Thumbnail
1 week ago
Penutupan KKM di Ngegong, Gedog, Sananwetan kota Blitar Berlangsung Meriah dan Penuh Kehangatan

FARIHA ADHA AULIYA

Blitar — Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dilaksanakan di Dusun Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar resmi ditutup pada Senin malam, 18 Mei 2026. Acara penutupan berlangsung setelah salat Isya, tepatnya pukul 19.00 WIB, dengan suasana khidmat sekaligus meriah bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak RT setempat, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Ngegong, serta Ketua TPQ Nurul Huda. Kehadiran para tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan program KKM yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir. Acara diawali dengan penampilan anak-anak TPQ Nurul Huda yang berhasil menarik perhatian para tamu undangan dan warga. Berbagai penampilan ditampilkan dengan penuh semangat, mulai dari tarian, paduan suara, hingga hadroh. Penampilan tersebut menjadi bentuk hasil pembelajaran dan latihan bersama mahasiswa KKM selama menjalankan program pengabdian di lingkungan masyarakat. Setelah penampilan berlangsung, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari perwakilan mahasiswa KKM, tokoh masyarakat, serta pengurus TPQ dan takmir masjid. Dalam sambutannya, para pihak menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama berada di Dusun Ngegong, khususnya dalam kegiatan pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai bentuk kenang-kenangan dan ungkapan terima kasih, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata kepada pihak TPQ dan masyarakat setempat. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Menjelang akhir acara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama yang diikuti seluruh hadirin. Suasana semakin khusyuk saat memasuki mahallul qiyam yang berlangsung penuh kekhidmatan di dalam Masjid Nurul Huda. Dengan terselenggaranya acara penutupan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKM dan masyarakat Dusun Ngegong tetap terjalin erat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Thumbnail
1 week ago
Hidupkan semangat belajar Santri TPQ Al Mabrur Lewat lomba antar kelas

HURIYYATUSY SYAUQIY HANIFAH

Gelak tawa dan sorak-sorai santri memenuhi ruangan ketika para mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) dari UIN Malang menggelar lomba antar kelas sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mereka. Kegiatan lomba antar santri yang diselenggarakan di TPQ Al Mabrur menjadi momen penuh semangat dan antusiasme bagi para peserta dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar santri melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. Berbagai jenis lomba digelar dengan menyesuaikan tingkat usia dan kemampuan santri. Tercatat ada tiga kategori lomba utama yang diikuti oleh santri dari kelas pra, diniyah, hingga tahfidz. Untuk kategori pertama, lomba diperuntukkan bagi kelas pra, yaitu anak usia dini sekitar 3--5 tahun. Pada kategori ini, lomba yang diadakan adalah lomba mewarnai. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas, motorik halus, serta mengenalkan anak pada suasana belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Dengan tema islami yang sederhana, anak-anak terlihat antusias menuangkan warna dan imajinasi mereka di atas kertas.  Selanjutnya, untuk santri kelas diniyah diadakan lomba Olimpiade Mabadi' Fiqih. Lomba ini menguji pemahaman dasar santri terkait ilmu fiqih, seperti tata cara ibadah, hukum-hukum dasar dalam Islam, serta pengetahuan keagamaan sehari-hari. Dengan konsep kompetisi yang edukatif, lomba ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus melatih kepercayaan diri santri dalam menjawab soal-soal keislaman. Sementara itu, bagi santri kelas tahfidz, diselenggarakan lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an). Lomba ini menjadi ajang bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Penilaian dalam MHQ meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur'an. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an.  Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, keberanian tampil, serta mempererat kebersamaan antar santri. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan TPQ Al Mabrur dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan berdampak positif bagi perkembangan santri. kegiatan ini ditutup dengan penuh kebahagiaan melalui pembagian hadiah kepada para peserta dan apresiasi bagi seluruh santri yang telah berpartisipasi. Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya itu, kebersamaan yang terjalin antara santri, pengajar, dan mahasiswa KKM juga menjadi nilai berharga yang mempererat hubungan di lingkungan TPQ Al Mabrur. untuk kedepannya, kegiatan serupa direncanakan dapat menjadi agenda rutin, sehingga mampu menjaga semangat belajar santri secara berkelanjutan di tengah tantangan zaman.  Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar para santri dapat terus tumbuh dan berkembang. Teruslah berusaha, belajar, dan menggapai cita-cita dengan penuh keyakinan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. Semangat belajar, santri hebat! 

Thumbnail
1 week ago
Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang Gelar Seminar Saring Sebelum Sharing Modernisasi Beragama di MAN 3 Kediri

NEVIRA AYU RIHANI

Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.  

Thumbnail
1 week ago
Kolaborasi KKM UIN Malang Kelompok 77 Satyaseva dan MAN 2 Malang Gelar Rangkaian Edukasi "Madrasah Ramah Anak" Guna Cegah Perundungan dan Adiksi

ZAHRA RAHMATILLAH

MALANG - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.

Thumbnail
1 week ago
Hangatnya Kebersamaan: Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ikuti Tahlilan Bersama Warga RT 01 Ngegong Kelurahan Gedog

AFIFAH MAULIDYAH

Mahasiswa KKM dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertugas di Kelurahan Gedog mengikuti kegiatan tahlilan bersama warga di lingkungan RT 01 Ngegong. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan keagamaan ini disambut baik oleh warga karena dianggap sebagai bentuk kepedulian serta upaya membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan masyarakat. Setelah pembacaan tahlil dan doa bersama selesai, acara dilanjutkan dengan pengajian kitab yang membahas tentang rukun Islam. Dalam pengajian tersebut, warga bersama mahasiswa menyimak penjelasan mengenai pentingnya memahami dan menerapkan lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM karena tidak hanya mempererat silaturahmi dengan warga, tetapi juga menambah wawasan keagamaan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan masyarakat seperti tahlilan dan pengajian, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya membangun kedekatan emosional dengan warga sehingga tercipta hubungan yang harmonis, penuh kekeluargaan, serta saling mendukung antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang ada di lingkungan sekitar.

Thumbnail
1 week ago
Dari Gugup Jadi Percaya Diri: Kisah Santri dalam Ramadhan Bahasa

NURUL HASANAH RUMKEL

Tak semua santri berani bicara di depan umum. Tapi di Ramadhan ini, mereka membuktikan bahwa rasa gugup bisa berubah menjadi kepercayaan diri. Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak santri. Tidak sedikit yang merasa takut salah, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut. Padahal, kemampuan berbicara merupakan bekal penting, baik untuk kegiatan akademik, dakwah, maupun kehidupan sosial. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Dalwa menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Bahasa di Ma’had Darul Muttaqin MTsN 1 Pasuruan pada 23–28 Februari 2026. Sebanyak 117 santri terlibat dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan public speaking melalui materi Master of Ceremony (MC) dan pidato. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung praktik, mulai dari teknik vokal, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Santri yang awalnya tampak ragu perlahan mulai berani tampil. Mereka saling belajar, mencoba, dan menerima masukan dari fasilitator maupun teman sebaya. Perubahan mulai terlihat dari hari ke hari. Keberanian meningkat, cara berbicara semakin terstruktur, dan kepercayaan diri pun tumbuh. Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Ramadhan Bahasa yang menjadi panggung nyata bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri tampil sebagai MC Bahasa Inggris dan pembicara pidato dalam bahasa Arab di hadapan peserta dan pembina ma’had. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pendampingan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian. Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para santri berhasil tampil dengan percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membentuk karakter santri yang lebih berani, percaya diri, dan siap berperan di tengah masyarakat. #Pendidikan #Santri #Ramadhan #PublicSpeaking #Mahasiswa #PengabdianMasyarakat