KHAIRA RISALATI NASWA UTAMI
MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 19 Sattvaghana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan pelatihan ecocraft pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Balai RW 11 Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari enam RT di wilayah RW 11 Sawojajar. Pelatihan ini mengusung tema “Ecocraft: Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Guna”. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan baru yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan mahasiswa KKM 19 Sattvaghana yang menyampaikan latar belakang pelaksanaan program. Dalam sambutannya, panitia menekankan pentingnya inovasi pengolahan limbah minyak jelantah yang selama ini sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk kreatif berupa lilin aromaterapi yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Memasuki sesi inti, peserta diberikan pemaparan singkat mengenai bahaya minyak jelantah apabila dibuang langsung ke saluran air serta manfaat daur ulang minyak bekas. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi dengan bimbingan mahasiswa KKM. Proses pembuatan meliputi penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan tambahan, pemberian aroma, hingga pencetakan lilin ke dalam wadah yang telah disiapkan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan praktik. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi lilin aromaterapi. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar warga karena memanfaatkan bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru tentang cara mengolah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu, produk lilin aromaterapi yang dihasilkan dapat digunakan sendiri di rumah maupun berpotensi menjadi peluang usaha rumahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 19 Sattvaghana UIN Malang berharap masyarakat RW 11 Sawojajar dapat lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu mengembangkan kreativitas dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Program pelatihan ecocraft ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung gerakan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan terbentuk kebiasaan baru di tengah warga untuk mengelola minyak jelantah secara bijak serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
BAGUS ACHMAD SYAHPUTRA
Pada hari Rabu, tanggal 14 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut serta dalam kegiatan Posyandu Balita, Bayi, dan Lansia di RW 07, Dusun Gapuk, Desa Sumberngepoh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga kesehatan balita, bayi, dan lansia di lingkungan setempat. Posyandu Balita dan Bayi dilaksanakan di wilayah RW 07 dan menjadi pusat perhatian para orang tua yang antusias membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan rutin. Kehadiran Ibu Ria sebagai bidan, beserta anggota Posyandu lainnya, menambah semangat serta kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan. Para mahasiswa KKM dengan sigap membantu dalam proses pengukuran berat badan dan tinggi badan balita dan bayi. Mereka juga terlibat dalam distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa soto sebagai menu yang disiapkan untuk peserta Posyandu. Selain itu, mahasiswa KKM turut membantu pendataan dan pelayanan kesehatan bagi para lansia yang hadir.
MUHAMMAD IMAN DARMAWAN
Desa Poncokusumo, 6 Januari 2026 Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) secara resmi memulai program kegiatan mengajar di SD Negeri 01 Poncokusumo sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan. Program ini dilaksanakan dengan tujuan membantu proses pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sekolah dasar. Kegiatan pembukaan berlangsung di halaman SD Negeri 01 Poncokusumo dan dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, para siswa, serta anggota kelompok KKM. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM dan berharap terjalinnya kerja sama yang positif dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Kegiatan pembukaan berlangsung di halaman SD Negeri 01 Poncokusumo dan dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, para siswa, serta anggota kelompok KKM. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM dan berharap terjalinnya kerja sama yang positif dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menilai bahwa kehadiran mahasiswa KKM dapat menjadi motivasi tambahan bagi para siswa. Selain membantu kegiatan akademik, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, kerja sama, serta semangat belajar. Melalui kegiatan pembukaan ini, kelompok KKM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan mengajar akan dilaksanakan selama masa KKM sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
AYUNDA KURNIA SYAHTUTI
Kemarin Pagi pada 19 Januari 2026, kelompok KKM kami berkesempatan untuk terjun langsung dalam agenda kesehatan masyarakat yang sangat krusial, yaitu Posyandu Lansia. Kegiatan yang dimulai sejak pagi buta ini menjadi momentum bagi kami untuk berinteraksi lebih dekat dengan para sesepuh desa. Kehadiran kami di sana bertujuan untuk membantu kelancaran pelayanan kesehatan sekaligus belajar langsung mengenai sistem pendampingan kesehatan masyarakat yang dikelola secara mandiri oleh warga setempat. Kegiatan Posyandu Lansia ini merupakan agenda rutin yang dilakukan secara konsisten setiap satu bulan sekali. Bertempat di Gedung RT 5 RW 6 Desa Balearjosari, lokasi ini menjadi titik kumpul yang strategis dan nyaman bagi para lansia untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Meskipun di wilayah lain juga terdapat kegiatan serupa untuk kategori bayi (Posyandu Balita), fokus kami pagi ini sepenuhnya dicurahkan untuk mendukung kesehatan para orang tua dan lansia agar mereka tetap produktif dan bugar di usia senja. Peran kami dalam kegiatan cukup teknis namun berkesan. Kami membantu para kader dalam proses skrining kesehatan, mulai dari menghitung tekanan darah menggunakan tensimeter hingga mencatat berat badan secara akurat. Data-data ini sangat penting sebagai catatan rekam medis bulanan bagi warga. Selain itu, kami juga membantu dalam pencatatan hasil tes gula darah, yang merupakan indikator penting untuk memantau risiko penyakit tidak menular di kalangan lansia. Selama proses pemeriksaan berlangsung, suasana hangat begitu terasa. Tidak sekadar melakukan pencatatan angka, kami juga berusaha menjalin komunikasi dengan para pasien lansia. Mendengarkan cerita-cerita pendek tentang keseharian mereka sembari melakukan pengecekan kesehatan memberikan perspektif baru bagi kami tentang pentingnya kesabaran dan empati dalam pelayanan publik. Ketelatenan para ibu pengurus Posyandu dalam menangani warga juga menjadi pelajaran berharga bagi kami. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan untuk warga selesai, terjadi sebuah momen menarik yang menunjukkan keakraban kami dengan para pengurus. Ibu-ibu kader yang ramah tersebut dengan "iseng" namun tulus menawarkan kami untuk ikut mengecek kesehatan kami sendiri. Kami pun menyambut tawaran tersebut dengan antusias. Ternyata, meskipun kami masih mahasiswa, mengecek tekanan darah dan gula darah secara rutin tetaplah penting sebagai pengingat untuk selalu menjaga pola hidup sehat di tengah kesibukan KKM. Kegiatan pagi ini di Gedung RT 5 memberikan kesan mendalam bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama. Melalui partisipasi dalam Posyandu Lansia ini, kami tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga tentang ketulusan dalam mengabdi. Kami berharap dedikasi para kader dan antusiasme warga dalam menjaga kesehatan ini dapat terus terjaga dan memberikan inspirasi bagi lingkungan yang lebih luas.
NONI SHERLYA YASMIN RAMADHANI
Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah. Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak. Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan. Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”. Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”. Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”. Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa. “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.
DINDA NUR ALIFAH
Agenda KKM minggu itu seru banget karena kita ikutan jalan sehat bareng Calon Jemaah Haji (CJH). Awalnya saya pikir bakal jalan santai yang pelan banget, ternyata stamina ibu cjh di luar ekspektasi. Kita yang masih mahasiswa malah sempat ngos-ngosan ngikutin ritme mereka. Sepanjang jalan, kita nggak cuma olahraga, tapi juga sambil ngobrol santai. Beliau cerita kalau jalan sehat ini jadi menu wajib buat persiapan fisik sebelum berangkat ke tanah suci nanti. Menariknya, momen ini jadi ajang buat kita buat lebih akrab sama warga tanpa terasa kaku. Poin pentingnya bukan cuma soal keringat, tapi gimana kita bisa ngasih dukungan moral lewat hal kecil kayak nemenin jalan pagi begini. KKM ternyata nggak selamanya soal program kerja di depan laptop, tapi juga soal hadir di tengah kegiatan warga.