MUHAMMAD ARFI ANANGGA
MALANG - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.
HAIDAR MUCHAMMAD
MALANG - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.
NABILA ARIESTA IFTITAH RIZKI
Kelompok KKM Nalarangsa telah sukses melaksanakan acara perpisahan bersama anak-anak TPQ dengan penuh kebahagiaan, semangat, dan suasana haru. Kegiatan ini menjadi momen penutup yang sangat berkesan setelah berbagai program pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat dan para santri TPQ. Acara perpisahan diselenggarakan dengan meriah dan dihadiri oleh anak-anak TPQ, ustaz dan ustazah, wali santri, serta seluruh anggota KKM Nalarangsa. Sejak awal kegiatan, suasana sudah dipenuhi antusiasme dan senyum ceria dari adik-adik TPQ yang tampil dengan penuh percaya diri. Berbagai penampilan menarik ditampilkan oleh anak-anak TPQ, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hafalan doa-doa pendek, sholawat bersama, puisi Islami, hingga penampilan menyanyi dan tari yang menghibur seluruh tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti semangat belajar dan keberanian anak-anak selama mengikuti kegiatan bersama KKM Nalarangsa. Selain penampilan dari adik-adik TPQ, acara juga diisi dengan sambutan, pemberian kenang-kenangan, serta sesi permainan dan pembagian hadiah yang menambah keceriaan suasana. Tawa dan kebahagiaan tampak menghiasi wajah seluruh peserta yang hadir. Momen perpisahan ini tidak hanya menjadi acara penutup semata, tetapi juga menjadi bentuk kedekatan dan kebersamaan yang telah terjalin antara mahasiswa KKM Nalarangsa dengan anak-anak TPQ dan masyarakat sekitar. Banyak kenangan indah yang tercipta selama kegiatan berlangsung, mulai dari belajar bersama, bermain, hingga berbagi pengalaman dan ilmu. Kelompok KKM Nalarangsa berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan semangat positif bagi anak-anak TPQ untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Semoga silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga dengan baik meskipun masa KKM telah berakhir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya, dan teruslah menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta penuh semangat dalam menuntut ilmu.
AHMAD PUSPA RADYA YUHDA
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kehidupan sosial secara langsung, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Hal tersebut juga dilakukan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan pengabdian selama satu bulan dengan fokus mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan mengajar TPQ dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan keagamaan anak-anak di desa. Selama satu bulan, mahasiswa KKM aktif mendampingi para santri dalam belajar membaca Al-Qur’an, menghafal doa sehari-hari, memahami dasar-dasar ilmu agama, hingga memberikan pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan edukatif dan lagu islami. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh para santri maupun masyarakat sekitar. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi motivator bagi anak-anak agar lebih semangat dalam belajar agama. Berbagai metode pembelajaran interaktif diterapkan agar suasana belajar menjadi lebih aktif dan tidak membosankan. Dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, mahasiswa berusaha menciptakan hubungan yang dekat dengan para santri sehingga proses belajar berjalan lebih efektif. Selain memberikan pembelajaran agama, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung. Interaksi bersama warga dan para santri memberikan banyak pelajaran tentang arti kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya berbagi ilmu kepada sesama. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan semangat belajar anak-anak di TPQ. Pengabdian sederhana yang dilakukan selama satu bulan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga hadir untuk memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Kegiatan mengajar TPQ ini pun menjadi salah satu momen berkesan bagi mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Harapannya, semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
FEBRIYANTI NURROHMATUL HIJRIYAH
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) CAKRA 86 melaksanakan kegiatan lomba dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pada hari Senin tanggal 7 Februari 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah yang berlokasi di Jl. Erlangga Gg. 19 A, Purworejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah. Keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan ini sangat diperlukan, mengingat adanya perbedaan jumlah yang cukup signifikan antara siswa dan tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM CAKRA 86 berperan aktif dalam membantu berbagai aspek kegiatan. Mulai dari proses registrasi peserta, pendampingan siswa selama lomba berlangsung, hingga mengarahkan siswa agar tetap tertib saat menunggu giliran. Selain itu, mahasiswa juga turut memberikan motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri dalam mengikuti setiap perlombaan. Kegiatan lomba ini ditujukan bagi seluruh siswa MI dengan berbagai jenjang kelas yang disesuaikan dengan jenis perlombaan. Adapun jenis lomba yang dilaksanakan meliputi Lomba Adzan, Hafalan Doa Qunut, Pildacil dan Mewarnai. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap bulan suci Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyaknya peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa kegiatan ini disambut dengan baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta perbedaan kemampuan antar siswa. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM CAKRA 86 dan pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah MI Roudlotussalamah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa khususnya dalam meningkatkan keberanian, kreativitas, serta semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan seleksi untuk Lomba PORSENI.
MOCH SYAHRUL MUADZZOM SUWAIFI
Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) CAKRA 86 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan serangkaian lomba edukatif dan islami di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah Kota Pasuruan pada Senin, 7 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah yang beralamat di Jl. Erlangga Gg. 19 A, Purworejo, Kota Pasuruan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap kegiatan pembinaan karakter religius siswa. Mahasiswa KKM CAKRA 86 turut mengambil peran penting dalam jalannya acara. Mereka membantu proses teknis kegiatan mulai dari pendataan peserta, pengondisian siswa, hingga mendampingi peserta selama perlombaan berlangsung. Kehadiran mahasiswa juga memberikan semangat tersendiri bagi siswa agar lebih percaya diri dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Beberapa cabang lomba yang diselenggarakan antara lain Lomba Adzan, Hafalan Doa Qunut, Pildacil, dan Mewarnai. Setiap perlombaan disesuaikan dengan jenjang kelas siswa sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan maksimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan pihak madrasah berharap siswa dapat lebih mengenal serta mencintai nilai-nilai Islam sejak usia dini, khususnya dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Para siswa tampak bersemangat menunjukkan kemampuan terbaik mereka di setiap perlombaan. Tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut mendapat respon positif dari siswa maupun guru. Meski terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan peserta, seluruh rangkaian acara tetap berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM dan pihak madrasah. Kepala MI Roudlotussalamah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi perkembangan siswa, terutama dalam melatih keberanian, kreativitas, dan kemampuan tampil di depan umum. Selain menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, kegiatan tersebut juga dijadikan sebagai ajang seleksi awal bagi siswa yang akan mengikuti perlombaan PORSENI. Sebagai penutup, pihak madrasah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa KKM CAKRA 86 UIN Malang atas kontribusi dan dedikasi yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai upaya menanamkan nilai-nilai religius, membangun karakter positif, serta mengembangkan potensi siswa dalam lingkungan pendidikan yang islami dan kreatif.