Thumbnail
1 week ago
Optimalisasi Gerakan Literasi SDN Sisir 04 Batu Melalui Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Mendukung SDGS 4

EKA AMALIA PUTRI

Batu, 24 Februari 2026 - Mahasiswa Asistensi Mengajar Internasional dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa dengan mengadakan program Gerakan Literasi di SDN Sisir 04 Batu melalui konsep kelas interaktif yang menyenangkan dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui optimalisasi budaya literasi di sekolah dasar.   Berbeda dari kegiatan literasi pada umumnya, mahasiswa KKM memulai agenda dengan sesi kelas interaktif selama 60 menit. Pada sesi ini, siswa kelas 4 dan 5 diajak mengikuti berbagai games edukatif dan materi pengenalan literasi yang dikemas secara menarik. Mahasiswa menjelaskan bahwa literasi bukan hanya sekadar membaca buku, tetapi juga memahami, menceritakan kembali, serta mampu mengekspresikan ide secara kreatif.   Suasana kelas berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Siswa diajak bermain permainan kata, menjelaskan struktur cerita, serta berdiskusi singkat mengenai pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang komunikatif ini membuat siswa lebih aktif bertanya dan berani menyampaikan pendapat.   Puncak keseruan terjadi saat sesi story chain atau cerita berantai. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian masing-masing kelompok diminta menyusun cerita secara bergantian. Setiap anggota kelompok menambahkan satu bagian cerita hingga terbentuk alur yang utuh dan unik. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan imajinasi, tetapi juga mengasah kemampuan menyimak, berbicara, serta kerja sama tim.   Setelah sesi interaktif selesai, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni penyerahan donasi buku kepada pihak sekolah. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat gerakan literasi di lingkungan sekolah.   Dalam kesempatan tersebut, Ibu Indah selaku Guru Kelas 5 menyampaikan bahwa ia sangat senang dan mengapresiasi program literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM karena kegiatan ini mampu menghadirkan suasana belajar yang berbeda, lebih interaktif, dan membuat siswa semakin antusias dalam membaca serta bercerita. Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SDN Sisir 04 Batu, Hermin Wiyanti, S.Pd, menyampaikan secara langsung, "Kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM di sekolah kami. Mahasiswa datang dengan ilmu yang masih fresh, ide-ide kreatif, serta semangat yang luar biasa dalam mengajak anak-anak untuk lebih mencintai literasi. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan hari ini benar-benar bermanfaat dan dapat menumbuhkan semangat membaca serta percaya diri siswa-siswi SDN Sisir 04 Batu ke depannya."     Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap literasi dapat dipahami sebagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah menjadi langkah konkret dalam membangun generasi yang gemar membaca, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Thumbnail
1 week ago
Optimalisasi Gerakan Literasi SDN Sisir 04 Batu Melalui Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Mendukung SDGS 4 Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Optimalisasi Gerakan Literasi SDN Sisir 04 Batu Melalui Kolaborasi Mahasiswa dan

NAJIYYA NAJAT AZZEEHAVELLA

Batu, 24 Februari 2026 - Mahasiswa Asistensi Mengajar Internasional dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa dengan mengadakan program Gerakan Literasi di SDN Sisir 04 Batu melalui konsep kelas interaktif yang menyenangkan dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui optimalisasi budaya literasi di sekolah dasar. Berbeda dari kegiatan literasi pada umumnya, mahasiswa KKM memulai agenda dengan sesi kelas interaktif selama 60 menit. Pada sesi ini, siswa kelas 4 dan 5 diajak mengikuti berbagai games edukatif dan materi pengenalan literasi yang dikemas secara menarik. Mahasiswa menjelaskan bahwa literasi bukan hanya sekadar membaca buku, tetapi juga memahami, menceritakan kembali, serta mampu mengekspresikan ide secara kreatif. Suasana kelas berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Siswa diajak bermain permainan kata, menjelaskan struktur cerita, serta berdiskusi singkat mengenai pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang komunikatif ini membuat siswa lebih aktif bertanya dan berani menyampaikan pendapat. Puncak keseruan terjadi saat sesi story chain atau cerita berantai. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian masing-masing kelompok diminta menyusun cerita secara bergantian. Setiap anggota kelompok menambahkan satu bagian cerita hingga terbentuk alur yang utuh dan unik. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan imajinasi, tetapi juga mengasah kemampuan menyimak, berbicara, serta kerja sama tim. Setelah sesi interaktif selesai, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni penyerahan donasi buku kepada pihak sekolah. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat gerakan literasi di lingkungan sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Indah selaku Guru Kelas 5 menyampaikan bahwa ia sangat senang dan mengapresiasi program literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM karena kegiatan ini mampu menghadirkan suasana belajar yang berbeda, lebih interaktif, dan membuat siswa semakin antusias dalam membaca serta bercerita. Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SDN Sisir 04 Batu, Hermin Wiyanti, S.Pd, menyampaikan secara langsung, "Kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM di sekolah kami. Mahasiswa datang dengan ilmu yang masih fresh, ide-ide kreatif, serta semangat yang luar biasa dalam mengajak anak-anak untuk lebih mencintai literasi. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan hari ini benar-benar bermanfaat dan dapat menumbuhkan semangat membaca serta percaya diri siswa-siswi SDN Sisir 04 Batu ke depannya."   Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap literasi dapat dipahami sebagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah menjadi langkah konkret dalam membangun generasi yang gemar membaca, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.    

Thumbnail
1 week ago
Reboisasi Mangrove sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Pesisir melalui Peran Mahasiswa, Perwakilan Kepolisian, dan Kolaborasi Masyarakat

ANGGUN WAHYU PUTRI LESTARI

Kelestarian lingkungan pesisir bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan sebuah aksi kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Di Pantai Permata, Kelurahan Pilang, momentum pengabdian masyarakat diwujudkan melalui aksi nyata penanaman mangrove yang memadukan semangat mahasiswa, aparat keamanan, dan komunitas lokal. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM Vidyatama kelompok 89 dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang berjumlah delapan orang dengan berbagai mitra strategis, kegiatan reboisasi pesisir tahun 2026 ini terselenggara dengan penuh antusiasme . Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di kawasan Pantai Permata, Kota Probolinggo ini mengangkat semangat pelestarian lingkungan sebagai bentuk mitigasi abrasi. Program ini dipilih sebagai upaya memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetasi mangrove sebagai benteng alami pantai. Acara diawali dengan persiapan sejak pukul 06.30 WIB oleh seluruh panitia untuk memastikan kesiapan alat dan lokasi. Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serangkaian sambutan disampaikan untuk menegaskan tujuan kegiatan. Koordinator Am/KKM UIN Malang menjelaskan bahwa program ini adalah wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan dari Kepolisian Probolinggo, Bapak Anton, yang memberikan dukungan penuh terhadap aspek keamanan dan legitimasi kegiatan. Beliau menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa dan kepolisian sangat penting dalam mendukung program-program lingkungan yang berdampak pada kesejahteraan warga pesisir. Selain itu, Bapak Maryudi selaku pengelola sekaligus penjaga wisata Pantai Permata turut hadir memberikan arahan teknis mengenai kondisi aktual di lapangan. Beliau berbagi pengetahuan lokal mengenai tantangan penurunan jumlah pengunjung dan pentingnya menjaga keasrian pantai agar tetap menjadi destinasi wisata yang menarik. Suasana kolaboratif semakin kuat dengan kehadiran anggota organisasi Mandapala MAN 2 Probolinggo. Sebagai komunitas pecinta alam dari sekolah mitra, keterlibatan aktif mereka menunjukkan peran generasi muda dalam menjaga estafet pelestarian lingkungan di tingkat lokal. Mereka bersama mahasiswa dan masyarakat bahu-membahu menanam bibit mangrove di area yang telah teridentifikasi mengalami degradasi. Sebagai puncak aksi, seluruh peserta melakukan penanaman bersama pada pukul 08.00 WIB. Mangrove dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap karbon, mencegah erosi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting. Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah sebagai simbol kebersamaan antara seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara mahasiswa KKM UIN Malang, Kepolisian, pengelola pantai, dan Mandapala MAN 2 Probolinggo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat melahirkan gerakan lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan, bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini mampu tumbuh kuat dan menjadi warisan hijau bagi masa depan masyarakat pesisir Probolinggo.

Thumbnail
1 week ago
Menanam Benih Literasi Sejak Dini Bersama KKM Pradaya Cakrawala di MI Perwanida Kota Blitar

DINDA SAKDIAH AULIA PERMATA SYAFI

Di era digital saat ini, (gadget) sering kali mengalihkan perhatian anak-anak dari buku, sehingga minat baca mereka pun menurun. Padahal, kemampuan literasi adalah fondasi penting untuk memperluas wawasan dan melatih kemampuan berpikir kritis anak. Menyadari tantangan tersebut, KKM Pradaya Cakrawala berinisiatif menggelar sebuah seminar edukatif dengan Tema “Penguatan Literasi Sejak Dini sebagai Bekal Masa Depan” diharapkan mampu menumbuhkan semangat membaca dan belajar pada siswa sejak sekolah dasar.   Kegiatan inspiratif ini sukses dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, bertempat di MI Perwanida Kota Blitar. Seminar ini menghadirkan Ustadzah Etik Elfia Endrawati, S.Pd., Gr. sebagai narasumber utama. Beliau membagikan tips seru tentang cara membangun budaya literasi melalui aktivitas membaca, menulis, dan metode pembelajaran yang menyenangkan. Alhasil, para siswa mengikuti acara dengan penuh antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi interaktif yang dihadirkan.   Melalui seminar ini, KKM Pradaya Cakrawala berharap para siswa termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif sehari-hari. Program ini juga menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap penguatan pendidikan di sekolah. Lebih dari sekadar membaca buku, kegiatan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, kritis, dan aktif belajar demi masa depan yang cerah.

Thumbnail
1 week ago
PEMBUATAN QRIS UMKM DI DESA JIWUT NGEDOG BLITAR

MOH LUTFI SALSABILA

Judul Berita Mahasiswa KKM Pradaya Cakrawala UIN Malang Dorong UMKM Blitar Go Digital dengan QRIS Isi Berita Blitar, 25 April 2026 — Kelompok KKM Pradaya Cakrawala Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja dengan fokus mendukung UMKM kecil agar mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital melalui QRIS.   Di tengah maraknya penggunaan QRIS, masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memanfaatkannya sehingga konsumen sering terkendala ketika tidak membawa uang tunai. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKM Pradaya Cakrawala turun langsung memberikan pendampingan teknis sekaligus edukasi mengenai cara pendaftaran dan penggunaan QRIS.   Kegiatan yang berlangsung pada 25 April 2026 ini melibatkan sejumlah UMKM di wilayah Blitar. Para pelaku usaha tampak antusias mengikuti sosialisasi, karena mereka menyadari bahwa QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga meningkatkan daya saing serta citra profesional usaha mereka.   Melalui inisiatif ini, mahasiswa berharap UMKM kecil semakin siap menghadapi perkembangan teknologi finansial, sekaligus memberikan layanan yang lebih praktis dan aman kepada masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi pemicu bagi lebih banyak pihak untuk mendukung digitalisasi UMKM demi memperkuat perekonomian lokal.

Thumbnail
1 week ago
Selamat Tinggal Revisi Berulang! Mewujudkan Kemandirian Organisasi Murid MTsN 2 Malang Lewat Pelatihan Proposal

MARIA SALMA AMILA

Pernahkah kalian membayangkan betapa repotnya seorang guru pembina ketika harus merapikan puluhan draf proposal kegiatan murid setiap bulannya? Di MTsN 2 Malang, antusiasme murid dalam berorganisasi dan mengadakan kegiatan sangatlah tinggi. Namun, antusiasme ini sering kali berbenturan dengan satu kendala klasik yaitu urusan administrasi. Selama ini, para pengurus organisasi kesiswaan masih sangat bergantung pada guru pembina mereka dalam menyusun proposal kegiatan. Bukan karena muridnya tidak mampu, melainkan belum adanya pembekalan keterampilan teknis penulisan yang memadai. Alhasil, draf yang diajukan sering kali harus direvisi berulang kali, pengajuan persetujuan menjadi lambat, dan guru pembina justru terbebani oleh urusan teknis operasional yang menyita waktu. Melihat fenomena ini, kami dari Kelompok AM–KKM Edunara 46 di bawah koordinasi ketua kelompok, Nasrullah Nur Iqbal Ramadhani Azzuhri (Pendidikan Bahasa Arab), merancang sebuah program intervensi edukatif, Softskill Improvement: Pelatihan Penulisan Proposal, dengan tema “Organizational Excellence: Optimalisasi Keterampilan Administratif Menuju Tata Kelola Profesional” Kolaborasi Pemimpin Muda Madrasah Kegiatan ini secara khusus menyasar para penggerak utama kegiatan murid di MTsN 2 Malang. Kami mengumpulkan pengurus OSIM, perwakilan inti dari REMAS (Remaja Masjid), SSK (Sekolah Siaga Kependudukan), hingga para pengurus 19 ekstrakurikuler di madrasah. Sesi pelatihan dan bedah draf proposal ini dipandu langsung oleh salah satu anggota kelompok kami, Lila Auliani (PAI). Alih-alih memberikan teori menulis proposal dari nol yang membosankan, sesi materi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih taktis dan membumi: memanfaatkan templat proposal resmi madrasah yang sudah ada. Dari Teori ke Praktik: Perjalanan Selama Satu Pekan Untuk memastikan keterampilan penulisan ini benar-benar dikuasai dan dapat diaplikasikan, kami tidak hanya menggelar pelatihan satu hari. Program ini dirancang berjalan secara berkelanjutan selama satu pekan penuh, tepatnya pada tanggal 17 hingga 24 April 2026, dengan alur sebagai berikut. Pertemuan Pertama (17 April 2026): Agenda dibuka dengan pemaparan materi awal yang dibawakan melalui metode diskusi terbuka. Para murid diajak berinteraksi langsung membedah komponen-komponen penting dalam sebuah proposal resmi. Satu Pekan Pendampingan Intensif: Setelah berdiskusi, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu pekan berikutnya, mereka ditugaskan untuk menyusun draf proposal secara berkelompok dengan didampingi langsung oleh mahasiswa AM–KKM sebagai mentor, yaitu Diah Nur & Farhan Febriansyah (PAI), Najwa Elok & Dinda Pandu (PIPS), Indi Ainur & Maria Salma (PBA), Nailah Nadwah (TBI), serta Vika Asana (TM). Pertemuan Puncak (24 April 2026): Sebagai penutup rangkaian, kami menggelar sesi presentasi hasil kerja masing-masing organisasi yang dilanjutkan dengan bedah revisi secara langsung. Output Nyata: Karya Siap Melaju ke Kepala Madrasah Hasil dari rangkaian pendampingan selama satu pekan ini bukanlah sekadar nilai di atas kertas. Sebagai bukti dari peningkatan kapasitas peserta, kegiatan ini melahirkan output nyata berupa dokumen resmi yang telah matang secara redaksional. Pada akhir pertemuan, peserta berhasil merampungkan Proposal Kegiatan Outbond OSIM dan Proposal Mading Informatif Madrasah. Draf-draf tersebut kini sudah tersusun rapi, memenuhi standar tata kelola madrasah, dan siap untuk langsung diajukan ke meja Kepala Madrasah. Dampak yang Diharapkan Melalui program Softskill Improvement ini, Kelompok AM–KKM Edunara 46 menargetkan perubahan budaya kerja di lingkungan organisasi madrasah. Beberapa proyeksi nyata yang menjadi tujuan utama kami antara lain: Pengurus organisasi, baik OSIM, REMAS, SSK, maupun ekstrakurikuler dapat memiliki kemampuan teknis untuk menyusun draf proposal yang logis dan terstruktur secara mandiri. Beban operasional guru pembina berkurang drastis, sehingga mereka bisa kembali fokus pada fungsi pengawasan dan bimbingan karakter, bukan sekadar menjadi "editor dadakan". Draf awal yang diajukan murid sudah rapi, meminimalisir revisi, dan membuat alur persetujuan kegiatan menjadi jauh lebih lancar. Kemampuan menulis proposal mungkin terlihat seperti urusan administratif yang “sepele”. Namun, bagi murid pengurus organisasi di MTsN 2 Malang, ini adalah langkah nyata untuk belajar bertanggung jawab, berpikir sistematis, dan bertransformasi menjadi pemimpin muda yang mandiri!