Thumbnail
1 year ago
Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemuda Desa Taji Dibekali Pelatihan Affiliate Marketing Oleh Mahasiswa KKM Uin Malang Kelompok 29

CHOULA LUTFIA RAMADHANI

Pada Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kopi Taji, Desa Taji, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok 29 menggelar pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, khususnya yang berada di RT 3, RT 4, dan RT 5.  Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui affiliate marketing. Dalam era digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu strategi bisnis yang efektif untuk meningkatkan pendapatan tanpa memerlukan modal besar. Mahasiswa KKM kelompok 29 berinisiatif menyelenggarakan program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa. cara ini diawali dengan pembukaan oleh Janggi Dusat H.A.W, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Dengan penuh semangat, Janggi menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pemuda Desa Taji yang begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi pemuda Desa Taji untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital," ujarnya. Pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Moh. Nasukhin Asrori, salah satu mahasiswa UIN Malang yang juga tergabung dalam kelompok 29. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Nasukhin memaparkan materi secara runtut dan mudah dipahami. Ia menjelaskan konsep dasar affiliate marketing, bagaimana cara kerja sistem ini, serta potensi penghasilan yang bisa diraih jika dilakukan dengan konsisten. Setelah penyampaian materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Mereka diajarkan cara membuat akun di platform affiliate, memahami langkah-langkah awal promosi, serta tips dan trik untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang efektif. Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat akun mereka sendiri dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme pemuda Desa Taji terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Salah satu peserta dari RT 4 mengungkapkan, "Saya sangat tertarik dengan peluang ini karena bisa dikerjakan di mana saja. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa UIN Malang yang telah berbagi ilmu." Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pemuda Desa Taji tentang potensi besar dalam dunia digital marketing, khususnya melalui sistem afiliasi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pemuda Desa Taji dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pelatihan ini menjadi awal dari langkah besar para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.  

Thumbnail
1 year ago
Wujudkan Keluarga Sejahtera: KKM UIN Malang Sukses Mengedukasi Masyarakat Lewat Penyuluhan Sosial

AFLAHA DARAJATI

  MALANG-Didasari dengan tingginya jumlah pernikahan dini di Kecamatan Poncokusumo, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif mengadakan penyuluhan untuk warga Desa Karangnongko pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan mengundang tiga pemateri yaitu Kak Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi yang akan menjelaskan parenting, Kak Rizal Agung Wicaksono, S.M yang akan menjelaskan financial planning dan  Kak Dzawil Uqola yang akan menjelaskan stunting, diharapkan bisa mengurangi jumlah pernikanan dini di Kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Karangnongko dan masyarakat bisa lebih siap dalam membangun keluarga. Tak lupa peserta yang ditargetkan dalam penyuluhan sosial adalah ibu-ibu dan pemuda-pemudi di Desa Karangnongko.       Acara penyuluhan sosial ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kepala Desa Karangnongko yang turut diundang pun tak lupa memberikan sambutan. Penyampaian materi oleh pemateri pun berlangsung lancar, peserta acara penyuluhan terlihat antusias dengan munculnya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta.      Tak hanya pertanyaan, bahkan dalam forum diskusi terdapat debat yang melibatkan antara pemateri dan peserta. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peserta antusias dan menyimak apa yang dijelaskan oleh pemateri. “Harapannya dengan adanya edukasi dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya kesehatan mental maupun kesiapan  financial dalam berkeluarga sehingga Desa Karangnongko terus bertahan menjadi desa yang jauh dari kata stunting,” Ujar Najla selaku ketua panitia acara penyuluhan sosial. Acara penyuluhan sosial yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata pada ketiga pemateri, tak lupa juga melakukan foto bersama dengan seluruh peserta yang berada dalam acara penyuluhan sosial.    

Thumbnail
1 year ago
Student Corner "Membentuk Jiwa Kuat, Bebas Bullying dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak" - Kelompok KKM 127 Shankara UIN Malang 2024-2025

VEBYA YUWA AYU MASHANDA

Student Corner adalah salah satu program kerja yang diadakan oleh KKM 127 Shankara UIN Malang. Program ini berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan serta merupakan bentuk kontribusi nyata KKM 127 Shankara dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Student Corner adalah salah satu program kerja yang diadakan oleh KKM 127 Shankara UIN Malang. Program ini berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Student Corner adalah sebuah program kerja yang berfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Program ini mengusung tema “Membentuk Jiwa Kuat, Bebas Bullying dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak”. Target dari program ini adalah anak-anak SD yang mengikuti pembelajaran dalam program Rumah Literasi. Tujuan dari proker ini ialah meningkatkan kesadaran anak tentang bentuk, dampak, dan cara mengatasi bullying atau perundungan di lingkungan sosial. Dengan adanya Student Corner, diharapkan mereka dapat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying serta perilaku yang merugikan.   Pemateri dalam Student Corner terdiri dari Mahasiswi Psikologi dan Mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) yang akan menyampaikan materi dengan cara interaktif dan menarik. Metode pengajaran yang digunakan dirancang sedemikian rupa sehingga anak-anak tidak merasa bosan, melainkan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, Student Corner akan menyediakan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan karakter dan keterampilan sosial anak. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang sehat dan tangguh dalam menghadapi tantangan sosial. Di era digital saat ini, bullying menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan dan perkembangan anak. Bullying tidak hanya terjadi secara fisik tetapi juga dalam bentuk verbal dan cyberbullying. Dampaknya dapat merusak kesehatan mental anak, menyebabkan kecemasan, depresi, hingga kehilangan rasa percaya diri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membentuk jiwa yang kuat dan menciptakan lingkungan yang bebas bullying guna mendukung kesehatan mental anak. Mengapa Jiwa yang Kuat Penting? Jiwa yang kuat membantu anak menghadapi tekanan sosial, mengelola emosi dengan baik, serta membangun kepercayaan diri yang sehat. Anak yang memiliki ketahanan mental lebih mampu: Mengatasi tekanan dan stres dengan cara yang positif. Menolak perilaku bullying dan tidak terpengaruh oleh pengaruh negatif. Membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman sebaya. Berkembang dengan baik dalam lingkungan sekolah dan sosialnya. Strategi Membentuk Jiwa yang Kuat Menanamkan Rasa Percaya Diri Dorong anak untuk mengenali dan menghargai kelebihan dirinya. Beri mereka kesempatan untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman. Membangun Komunikasi Terbuka Ciptakan suasana di rumah dan sekolah yang nyaman untuk berdiskusi. Ajarkan anak untuk berani mengungkapkan perasaan dan pendapatnya dengan sopan. Mengajarkan Regulasi Emosi Bantu anak memahami dan mengelola emosinya dengan teknik pernapasan dan meditasi ringan. Latih mereka untuk berpikir positif dan menghindari overthinking. Mengembangkan Empati dan Kepedulian Ajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain dan pentingnya menghormati sesama. Berikan contoh bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik. Mewujudkan Lingkungan Bebas Bullying Edukasi tentang Bullying Kenalkan berbagai bentuk bullying dan dampaknya. Ajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda bullying dan cara menghadapinya. Menumbuhkan Budaya Saling Mendukung Ciptakan komunitas yang inklusif, di mana setiap anak merasa dihargai dan diterima. Galakkan program teman sebaya untuk mendukung anak yang rentan terhadap bullying. Melibatkan Guru dan Orang Tua Adakan sosialisasi rutin tentang pencegahan bullying di sekolah. Libatkan orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka di rumah. Kesimpulan Membentuk jiwa yang kuat dan menciptakan lingkungan yang bebas bullying adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup tanpa merasa tertekan oleh lingkungan sosialnya. Mari bersama-sama menciptakan generasi yang lebih tangguh dan peduli terhadap sesama! Kegiatan Student Corner yang diinisiasi oleh KKM 127 Shankara UIN Malang terbukti sukses dalam meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bullying serta membekali mereka dengan keterampilan sosial yang lebih baik. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kontribusi nyata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Membentuk jiwa yang kuat dan menciptakan lingkungan yang bebas bullying adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental anak. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup tanpa merasa tertekan oleh lingkungan sosialnya. Mari bersama-sama menciptakan generasi yang lebih tangguh dan peduli terhadap sesama!   https://najiarraaa.blogspot.com/2025/02/student-corner-kelompok-kkm-127.html

Thumbnail
1 year ago
Kolaborasi Harmonis Anggota KKM Satyaloka dan Masyarakat dalam Pelestarian Pembuatan Jamu Tradisional

LADO FADHILLAH FIQH SYAHPUTRA

Dusun Pijiombo Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, menjadi salah satu lokasi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang yang anggota KKN nya diberi nama Satyaloka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam pengembangan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah belajar membuat jamu herbal bersama warga lokal. Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Proses pembuatan jamu dimulai dengan memilih bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak. Warga yang sabar mengajarkan cara mencuci, mengeringkan, dan menggiling bahan-bahan tersebut. Setelah itu bahan-bahan dicampur dengan air dan gula merah, kemudian direbus hingga mendidih. Hasilnya adalah jamu herbal yang berkhasiat untuk kesehatan. Mahasiswa Satyaloka sangat antusias dalam mempelajari proses pembuatan jamu ini dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapannya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang jamu herbal, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Warga antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang jamu tradisional. Mahasiswa Satyaloka dapat memperoleh pengalaman langsung dan memahami pentingnya melestarikan budaya dan tradisi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu menciptakan generasi yang peduli terhadap warisan budaya dan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat Pijiombo dan mahasiswa anggota KKM Satyaloka. Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang berharga tentang budaya dan tradisi. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penggunaan bahan-bahan alami. Kegiatan KKM kelompok Satyaloka di Dusun Pijiombo telah membuktikan bahwa kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan mempelajari pembuatan jamu herbal, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan KKN lainnya dan membantu mewujudkan masyarakat yang sehat dan peduli terhadap budaya dan tradisi. 

Thumbnail
1 year ago
Penutupan KKM di TPQ Al-Muttaqien: Meriah dengan Peringatan Isra' Mi'raj dan Awarding Lomba

CHUSNUL NURUL HIDAYAH

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta awarding lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.