Thumbnail
1 week ago
Pesisir Pilang di Ujung Tanduk: Aksi Heroik KKM UIN Malang dan kepolisian Hadang Abrasi Dengan Mangrove

SYAZANI MUMTAZ AZMY EFFENDY

Kelestarian lingkungan pesisir bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan sebuah aksi kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Di Pantai Permata, Kelurahan Pilang, momentum pengabdian masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata penanaman mangrove yang memadukan semangat mahasiswa, aparat keamanan, dan komunitas lokal. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM Vidyatama kelompok 89 dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berjumlah delapan orang dengan berbagai mitra strategis, kegiatan reboisasi pesisir tahun 2026 ini terselenggara dengan penuh antusiasme . Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di kawasan Pantai Permata, Kota Probolinggo ini mengangkat semangat pelestarian lingkungan sebagai bentuk mitigasi abrasi. Program ini dipilih sebagai upaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetasi mangrove sebagai benteng alami pantai. Acara diawali dengan persiapan sejak pukul 06.30 WIB oleh seluruh panitia untuk memastikan kesiapan alat dan lokasi. Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serangkaian sambutan disampaikan untuk menegaskan tujuan kegiatan. Koordinator Am/KKM UIN Malang menjelaskan bahwa program ini adalah wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari Kepolisian Probolinggo, Bapak Anton, yang memberikan dukungan penuh terhadap aspek keamanan dan legitimasi kegiatan. Beliau menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa dan kepolisian sangat penting dalam mendukung program-program lingkungan yang berdampak pada kesejahteraan warga pesisir. Selain itu, Bapak Maryudi selaku pengelola sekaligus penjaga wisata Pantai Permata turut hadir memberikan arahan teknis mengenai kondisi aktual di lapangan. Beliau berbagi pengetahuan lokal mengenai tantangan penurunan jumlah pengunjung dan pentingnya menjaga keasrian pantai agar tetap menjadi destinasi wisata yang menarik. Suasana kolaboratif semakin kuat dengan kehadiran anggota organisasi Mandapala MAN 2 Probolinggo. Sebagai komunitas pecinta alam dari sekolah mitra, keterlibatan aktif mereka menunjukkan peran generasi muda dalam menjaga estafet pelestarian lingkungan di tingkat lokal. Mereka bersama mahasiswa dan masyarakat bahu-membahu menanam bibit mangrove di area yang telah teridentifikasi mengalami degradasi. Sebagai puncak aksi, seluruh peserta melakukan penanaman bersama pada pukul 08.00 WIB. Mangrove dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap karbon, mencegah erosi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting. Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan antara seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara mahasiswa KKM UIN Malang, Kepolisian, pengelola pantai, dan Mandapala MAN 2 Probolinggo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat melahirkan gerakan lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan, bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini mampu tumbuh kuat dan menjadi warisan hijau bagi masa depan masyarakat pesisir Probolinggo.

Thumbnail
1 week ago
Gebyar Ramadhan dan Buka Bersama RTQ Yanbu’a Bersama AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maliki

FARADILLA ARISYA AZWA

Malang – Gebyar Ramadhan dan buka puasa bersama digelar oleh RTQ Yanbu’a Pondok Pesantren Miftahul Huda Singosari bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (9/3/2026) di Aula PPMH. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan para santri, asatidz, wali santri, serta mahasiswa peserta pengabdian masyarakat. Kepala RTQ Yanbu’a, Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur, S.Ag., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para dewan asatidz dan asatidzah. Para santriwan dan santriwati mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan diawali pada sore hari dengan pembacaan istighosah yang diikuti seluruh santri dengan khidmat. Setelah itu, panitia membuka secara resmi rangkaian acara Gebyar Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan selama bulan suci. Memasuki sesi berikutnya, para santri menampilkan pembacaan Juz 30 yang dipadukan dengan permainan tebak ayat. Gus Agus Muhammad Ma’aliyal Umur memandu langsung kegiatan tersebut dengan membacakan potongan ayat secara acak dari Juz 30 dan Juz 1, kemudian para santri diminta menebak serta melanjutkan ayat yang dibacakan. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin hidup karena para santri saling berlomba menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an mereka. Rangkaian acara berlanjut dengan penampilan Pildacil (Pidato Cilik) yang dibawakan oleh salah satu santriwati RTQ Yanbu’a, Vera Rahmadhani. Penampilan tersebut merupakan hasil latihan intensif yang dilakukan selama sepekan bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani tampil di depan umum serta menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Imam Syafi’i menyampaikan sambutan sekaligus mauidhoh hasanah kepada para santri. Ia mengajak seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berani memiliki cita-cita yang tinggi. “Seorang pelajar harus selalu rendah hati dalam mencari ilmu. Ilmu yang sejati tidak akan terpisah dari adab. Tanpa adab, ilmu akan kehilangan keberkahannya,” ujar Ustadz Imam Syafi’i dalam tausiyahnya. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan ngabuburit bersama melalui sesi tanya jawab berhadiah yang berkaitan dengan pengetahuan agama dan hafalan Al-Qur’an. Para santri tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, sehingga suasana semakin meriah dengan gelak tawa dan keceriaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme para santri serta dukungan para asatidz menjadikan Gebyar Ramadhan ini tidak sekadar momen berbuka bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, tim AM-KKM 41 Nuradaya juga menyampaikan refleksi bahwa dunia pendidikan sering kali penuh tantangan dan kelelahan. Namun, keceriaan dan ketulusan anak-anak saat belajar Al-Qur’an menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ladang kebaikan yang menghadirkan keikhlasan dan energi baru untuk terus menyebarkan manfaat bagi sesama.

Thumbnail
1 week ago
Semarak Sambut Ramadhan, Kelompok KKM CAKRA 86 UIN MALANG Gelar Kegiatan Lomba Edukatif di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah Kota Pasuruan.

HAWA ARINI DINA YASMIN

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) CAKRA 86 melaksanakan kegiatan lomba dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pada hari Senin tanggal 7 Februari 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah yang berlokasi di Jl. Erlangga Gg. 19 A, Purworejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah. Keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan ini sangat diperlukan, mengingat adanya perbedaan jumlah yang cukup signifikan antara siswa dan tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM CAKRA 86 berperan aktif dalam membantu berbagai aspek kegiatan. Mulai dari proses registrasi peserta, pendampingan siswa selama lomba berlangsung, hingga mengarahkan siswa agar tetap tertib saat menunggu giliran. Selain itu, mahasiswa juga turut memberikan motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri dalam mengikuti setiap perlombaan. Kegiatan lomba ini ditujukan bagi seluruh siswa MI dengan berbagai jenjang kelas yang disesuaikan dengan jenis perlombaan. Adapun jenis lomba yang dilaksanakan meliputi Lomba Adzan, Hafalan Doa Qunut, Pildacil dan Mewarnai. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap bulan suci Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyaknya peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa kegiatan ini disambut dengan baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta perbedaan kemampuan antar siswa. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM CAKRA 86 dan pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah MI Roudlotussalamah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa khususnya dalam meningkatkan keberanian, kreativitas, serta semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan seleksi untuk Lomba PORSENI. Di akhir kegiatan, pihak madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya mahasiswa KKM CAKRA 86 yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pembinaan karakter dan peningkatan nilai-nilai keagamaan pada siswa sejak dini. Kegiatan lomba menyambut Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam membentuk generasi yang religius, kreatif, dan berakhlak mulia.

Thumbnail
1 week ago
Gebyar Ramadhan dan Buka Bersama RTQ Yanbu’a Bersama AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maliki

EXY FEBRI FEBI HAMZAH SANUSI

Malang | Serulingmedia.com – Gebyar Ramadhan dan buka puasa bersama diadakan oleh RTQ Yanbu'a Pondok Pesantren Miftahul Huda Singosari bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (9/3/2026) di Aula PPMH. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan para santri, asatidz, wali santri, serta mahasiswa peserta pengabdian masyarakat. Ketua RTQ Yanbu'a, Gus Agus Muhammad Ma'aliyal Umur, S.Ag., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama para dewan asatidz dan asatidzah. Para santriwan dan santriwati mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan diawali pada sore hari dengan pembacaan istighosah yang diikuti seluruh santri dengan khidmat. Setelah itu, panitia membuka secara resmi rangkaian acara Gebyar Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan pelatihan keagamaan selama bulan suci.   Memasuki sesi berikutnya, para santri menampilkan bacaan Juz 30 yang dipadukan dengan permainan tebak ayat. Gus Agus Muhammad Ma'aliyal Umur memandu langsung kegiatan tersebut dengan membacakan potongan ayat secara acak dari Juz 30 dan Juz 1, kemudian para santri diminta menebak serta melanjutkan ayat yang dibacakan. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin hidup karena para santri saling berlomba menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur'an mereka. Rangkaian acara diakhiri dengan penampilan Pildacil (Pidato Cilik) yang dibawakan oleh salah satu santriwati RTQ Yanbu'a, Vera Rahmadhani. Penampilan tersebut merupakan hasil latihan intensif yang dilakukan selama sepekan bersama tim AM-KKM 41 Nuradaya. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk berani tampil di depan umum serta menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Imam Syafi'i menyampaikan Berbagai sekaligus mauidhoh hasanah kepada para santri. Ia mengajak seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berani memiliki cita-cita yang tinggi. “Seorang pelajar harus selalu rendah hati dalam mencari ilmu. Ilmu yang sejati tidak akan terpisah dari adab. Tanpa adab, ilmu akan kehilangan keberkahannya,” ujar Ustadz Imam Syafi'i dalam tausiyahnya.   Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan ngabuburit bersama melalui sesi tanya jawab berhadiah yang berkaitan dengan pengetahuan agama dan hafalan Al-Qur'an. Para santri tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, sehingga suasana semakin meriah dengan gelak tawa dan keceriaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme para santri serta dukungan para asatidz menjadikan Gebyar Ramadhan ini tidak sekedar momen berbuka bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Melalui kegiatan ini, tim AM-KKM 41 Nuradaya juga menyampaikan refleksi bahwa dunia pendidikan sering kali penuh tantangan dan kelelahan. Namun, keceriaan dan ketulusan anak-anak saat belajar Al-Qur'an menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ladang kebaikan yang menghadirkan keikhlasan dan energi baru untuk terus menyebarkan manfaat bagi sesama.( Eno).  

Thumbnail
1 week ago
Seminar Anti-Bullying dan Mental Health di MINU Tratee Putera Gresik

ALFI MASYWA LATIFAH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka.     Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka.  Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya.     Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri.     Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.

Thumbnail
1 week ago
Selamat Tinggal Revisi Berulang! Mewujudkan Kemandirian Organisasi Murid MTsN 2 Malang Lewat Pelatihan Proposal

VIKA ASANA SABILA ANJANA

Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional”   Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada.   Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah.   Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!