ALMAS WILDA PRADNYA MEGANANDA
Jombang, 11-18 Maret 2025 - Di tengah semarak Ramadhan yang penuh berkah, sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Ar-Ridho, Jogoroto, Jombang. Selama lima hari, Kami hadir untuk berbagi ilmu dan kebahagiaan, mendampingi santri kecil belajar membaca Al-Qur'an, serta mengenalkan kisah-kisah inspiratif dari para nabi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga mempererat tali silaturrahim antara mahasiswa dan masyarakat. Program KKM ini dimulai pada Selasa, 11 Maret 2025, dengan penuh antusiasme. Sesampainya di TPQ Ar-Ridho, mahasiswa disambut hangat oleh Mudhir TPQ, para Ustadz-Ustadzah, serta santri yang berjumlah lebih dari 40 anak. Para mahasiswa langsung diarahkan untuk membantu proses belajar mengaji, dengan metode Qiroati, yang telah lama menjadi metode pembelajaran utama di TPQ tersebut. Uniknya, setiap mahasiswa dibagi secara berpasangan untuk masuk ke kelas-kelas kecil sesuai tingkat jilid masing-masing santri. Hari pertama berlangsung penuh semangat. Senyum para santri yang tulus, semangat mereka dalam melafalkan huruf hijaiyah, dan tawa kecil saat belajar mengeja, menjadi pemandangan yang menyejukkan. Mahasiswa tak hanya mengajarkan, tetapi juga belajar kesabaran dan keikhlasan dari anak-anak yang masih berjuang mengenal huruf demi huruf dari kitab suci. Selain membantu mengajar, mahasiswa juga menghadirkan sesi materi tematik Ramadhan. Pada hari pertama, Vioki dan Salsa membawakan materi seputar makna Ramadhan, amalan Ramadhan masa kini, dan manfaat puasa untuk kesehatan. Materi disampaikan dengan interaktif, menggunakan gambar, permainan, dan tanya-jawab, sehingga anak-anak lebih mudah memahami dan tidak merasa bosan. Hari kedua, 12 Maret 2025, menjadi kelanjutan proses belajar yang hangat. Mahasiswa kembali mendampingi santri di kelas, membantu membenarkan bacaan, serta memotivasi mereka agar rajin mengaji di rumah. Beberapa santri bahkan berani tampil membaca di depan kelas, hal yang sebelumnya jarang dilakukan. Keakraban mulai tumbuh, dan mahasiswa merasa seperti bagian dari keluarga besar TPQ Ar-Ridho. Pada 15 Maret 2025, Zaki dan Naufal menghidupkan suasana dengan storytelling kisah Nabi Ayyub, khususnya bagian tentang kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Anak-anak tampak serius mendengarkan, beberapa terlihat terharu saat mengetahui bagaimana Nabi Ayyub tetap bersyukur meski diuji dengan kehilangan dan sakit. Setelah cerita selesai, mereka diajak berdiskusi: bagaimana jika kita diuji? Apa yang harus kita lakukan? Diskusi ini membuat anak-anak berpikir dan belajar berempati. Keesokan harinya, 16 Maret 2025, giliran Almas dan Haykal menyampaikan kisah Nabi Yunus yang ditelan paus. Cerita diselingi permainan kuis dan drama kecil yang dimainkan oleh santri sendiri. Dengan mengenakan properti sederhana dari kertas warna-warni, anak-anak berperan menjadi Nabi Yunus dan ikan paus. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan nilai taubat dan keimanan dalam balutan kegembiraan. Seluruh rangkaian KKM ditutup pada 18 Maret 2025, dengan acara yang meriah namun penuh makna. Penutupan dipandu oleh Hani, Tina, dan Vanessa, yang mengisi sesi games edukatif. Anak-anak berlomba dengan gembira dalam permainan yang menguji hafalan doa, kisah nabi, dan bacaan surat pendek. Setelah itu, diumumkan pemenang games, santri teraktif, terdisiplin, serta doorprize sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka selama KKM berlangsung. Dalam acara penutupan, mahasiswa menyerahkan piagam sertifikat KKM kepada Mudhir TPQ Ar-Ridho, disertai cinderamata dari mahasiswa sebagai simbol terima kasih dan penghormatan atas kesempatan yang telah diberikan. Suasana haru menyelimuti ruangan, terutama saat para santri memberikan pesan dan kesan singkat, bahkan beberapa anak berkata, "Kak, jangan pulang dulu," menandakan kedekatan yang telah terjalin. Mudhir TPQ Ar-Ridho, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam. "Kami merasa terbantu sekali. Kehadiran adik-adik mahasiswa membawa semangat baru bagi anak-anak. Semoga ini menjadi amal jariyah yang tak putus," ujarnya penuh haru. Mahasiswa pun merasa bahwa pengalaman ini bukan sekadar pengabdian, tetapi pembelajaran kehidupan yang tak bisa didapatkan di ruang kuliah. Selama lima hari, TPQ Ar-Ridho menjadi rumah kedua bagi mahasiswa. Mereka belajar untuk bersabar, berkomunikasi dengan anak-anak, menyelami dunia pendidikan dasar agama, dan menjalin hubungan yang bermakna dengan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian itu indah, ketika ilmu bertemu dengan keikhlasan, dan hati bertemu dengan keberkahan. Dengan berakhirnya KKM ini, mahasiswa berharap benih kebaikan yang ditanam akan tumbuh dalam hati santri kecil, dan kelak menjadi generasi Qurani yang tangguh. Mereka pulang membawa kenangan, doa, dan semangat baru, serta tekad untuk terus menjadi insan yang bermanfaat di manapun berada.
ARYA PUTRA HARDIYANSYAH
Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat, 02 Mei 2025, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) PIAUD UIN Malang adakan Seminar Parenting di KB/BA Restu 2 Kota Malang. Kegiatan ini mengambil tema “Penyelarasan Strategi Mendidik Anak di Rumah dan di Sekolah.” Hal ini dikonfirmasi untuk membentuk pola pengasuhan yang kompak antara orang tua dan guru di sekolah. Keselarasan pola pengasuhan antara orang tua dan guru merupakan upaya agar anak dapat menerima pendidikan yang seimbang dan harmonis di kedua tempat yang menjadi prosesnya untuk bertumbuh dan berkembang. Sehingga, anak-anak dapat menerima nilai-nilai baik yang diajarkan tanpa ada kebingungan karena perbedaan aturan, ekspektasi atau pendekatan yang diterapkan. Untuk mendukung tercapainya tujuan seminar ini, mahasiswa AM dan KKM UIN Malang mengundang salah satu guru besar dalam bidang Bimbingan dan Konseling UIN Malang, Prof. Dr. Esa Nur Wahyuni, M.Pd sebagai pemateri pada seminar tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Esa menyampaikan “Partnership guru dan orang tua dapat menciptakan lingkungan sekolah keluarga dan keluarga sekolah.” Di mana hal ini dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak menjadi sosok yang percaya diri dan penuh kasih sayang. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa penanaman nilai yang konsisten serta pemberian dukungan sosial dan emosional yang konsisten kepada anak merupakan poin penting yang harus diselaraskan. Dengan konsep jurnaling, mahasiswa mengemas Seminar Parenting ini menjadi kelas belajar yang interaktif dan penuh makna. Hal ini pun disambut dengan antusias oleh para orang tua dengan merefleksikan pengasuhan mereka dalam book notes dan dilanjut dengan sesi tanya jawab untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh para orang tua.
RIKI JANWIR HIDAYAT
https://shorturl.at/yavat
DINDA FATHIA SALSABILA
Pada tanggal 12 Maret 2025, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wiyata Luhur dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dengan fokus utama pada pemeriksaan kesehatan bagi balita dan lansia. Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Posyandu Desa Sumber ini memiliki beberapa tujuan yang saling berkaitan dan berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan lansia. Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendukung pelaksanaan layanan rutin Posyandu agar berjalan lebih lancar dan tertib. Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta memberikan pemantauan berkala terhadap kondisi lansia. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat, terutama para ibu, dalam memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan melibatkan mahasiswa dalam proses registrasi, pengukuran tinggi dan berat badan, serta konsultasi kesehatan, diharapkan pelayanan Posyandu dapat berlangsung lebih efisien dan partisipasi masyarakat pun meningkat. Fokus kegiatan tidak hanya pada pelayanan teknis, tetapi juga menyentuh aspek edukatif, yaitu meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya gizi seimbang bagi balita. Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut serta membagikan makanan tambahan berupa tahu dan tempe yang mengandung protein nabati, sebagai bentuk edukasi bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan dapat diperoleh dari bahan lokal yang mudah dijangkau. Sementara itu, untuk peserta lansia, kegiatan KKM juga diarahkan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan rutin seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Hal ini dilakukan agar kondisi kesehatan lansia dapat dipantau secara berkala, serta mendapatkan penanganan medis awal apabila ditemukan keluhan atau gejala tertentu. Dengan adanya konsultasi bersama bidan desa, para lansia juga lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi kesehatan mereka. Kegiatan dimulai dengan sesi Posyandu untuk balita. Mahasiswa membantu petugas dalam proses registrasi peserta, pengukuran tinggi dan berat badan, serta mengarahkan peserta untuk berkonsultasi dengan bidan. Setelah pemeriksaan, balita juga menerima makanan tambahan berupa tahu dan tempe sebagai bentuk pemenuhan gizi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan untuk lansia. Prosedurnya serupa: dimulai dari registrasi, kemudian pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan tensi darah, serta konsultasi kesehatan dengan bidan. Lansia yang mengeluhkan kondisi kesehatan juga mendapatkan pemberian obat sesuai anjuran tenaga medis. Meskipun kegiatan bersifat sederhana, kehadiran mahasiswa memberikan dukungan signifikan terhadap kelancaran pelayanan Posyandu. Antusiasme warga sangat baik, terlihat dari partisipasi aktif ibu-ibu dan lansia selama kegiatan berlangsung. Selain itu, edukasi terkait gizi dan pola hidup sehat secara tidak langsung meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya bagi balita dan lansia. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat, di mana mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa, karena dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi kesehatan di tingkat desa. Mahasiswa belajar untuk beradaptasi, bekerja sama dengan lintas profesi, serta membangun empati terhadap realitas sosial yang ada.
NASIK FIKRI HAIDARY
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sosial di MTs Islamiyah Pakis, Desa Jebuk, Dusun Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada 5 Maret 2025. Acara ini berlangsung pada sore hari dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa, Kepala Madrasah, serta puluhan anak yatim piatu. Kegiatan tersebut mencakup santunan kepada anak-anak yatim piatu serta edukasi tentang pentingnya moderasi dalam beragama. Sebanyak 35 anak yatim piatu menerima bantuan berupa makanan ringan, sembako, dan uang tunai. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan di antara peserta. Diharapkan bantuan ini mampu menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan mereka. Selain pemberian santunan, kegiatan ini juga menyampaikan pesan penting tentang toleransi dan sikap moderat dalam beragama, dengan mengangkat tema “Saling Menghargai dan Menghormati Sesama Manusia.” Melalui materi yang disampaikan oleh Dr. H. Alfin Mustikawan, M.Pd., peserta diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan kesempatan untuk saling menghargai dan mempererat hubungan sosial. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penuh harapan agar acara seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Selain menjadi ajang berbagi kebahagiaan, acara ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan setempat. Semangat kebersamaan ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama.
RIFDATUL MILLAH
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok Karunasankara 2025 yang berlokasi di Yayasan Pendidikan Islam Hasyim Asy'ari kota Malang Menggelar Pengabdian pada masyarakat dengan melakukan Silaturrahmi Idul AL-Fitr penuh makna bersama keluarga MTs Hasyim Asy'ari: di setiap rumah guru, terdapat cerita yang tak tertulis di Buku Pelajaran bisa diakses melalui link dibawah ini : https://www.kompasiana.com/rifdatulmillah9457/6821a4e634777c034a51ece6/silaturrahmi-idul-al-fitr-penuh-makna-bersama-keluarga-mts-hasyim-asy-ari-di-setiap-rumah-guru-terdapat-cerita-yang-tak-tertulis-di-buku-pelajaran