MIMKHATUL MUNAWAROH
KB-TK Surya Buana sepertinya memang bukan sekolah santai, dimana setiap minggu selalu ada agenda yang telah terjadwal disini. Jika kemarin kita sudah membahas tentang acara bagi takjil dan juga bakti sosial, kali ini kita akan bahas tentang kegiatan yang melibatkan wali murid KB-TK Surya Buana. Acara yang di adakan oleh mahasiswa Asistensi Mengajar ini dengan membawa nama sekolah. Kegiatan ini adalah kegiatan Seminar Parenting yang dilaksanakan pada tanggal 02 Mei 2025, di hari Jum’at. Kegiatan ini mengusung tema tentang Bullying dengan judul seminar adalah “Membangun Anak Yang Kuat dan Percaya Diri : Menghadapi Bullying di Usia Dini”. Tema yang diangkat tentunya melalui beberapa kali proses diskusi bersama sekolah, sehingga terpilihnya tema ini. Buka tanpa sebab, kita semua tahu bahwa maraknya perilaku bullying di masa kini sudah tidak bisa dipungkiri. Mulai dari jenjang perguruan tinggi, sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, sekolah dasar, maupun taman kanak-kanak juga tak luput dari masalah ini. Entah dirumah atau disekolah, di tempat mengaji atau di pondok pesantren, sudah banyak kasus yang kita temui disekeliling kita. Kasusnya pun beraneka ragam, bahkan ada yang mampu menyebabkan korban mengalami depresi, cacat fisik, hingga meninggal dunia. Ini merupakan masalah serius yang harus kita berantas bersama. Bibit-bibit pembully tentunya tidak tumbuh begitu saja tanpa ada factor penyebabnya. Tema ini diusung sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi bangsa, dimana Seminar Parenting kali ini membawa narasumber yang sudah ahli dalam bidangnya. Ibu Roiyyan One Febriani,M.Pd, merupakan dosen konseling yang dimiliki oleh fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau merupakan dosen aktif di program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Seminar kali ini dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh Mc, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sabutan kepala sekolah, lalu lanjut pada sesi diskusi. Sesi diskusi berjalan selama satu jam dengan 3 pertanyaan diakhir pemaparan materi. Pemaparan materi mencakup macam-macam bullying, apa saja tanda-tandanya, bagaimana ciri-cirinya, apa yang bisa dilakukan untuk pencegahan dan bagaimana kerja sama antar sekolah dan orang tua untuk mencegah adanya bullying. Diskusi berjalan lancar dengan antusias para wali murid yang terlihat saat sesi tanya jawab diberikan, namun karena terbatasnya waktu, pertanyaan hanya dibatasi menjadi tiga pertanyaan saja. Pertanyaan wali murid yang beragam tentu saja menambah warna jalannya diskusi kali ini. Mulai dari kasus nyata seorang siswa KB-TK Surya Buana yang menjadi korban pembullyan di tempatnya mengaji hingga mengalami kekerasan fisik, tentang bagaimana pola asuh salah yang menghasilkan bibit pembully, serta tentang cyber bullying. Narasumber memberikan jawaban yag sesuai dengan pertanyaan yang telah dilontarkan oleh audience. Antusiasme audience terkait tema ini menujukkan bahwa banyaknya yang peduli terhadap bullying disekitar kita. Seminar Parenting ini dilakukan sebagai salahsatu bentuk upaya pencegahan bullying disekitar kita. Mirisnya pergaulan masa kini juga membuka mata telinga kita agar kita lebih mawas diri terhadap kejanggalan yang ada disekitar kita. Bullying bukanlah hal yang sepele. Bullying sudah menjadi masalah besar di bangsa ini dengan kasus – kasus kejinya yang tentu membuat hati setiap orang yang melihatnya merasa teriris. Penanaman moral yang baik sejak dini perlu dilakukan untuk pencegahan munculnya kasus bullying pada anak - anak kita.
AYU DWI PUSPITA RANI
Malang, 28 Januari 2025 -- Kehangatan dan keharuan menyapa Aula SMK Islamiyah hari ini. Bagaimana tidak, kegiatan Santunan Anak Yatim yang difasilitasi oleh Yayasan Islamiyah bersama mahasiswa AM dan KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN MALIKI) berhasil meraih sukses. Acara yang berlangsung pada Selasa pagi ini menghadirkan tokoh masyarakat, warga sekitar dan puluhan anak yatim serta piatu. Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan beberapa tokoh penting seperti Kepala Desa Pakis: Abul Khoiri, S.Pd.I, Syekh Bakur Abdullah Muhammad Nur Mirdad dan Syekh Fawwaz Ridwan Mahmud Mirdad. Ketiganya sungguh-sungguh merasa bersyukur dan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan acara tersebut. Sementara itu Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I dalam sambutannya mengatakan betapa pentingnya rasa peduli. Ia menyampaikan apreasiasi kepada para mahasiswa dan panitia pelaksana yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara santunan. "Santunan ini bukan hanya soal pemberian secara materi, namun juga wujud dari cinta dan kasih sayang kita kepada anak-anak yang sangat membutuhkan", tutur beliau. Tidak hanya itu, Syekh Bakur Mirdad juga berpendapat mengenai keikhlasan dalam berbagi. Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan untuk memberikan perhatian kepada anak yatim dan golongan yang lemah. "Barang siapa menyayangi anak yatim, niscaya Allah memberikan keberkahan baginya nar hidupnya. Sesuatu yang ia sukai berada di dalam rumahnya", ucap beliau singkat. Syekh Fawwaz Mirdad juga menambahkan bahwasanya keberkahan hidup bukanlah dimulai dari kekayaan namun dari beberapa doa yang disusul dengan terucapnya doa yatim-anak. Menurut nya, memberi dan membentur rasa nya keikhlasan itu sebenarnya adalah sama saja memberikan jaminan kebaikan yang menjalankan investasi kebaikan ke masa depan. Tidak hanya meringankan mereka yang tidak mampu, tetapi menghubuungkan seluruh masyarakat dalam persaudaraan semata karena segenap lapisan masyarakat termasuk mahasiswa. Kegiatan santunan yatim piatu ini tidak mungkin berjalan lancar tanpa dukungan masyarakat, mahasiswa, dan donatur yang memberikan sebagian rizki mereka. Menurut mahasiswa yang terlibat dalam KKM, mereka juga belajar bagaimana tidaknya peduli dan diberi semangat oleh masyarakat. Beberapa acara yang diadakan selain santunan adalah kesenian bernuansa Islami, ceramah motivasi dan doa bersama yang membuat anak yatim terlihat sangat gembira mendapatkan bantuan tersebut. Semoga acara semacam ini selalu diadakan. Karena memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim bukan hanya tugas individu atau kelompok, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang kita emban sebagai umat Muslim. Semoga dengan kegiatan ini, lebih banyak hati yang terinspirasi untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya. Seperti yang ditekankan oleh para pemimpin dalam pidato mereka, aksi kolektif untuk berbuat kebaikan memberikan hasil yang bermanfaat dan menguntungkan bagi kita semua. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menanam Cinta, Memanen Doa: Kegiatan Santunan Anak Yatim bersama Mahasiswa AM dan KKM Yayasan Islamiyah", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ayudwi5765/68158366ed641547cb439e62/menanam-cinta-memanen-doa-kegiatan-santunan-anak-yatim-bersama-mahasiswa-am-dan-kkm-yayasan-islamiyah?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile Kreator: Rani Ayu
CAHYA FADILLA FAJRIANTI
Malang, 5 Maret 2025 - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan santunan untuk anak yatim piatu sekaligus menyuarakan pentingnya moderasi beragama. Acara yang penuh makna ini diselenggarakan di MTs Islamiyah Pakis, Desa Jebuk, Dusun Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Rabu sore. Acara ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa, Kepala Madrasah, serta puluhan anak yatim piatu yang menjadi bagian utama dalam kegiatan ini. Kegiatan santunan ini ditujukan untuk menyalurkan bantuan berupa makanan ringan, paket sembako, dan uang tunai kepada 35 anak yatim piatu. Selain sebagai bentuk bantuan langsung, acara ini juga merupakan wujud kepedulian sosial mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan uluran tangan. Antusiasme para tamu undangan sangat terasa sepanjang acara, yang tidak hanya dipersembahkan pada pemberian bantuan materi, tetapi juga bertujuan menumbuhkan empati serta mempererat solidaritas sosial. Diharapkan, santunan ini mampu memberi semangat baru bagi anak-anak yatim piatu agar tetap tegar dan optimis menjalani hidup meski tanpa kehadiran orang tua. Selain memberikan santunan, acara ini juga menghadirkan program moderasi beragama dengan tema “Saling Menghargai dan Menghormati Sesama Manusia.” Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya sikap saling menghargai, terutama dalam masyarakat yang beragam. Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak yatim piatu dapat merasakan perhatian dan kasih sayang, sehingga mereka tidak merasa tersisih dari lingkungan sekitar. Acara diawali dengan pembacaan Al-Fatihah yang dipimpin oleh saudara Dinda sebagai Master of Ceremony (MC). Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan tilawah oleh saudara Zaky, diikuti oleh berbagai macam pertama dari saudara Alfian sebagai Ketua Pelaksana. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Abu Bakar, S.Pd.I, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Kemudian, Berbagai terakhir diberikan oleh Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I, Kepala Desa Jebuk. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, sebelum penyerahan materi moderasi beragama oleh Bapak Dr. H. Alfin Mustikawan, M.Pd. H. Alfin Mustikawan, M.Pd, menyatakan bahwa dalam masyarakat yang penuh dengan perbedaan baik dalam agama, budaya, maupun pandangan hidup setiap individu perlu memiliki sikap moderat. “Agama mengajarkan kita untuk berbuat baik, menyebarkan kasih sayang, dan saling membantu,” ujar beliau. Beliau juga menekankan bahwa perbedaan seharusnya bukan menjadi alasan untuk saling berbeda, namun justru menjadi peluang untuk saling menghargai dan memperkaya kehidupan bersama. Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan pesan tentang pentingnya moderasi beragama dan saling menghormati terus disebarkan di tengah masyarakat. Kegiatan ini bukan sekedar momen untuk berbagi kebahagiaan, namun juga mempererat hubungan antara lembaga masyarakat, mahasiswa, dan warga Desa Sumberkradenan. Semoga semangat kebersamaan ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk terus peduli dan membantu sesama yang membutuhkan.
DEVINA MITA SASQIA
Malang, 28 Januari 2025 -- Aula SMK Islamiyah menjadi saksi momen istimewa pada Selasa pagi. Suasana haru bercampur gembira acara Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Madin Islamiyah bekerja sama dengan mahasiswa dari program AM (kemungkinan Asisten Mahasiswa) serta KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Puluhan anak yatim dan piatu menjadi fokus utama dalam acara kebersamaan yang dihadiri oleh warga sekitar dan tokoh-tokoh masyarakat ini. Pembukaan Pembukaan dan Sambutan Para Tokoh Pembukaan acara ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang syahdu. Setelah itu, giliran para tokoh penting yang memberikan Beragam. Bapak Abul Khoiri S.Pd.I, selaku Kepala Desa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan merasa berbahagia dapat hadir dalam kegiatan penuh kebaikan ini. Syekh Bakur Abdullah Muhammad nur Mirdad dan Syekh Fawwas Ridwan Mahmud Mirdad, dua tokoh agama yang dihormati, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan wejangan. Penekanan Kepala Desa pada Pentingnya Kepedulian Sosial Dalam pidatonya, Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I, menggarisbawahi betapa krusialnya rasa kepedulian terhadap sesama dalam mempererat tali persaudaraan di masyarakat lingkungan. Beliau memberikan penghargaan yang tinggi kepada para mahasiswa dan seluruh panitia yang telah bekerja keras dan konservasi untuk menyukseskan acara santunan ini. Beliau menyatakan bahwa “Bantuan yang diberikan dalam santunan ini bukan hanya sekedar materi, melainkan juga representasi nyata dari kasih sayang dan perhatian tulus kita kepada anak-anak yang sangat memerlukan dukungan.” Perspektif Syekh Bakur Mirdad tentang Keikhlasan Berbagi Sementara itu, Syekh Bakur Mirdad memberikan perspektif mendalam mengenai arti penting keikhlasan dalam berbagi. Beliau mengingatkan bahwa ajaran Islam sangat menekankan umatnya untuk senantiasa memiliki perhatian besar terhadap anak-anak yatim serta golongan masyarakat yang kurang beruntung atau dhuafa. Beliau menyampaikan pesan yang menyentuh hati, “Siapapun yang menyayangi dan memperhatikan anak yatim, niscaya Allah SWT akan melimpahkan keberkahan dalam kehidupannya.” Tambahan dari Syekh Fawwas Mirdad tentang Berkah dan Silaturahmi Syekh Fawwas Mirdad menambahkan bahwa keberkahan dalam kehidupan tidak hanya bersumber dari kekayaan materi, tetapi juga dapat berasal dari doa-doa yang tulus yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim yang telah menerima bantuan dan kasih sayang. Beliau menyampaikan sebuah ungkapan bijak, “Ketika kita memberikan sesuatu dengan hati yang jujurdan tanpa pamrih, sesungguhnya kita sedang menabung kebaikan untuk masa depan kita sendiri.” Beliau juga menyampaikan harapannya agar program santunan ini dapat semakin mendorong masyarakat untuk lebih peduli kepada anak-anak yang serba kekurangan dan juga kepada orang tua yang kurang mampu. Selain itu, acara ini diharapkan dapat mempererat jalinan silaturahmi antarwarga, karena melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga biasa hingga para mahasiswa yang sedang menjalankan KKM. Peran Serta Berbagai Pihak dalam Kesuksesan Acara Kesuksesan acara santunan ini tidak terlepas dari kontribusi dan dukungan berbagai pihak. Masyarakat setempat berpartisipasi ikut aktif, para mahasiswa KKM menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa, dan para donatur dengan tulus hati telah menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk berbagi dengan sesama. Para mahasiswa KKM yang terlibat langsung dalam acara kepanitiaan mengaku sangat terinspirasi oleh semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat. Salah seorang mahasiswa menyampaikan, "Kami mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang makna sejati dari kepedulian dan berbagi. Kami sangat berharap kegiatan-kegiatan masyarakat seperti ini dapat terus terlaksana dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi yang membutuhkan." Rangkaian Acara yang Bermanfaat dan Menghibur Selain acara penyerahan santunan yang menjadi inti kegiatan, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan menghibur. Ada lantunan musik islami yang menenangkan jiwa, tausiyah atau nasihat-nasihat yang membangkitkan semangat, serta doa bersama yang dipanjatkan dengan harapan agar seluruh peserta acara mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Anak-anak yatim yang hadir tampak sangat gembira dan ceria saat menerima bantuan yang diberikan. Dengan adanya acara ini, diharapkan semangat untuk saling berbagi dan memiliki kepedulian terhadap sesama akan semakin tumbuh di kalangan masyarakat luas. Para penyelenggara acara memiliki harapan besar agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan skala dan jangkauan yang lebih besar. Kepedulian Kolektif dan Harapan akan Keberkahan Perhatian kepada anak yatim adalah tanggung jawab kolektif seluruh umat Islam, bukan hanya individu atau kelompok tertentu. Diharapkan, acara santunan yang sarat akan nilai kebaikan ini akan menginspirasi semakin banyak orang untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sesuai dengan pesan dari tokoh ketiga yang memberikan rahmat, persatuan dalam kebaikan akan mendatangkan rahmat dan keberkahan bagi kehidupan kita bersama.
VANESA AUDRIA SAKINA
jombang, 3 Mei 2025 pada tanggal 3 Mei 2025 Mahasiswa UIN Malang melakukan KKM di Taman Posyandu mawar yang berada di Desa Ngumpul Kecamatan Jogoroto, Jombang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian semester genap tahun Akademik 2024/2025 dan membawa tema: " peran ibu dalam memberikan pendidikan dari rumah". Kegiatan ini dilaksanakan hari sabtu di balai Desa Ngumpul yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK. Acara di mulai dari registrasi peserta yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa UIN Malang, lalu di buka oleh MC, kemudian disusul oleh sambutan ketua KKM dan ketua Taman Posyandu. kemudian masuk pada kegiatan inti utama yang dibawakan oleh ning Indira Zulaikha, S. Psi yang merupakan salah satu pengasuh asrama yang ada di Darul Ulum, beliau memaparkan peran ibu dalam memberikan pendidikan berkualitas dari rumah itu sangat penting. pada acara terakhir ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama serta pemberian sertifikat kepada pemateri dan pengurus Taman Posyandu. Antusias peserta menjadi bukti bahwa didikan ibu dari rumah merupakan hal yang penting, jika ibu mendidiknya salah maka akan berdampak juga pada anak. Seminar ini tidak hanya memberikan edukasi kepada orang tua tetapi juga menjadi pengalaman bagi ibu PKK yang akan menjadi ibu ataupun yang sudah menjadi ibu
UCIK NURUL HIDAYAH
MI Syihabuddin, 20-21 Maret 2025 - MI Syihabuddin menggelar kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) dengan tema "Kokohkan Hati dengan Iman, Perbaiki Akhlak dengan Menjaga Lisan dan Perbuatan". Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya iman dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Mabit dimulai pada sore hari tanggal 20 Maret dengan kunjungan ke panti asuhan, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial pada siswa. Setelah itu, siswa melaksanakan sholat asar berjamaah, tadarus, dan bagi-bagi takjil di jalan depan sekolah. Malamnya, siswa melaksanakan buka bersama, jamaah maghrib, dan jamaah isya, yang diakhiri dengan muhasabah diri untuk merefleksikan diri dan meningkatkan kesadaran spiritual. Pada dini hari tanggal 21 Maret, siswa melaksanakan sahur keliling, jamaah shubuh, dan bersih-bersih diri sekaligus lingkungan sekolah. Kegiatan Mabit ditutup dengan story telling cerita teladan yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa.