Thumbnail
4 months ago
Dari Kota ke Desa: Narayanasena Hadir untuk Desa Pukul

FAHRIZAL PUTRA UTAMA

Perjalanan panjang pengabdian dimulai ketika KKM Narayanasena Kelompok 174 resmi menginjakkan kaki di Desa Pukul, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dengan semangat yang membara, kami mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu datang bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan untuk benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Balai Desa Pukul, atau yang akrab disebut Pendopo Rukun Joyo, menjadi saksi bisu langkah awal kami. Di sinilah pembukaan resmi KKM digelar, dihadiri puluhan anak-anak desa yang penuh semangat dan rasa ingin tahu. Momen pembukaan bersama menjadi salah satu kenangan paling berkesan. Anak-anak desa berbondong-bondong hadir  ada yang mengenakan jilbab warna-warni, ada yang berkopiah putih, semua duduk bersama di atas karpet Pendopo Rukun Joyo. Tawa dan antusias mereka menjadi sumber energi tersendiri bagi seluruh tim Narayanasena. Suasana hangat itu sekaligus menegaskan bahwa kehadiran kami disambut dengan tangan terbuka oleh warga Desa Pukul. Di antara seluruh program kerja yang telah dirancang, Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis menjadi proker utama yang paling dinantikan. Program ini lahir dari kesadaran bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan nyata bagi anak-anak di daerah perdesaan. Setiap sesi bimbel, mahasiswa KKM Narayanasena berperan sebagai kakak pengajar yang sabar dan kreatif. Materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan bukan sekadar menghafal rumus, melainkan membangun rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. Ketika seorang anak berhasil memahami konsep yang sebelumnya terasa sulit, senyum kecil itu menjadi bayaran yang tak ternilai bagi seluruh tim. KKM bukan hanya tentang apa yang mahasiswa berikan kepada desa  ini juga tentang apa yang desa ajarkan kepada kami. Keramahan warga Desa Pukul, semangat anak-anak yang tak pernah padam, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik menjadi pelajaran hidup yang tidak akan pernah kami temukan di dalam kelas. Selama masa pengabdian ini, kami belajar bahwa pelayanan yang tulus tidak memerlukan sumber daya yang besar  cukup kehadiran yang nyata dan hati yang ikhlas. KKM Narayanasena Kelompok 174 berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh program kerja dengan sungguh-sungguh, meninggalkan jejak nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Pukul bukan hanya selama masa pengabdian, tetapi jauh setelahnya. Satu bulan mungkin terasa singkat, tapi dampak dari niat yang tulus dapat bertahan selamanya.

Thumbnail
4 months ago
AM KKM Aksara Bhakti hadirkan Program Billingual dan Tilawah di TPQ An-Nur Singosari

VIQI ADITIA HERDIAN

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksara Bhakti dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ An-Nur yang berlokasi di 4M75+8PR, Pagetan, Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Program Bilingual dan Program Tilawah Al-Qur'an. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at mulai tanggal 20 Januari hingga 4 Mei 2026 dengan melibatkan kurang lebih 48 santri TPQ. Adapun jumlah santri kelas ula sebanyak 37 orang dan santri kelas wustho sebanyak 11 orang. Program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi pelajar dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa dan pembelajaran Al-Qur'an bagi para santri TPQ. Program Bilingual untuk Santri Kelas Ula Program pertama yang dilaksanakan yaitu Program Bilingual yang ditujukan kepada santri kelas ula. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajarkan kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris secara bergantian kepada para santri melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dikemas menggunakan lagu-lagu edukatif agar santri lebih mudah memahami dan menghafalkan kosa kata yang diajarkan. Suasana belajar yang ceria dan aktif membuat para santri terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran setiap pekannya. Program bilingual ini bertujuan untuk mengenalkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris kepada para santri sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan bahasa di era modern saat ini. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri santri dalam mempelajari bahasa asing. Program Tilawah Al-Qur'an untuk Santri Kelas Wustho Selain program bilingual, kelompok KKM Aksara Bhakti juga melaksanakan Program Tilawah Al-Qur'an yang ditujukan kepada santri kelas wustho yang telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar. Dalam program ini, mahasiswa membimbing para santri untuk membaca Al-Qur'an secara baik dan benar dengan memperhatikan kaidah tartil, pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan suara ketika membaca Al-Qur'an. Para santri juga diberikan contoh bacaan tilawah agar mampu membaca Al-Qur'an dengan lebih merdu dan penuh penghayatan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan pentingnya membaca Al-Qur'an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Muzammil ayat 4 yang berbunyi: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” Selain itu, program ini juga berlandaskan hadis Nabi Muhammad SAW: "Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian." Melalui program tersebut, diharapkan para santri mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Pelaksana Lomba sebagai Penutup Program Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap kemampuan santri, kelompok KKM Aksara Bhakti menyelenggarakan perlombaan yang terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba bilingual dan lomba tartil Al-Qur'an. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh santri sesuai kategori perlombaan masing-masing. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman kejuaraan dan Pembagian hadiah pada tanggal 9 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi para santri selama mengikuti program kegiatan. Antusiasme dan Perkembangan Santri Pelaksanaan program unggulan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri TPQ An-Nur. Antusias belajar santri mengalami peningkatan, khususnya dalam pembelajaran bilingual karena para santri tertarik dengan metode pembelajaran yang menggunakan lagu-lagu edukatif dan menyenangkan. Selain itu, para santri mulai mampu menghafalkan berbagai kosa kata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang telah diajarkan selama program berlangsung. Pada program tilawah, kemampuan membaca Al-Qur'an para santri juga mengalami peningkatan, baik dari segi pelafalan maupun keindahan bacaan. Hambatan dalam Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan program, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa KKM, di antaranya masih banyak santri yang belum dapat fokus dan mengikuti pembelajaran dengan cermat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh usia santri yang masih berada pada tahap anak-anak sehingga masih cenderung aktif bermain dan belum mampu sepenuhnya mengikuti pembelajaran secara serius. Meskipun demikian, mahasiswa KKM tetap berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan kondusif agar para santri tetap tertarik mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan. Menumbuhkan Generasi Qur'ani dan Berwawasan Bahasa Melalui dua program unggulan tersebut, kelompok KKM Aksara Bhakti berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan pendidikan santri TPQ An-Nur, baik dalam bidang bahasa maupun pembelajaran Al-Qur'an. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang religius, berakhlak baik, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta mempunyai wawasan bahasa yang dapat menunjang masa depan mereka di tengah perkembangan zaman.

Thumbnail
4 months ago
Hangatnya Kebersamaan Mahasiswa KKM UIN Malang dalam Kegiatan Halal Bihalal Bersama Ustadz-Ustadzah TPQ Nurul Huda Ngegong Blitar

NAYLA RAHMANIA

Dalam suasana bulan Syawal yang penuh kebahagiaan, mahasiswa KKM melaksanakan kegiatan halal bihalal dengan mengunjungi rumah ustadzah TPQ setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk silaturahmi sekaligus ungkapan rasa terima kasih mahasiswa kepada para pengajar TPQ yang telah banyak membantu selama pelaksanaan program KKM di desa. Kunjungan dilakukan dengan penuh kehangatan dan disambut ramah oleh ustadzah beserta keluarga. Mahasiswa datang bersama-sama untuk mempererat hubungan kekeluargaan yang selama ini telah terjalin dengan baik. Tidak hanya sekadar berkunjung, kegiatan ini juga menjadi momen saling memaafkan dan berbagi cerita setelah menjalani berbagai aktivitas bersama selama KKM berlangsung. Suasana terasa semakin akrab ketika mahasiswa dan ustadzah berbincang santai mengenai kegiatan TPQ, pengalaman mengajar anak-anak, hingga harapan untuk generasi muda ke depan. Canda dan tawa pun menghiasi pertemuan tersebut sehingga tercipta suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan halal bihalal ini juga memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat, terutama para tokoh pendidikan dan keagamaan di lingkungan desa. Mahasiswa menyadari bahwa keberhasilan program KKM tidak lepas dari dukungan dan doa masyarakat sekitar, termasuk para ustadzah TPQ. Di akhir kegiatan, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan kebaikan yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM. Diharapkan hubungan baik ini tetap terjalin meskipun masa pengabdian mahasiswa di desa telah selesai. Melalui kegiatan halal bihalal ini, mahasiswa KKM tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar tentang makna kebersamaan, kekeluargaan, dan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Pengabdian Mahasiswa KKM UIN Malang di TPQ Al Mabrur : Menanamkan Nilai Qur'ani Sejak Dini

INDRA YANI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Hal ini tercermin dalam kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Malang  di TPQ Al Mabrur, di mana para mahasiswa melakukan pengabdian dalam mendukung pendidikan keagamaan bagi anak-anak sejak usia dini. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. Program pengabdian ini secara resmi dimulai dengan penerimaan mahasiswa KKM pada Senin, 29 Januari 2026 di TPQ Al Mabrur. Kedatangan para mahasiswa KKM disambut dengan baik oleh para ustadz dan ustadzah TPQ Al Mabrur. Mereka menerima niat pengabdian mahasiswa dengan penuh keterbukaan serta harapan adanya kolaborasi yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan keagamaan di lingkungan tersebut. Sejak saat itu, para mahasiswa mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar serta ikut membantu mengajar pada pembelajaran Al-Qur'an dan pembinaan karakter islami bagi para santri TPQ Al Mabrur pada Kelas Pra untuk anak usia sekitar 4-5 tahun dan Kelas Diniyyah untuk anak usia 10-12 tahun. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM secara rutin hadir setiap satu minggu sebanyak dua kali untuk mengajar. Mahasiswa mengajar anak-anak  kelas pra dan  kelas diniyyah. Kegiatan pembelajaran meliputi ice breaking untuk kelas pra, dan kajian kitab mabadi' fiqh jilid 2 untuk kelas diniyyah. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan para santri tidak hanya sebatas kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membangun kedekatan emosional. Dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, mahasiswa mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan penuh semangat. Hal ini membuat anak-anak lebih antusias dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial. Pengabdian di TPQ Al Mabrur menjadi bukti bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi yang cinta Al-Qur'an. Diharapkan kehadiran mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di TPQ Al Mabrur. Lebih dari sekadar pengabdian, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk memahami peran mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Semangat Mengaji di Tengah Hangatnya Sore di Masjid Nurul Huda Ngegong Kota Blitar

IHDIA USWAH KAMILA

Setiap sore hari di Masjid Nurul Huda Ngegong, Kota Blitar, suasana terasa begitu hidup dengan kehadiran anak-anak TPQ yang datang membawa Al-Qur’an dan buku Iqra’ di tangan mereka. Langkah kecil mereka memasuki halaman masjid dipenuhi semangat dan keceriaan setelah seharian beraktivitas. Suara salam, tawa, dan sapaan hangat terdengar silih berganti, menciptakan suasana yang penuh keakraban. Saat adzan Asar berkumandang dan kegiatan mengaji dimulai, anak-anak segera duduk rapi membentuk barisan sambil bersiap membaca doa bersama. Wajah-wajah ceria dan penuh antusias terlihat jelas saat mereka membuka halaman Iqra’ dan Al-Qur’an untuk memulai pembelajaran bersama mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan mengaji sore di Masjid Nurul Huda Ngegong menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan selama program KKM berlangsung. Setiap sore, anak-anak datang dengan semangat yang luar biasa untuk belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, serta menghafal surat-surat pendek. Sebelum pembelajaran dimulai, kegiatan biasanya diawali dengan doa bersama agar proses belajar berjalan lancar dan penuh keberkahan. Setelah itu, anak-anak dibimbing secara bergiliran sesuai kemampuan mereka, mulai dari yang masih belajar mengenal huruf hijaiyah melalui Iqra’ hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur’an. Suasana belajar terasa hangat karena setiap anak menunjukkan semangat untuk belajar dan tidak ragu bertanya ketika mengalami kesulitan. Pada pertemuan awal, mahasiswa KKM berusaha mengenal kemampuan masing-masing anak agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Anak-anak yang masih tahap dasar dibimbing dengan penuh kesabaran untuk melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, sementara anak-anak yang sudah lebih lancar dibantu memperbaiki panjang pendek bacaan, makharijul huruf, serta hukum tajwid. Tidak jarang suasana belajar diselingi dengan canda dan tawa ketika ada anak yang salah membaca atau salah menjawab pertanyaan ringan. Namun, hal itulah yang justru membuat suasana mengaji menjadi lebih santai, menyenangkan, dan tidak membosankan. Seiring berjalannya waktu, kegiatan mengaji sore tidak hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan kebiasaan baik kepada anak-anak. Selain belajar membaca, mereka juga diajarkan doa-doa harian, hafalan surat pendek, serta pentingnya menghormati guru dan sesama teman. Anak-anak mulai terbiasa saling membantu ketika ada teman yang belum lancar membaca, saling menyemangati untuk menghafal, dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Perlahan, rasa percaya diri mereka tumbuh, terutama ketika berhasil membaca dengan lancar atau mampu menghafal surat baru di depan teman-temannya. Bagi mahasiswa KKM, pengalaman mengajar mengaji sore di Masjid Nurul Huda Ngegong bukan hanya tentang membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, tetapi juga tentang belajar membangun kedekatan dan kebersamaan dengan mereka. Melihat semangat anak-anak yang selalu datang tepat waktu, antusias saat belajar, dan penuh keceriaan selama kegiatan menjadi kebahagiaan tersendiri. Suasana sore di masjid yang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, semangat belajar, serta canda tawa anak-anak menjadi kenangan indah yang sangat berharga. Melalui kegiatan mengaji sore ini, tidak hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga terbentuk kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Pengalaman ini menjadi salah satu momen berkesan yang akan selalu dikenang karena menghadirkan pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan kebahagiaan dalam berbagi ilmu di tengah hangatnya suasana sore di Masjid Nurul Huda Ngegong, Kota Blitar.

Thumbnail
4 months ago
Semarak Sambut Ramadhan, Kelompok KKM CAKRA 86 UIN MALANG Gelar Kegiatan Lomba Edukatif di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah Kota Pasuruan.

MUHAMMAD SALIM

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyaknya peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa kegiatan ini disambut dengan baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta perbedaan kemampuan antar siswa. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM CAKRA 86 dan pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah MI Roudlotussalamah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa khususnya dalam meningkatkan keberanian, kreativitas, serta semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan seleksi untuk Lomba PORSENI. Di akhir kegiatan, pihak madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya mahasiswa KKM CAKRA 86 yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pembinaan karakter dan peningkatan nilai-nilai keagamaan pada siswa sejak dini. Kegiatan lomba menyambut Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam membentuk generasi yang religius, kreatif, dan berakhlak mulia