DINDA RIESKA AYUNINGTYAS
Sepakek, 28 Januari 2026 -- Semangat kebersamaan dan toleransi menyelimuti Desa Sepakek selama tiga hari berturut-turut. Mahasiswa KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar ajang kompetisi anak bertajuk SIGMA (Semarak Islam dan Generasi Maju). Digelar dari tanggal 25 hingga 27 Januari 2026, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga simbol persatuan antar-dusun dari total 11 dusun. Sebanyak 165 peserta berusia 5-13 tahun memadati lokasi lomba, mewakili dusun masing-masing dengan penuh kebanggaan. Menembus Sekat PerbedaanYang membuat SIGMA tahun ini istimewa bukan hanya jumlah pesertanya yang membludak, melainkan semangat inklusivitasnya. Meski acara ini diinisiasi oleh mahasiswa kampus Islam, pintu kompetisi terbuka lebar untuk semua. Hal ini terbukti dengan kehadiran adik-adik dari Dusun Taman Bali yang beragama Hindu. Mereka turut berkompetisi dengan antusias dalam kategori umum seperti Lomba Mewarnai dan Fashion Show. Kehadiran mereka membuktikan bahwa kreativitas dan semangat generasi maju tidak memandang latar belakang agama. "Kami sangat senang melihat adik-adik dari Taman Bali berbaur tanpa canggung dengan teman-temannya dari dusun lain. Ini adalah wajah asli Sepakek yang harmonis," ujar salah satu perwakilan KKM 156 Patibrata. Tiga Hari Pesta KreativitasRangkaian acara SIGMA berlangsung meriah dengan pembagian agenda sebagai berikut: Hari Pertama (25/1): Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 107 peserta. Jumlah yang fantastis ini membuat arena lomba penuh warna. Hari Kedua (26/1): Uji mental dan intelektual lewat Lomba Adzan (13 peserta) dan Ranking 1 (11 peserta). Hari Terakhir (27/1): Ditutup dengan gemerlap Lomba Fashion Show yang diikuti 34 peserta, di mana anak-anak tampil percaya diri dengan busana terbaik mereka. Dominasi Juara dan Momen ApresiasiPuncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah yang dilakukan langsung oleh jajaran Perangkat Desa dan para Kepala Dusun (Kadus) Sepakek. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan pendamping. Berdasarkan akumulasi perolehan piala, Dusun Sepakek resmi dinobatkan sebagai Juara Umum karena berhasil menyabet gelar juara terbanyak di berbagai kategori. Namun, kejutan manis datang dari kategori Mewarnai dan Fashion Show, di mana talenta dari Dusun Taman Bali berhasil mencuri perhatian juri dan menyabet podium tertinggi. Berikut adalah daftar lengkap pemenang Lomba SIGMA KKM 156 Patibrata: Wajah semangat dari peserta lomba adzan (Sumber: Dokumentasi pribadi) Kategori Lomba Mewarnai Juara 1: Rara Ulun Anggita (Dusun Taman Bali) Juara 2: Farendra Nugraha (Dusun Sepakek) Juara 3: Adelia (Dusun Sepakek Utara) Harapan 1: Aliya Ainun (Dusun Penjangka) Harapan 2: Husna Ningsih (Dusun Sepakek) Harapan 3: Raisya Farhana (Dusun Sepakek Utara) Kategori Lomba Adzan Juara 1: Saka (Dusun Sepakek Utara) Juara 2: Arbani Devin (Dusun Sepakek) Juara 3: Pangeran Ozil (Dusun Sepakek) Kategori Ranking 1 Juara 1: Didi Amirul Hakim (Dusun Peresak) Juara 2: Ahmad Yasa (Dusun Kelana) Juara 3: Zaidi T. (Dusun Sepakek Selatan) Kategori Fashion Show Juara 1: Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 2: I Gusti Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 3: Diva Syahira Zafali (Dusun Sepakek) Kelompok 156 "Patibrata" berharap kegiatan SIGMA ini dapat menjadi kenangan manis dan pemantik semangat bagi anak-anak Desa Sepakek untuk terus berprestasi, menjaga kerukunan, dan menjadi generasi yang maju di masa depan.
OLIVIA ITKA NISHFI RAMADHAN
Selasa, 13 Januari 2026 —— Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Sosialisasi Anti bullying sekaligus Seminar Tari Gandrung di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama dari kelompok KKM Mandiri Sahwahita yang diikuti oleh 120 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB tepat setelah selesainya kegiatan Shobahul Lughoh yang rutin dilaksanakan setelah apel pagi. Acara sosialisasi ini dimulai dengan pembukaan non formal oleh kak Lajan sebagai MC yang bertugas. Mahasiswa KKM menyadari bahwa peserta sosialisasi tidak terfokus pada salah satu kelas, melainkan mengikutsertakan semua siswa di MI Miftahul Jadid. Oleh karena itu acara ini dikemas dengan begitu menyenangkan lewat ice breaking dan yel-yel, sehingga membuat acara terasa seru dan tidak monoton. Acara selanjutnya diisi dengan seminar Tari Gandrung yang disampaikan oleh Kak Eralda. Latar belakang pemilihan materi ini tidak lain karena Tari Gandrung sendiri merupakan tarian khas Banyuwangi. Hal ini tentu sangat cocok dengan budaya yang ada di masyarakat tempat pelaksanaan KKM, terutama para siswi MI Miftahul Jadid yang sudah tidak asing dengan tarian ini. Pemateri juga mengenalkan tentang "Festival Gandrung Sewu", sebuah tradisi yang wajib ditampilkan dalam rangkaian acara Hari Jadi Banyuwangi setiap bulan Oktober yang bertempat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Seminar ini kemudian ditutup dengan penampilan Tari Gandrung oleh kak Atina. Tidak hanya berhenti disitu, dengan adanya seminar Tari Gandrung ini juga memberikan peluang kepada para siswi MI Miftahul Jadid untuk mengikuti pelatihan tari yang akan dilaksanakan setiap minggunya di posko KKM, yang mana tari ini nantinya akan ditampilkan saat malam puncak perpisahan kegiatan KKM. Kemudian rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi anti bullying,yang juga menjadi sesi inti dari kegiatan ini. Materi anti bullying disampaikan oleh Kak Akbar dan Kak Oliv. Sebelum masuk ke materi inti, para siswa terlebih dahulu diputarkan film pendek yang menceritakan tentang bullying. Hal ini dimaksudkan supaya para siswa tahu mengenai gambaran bullying dan apa dampak buruk yang ditimbulkannya. Terdapat beberapa poin penting mengenai materi yang disampaikan, diantaranya adalah pengertian bullying, ciri-ciri bullying, jenis-jenis bullying meliputi bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan cyber bullying, dan upaya pencegahan bullying. Di sela-sela penyampaian materi, Kak Akbar dan Kak Oliv juga memberikan beberapa kuis sederhana yang berkaitan dengan tema bullying. Para siswa yang berhasil menjawab dengan benar diberikan hadiah. Sebelum mengakhiri materi, para siswa juga diberikan kesempatan untuk menuliskan tentang perasaan ataupun kisah mereka yang pernah menjadi korban bullying dalam secarik kertas. Tidak sedikit siswa yang mau untuk berbagi cerita kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang. Bahkan ada beberapa dari mereka yang menangis ketika teringat perundungan yang dulu pernah dialami. Mahasiswa KKM juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang sudah berani untuk bercerita dengan memberikan hadiah. Suasana yang semula ceria menjadi sedikit sedih dan sendu. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata dampak buruk dari bullying memang benar adanya, tidak hanya menyerang fisik, namun mental dari si korban bullying juga akan terkena imbasnya. Setelah dirasa cukup waktu untuk bercerita, acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Masing-masing siswa terdiri dari 3 orang berfoto dengan menggunakan twibbon bertuliskan "stop bullying". Tidak hanya dokumentasi semata guna mengabadikan sebuah moment, hal ini juga dimasudkan sebagai upaya atau tindakan nyata untuk menolak segala bentuk perundungan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, menjadi salah satu bukti akan kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam memberikan edukasi tentang pentingnya penanaman pendidikan karakter anak sedari dini. Besar harapan kami kepada mereka supaya belajar untuk saling menghargai dan menghormati sesama, menghindari perundungan, dan mau berteman dengan siapapun tanpa membeda-membedakan antara satu sama lain.
FATIKHATUL ALIMAH
Bersama TPQ Miftahul Jannah Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria. Bersama TPQ Darul Falah
NUR SALWA ARYANTIKA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 65 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Abhipraya Nawasena melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik bersama ibu-ibu PKK Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Kalirejo. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Kalirejo selaku Ketua PKK, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kalirejo, serta ibu-ibu PKK desa setempat. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias, terlihat dari partisipasi para peserta yang mengikuti setiap tahapan sosialisasi dengan seksama. Pemilihan tema pembuatan pupuk organik didasarkan pada kondisi masyarakat Desa Kalirejo yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada masyarakat mengenai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mudah dibuat dan ekonomis. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 65 melakukan demonstrasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga berupa kulit bawang dan kulit pisang. Limbah organik ini dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan sering kali belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Selain demonstrasi, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah serta dampaknya terhadap kesehatan lingkungan. Pupuk organik dinilai lebih aman digunakan dalam jangka panjang dan dapat membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 65 UIN Malang berharap ibu-ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah kecil dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah organik di Desa Kalirejo.
PUTRI EKA HIDAYATUL NURROHMAH
Kediri - Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Pesantren dan Kawasan (PSPK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2025/2026 secara resmi dibuka pada Minggu 4 Januari di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) PPSM Banin Bant Al Mubtadi-ien Desa Badal-Ngadiluwih, Kediri. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di PPSM Banin Banat Al Mubtadi-ien. Acara pembukaan ini dihadiri oleh pengasuh PPSM Banin Banat Al Mubtadiin beserta jajarannya. Selain itu turut hadir juga perangkat desa setempat seperti kepala desa, sekretaris, serta sejumlah perangkat desa lainnya. Program kerja KKM unggulan PSPK ini tidak hanya berfokus pada pondok pesantren serta Lembaga Pendidikan formal di dalamnya, namun juga berfokus di kawasan Desa Badal. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi kegiatan program kerja yang dilaksanakan di lingkungan pesantren dan desa. “Saya mewakili teman-teman saya mengucapkan terimakasih sekaligus memohon izin untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di PPSM Banin Banat Al Mubtadiin dan Desa Badal,” ujar Putri Eka selaku ketua kelompok KKM 260 ini. Selanjutnya, ia juga memohon arahan dan bimbingan selama proses pengabdian selama kurang lebih satu bulan sepuluh hari. Program pengabdian unggulan ini difokuskan pada upaya penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren. Selain itu kegiatan ini juga diarahkan pada penguatan aktivitas keagamaan dan sosial baik di lingkungan pesantren maupun di Tengah Masyarakat Desa Badal. Sejalan dengan fokus tersebut, seluruh program kerja yang dirancang mendapat dukungan dan sambutan positif dari pihak pesantren maupun perangkat desa, sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dari sambutan kepala desa dan pengasuh mengenai dukungan dan sambutan penuh dari mereka atas kedatangan mahasiswa KKM dengan segala program kerjanya Kediri - Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Pesantren dan Kawasan (PSPK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2025/2026 secara resmi dibuka pada Minggu 4 Januari di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) PPSM Banin Bant Al Mubtadi-ien Desa Badal-Ngadiluwih, Kediri. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di PPSM Banin Banat Al Mubtadi-ien. Acara pembukaan ini dihadiri oleh pengasuh PPSM Banin Banat Al Mubtadiin beserta jajarannya. Selain itu turut hadir juga perangkat desa setempat seperti kepala desa, sekretaris, serta sejumlah perangkat desa lainnya. Program kerja KKM unggulan PSPK ini tidak hanya berfokus pada pondok pesantren serta Lembaga Pendidikan formal di dalamnya, namun juga berfokus di kawasan Desa Badal. Oleh karena itu perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi kegiatan program kerja yang dilaksanakan di lingkungan pesantren dan desa. “Saya mewakili teman-teman saya mengucapkan terimakasih sekaligus memohon izin untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di PPSM Banin Banat Al Mubtadiin dan Desa Badal,” ujar Putri Eka selaku ketua kelompok KKM 260 ini. Selanjutnya, ia juga memohon arahan dan bimbingan selama proses pengabdian selama kurang lebih satu bulan sepuluh hari. Program pengabdian unggulan ini difokuskan pada upaya penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren. Selain itu kegiatan ini juga diarahkan pada penguatan aktivitas keagamaan dan sosial baik di lingkungan pesantren maupun di Tengah Masyarakat Desa Badal. Sejalan dengan fokus tersebut, seluruh program kerja yang dirancang mendapat dukungan dan sambutan positif dari pihak pesantren maupun perangkat desa, sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dari sambutan kepala desa dan pengasuh mengenai dukungan dan sambutan penuh dari mereka atas kedatangan mahasiswa KKM dengan segala program kerjanya
MUHAMMAD FAWWAS HIBATULLAH
Sumberejo, 24 Januari 2026 - Mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja pembuatan tong sampah terpilah di MTs MA Roudlotul Ulum, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan pembuatan tong sampah terpilah ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memanfaatkan ember bekas cat yang kemudian dibersihkan, dicat ulang, dan dihias agar tampak lebih menarik serta layak digunakan sebagai media edukasi lingkungan di sekolah. Tong sampah yang dibuat terdiri atas tiga jenis pemilahan, yaitu sampah organik, sampah anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemilahan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami perbedaan jenis sampah sekaligus membiasakan mereka membuang sampah sesuai kategorinya. Proses pembuatan dilakukan mulai dari pengumpulan ember bekas, pengecatan, penulisan label jenis sampah, hingga penempatan tong sampah di area sekolah. Setelah selesai, tong sampah terpilah tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung budaya peduli lingkungan. "Kami ingin di MTs MA Roudlotul Ulum tidak hanya tersedia tong sampah biasa, tetapi juga tong sampah terpilah agar siswa terbiasa memilah sampah sejak dini dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujar Ghozi. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap tong sampah terpilah yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi sarana edukasi lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di MTs MA Roudlotul Ulum.