ANISA SHOFIYATUS SALMA MUFIDA
Malang, 15 Februari 2025 - Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang bekerjasama dengan guru MI Syihabuddin dalam menggelar seminar parenting dengan tema "Pubertas dan Pendidikan Seksual pada Anak" yang bertempat di aula MI Syihabuddin. Dalam acara ini, menghadirkan Ibu Paramytha Magdalena Sukarno Putri, S.K.M, M.Kes sebagai narasumber. Dalam seminar tersebut, Ibu Paramytha membahas tentang bagaimana menghadapi masa pubertas anak dengan bijak dan bagaimana cara mengajarkan pendidikan seksual pada anak dengan tepat. Beliau menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan lingkungan dalam mendampingi anak-anak mereka selama masa pubertas. "Orang tua harus menjadi teman yang baik bagi anak-anak mereka, sehingga anak-anak merasa nyaman untuk berbagi perasaan dan pengalaman mereka," ujar Ibu Paramytha. Beliau juga menjelaskan bahwa pendidikan seksual pada anak harus dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan usia anak. "Pendidikan seksual bukan hanya tentang memberikan informasi tentang anatomi tubuh, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab anak terhadap diri sendiri dan orang lain," tambahnya. Seminar parenting ini dihadiri oleh banyak orang tua dan guru MI Syihabuddin. Mereka sangat antusias dan berharap dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari seminar ini dalam mendampingi anak-anak mereka. Dengan adanya seminar ini, diharapkan orang tua dan guru dapat lebih siap dalam menghadapi masa pubertas anak dan memberikan pendidikan seksual yang tepat untuk membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang sehat dan bertanggung jawab.
AWANG AJI NUGRAHA
Kelompok KKM Dharmadikari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Pondok Ramadhan di Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada tanggal 8-9 Maret 2025. Kegiatan yang bertempat di Masjid Baitussalam ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat KKM-MBKM. Acara yang diikuti oleh santri SD/MI hingga SMP/MTs ini bertujuan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermakna dan mendidik. Selama dua hari, para peserta mendapatkan fasilitas menginap di masjid, buka puasa, sahur, dan bimbingan keagamaan secara gratis. Rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan meliputi tadarus bersama, sholat berjamaah, materi keislaman (fikih dasar, akidah, membaca pegon), fun games edukatif (cerdas cermat, sambung ayat Juz Amma), Qiyamul Lail, dan sahur bersama. Para orang tua santri dan warga sekitar memberikan respons positif, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan semangat belajar agama, disiplin, dan kerja sama anak-anak. Pondok Ramadhan ditutup pada Ahad malam setelah shalat tarawih, dengan harapan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk pembinaan generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan berakhlak mulia.
ROJIID ARBI MUHYARDHO
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosial berupa santunan untuk anak-anak yatim piatu serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu sore di Desa Jebuk, Dusun Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, tepatnya di MTs Islamiyah Pakis. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa, Kepala Madrasah, serta puluhan anak yatim piatu yang menjadi penerima santunan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa sekaligus mengenalkan pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama, khususnya di lingkungan Masyarakat pedesaan. Sebanyak 35 anak yatim piatu menerima bantuan yang terdiri dari makanan ringan, paket sembako, dan sejumlah uang tunai. Selain membantu secara materi, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun empati, solidaritas, dan mempererat hubungan antarsesama. Antusiasme para undangan begitu terasa sepanjang kegiatan, yang menunjukkan tingginya dukungan terhadap aksi-aksi sosial seperti ini. Rangkaian acara tak hanya diisi dengan pemberian santunan, tetapi juga diselingi dengan program penyuluhan moderasi beragama yang mengangkat tema “Saling Menghargai dan Menghormati Sesama Manusia.” Tema ini diusung sebagai dasar dalam membentuk sikap toleran di tengah masyarakat yang majemuk, agar setiap individu, termasuk anak-anak yatim, merasa dihargai dan diterima dalam lingkungan sosial mereka. Acara dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipandu oleh saudari Dinda selaku pembawa acara. Selanjutnya, lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh saudara Zaky, dilanjutkan dengan sambutan dari saudara Alfian selaku Ketua Pelaksana. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Abu Bakar, S.Pd.I., M.Pd.I., dan kemudian oleh Kepala Desa Jebuk, Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I. Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Setelah itu, penyampaian materi moderasi beragama disampaikan oleh Bapak Dr. H. Alfin Mustikawan, M.Pd., yang menekankan pentingnya sikap moderat dalam kehidupan sosial yang penuh keberagaman. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa ajaran kebaikan dan kasih sayang hadir dalam setiap agama, dan bahwa perbedaan seharusnya menjadi jembatan untuk saling memahami, bukan memecah belah atau saling serang. Acara ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan di masa depan. Selain menjadi momen berbagi kebahagiaan bagi anak-anak yang kurang beruntung, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga setempat. Melalui kegiatan ini, semangat moderasi beragama dan nilai gotong-royong kembali digaungkan. Diharapkan, apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKM UIN Maliki Malang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus peduli, berbagi, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang ada.
CLARISA ZABRINA DJOLEBA
Malang -- Dalam semangat menebar keberkahan di bulan suci Ramadan 1446 H, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dari MTsN 3 Malang dan MTs Al Ma'arif 01 Singosari bersinergi menyelenggarakan program bertajuk "Darling" (Tadarus Keliling). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif antar sekolah dalam menyemarakkan Ramadan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar. Program "Darling" dilaksanakan secara bergilir di masjid dan mushola sekitar lingkungan sekolah, dengan melibatkan siswa-siswi, guru, serta masyarakat setempat. Tadarus dimulai selepas salat tarawih dengan bacaan Al-Qur'an secara berkelompok, dipandu oleh para mahasiswa AM yang juga bertindak sebagai fasilitator. Koordinator program, salah satu mahasiswa AM MTs Al Ma'arif 01 Singosari, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur'an, meningkatkan semangat kebersamaan, serta menjalin silaturahmi antara dua lembaga pendidikan. Sementara itu, pihak sekolah sangat mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa AM dalam pembangunan karakter peserta didik.
ANZILI TSUMAIROTA SABILA
Probolinggo, 21 Februari 2025 – Dalam upaya mencegah stunting sejak dini, sekelompok mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan kegiatan bertajuk "Gerak Sehat Cegah Stunting" di Balai Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang dalam mendukung pertumbuhan anak. Kegiatan dimulai dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh sejumlah ibu-ibu dan anggota civitas Kecamatan Paiton. Senam ini dirancang untuk mendorong gaya hidup aktif, mengingat olahraga teratur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu, senam bersama ini juga menjadi ajang interaksi sosial yang positif, di mana para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjaga kesehatan keluarga. Setelah sesi senam, para mahasiswa juga menyediakan konsumsi bergizi bagi peserta. Menu yang disajikan terdiri dari makanan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti sayuran segar, buah-buahan, dan sumber protein. Hal ini penting karena stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga oleh pola makan yang tidak seimbang serta kurangnya nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin. Mahasiswa menjelaskan kepada peserta tentang pentingnya memilih makanan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan anak, serta cara-cara sederhana untuk memasak makanan bergizi di rumah. "Kami ingin para ibu memahami bahwa perhatian terhadap gizi anak harus dimulai sejak dalam kandungan. Makanan bergizi dan pola asuh yang tepat dapat mencegah stunting," ungkap salah satu mahasiswa dari tim penyelenggara. Ia menambahkan bahwa edukasi mengenai gizi seimbang harus terus dilakukan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu semakin menyadari pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup aktif dalam mencegah stunting pada anak. Mahasiswa KKN UIN Malang berharap bahwa inisiatif ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan optimal. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk penyuluhan tentang kesehatan dan gizi di berbagai desa di sekitar Probolinggo. Dengan demikian, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif, bebas dari masalah stunting.
AMAL AGUS MAHARDIKA
Malang, 28 Januari 2025 -- Suasana senang dan ceria menyelimuti lobi SMK Islamiyah di tengah acara bakti sosial atau lebih tepatnya santunan anak yatim yang digelar Madin Islamiyah dan bekerja sama dengan mahasiswa AM dan KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang berlangsung Selasa pagi itu dihadiri warga sekitar, tokoh masyarakat, dan sejumlah anak yatim piatu setempat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Abul Khoiri S.Pd.I, Syekh Bakur Abdullah Muhammad Nur Mirdad, Syekh Fawwas Ridwan Mahmud Mirdad, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat hadir pada acara tersebut. Dalam sambutannya, Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I menekankan pentingnya kepedulian sosial dalam membangun kerukunan di tengah masyarakat. Beliau mengapresiasi usaha mahasiswa dan panitia yang telah bekerja keras untuk mewujudkan acara ini menjadi sebuah acara yang meriah dan sukses. "Santunan ini bukan hanya sekedar pemberian materi, tetapi juga sebagai bentuk rasa cinta dan perhatian kita kepada anak-anak yang membutuhkan," tutur Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I. Sementara itu, Syekh Bakur Mirdad menyoroti nilai-nilai kejujuran dalam berbagi. Ia mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa peduli terhadap kaum dhuafa dan anak yatim yang ada disekitar kita. "Barangsiapa yang menyayangi anak yatim, maka Allah akan memberikan nikmat dalam hidupnya," katanya dalam sambutan singkatnya. Syekh Fawwaz Mirdad menambahkan bahwa rezeki dalam hidup tidak hanya datang dari harta, tetapi juga dari doa-doa yang tulus yang dipanjatkan oleh para anak yatim. "Ketika kita beramal dengan sungguh-sungguh, sesungguhnya kita sedang menabung kebaikan untuk masa depan hidup kita," ungkapnya . Ia juga menghimbau agar dengan diadakannya bakti sosial atau santunan anak yatim ini, masyarakat dapat memberikan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan dan orang tua yang kurang mampu, kegiatan ini juga semakin mempererat tali silaturahmi antar warga karena melibatkan semua lapisan masyarakat mulai dari warga masyarakat hingga mahasiswa. Acara yang berjalan dengan sukses ini tidak terlepas dari peran serta bantuan dari berbagai pihak, baik dari Masyarakat, mahasiswa, maupun para donator yang telah menyisihkan Sebagian dari rezekinya untuk memberi kepada para anak yatim dan kaum dhuafa. Mahasiswa KKM yang terlibat dalam kegiatan ini mengaku sangat terinspirasi dan mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh Masyarakat sekitar. "Kami belajar banyak tentang arti kepedulian dan berbagi kepada sesame khususnya anak yatim dan dhuafa. Kami berharap acara seperti ini terus berlanjut dari tahun ketahun dan memberikan manfaat banyak orang", ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam acara. Bukan hanya santunan, acara ini juga memberikan hiburan islami bagi warga sekitar, tausiyah motivasi, serta doa Bersama yang diharapkan mampu memberikan keberkahan kepada seluruh warga sekitar. Banyak anak yatim yang terlihat sangat Bahagia menerima bantuan, bukan hanya karena materi tetapi juga mereka Bahagia dapat berkumpul dan berjumpa dengan orang baru. Dengan dihadirkannya acara seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama yang ada dalam warga sekitar. Para penyelenggara dan pantitia berharap acara seperti ini dapat terus dilanjutkan dari tahun ketahun dengan skala yang lebih besar. Kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa bukan hanya tanggung jawab individu atau kelompok tertentu, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masayarakat.