NAYLA NUR SAFA SEPTIASA PUTRI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Family Corner di Masjid Muthohharun. Kegiatan ini diikuti oleh takmir Masjid Muthohharun serta tokoh masyarakat setempat sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Arunika Karsa 110, dilanjutkan sambutan dari Ketua Takmir Masjid Muthohharun yang menegaskan pentingnya inovasi program masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang aman dan solutif bagi jamaah. Dalam sambutannya, pihak takmir menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pelayanan sosial dan keluarga jika dikelola secara terstruktur dan kolaboratif.Materi inti disampaikan oleh Dr. H. Anas Fauzie, S.Ag., M.Pd. dari KUA kec. Sukun. Ia menjelaskan bahwa Family Corner merupakan konsep masjid ramah keluarga yang menekankan pendekatan preventif dan edukatif dalam menangani persoalan keluarga. Melalui Family Corner, masjid diharapkan mampu menjadi pusat edukasi, konsultasi, serta rujukan layanan keluarga yang berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Dr. Anas Fauzie memaparkan empat fungsi utama Family Corner, yaitu fungsi edukatif, konsultasi, sosial, dan rujukan. Fungsi edukatif diwujudkan melalui edukasi parenting serta bimbingan pra dan pasca nikah. Fungsi konsultasi berfokus pada pendampingan masalah rumah tangga, sementara fungsi sosial menjadi ruang diskusi dan mediasi konflik keluarga. Adapun fungsi rujukan menghubungkan jamaah dengan lembaga terkait seperti KUA, tenaga kesehatan keluarga, hingga ahli hukum dan psikolog.Selain itu, dijelaskan pula manfaat Family Corner bagi masjid dan masyarakat. Bagi masjid, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup, fungsional, serta meningkatkan partisipasi jamaah lintas usia. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat. Dalam sesi pembahasan teknis, disampaikan rencana pembentukan struktur pengurus Family Corner yang melibatkan unsur takmir, remaja masjid, serta pendamping dari mahasiswa KKM. Pengelolaan administrasi dilakukan melalui sistem registrasi, peninjauan masalah, pendampingan, dan fasilitasi solusi. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan peran Masjid Muthohharun sebagai pusat pelayanan keluarga yang inklusif dan berkelanjutan.
FARI FADLUR ROHMAN
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 resmi mengakhiri rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui acara Penutupan dan Malam Perpisahan yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Masjid Fattahillah, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Acara penutupan dimulai pada pukul 19.30 WIB. Sebelumnya, persiapan telah dilakukan sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu Maghrib. Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh anggota Kelompok KKM Svarnanta 17 sebagai panitia pelaksana, dengan dukungan dan partisipasi aktif dari warga sekitar. Rangkaian acara diawali dengan pra-acara berupa sholawatan bersama yang dipimpin oleh perwakilan Kelompok KKM Svarnanta 17. Acara resmi kemudian dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi oleh mahasiswa KKM. Suasana semakin hangat saat pemutaran after movie kegiatan KKM yang disaksikan bersama masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa Kelompok KKM Svarnanta 17. Pada momen tersebut, suasana tampak haru, bahkan perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan dengan penuh emosi hingga meneteskan air mata. Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Svarnanta 17, Ibu Nuril Mufidah, M.Pd., menyampaikan bahwa momen haru dalam penyampaian kesan dan pesan mahasiswa menjadi cerminan kuatnya ikatan emosional yang terbangun selama kegiatan KKM. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah menerima dan merangkul mahasiswa dengan sangat baik sejak awal hingga akhir masa pengabdian. Selanjutnya, disampaikan sambutan dari Ketua Kelompok KKM Svarnanta 17 serta Ketua Takmir Masjid Fattahillah, yang turut mengapresiasi dedikasi mahasiswa selama menjalankan program KKM. Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta foto bersama. Melalui kegiatan ini, seluruh rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Svarnanta 17 dinyatakan telah selesai. Acara penutupan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kehangatan, serta meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa maupun masyarakat Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang.
MUHAMMAD DAFFA WARDHANA
Penguatan ekonomi desa berbasis UMKM menjadi fokus utama dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Rabu, 7 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama mahasiswa BKK Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan sosialisasi UMKM di Balai Desa Sarongan. Kegiatan ini secara khusus menyasar pelaku UMKM di Dusun Krajan, salah satu dusun dengan fasilitas dan akses yang relatif lebih baik di wilayah tersebut. Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pendamping Lapangan UIN Malang, Ryan Basith Fasih Khan, SE., MM, yang juga bertindak sebagai narasumber, perangkat desa dan dusun, Camat Pesanggaran Sujono, serta Kepala Desa Sarongan Gunoto. Sinergi lintas institusi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi desa. Peserta sosialisasi berasal dari berbagai sektor usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi Dusun Krajan. Mayoritas pelaku UMKM bergerak di bidang pertanian buah naga, usaha kuliner seperti kebab, produksi gula merah dan gula aren, serta sektor perikanan. Dengan struktur usaha yang cukup beragam, Dusun Krajan dinilai memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk dikembangkan secara lebih terarah. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya transformasi pemasaran UMKM melalui pemanfaatan platform digital. Beberapa platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, dan Facebook Marketplace diperkenalkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pasar. Digitalisasi pemasaran dinilai relevan dengan kondisi Dusun Krajan yang telah memiliki akses infrastruktur memadai, sehingga memungkinkan pelaku UMKM masuk ke pasar yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada penjualan lokal. Namun, diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa tantangan utama UMKM di Dusun Krajan tidak terletak pada produksi semata. Masalah pemasaran, baik secara online maupun konvensional, masih menjadi hambatan utama. Banyak pelaku usaha mengaku belum memiliki strategi pemasaran yang konsisten, sehingga produk yang dihasilkan belum mampu bersaing secara optimal di pasar yang lebih luas. Selain itu, isu keberlanjutan UMKM juga menjadi perhatian serius. Pelaku usaha menghadapi ketidakpastian permintaan, fluktuasi harga, serta persaingan dengan produk dari luar daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek teknis pemasaran, tetapi juga dalam perencanaan usaha jangka panjang. Dinamika diskusi berlangsung aktif dan partisipatif. Warga terlibat langsung dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman usaha yang mereka jalani. Mahasiswa KKN UIN Malang dan BKK UNAIR berperan sebagai jembatan pengetahuan, menghubungkan konsep pemasaran digital dengan realitas usaha di tingkat desa. Kegiatan ditutup dengan pembagian merchandise sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi pelaku UMKM. Dalam arahannya, Camat Pesanggaran, Sujono, menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari kegiatan ini. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada forum sosialisasi. “Saya berharap mahasiswa bisa jemput bola ke rumah-rumah pelaku UMKM, membantu membuat Google Profile Business dan akun e-commerce agar usaha mereka benar-benar bisa dikenal luas,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Sarongan, Gunoto, menegaskan bahwa penguatan UMKM harus menjadi agenda bersama yang berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi antara kampus dan desa dapat terus dilanjutkan dan diintegrasikan dengan program pembangunan desa. Menurutnya, pendampingan yang konsisten akan membantu UMKM tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing. Secara analitis, kegiatan sosialisasi UMKM di Dusun Krajan menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas. Diperlukan sinergi antara peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan teknologi, serta dukungan kelembagaan dari pemerintah desa dan perguruan tinggi. Kolaborasi kampus–desa dalam kegiatan ini menjadi contoh bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi lokal. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM Desa Sarongan yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi desa.
ARSYIDA SABILA ADELINA
Sejalan dengan visi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengintegrasikan nilai keislaman dan pengabdian kepada masyarakat, saya bersama rekan-rekan Kelompok KKM 35 Pandareka terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ Baitur Rohim, Desa Pandansari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang keagamaan yang bertujuan membantu meningkatkan literasi Al-Qur’an anak-anak melalui metode Yanbu’a. Kehadiran kami disambut dengan antusias oleh para santri dan pengasuh TPQ. Dalam proses pembelajaran, saya mendampingi santri membaca Yanbu’a sesuai kaidah tajwid, sekaligus menyampaikan materi keagamaan ringan seperti doa harian, hafalan surat pendek, dan kisah teladan para nabi. Suasana belajar dibuat interaktif dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan semangat mengikuti kegiatan mengaji. Selain fokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, kami juga berupaya membangun kedekatan emosional dengan para santri melalui metode pembelajaran kreatif seperti bernyanyi dan kuis sederhana. Pengasuh TPQ pun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKM yang dinilai membawa energi positif bagi kegiatan belajar mengajar. Bagi saya, pengalaman mengajar di TPQ Baitur Rohim menjadi pembelajaran berharga sekaligus bentuk nyata pengamalan ilmu keagamaan. Semoga kontribusi sederhana ini dapat menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an dan membentuk generasi muda Pandansari yang beriman serta berakhlak Qur’ani.
AHMAD FAJAR SODIQ
Pada Rabu, 7 Januari 2026, mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga Desa Kelompanggubug mengikuti rapat Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dalam rangka persiapan peringatan Isra Miraj. Rapat ini menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menyukseskan kegiatan keagamaan yang akan digelar dalam waktu dekat. Rapat dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan panitia inti, di antaranya Bapak Yanto selaku ketua pelaksana kegiatan, Bapak Zaed sebagai bendahara umum acara, serta remaja masjid yang turut terlibat sebagai panitia. Selain itu, teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang juga hadir untuk mendukung dan terlibat langsung dalam proses perencanaan kegiatan. Fokus utama rapat kali ini adalah pembahasan mengenai rangkaian perlombaan yang akan dilaksanakan sebelum acara puncak peringatan Isra Miraj. Acara puncak sendiri dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2026. Perlombaan dirancang tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Jenis lomba yang direncanakan menyesuaikan dengan budaya warga Desa Kelompanggubug dan dikategorikan berdasarkan jenjang pendidikan peserta, mulai dari PAUD/TK hingga kelas 6 Sekolah Dasar. Dengan pembagian tersebut, diharapkan seluruh anak-anak desa dapat berpartisipasi sesuai dengan usia dan kemampuan mereka. Melalui rapat PHBI ini, terbangun sinergi yang kuat antara mahasiswa KKM dan warga desa. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan peringatan Isra Miraj yang tidak hanya khidmat, tetapi juga meriah dan berkesan bagi seluruh masyarakat Desa Kelompanggubug.