKIYAH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka.     Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka.  Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya.     Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri.     Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM Pradaya Cakrawala UIN Malang Gelar Seminar Literasi untuk Siswa MI Perwanida

NISSAUL KHOIRIYAH

     Seminar Literasi merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MI Perwanida Blitar pada hari Jumat, 24/04/2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar, khususnya bagi siswa kelas 3. Dengan mengusung tema “Penguatan Literasi Sejak Dini sebagai Bekal Masa Depan”, seminar ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya membaca, menulis, serta membangun kebiasaan belajar yang positif sejak usia dini.      Kegiatan seminar dilaksanakan di Firdaus Hall dengan suasana yang hangat, ceria, dan penuh semangat. Sejak awal acara dimulai, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pemateri, yaitu Ustadzah Etik Elfia Endrawati, S.Pd., Gr. Dalam penyampaian materi, siswa diajak memahami bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang kemampuan memahami informasi, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas dan pola pikir yang baik.      Materi seminar disampaikan dengan metode yang interaktif dan menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan saat mengikuti kegiatan. Pemateri juga memberikan berbagai motivasi dan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Dengan cara tersebut, siswa menjadi lebih mudah memahami pentingnya membaca dan belajar sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung.      Setelah kegiatan seminar selesai, acara dilanjutkan dengan fun game berupa melengkapi cerita rumpang. Permainan ini dilakukan untuk melatih kemampuan membaca, memahami isi cerita, serta meningkatkan daya pikir dan kreativitas siswa. Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta untuk melengkapi bagian cerita yang kosong dengan jawaban yang sesuai. Suasana pun menjadi semakin meriah karena para siswa terlihat sangat bersemangat dan antusias saat mengikuti permainan bersama teman-temannya. Tidak hanya melatih kemampuan literasi, kegiatan ini juga mengajarkan kerja sama, konsentrasi, dan keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan.      Melalui Seminar Literasi dan fun game yang telah dilaksanakan, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai pentingnya literasi, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan minat membaca pada diri siswa. Dengan adanya program kerja ini, mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan serta membantu menciptakan generasi yang lebih cerdas, aktif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.