DIAH NUR AFIFAH
Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional” Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada. Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. 1. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. 2. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). 3. Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah. Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: 1. Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. 2. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". 3. Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!
DELFINA AURORA AZZAHROH
FITK INSIGHT – Pada hari Sabtu, 18 April 2026, Tim Asistensi Mengajar dari Dasavavartha FITK UIN Malang melaksanakan kegiatan bertajuk Tanzif Surau bersama para pelajar Maahad Ihya’ Al Ahmadi. Kegiatan ini berlangsung pada waktu pagi hari dan melibatkan berbagai elemen masyarakat sekitar. Kegiatan tanzif ini dilakukan di lingkungan sekitar maahad dan permukiman warga, meliputi pembersihan musholla, masjid, beberapa rumah warga, serta area kuburan. Para peserta terlihat antusias dan bekerja sama dalam membersihkan setiap lokasi yang telah ditentukan. Menurut salah satu perwakilan tim, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, pelajar, dan masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat. Dengan adanya kegiatan Tanzif Surau ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan serta gotong royong di tengah masyarakat.[iz]
FAHIMAH DZAKIYYAH
Kolaborasi KKM UIN Malang Kelompok 77 Satyaseva dan MAN 2 Malang Gelar Rangkaian Edukasi "Madrasah Ramah Anak" Guna Cegah Perundungan dan Adiksi MALANG - Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu kesehatan mental remaja, perundungan di lingkungan pendidikan, hingga tantangan adiksi digital, sekolah dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagai kasus kekerasan verbal, diskriminasi sosial, hingga tekanan psikologis yang dialami pelajar menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di tingkat global maupun nasional, tetapi juga menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan lokal. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, MAN 2 Malang terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif, aman, dan ramah anak melalui rangkaian kegiatan bertajuk "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026 di Masjid Al-Asmu'i MAN 2 Malang. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Rangkaian acara dikemas dalam bentuk seminar dan workshop yang membahas isu keberagaman, kesetaraan, anti perundungan, kesehatan mental, hingga pencegahan adiksi di kalangan remaja. Tidak hanya menjadi kegiatan edukatif biasa, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bagi para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara sosial maupun emosional. Hari Pertama : Seminar "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan" Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa, 21 April 2026, pukul 10.00-15.10 WIB dengan seminar bertema "Merawat Keberagaman, Menegakkan Kesetaraan, dan Melawan Kekerasan". Seminar ini menghadirkan Drs. Khotfirul Aziz, Fadilla Atsjira, dan Afiq Fatturrohman Vidiansyah sebagai pemateri. Dua pemateri terakhir merupakan mahasiswa AM UM Malang yang turut berpartisipasi dalam memberikan edukasi kepada peserta. Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Para pemateri menekankan bahwa perbedaan latar belakang, karakter, maupun kemampuan individu bukan alasan untuk mendiskriminasi seseorang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Selain itu, seminar juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang sering muncul di lingkungan remaja, baik secara verbal, sosial, maupun psikologis. Banyak tindakan yang sering dianggap "candaan biasa" ternyata dapat meninggalkan dampak emosional yang mendalam bagi korban. Diskusi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Para siswa terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Hari Kedua : Talkshow "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" Kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.00-14.00 WIB melalui kegiatan Talkshow bertema "Mewujudkan Ramah Anak: Inklusif, Aman, dan Bebas Perundungan" yang menghadirkan Diah Mayasari, M.Psi. sebagai pemateri utama. Seminar ini dimoderatori oleh M. Izzul Islam, mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam pemaparannya, Diah Mayasari menekankan bahwa konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar program formal atau slogan sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan diterima di lingkungan pendidikan, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Membangun Madrasah Ramah Anak bukan sekadar label, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan empati, kepedulian, dan sistem perlindungan nyata bagi siswa," jelasnya di hadapan peserta seminar. Beliau juga mengajak para siswa untuk mulai lebih peka terhadap kondisi teman di sekitar mereka. Terkadang, tindakan sederhana seperti menghargai, mendengarkan, dan tidak merendahkan orang lain dapat menjadi langkah awal dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Sesi seminar berlangsung dinamis dan komunikatif. Peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta aktif memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. Hari Kedua : Workshop "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" Setelah seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop bertema "Pencegahan Adiksi & Kesehatan Mental" mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Workshop ini menghadirkan Octaviana R., S.Psi. sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Sania Sahril M., mahasiswa yang sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar di MAN 2 Malang. Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja masa kini, terutama akibat perkembangan teknologi digital dan tekanan sosial. Pemateri menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dan gadget secara berlebihan dapat memicu berbagai bentuk adiksi yang berdampak pada kesehatan mental, pola belajar, hingga hubungan sosial siswa. Selain membahas tentang adiksi digital, workshop juga mengupas pentingnya menjaga keseimbangan emosional, mengelola stres akademik, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebihan, kelelahan emosional, dan penurunan motivasi belajar. Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman maupun fenomena yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi yang disampaikan terasa lebih dekat dan relevan dengan kondisi remaja saat ini. Wujud Kolaborasi Madrasah dan Mahasiswa dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman Rangkaian kegiatan "Madrasah Lingkungan Ramah Anak" ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati sosial, dan kesehatan mental peserta didik. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara OSIS MAN 2 Malang, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 Satyaseva, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sama-sama sedang melaksanakan program Asistensi Mengajar (AM) di MAN 2 Malang. Kolaborasi lintas institusi ini menghadirkan suasana kegiatan yang lebih dinamis dan dekat dengan para siswa. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya membantu proses pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pendekatan edukatif yang lebih relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Para mahasiswa turut berperan aktif dalam pendampingan peserta, koordinasi kegiatan, hingga membangun suasana diskusi yang komunikatif dan interaktif. Sinergi antara pihak madrasah, organisasi siswa, dan mahasiswa Asistensi Mengajar ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2 Malang. Melalui kegiatan ini pula, para siswa diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mental, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk perundungan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan suportif bagi semua.
HARIEM AULIA ZAHRA
TPQ Al-Ikhlas menyelenggarakan kegiatan Lomba Bersih Kampung yang dikemas secara menarik dengan nuansa perlombaan khas 17 Agustusan. Kegiatan ini dilaksanakan pada [Hari Minggu,08 Februari 2026] bertempat di lingkungan TPQ Al-Ikhlas, dengan melibatkan seluruh santri serta didukung oleh Mahasiswa Asistensi Mengajar dari UIN Malang sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan dengan mahasiswa dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi santri. Selain bertujuan untuk menanamkan nilai kebersihan sebagai bagian dari iman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta rasa tanggung jawab sosial. Sejak awal kegiatan, suasana tampak meriah dan penuh semangat. Para santri terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan simbolis pemotongan pita sebagai tanda dimulainya lomba, yang disambut dengan sorak gembira dari para peserta. Berbagai jenis perlombaan khas perayaan 17 Agustus turut memeriahkan kegiatan ini, seperti lomba estafet, lomba ketangkasan, lomba kekompakan tim, serta permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia santri. Selain itu, kegiatan utama berupa lomba bersih kampung juga menjadi fokus utama, di mana para santri diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar TPQ, merapikan area belajar, serta menjaga kebersihan fasilitas yang ada. Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berperan aktif dalam mengoordinasikan jalannya kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Mereka juga memberikan pendampingan langsung kepada santri selama kegiatan berlangsung, sehingga tercipta suasana yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa ini memberikan warna tersendiri serta menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus semangat dalam menuntut ilmu.Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menunjukkan nilai-nilai positif seperti kebersamaan, kepedulian, serta rasa tanggung jawab. Santri terlihat saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja sama dalam menyelesaikan setiap kegiatan yang diberikan. Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pemberian apresiasi kepada kelompok terbaik. Meskipun demikian, seluruh peserta tetap mendapatkan pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik. Secara keseluruhan, kegiatan Lomba Bersih Kampung yang dikombinasikan dengan lomba 17 Agustusan ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh keceriaan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter santri yang peduli lingkungan, disiplin, serta memiliki semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, TPQ Al-Ikhlas bersama Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
IKRIMA LUTFIA NISSA
Probolinggo - Kelestarian lingkungan pesisir bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan sebuah aksi kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Di Pantai Permata, Kelurahan Pilang, semangat pengabdian masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove yang memadukan semangat mahasiswa, aparat keamanan, dan komunitas lokal. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM Vidyatama Kelompok 89 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berjumlah delapan orang dengan berbagai mitra strategis, kegiatan reboisasi pesisir tahun 2026 ini terselenggara dengan penuh antusiasme. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di kawasan Pantai Permata, Kota Probolinggo, mengusung semangat pelestarian lingkungan sebagai bentuk mitigasi abrasi. Program ini dipilih sebagai upaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetasi mangrove sebagai benteng alami pantai. Acara diawali dengan persiapan sejak pukul 06.30 WIB oleh seluruh panitia guna memastikan kesiapan lokasi, alat, dan kebutuhan kegiatan lainnya. Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak untuk memperkuat tujuan pelaksanaan kegiatan. Koordinator KKM UIN Malang menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Kepolisian Probolinggo, Bapak Anton, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Kehadiran pihak kepolisian tidak hanya mendukung aspek keamanan, tetapi juga menunjukkan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan aparat dalam mewujudkan program lingkungan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir. Selain itu, Bapak Maryudi selaku pengelola sekaligus penjaga wisata Pantai Permata juga turut hadir memberikan arahan terkait kondisi lapangan. Beliau menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi kawasan pesisir, termasuk pentingnya menjaga keasrian lingkungan agar kawasan wisata tetap menarik bagi pengunjung. Pengetahuan lokal yang beliau sampaikan menjadi wawasan tambahan bagi seluruh peserta mengenai kondisi nyata yang dihadapi masyarakat pesisir. Suasana kolaboratif semakin terasa dengan kehadiran anggota organisasi Mandapala MAN 2 Probolinggo. Sebagai komunitas pecinta alam dari sekolah mitra, keterlibatan aktif mereka menunjukkan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tingkat lokal. Bersama mahasiswa dan masyarakat sekitar, mereka bergotong royong menanam bibit mangrove pada area yang telah diidentifikasi mengalami degradasi lingkungan. Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta melakukan penanaman mangrove bersama pada pukul 08.00 WIB. Mangrove dipilih karena memiliki berbagai manfaat penting, seperti mencegah abrasi, menyerap karbon, mengurangi erosi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting. Melalui penanaman ini, diharapkan ekosistem pesisir dapat terjaga sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah sebagai simbol kebersamaan seluruh pihak yang terlibat. Momen tersebut juga menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi antara mahasiswa KKM UIN Malang, Kepolisian, pengelola pantai, serta anggota Mandapala MAN 2 Probolinggo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu melahirkan gerakan lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan, bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh kuat dan menjadi warisan hijau bagi masa depan masyarakat pesisir Kota Probolinggo.
SYAFAATUN NAZIYAH
Kegiatan Seminar Literasi sukses digelar di MI Perwanida Blitar bekerja sama dengan mahasiswa program Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pradaya Cakrawala dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar sekaligus menumbuhkan minat baca dan keterampilan menulis siswa sejak dini. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh siswa, guru, serta para mahasiswa pendamping. ([Yayasan Bakti Perwanida][1]) Dalam seminar tersebut, pemateri memberikan berbagai materi menarik seputar pentingnya literasi di era digital, cara membangun kebiasaan membaca, hingga pemanfaatan media kreatif sebagai sarana belajar. Para siswa diajak untuk aktif berdiskusi, membaca cerita inspiratif, serta mengekspresikan ide melalui kegiatan game menyusun cerita sederhana. Suasana seminar berlangsung interaktif sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta. Kepala madrasah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan motivasi baru bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi. Selain itu, kehadiran mahasiswa Asistensi Mengajar dan KKM Pradaya Cakrawala juga menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Program seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter siswa. Melalui Seminar Literasi ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam dunia pendidikan. Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat semangat belajar, kreativitas, dan budaya literasi di kalangan peserta didik MI Perwanida Blitar. Dengan adanya kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan siswa semakin percaya diri untuk membaca, menulis, dan mengembangkan potensi diri mereka di masa depan.