Thumbnail
2 months ago
Wujudkan Kepedulian Lingkungan, KKM Kelompok 54 Melakukan Penanaman Bibit di Dusun Bendrong

VIRA RISKYANA ALYA RAMADHANI

Sabtu, 3 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 54 bersama Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, melaksanakan kegiatan penanaman bibit di beberapa titik sekitar hutan Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan. Sejak pagi, mahasiswa KKM bersama Pak Dhori dan Pak Nanang bergotong royong menanam berbagai jenis bibit. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial berlebihan, namun tetap penuh makna. Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Pak Dhori menjelaskan bahwa kegiatan menanam bibit perlu terus dilakukan, sebagai upaya menjaga lingkungan maupun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa KKM. Menurut beliau, kondisi alam Dusun Bendrong saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu, di mana sumber air masih melimpah dan ekosistem sungai terjaga dengan baik. "Sekarang sumber air sudah mulai berkurang, apalagi saat musim kemarau. Dulu pohon masih banyak, airnya besar," ungkap Pak Dhori. Penanaman bibit dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki kondisi tersebut. Selain menjaga ketersediaan air, tanaman juga berperan dalam mencegah longsor dan membantu penyerapan air hujan. Meski hasilnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, upaya ini terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan penanaman bibit ini juga disampaikan oleh Pak Nanang, tokoh masyarakat Dusun Bendrong yang tergabung dalam komunitas Jogo Wono, sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian hutan. Beliau menyebutkan bahwa penanaman bibit biasanya dilakukan hingga empat sampai lima kali dalam setahun, terutama saat ada mahasiswa KKM. Menurut Pak Nanang, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat. Selain menjaga ketersediaan air, pohon juga berperan penting sebagai penghasil oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Menanam pohon pun dianggap sebagai bentuk sedekah yang ikhlas karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk generasi mendatang. Melalui kegiatan penanaman bibit ini, KKM Kelompok 54 bersama Pak Dhori dan Pak Nanang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan menanam dan merawat tanaman, diharapkan lingkungan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di masa depan.  

Thumbnail
2 months ago
Lomba isro mi’roj

ACHMAD FAIZUL MUTTAQIN

Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, telah dilaksanakan kegiatan perlombaan keagamaan yang diikuti oleh peserta dari TPQ An Nur, TPQ Rohmata Robbi, dan RA Fattahillah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam, serta mengembangkan potensi dan bakat peserta didik di bidang keagamaan.Jenis perlombaan yang dilaksanakan meliputi lomba mewarnai, lomba hafalan surah-surah pendek, dan lomba adzan. Foto Bersama Peserta Lomba Adzan Pelaksanaan lomba mewarnai bertempat di RA Fattahillah, sedangkan lomba hafalan surah-surah pendek dan lomba adzan dilaksanakan di Masjid Fattahillah. Seluruh rangkaian kegiatan perlombaan dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak hari Jumat, 9 Januari 2025 sampai dengan hari Minggu, 11 Januari 2025.Pembukaan kegiatan lomba dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 2025. Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Svarnanta 17 yang menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan, harapan kepada para peserta, serta pentingnya memperingati Isra Mi'raj sebagai momentum pembinaan karakter islami sejak usia dini. Foto Bersama Lomba Hafalan Juz Amma Kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta mendapat antusiasme yang baik dari peserta, pendamping, dan masyarakat sekitar.Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta mengikuti rangkaian perlombaan dengan tertib dan penuh antusias. Kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan, serta memperoleh dukungan dari pengurus masjid, pihak lembaga pendidikan, dan masyarakat setempat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembinaan karakter religius peserta didik serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
2 months ago
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH MELALUI LRB DI DESA KEMIREN

YUKE IVANA KUSUMA WARDANI

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM-Mandiri) Kelana 173 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah dengan Metode Lubang Resapan Biopori (LRB) dengan tema “Rawat Bumi Warisan Anak Cucu: Ubah Sampah Jadi Nutrisi Tanah” pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Sanggar Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.   Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang lingkungan hidup yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Kemiren mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga serta penerapan lubang resapan biopori sebagai upaya meningkatkan daya serap tanah dan memperbaiki kualitas lingkungan.   Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), Dieva, yang memandu jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Koordinator Desa (Kordes), Lintang, yang menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendorong penerapan metode biopori sebagai solusi pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara mandiri.   Kegiatan inti diisi dengan pemaparan materi oleh perwakilan anggota Kelompok KKM Kelana 173, yaitu Tria dan Fakih. Materi yang disampaikan meliputi latar belakang permasalahan lingkungan di Desa Kemiren, konsep dan prinsip kerja lubang resapan biopori, manfaat biopori dalam pengelolaan sampah organik dan peningkatan kesuburan tanah, serta tahapan pembuatan dan perawatan lubang resapan biopori.   Pemaparan materi disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga masyarakat dapat menerapkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan menunjukkan antusiasme peserta.   Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat Desa Kemiren. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola sampah organik rumah tangga secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.   Dengan terlaksananya kegiatan ini masyrakat desa kemiren mampu mengimplementasikan adanya LRB dalam kehidupan sehari hari untuk mewujudkan desa kemiren yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Thumbnail
2 months ago
Ketika Santri Butuh Didengar: Sharing Session KKM Fakultatif UIN Malang di Pesantren An-Najiyah 2 Bahrul Ulum

ACHMAD SYAIFULLAH AMIN

Kembali ke lingkungan pesantren setelah libur panjang bukan hal yang mudah bagi sebagian santri. Di balik rutinitas ibadah dan jadwal kegiatan yang kembali padat, tersimpan berbagai perasaan yang sering kali tidak terungkap. Rasa rindu rumah, konflik dengan teman sekamar, hingga kebingungan memikirkan masa depan menjadi pengalaman yang nyata bagi santri dalam proses adaptasi kembali ke pondok. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan salah satu program kerja berupa sharing session di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Bahrul Ulum, Jombang, pada tanggal 5 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi santri untuk berbagi cerita, mengekspresikan emosi, serta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama menjalani kehidupan mondok. Ruang Aman untuk Berbagi Cerita Sejak awal kegiatan, mahasiswa KKM menegaskan bahwa sharing session ini bukan sekadar agenda formal. Kegiatan diawali dengan perkenalan dan penjelasan tujuan program, sekaligus pengenalan peran mahasiswa KKM selama berada di pesantren, termasuk layanan konseling yang dapat dimanfaatkan oleh santri. Suasana dibuat santai dan terbuka agar santri merasa nyaman dan tidak sungkan untuk berbicara. Memasuki sesi inti, sharing session dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. Pendekatan ini dipilih agar santri lebih leluasa menyampaikan pengalaman dan perasaan pribadi. Dalam sesi tersebut, berbagai cerita mulai mengalir, baik yang bernada positif maupun yang sarat dengan emosi. Dinamika Perasaan Santri di Pondok Sebagian santri mengungkapkan perasaan senang karena dapat kembali bertemu teman-teman dan merasakan kebersamaan di asrama. Aktivitas pesantren yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka juga memberikan semangat baru setelah masa liburan. Namun, tidak sedikit santri yang masih merasakan kesedihan dan kerinduan terhadap keluarga. Rasa rindu rumah kerap muncul lebih kuat pada malam hari, ketika suasana pondok mulai tenang dan aktivitas telah usai. Menariknya, beberapa santri menyadari bahwa perasaan senang dan sedih dapat hadir secara bersamaan dalam proses adaptasi kembali ke pesantren. Selain aspek emosional, santri juga menyampaikan berbagai permasalahan praktis yang mereka hadapi. Jam tidur yang tidak teratur, kesulitan tidur karena banyak pikiran, sisa makanan saat jam makan, hingga persoalan kebersihan kamar menjadi isu yang cukup sering muncul. Konflik dengan teman sekamar akibat perbedaan karakter dan kebiasaan juga menjadi keluhan yang banyak dipendam. Bahkan, sebagian santri menyinggung hubungan dengan pengurus pesantren yang dirasa cukup keras dalam menerapkan kedisiplinan. Kebingungan Masa Depan dan Relasi Sosial Pada santri putri jenjang Madrasah Aliyah (MA), persoalan yang paling dominan berkaitan dengan perencanaan masa depan. Banyak dari mereka mengaku bingung menentukan jurusan kuliah, memilih perguruan tinggi, hingga menghadapi perbedaan pandangan dengan orang tua terkait pendidikan lanjutan. Kebingungan ini menimbulkan tekanan psikologis karena santri merasa belum sepenuhnya mengenal potensi diri yang dimiliki. Sementara itu, santri kelas X lebih banyak bergulat dengan persoalan relasi pertemanan. Proses adaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan karakter teman sekamar, serta pola komunikasi yang belum terbangun dengan baik sering memicu konflik kecil yang cenderung tidak diungkapkan secara langsung. Pesan Edukatif dan Harapan Keberlanjutan Menutup kegiatan, mahasiswa KKM juga menyampaikan pesan edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesantren. Lingkungan yang bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kenyamanan, suasana hati, dan kesehatan psikologis santri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui sharing session ini, mahasiswa KKM berharap santri merasa lebih didengar dan dipahami. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk merancang program lanjutan yang lebih responsif terhadap kebutuhan santri. Di balik dinding pesantren yang tampak kokoh, terdapat cerita-cerita personal yang layak untuk didengarkan dan dihargai.

Thumbnail
2 months ago
Digitalisasi Keuangan Masjid Jami’ Al-Khoirot Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang

RESA AJENG SETIANINGRUM

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pengelolaan keuangan masjid dituntut untuk semakin transparan dan akuntabel. Masjid Jami’ Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai menerapkan sistem digitalisasi keuangan masjid sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pengelolaan keuangan masjid dituntut untuk semakin transparan dan akuntabel. Masjid Jami’ Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai menerapkan sistem digitalisasi keuangan masjid sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. Melalui penerapan sistem ini, informasi keuangan masjid dapat ditampilkan secara terbuka melalui media digital, sehingga jamaah dapat mengetahui kondisi keuangan masjid secara real-time. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta memperkuat kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Digitalisasi keuangan Masjid Jami’ Al-Khoirot ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM Kelompok 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pemanfaatan teknologi digital di lingkungan masyarakat. Diharapkan, sistem ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pengurus masjid sebagai sarana pengelolaan keuangan yang lebih modern, tertib, dan amanah.

Thumbnail
2 months ago
Pembukaan KKM UIN Malang Kelompok Ganesha 178 Resmi Digelar di Dusun Cukal

ELGA IMTIYAZ ZAKIYATUN NISA

Malang – Kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2026. Acara ini berlangsung di Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pembukaan kegiatan KKM ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bendosari, Sri Hari Kartini, S.E., beserta perangkat desa dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa KKM disambut hangat sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan desa, khususnya pada bidang pendidikan.  Adapun anggota Kelompok KKM Ganesha 178 yang terdiri dari 11 orang. Anggota kelompok tersebut yaitu Achmad Nurif Al Akmal, Ahmad Zainal Arifin, Afiyah Mubarokah, Azzah Maulidiah, Dendy Tegar Syahputra, Elga Imtiyaz Zakiyatun Nisa, Ilham Daniellah Kamal, M. Devid Isa Indana, M. Fahrizal Maulana, dan M. Farhan Pradana. Dalam sambutannya, Kepala Desa Bendosari Sri Hari Kartini, S.E. menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang. Ia berharap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Cukal, terutama dalam mendukung kemajuan pendidikan anak-anak dan generasi muda. Sementara itu, Kelompok KKM Ganesha 178 menyampaikan bahwa fokus utama program kerja yang akan dilaksanakan adalah bidang pendidikan. Program-program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, melalui kegiatan belajar, bimbingan pendidikan, serta berbagai aktivitas yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan desa. Dengan terlaksananya pembukaan KKM ini, diharapkan kegiatan mahasiswa selama berada di Dusun Cukal dapat berjalan lancar serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan masyarakat Desa Bendosari.