Thumbnail
1 week ago
Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang Gelar Seminar Saring Sebelum Sharing Modernisasi Beragama di MAN 3 Kediri Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang Gelar Seminar Saring Sebelum Sharing Moder

ALMA BAISYURA

Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.

Thumbnail
1 week ago
Semarak Sambut Ramadhan, Kelompok KKM CAKRA 86 Gelar Kegiatan Lomba Edukatif di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah Pasuruan.

NABILAH NUR FAIZAH

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) CAKRA 86 melaksanakan kegiatan lomba dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pada hari Senin tanggal 7 Februari 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah yang berlokasi di Jl. Erlangga Gg. 19 A, Purworejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah. Keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan ini sangat diperlukan, mengingat adanya perbedaan jumlah yang cukup signifikan antara siswa dan tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM CAKRA 86 berperan aktif dalam membantu berbagai aspek kegiatan. Mulai dari proses registrasi peserta, pendampingan siswa selama lomba berlangsung, hingga mengarahkan siswa agar tetap tertib saat menunggu giliran. Selain itu, mahasiswa juga turut memberikan motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri dalam mengikuti setiap perlombaan. Kegiatan lomba ini ditujukan bagi seluruh siswa MI dengan berbagai jenjang kelas yang disesuaikan dengan jenis perlombaan. Adapun jenis lomba yang dilaksanakan meliputi Lomba Adzan, Hafalan Doa Qunut, Pildacil dan Mewarnai. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap bulan suci Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyaknya peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa kegiatan ini disambut dengan baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta perbedaan kemampuan antar siswa. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM CAKRA 86 dan pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah MI Roudlotussalamah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa khususnya dalam meningkatkan keberanian, kreativitas, serta semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan seleksi untuk Lomba PORSENI. Di akhir kegiatan, pihak madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya mahasiswa KKM CAKRA 86 yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pembinaan karakter dan peningkatan nilai-nilai keagamaan pada siswa sejak dini. Kegiatan lomba menyambut Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam membentuk generasi yang religius, kreatif, dan berakhlak mulia. Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) CAKRA 86 melaksanakan kegiatan lomba dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pada hari Senin tanggal 7 Februari 2026 di Madrasah Ibtidaiyah Roudlotussalamah yang berlokasi di Jl. Erlangga Gg. 19 A, Purworejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah. Keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan ini sangat diperlukan, mengingat adanya perbedaan jumlah yang cukup signifikan antara siswa dan tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM CAKRA 86 berperan aktif dalam membantu berbagai aspek kegiatan. Mulai dari proses registrasi peserta, pendampingan siswa selama lomba berlangsung, hingga mengarahkan siswa agar tetap tertib saat menunggu giliran. Selain itu, mahasiswa juga turut memberikan motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri dalam mengikuti setiap perlombaan. Kegiatan lomba ini ditujukan bagi seluruh siswa MI dengan berbagai jenjang kelas yang disesuaikan dengan jenis perlombaan. Adapun jenis lomba yang dilaksanakan meliputi Lomba Adzan, Hafalan Doa Qunut, Pildacil dan Mewarnai. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap bulan suci Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyaknya peserta yang mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat menjadi bukti bahwa kegiatan ini disambut dengan baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta perbedaan kemampuan antar siswa. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM CAKRA 86 dan pihak sekolah. Menurut Kepala Sekolah MI Roudlotussalamah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa khususnya dalam meningkatkan keberanian, kreativitas, serta semangat dalam menyambut bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimiliki dalam suasana yang menyenangkan dan seleksi untuk Lomba PORSENI. Di akhir kegiatan, pihak madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya mahasiswa KKM CAKRA 86 yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pembinaan karakter dan peningkatan nilai-nilai keagamaan pada siswa sejak dini. Kegiatan lomba menyambut Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermakna dalam membentuk generasi yang religius, kreatif, dan berakhlak mulia.  

Thumbnail
1 week ago
Dari Gugup Jadi Percaya Diri : Kisah Santri Dalam Ramadhan Bahasa

ABIDA ARDELIA

Dari Rasa Gugup Jadi Percaya Diri : Kisah Santri dalam Ramadhan Bahasa Tak semua santri berani bicara di depan umum. Tapi di Ramadhan ini, mereka membuktikan bahwa rasa gugup bisa berubah menjadi kepercayaan diri. Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak santri. Tidak sedikit yang merasa takut salah, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut. Padahal, kemampuan berbicara merupakan bekal penting, baik untuk kegiatan akademik, dakwah, maupun kehidupan sosial. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Dalwa menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Bahasa di Ma’had Darul Muttaqin MTsN 1 Pasuruan pada 23–28 Februari 2026. Sebanyak 117 santri terlibat dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan public speaking melalui materi Master of Ceremony (MC) dan pidato. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung praktik, mulai dari teknik vokal, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Santri yang awalnya tampak ragu perlahan mulai berani tampil. Mereka saling belajar, mencoba, dan menerima masukan dari fasilitator maupun teman sebaya. Perubahan mulai terlihat dari hari ke hari. Keberanian meningkat, cara berbicara semakin terstruktur, dan kepercayaan diri pun tumbuh. Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Ramadhan Bahasa yang menjadi panggung nyata bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri tampil sebagai MC Bahasa Inggris dan pembicara pidato dalam bahasa Arab di hadapan peserta dan pembina ma’had. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pendampingan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian. Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para santri berhasil tampil dengan percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membentuk karakter santri yang lebih berani, percaya diri, dan siap berperan di tengah masyarakat. #Pendidikan #Santri #Ramadhan #PublicSpeaking #Mahasiswa #PengabdianMasyarakat

Thumbnail
1 week ago
Ceria Bersama, Santri TPQ Nurul Huda Ngegong Blitar Lepas Penat Lewat Wisata Seru di Blitar Fantasy World Srengat

DINI RATNA SARI

SRENGAT – Suasana pelataran Blitar Fantasy World (BFW) Srengat mendadak ramai oleh celoteh riang anak-anak pada agenda wisata ramah santri yang digelar oleh TPQ Nurul Huda. Agenda pelesiran ini sengaja diadakan sebagai momen refreshing sekaligus menjaga kekompakan antar-santri dan para ustadzah pendamping. Bukan cuma sekadar jalan-jalan biasa, kegiatan ini jadi semacam reward bagi anak-anak yang selama ini sudah tekun dan semangat mengaji sore di mushola. Lewat suasana baru di luar kelas, para santri diajak untuk bermain sekaligus belajar mandiri. Pose Bareng Mario Bros Jadi Momen Favorit Begitu menginjakkan kaki di lokasi wisata, anak-anak langsung dibuat kagum dengan replika kastil warna-warni yang megah. Salah satu momen yang paling bikin heboh adalah saat sesi foto bersama di depan maskot raksasa Mario Bros. Sambil membawa tas kecil mereka, para santri tampak kompak melempar senyum terbaik ke arah kamera, didampingi langsung oleh para ustadzah yang dengan sabar menata barisan anak-anak agar rapi. Setelah sesi dokumentasi wajib itu selesai, barulah anak-anak menyebar didampingi mentor masing-masing untuk mencoba berbagai wahana permainan seru. Mulai dari area ketangkasan sampai melihat-lihat rencana wahana baru "Taman Bajak Laut" yang banner-nya sudah terpajang apik di area tersebut. Picu Semangat Mengaji yang Baru Pihak panitia dari mahasiswa KKM berharap, sepulangnya dari rekreasi singkat di Srengat ini, kejenuhan anak-anak bisa hilang sepenuhnya. Jadi, saat besok sore jadwal mengaji sudah dimulai lagi, mereka bisa datang ke TPQ dengan energi dan semangat baru yang lebih menyala. Seluruh rangkaian acara hari itu berjalan dengan aman dan tertib. Anak-anak pulang dengan wajah lelah yang tampak puas, siap membawa cerita seru ini ke rumah masing-masing.

Thumbnail
1 week ago
Selamat Tinggal Revisi Berulang! Mewujudkan Kemandirian Organisasi Murid MTsN 2 Malang Lewat Pelatihan Proposal

FARHAN FEBRIANSYAH

Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya?   Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan.   Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu.   Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional”   Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah.   Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada.     Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung.   Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional.   Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah.   Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar.   Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!  

Thumbnail
1 week ago
Semarak Rihlah TPQ Nurul Huda Ngegong Bersama Mahasiswi KKM UIN Malang

PUTRI SILVIANA SAFIRA

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak hanya berisi program pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan bersama anak-anak TPQ. Salah satu agenda yang paling berkesan selama pelaksanaan KKM adalah kegiatan rihlah bersama santri TPQ Nurul Huda ke Blitar Fantasi World. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusias dari para santri. Sejak pagi hari, anak-anak sudah berkumpul dengan wajah ceria sambil membawa perlengkapan masing-masing. Sebelum berangkat, seluruh peserta melakukan doa bersama agar perjalanan diberikan kelancaran dan keselamatan. Perjalanan menuju lokasi wisata pun terasa semakin menyenangkan karena rombongan berangkat menggunakan kereta kelinci. Sepanjang perjalanan, para santri tampak sangat gembira, bernyanyi bersama, dan menikmati suasana dengan penuh keceriaan. Sesampainya di Blitar Fantasi World, suasana kegembiraan langsung terasa. Para santri sangat antusias melihat berbagai wahana permainan yang menarik dan berwarna-warni. Kegiatan rihlah ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka karena tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, disiplin, dan saling menjaga satu sama lain. Berbagai wahana permainan dicoba bersama-sama. Gelak tawa dan keceriaan terdengar di setiap sudut tempat wisata. Mahasiswa KKM turut mendampingi dan membantu menjaga para santri selama kegiatan berlangsung. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga karena tercipta hubungan yang semakin dekat antara mahasiswa KKM dan para santri TPQ Nurul Huda. Selain bermain, kegiatan ini juga menjadi sarana refreshing bagi anak-anak setelah menjalani aktivitas belajar di TPQ. Dengan adanya rihlah ini, diharapkan semangat belajar dan semangat mengaji para santri semakin meningkat. Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan juga memberikan kenangan indah yang sulit dilupakan. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi kenangan selama rihlah. Seluruh peserta kembali pulang dengan perasaan bahagia meskipun tubuh terasa lelah setelah seharian beraktivitas. Melalui kegiatan rihlah ini, mahasiswa KKM belajar bahwa kebahagiaan sederhana bersama anak-anak mampu memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Semoga kebersamaan bersama TPQ Nurul Huda tetap terjalin dengan baik dan menjadi kenangan indah bagi semua pihak yang terlibat.