ADHIMAH LAILIYAH
Adanya penguatan kesehatan mental di lingkungan pesantren sangat diperlukan mengingat tidak hanya di lembaga umum saja melainkan di Pesantren ternyata juga diperlukan. Dalam upaya tersebut maka Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) unggulan fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aksara 255, menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi Santri dengan judul "Psycotalk: Ruang Empati 2026" sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi santri putri Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (29/1/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini berlangsung khidmat dan interaktif di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng Putri. Kegiatan Psikoedukasi ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang aman dan mendukung bagi santri untuk memahami isu kesehatan mental agar dapat mengenali emosi diri serta membangun empati dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Dimana program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKM ryang menitikberatkan pada penguatan aspek psikologis dan kesejahteraan emosional santri. Dalam pemaparannya, tim KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang Aksara menyampaikan materi psikoedukasi yang relevan dengan kehidupan santri, mulai dari pengenalan emosi, manajemen stres hingga pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas pendidikan dan aktivitas keagamaan yang padat. Bahkan materi disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami sehingga santri dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi tetapi kegiatan "Psycotalk: Ruang Empati 2026" ini juga menghadirkan sesi konseling dan pendampingan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi santri untuk menyampaikan keluh kesah, perasaan, maupun permasalahan yang selama ini mungkin sulit diungkapkan. Sehingga melalui pendekatan empatik dan tidak menghakimi maka santri Pondok Pesantren Tebuireng diajak untuk mengenali diri sendiri serta menemukan cara-cara sehat dalam menghadapi tekanan emosional. Kegiatan ini merupakan wujud dari salah satu proker besar KKM Aksara yang mana dari Abah Hj. Lukman selaku mudir Pondok pesantren Tebuireng menjelaskan bahwa diharapkan kegiatan ini lahir dari hasil observasi dan dialog awal dengan lingkungan pesantren. “Kami melihat pentingnya ruang aman bagi santri untuk berbicara tentang perasaan dan kondisi mental mereka. Pesantren tidak hanya mendidik aspek intelektual dan spiritual akan tetapi juga perlu sering berkomunikasi dengan santri agar dapat memperhatikan kesehatan mental santri,” ungkapnya. Adapun kegiatan Psikoedukasi ini memberikan respon positif terlihat dari antusiasme para santri putri yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Banyak santri yang aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta mengikuti sesi konseling dengan penuh keterbukaan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi kesehatan mental di lingkungan pesantren semakin relevan dan mendesak. Ditambahi pihak pesantren Tebuireng khususnya Putri Usatdzah Dian menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran Psychotalk yang dinilai mampu menjadi sarana pendukung dalam membentuk pribadi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional. Lingkungan pesantren yang sehat secara psikologis diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan harmonis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ini nantinya KKM Aksara 255 berharap santri putri Pondok Pesantren Tebuireng memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Serta diharapkan mampu menumbuhkan empati terhadap sesama, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Jombang, 31 Januari 2026 Ditulis Oleh: KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang #Psikoedukasi #PsychoTalk #Santri Tebuireng
LALU JAWIL KURNIAWAN
Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja di bidang pendidikan berupa kegiatan Shobahul Lughoh di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Program ini ditujukan untuk seluruh siswa-siswi madrasah sebagai upaya untuk memperkenalkan dan membiasakan penggunaan bahasa Arab. Shobahul Lughoh merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam satu minggu. Tepatnya setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 07.00-07.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difokuskan pada pembiasaan bahasa Arab sederhana yang dekat dengan aktivitas para siswa sehari-hari. Setiap kelas didampingi oleh masing-masing satu mahasiswa. Kelas 1 bersama kak Eralda, kelas 2 bersama kak Nana, kelas 3 bersama kak Fida, kelas 4 bersama kak Olive, kelas 5 bersama kak Lajan, dan kelas 6 bersama kak Candra. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan minat para siswa madrasah dalam mengenal bahasa Arab sejak usia dini. Sehingga, materi yang diajarkan dalam Shobahul Lughoh berisi kosakata-kosakata dasar dan ungkapan sederhana seperti salam, perkenalan, sapaan sehari-hari, serta kosakata benda dan aktivitas yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Materi sederhana ini disampaikan melalui media lagu, yang diharapkan akan lebih mudah dicerna dan membekas dimemori anak-anak. Siswa-siswi tampak antusias dan semangat dengan kegiatan shobahul lughah ini. Suasana belajar yang santai dan menyenangkan menambah rasa semangat para siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para guru MI Miftahul Jadid. Para guru menilai kegiatan Shobahul Lughoh dapat menjadi kegiatan pendukung pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKM dengan metode pembelajaran yang variatif dan sederhana diharapkan mampu menambah semangat belajar siswa di pagi hari.
EKA WIRDIYANI JAMILAH
Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja di bidang pendidikan berupa kegiatan Shobahul Lughoh di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Program ini ditujukan untuk seluruh siswa-siswi madrasah sebagai upaya untuk memperkenalkan dan membiasakan penggunaan bahasa Arab. Shobahul Lughoh merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam satu minggu. Tepatnya setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 07.00-07.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difokuskan pada pembiasaan bahasa Arab sederhana yang dekat dengan aktivitas para siswa sehari-hari. Setiap kelas didampingi oleh masing-masing satu mahasiswa. Kelas 1 bersama kak Eralda, kelas 2 bersama kak Nana, kelas 3 bersama kak Fida, kelas 4 bersama kak Olive, kelas 5 bersama kak Lajan, dan kelas 6 bersama kak Candra. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan minat para siswa madrasah dalam mengenal bahasa Arab sejak usia dini. Sehingga, materi yang diajarkan dalam Shobahul Lughoh berisi kosakata-kosakata dasar dan ungkapan sederhana seperti salam, perkenalan, sapaan sehari-hari, serta kosakata benda dan aktivitas yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Materi sederhana ini disampaikan melalui media lagu, yang diharapkan akan lebih mudah dicerna dan membekas dimemori anak-anak. Siswa-siswi tampak antusias dan semangat dengan kegiatan shobahul lughah ini. Suasana belajar yang santai dan menyenangkan menambah rasa semangat para siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para guru MI Miftahul Jadid. Para guru menilai kegiatan Shobahul Lughoh dapat menjadi kegiatan pendukung pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKM dengan metode pembelajaran yang variatif dan sederhana diharapkan mampu menambah semangat belajar siswa di pagi hari
DINI ANGGITA PUTRI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Family Corner di Masjid Muthohharun. Kegiatan ini diikuti oleh takmir Masjid Muthohharun serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Arunika Karsa 110, dilanjutkan sambutan dari Ketua Takmir Masjid Muthohharun yang menegaskan pentingnya inovasi program masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang aman dan solutif bagi jamaah. Dalam sambutannya, pihak takmir menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pelayanan sosial dan keluarga jika dikelola secara terstruktur dan kolaboratif. Materi inti disampaikan oleh Dr. H. Anas Fauzie, S.Ag., M.Pd. dari KUA kec. Sukun. Ia menjelaskan bahwa Family Corner merupakan konsep masjid ramah keluarga yang menekankan pendekatan preventif dan edukatif dalam menangani persoalan keluarga. Melalui Family Corner, masjid diharapkan mampu menjadi pusat edukasi, konsultasi, serta rujukan layanan keluarga yang berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan loka Dr. Anas Fauzie memaparkan empat fungsi utama Family Corner, yaitu fungsi edukatif, konsultasi, sosial, dan rujukan. Fungsi edukatif diwujudkan melalui edukasi parenting serta bimbingan pra dan pasca nikah. Fungsi konsultasi berfokus pada pendampingan masalah rumah tangga, sementara fungsi sosial menjadi ruang diskusi dan mediasi konflik keluarga. Adapun fungsi rujukan menghubungkan jamaah dengan lembaga terkait seperti KUA, tenaga kesehatan keluarga, hingga ahli hukum dan psikolog. Selain itu, dijelaskan pula manfaat Family Corner bagi masjid dan masyarakat. Bagi masjid, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup, fungsional, serta meningkatkan partisipasi jamaah lintas usia. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat. Dalam sesi pembahasan teknis, disampaikan rencana pembentukan struktur pengurus Family Corner yang melibatkan unsur takmir, remaja masjid, serta pendamping dari mahasiswa KKM. Pengelolaan administrasi dilakukan melalui sistem registrasi, peninjauan masalah, pendampingan, dan fasilitasi solusi. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan peran Masjid Muthohharun sebagai pusat pelayanan keluarga yang inklusif dan berkelanjutan.
MUHAMMAD IQBAL FUADI
26 Januari 2026 Kegiatan puncak Program PELITA (Pembelajaran Iman dan Tadarus Anak) dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2026, di TPQ Hidayatul Mubtadi-ien, Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Acara yang berlangsung pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi penutup rangkaian pendampingan keagamaan yang dilakukan mahasiswa KKM Mandiri Integrasi Kelompok 154 bersama anak-anak TPQ. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua pelaksana yang menyampaikan tujuan pelaksanaan puncak PELITA serta gambaran aktivitas yang akan diikuti peserta. Setelah itu, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok secara acak melalui metode berhitung, untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan di setiap pos pembelajaran. Pada pos pertama, peserta diminta membaca Al-Qur'an dan mendapatkan bintang sebagai bentuk penghargaan. Selanjutnya, anak-anak berpindah ke pos kedua untuk menghafalkan doa-doa yang sebelumnya telah diajarkan oleh siswa selama program PELITA berlangsung. Pos ketiga mengangkat materi kisah Nabi Muhammad SAW, dengan memberikan soal seputar sejarah dan keteladanan beliau. Sementara itu, pada pos keempat, peserta mengikuti permainan tebak gerakan wudhu sebagai pemahaman pemahaman praktik ibadah. Dokumentasi Keseruan Anak-Anak TPQ Hidayatul Mubtadi-ien Setelah seluruh pos selesai dilalui, anak-anak kembali dikumpulkan untuk mengikuti lomba kelompok yang berlangsung dengan penuh antusias. Kegiatan ini sekaligus menjadi penilaian akhir untuk menentukan pemenang peserta PELITA. Acara dilanjutkan dengan Beragam dari ustadzah TPQ Hidayatul Mubtadi-ien yang menyampaikan penghargaan atas pendampingan dan kontribusi mahasiswa KKM dalam kegiatan pembelajaran anak-anak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan sertifikat mitra kepada TPQ Hidayatul Mubtadi-ien sebagai bentuk kerja sama dan penghargaan atas kolaborasi yang telah terjalin. Dokumentasi Teman-teman KKM Kelompok 154 bersama Anak-anak serta Pengurus TPQ Hidayatul Mubtadi-ien Melalui puncak PELITA ini, mahasiswa KKM berharap nilai-nilai keimanan, semangat belajar, dan kebersamaan yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan bertahan di lingkungan TPQ dan masyarakat Desa Sumbersari. Dokumentasi Teman-teman KKM Kelompok 154 bersama Ustadz/Ustadzah TPQ Hidayatul Mubtadi-ien
ALYA ZHALVA PUSPITA SARI
Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi. Melalui seminar ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pada sesi edukasi BRUN, siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja. Selain itu, pembahasan mengenai stunting dan parenting juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Para narasumber menjelaskan dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya pola asuh yang tepat sejak dini. Meskipun peserta merupakan siswa SMP, materi ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka sekaligus menjadi bekal pengetahuan untuk masa depan serta dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah. Sosialisasi anti narkoba turut menjadi agenda utama dalam seminar tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, siswa diajak untuk lebih waspada dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/alyazhalva2109/698c88f134777c6a580d6f53/sosialisasi-seminar-inspiratif-sinergi-kua-bnn-puskesmas-dalam-bentuk-memberikan-edukasi-kepada-remaja-di-desa-merak-belantung Kreator: Alya Zhalva Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com