SITI MUBAROKAH
Desa Landungsari, 9 Maret 2025 - Mahasiswa AM-KKM UIN Malang kembali menunjukkan kepedulian sosial mereka dengan mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga desa dalam menjalankan ibadah puasa dan memberikan sedikit kebahagiaan di bulan Ramadhan. Dengan membawa berbagai jenis takjil, mahasiswa AM-KKM UIN Malang membagikan makanan ringan dan minuman kepada warga desa yang melintas di jalan atau yang berada di sekitar lokasi pembagian takjil. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga desa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar tentang kepedulian sosial dan empati terhadap masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya kegiatan bagi-bagi takjil ini, mahasiswa AM-KKM UIN Malang menunjukkan komitmen mereka dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
ACH. NAILU RIDWANILLAH
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Seminar "Strategi Parenting Emosial untuk Membangun Mental Anak" di Lembaga Mambaul Ulum, Sukodadi Sukodadi, Paiton, Probolinggo — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengadakan kegiatan edukatif berupa seminar parenting dengan tema "Strategi Parenting Emosial untuk Membangun Mental Anak". Acara ini dilaksanakan pada tanggal 7 maret 2024 di lembaga pendidikan Mambaul Ulum, yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada para orang tua dan pendidik tentang pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh, serta bagaimana strategi yang efektif dapat membantu memperkuat ketahanan mental anak-anak, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Seminar dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan lembaga Mambaul Ulum, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang dalam mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di desa tersebut. Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKM yang telah dipersiapkan dengan pendampingan akademik dari kampus. Dalam penyampaian materi, peserta seminar diajak untuk memahami berbagai konsep dasar mengenai kebutuhan emosional anak, peran penting orang tua dalam membentuk karakter, serta berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan teknik-teknik sederhana yang bisa diterapkan di rumah, seperti teknik validasi emosi, membangun rutinitas positif, serta komunikasi empatik. Para peserta seminar tampak antusias, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman mereka selama mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka. Tak sedikit pula dari mereka yang menyampaikan rasa terima kasih karena merasa terbantu dengan materi yang diberikan, serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering di masa depan. Koordinator KKM Desa Sukodadi, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa UIN Malang untuk tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengasuhan. "Kami berharap, melalui seminar ini, para orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi anak-anak mereka, memahami pentingnya membangun mental anak sejak dini, serta menguatkan hubungan emosional dalam keluarga," ujar salah satu mahasiswa dalam sambutannya. Ustadz Suri menekankan, bahwa "pentingnya untuk memahami pola asuh berdasarkan kecerdasan emosional menurut ajaran islam. Karena pola asuh yang baik itu bisa mencegah stunting." Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi kelompok, simulasi praktik komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta pembagian booklet sederhana berisi panduan parenting emosional yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan di rumah. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak lembaga Mambaul Ulum dan masyarakat Desa Sukodadi. Seminar "Strategi Parenting Emosial untuk Membangun Mental Anak" menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang lebih kuat, tangguh, dan berkarakter. https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25040101667866660
NUR HIDAYATUS SHOLIHAH
Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan terpancar dari aula SMK Islamiyah Pakis pada Selasa pagi, 28 Januari 2025. Madin Islamiyah, dengan sinergi yang erat bersama para mahasiswa Asisten Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari MI Islamiyah, sukses menyelenggarakan acara santunan yang menyentuh hati bagi puluhan anak yatim dan piatu di wilayah tersebut. Acara yang menjadi wujud nyata dari kepedulian dan tanggung jawab sosial ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat. Tampak hadir para tokoh agama yang memberikan nasihat dan doa, tokoh masyarakat yang memberikan dukungan moral, perangkat desa yang turut memastikan kelancaran acara, serta sejumlah relawan yang dengan tulus membantu jalannya kegiatan. Kehadiran puluhan anak yatim dan piatu menjadi fokus utama, di mana senyum dan harapan terpancar dari wajah polos mereka. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan merdu ayat suci Al-Qur'an yang membahana di seluruh ruangan, menciptakan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari para tokoh yang hadir. Kepala Desa Pakis, Bapak Abul Khoiri S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, pikiran, maupun materi, demi terlaksananya acara mulia ini. Beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial sejak dini dan mengapresiasi inisiatif Madin Islamiyah serta para mahasiswa. Syekh Bakur Abdullah Muhammad nur Mirdad, dalam tausiyah singkatnya, menyoroti betapa besar pahala dan keutamaan menyantuni anak yatim dalam ajaran Islam. Beliau mengingatkan akan pentingnya keikhlasan dalam setiap amalan kebaikan, termasuk dalam memberikan santunan. Sementara itu, Syekh Fawwas Ridwan Mahmud Mirdad menambahkan bahwa setiap kebaikan yang diberikan dengan tulus akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan, baik bagi pemberi maupun penerima. Beliau juga menyinggung tentang eratnya tali silaturahmi yang terjalin melalui kegiatan seperti ini, menghubungkan antara masyarakat, pihak penyelenggara, dan para mahasiswa. Para mahasiswa KKM yang turut aktif dalam kepanitiaan acara ini mengaku mendapatkan pengalaman berharga dan terinspirasi oleh semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat setempat. Mereka merasakan langsung arti pentingnya berbagi dan empati terhadap sesama. Acara santunan ini tidak hanya berupa pemberian bantuan materiil, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang menghibur dan memberikan motivasi bagi anak-anak, termasuk penampilan seni Islami dan penyampaian pesan-pesan inspiratif. Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan dengan harapan agar kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua yang terlibat. Kebahagiaan jelas terlihat di wajah anak-anak yatim saat menerima santunan yang diberikan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dan memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan pula kesadaran akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama semakin tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Para penyelenggara berharap agar kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di tahun-tahun mendatang, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak lagi anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Sebagai penutup, kegiatan santunan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah tanggung jawab bersama. Dengan bergandengan tangan dan saling mengulurkan kasih sayang, kita dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih baik dan penuh berkah.
RIFANDA HIMAWAN
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Seminar "Strategi Parenting Emosial untuk Membangun Mental Anak" di Lembaga Mambaul Ulum, Sukodadi Sukodadi, Paiton, Probolinggo — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengadakan kegiatan edukatif berupa seminar parenting dengan tema "Strategi Parenting Emosial untuk Membangun Mental Anak". Acara ini dilaksanakan pada tanggal 7 maret 2024 di lembaga pendidikan Mambaul Ulum, yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada para orang tua dan pendidik tentang pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh, serta bagaimana strategi yang efektif dapat membantu memperkuat ketahanan mental anak-anak, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Seminar dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan lembaga Mambaul Ulum, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang dalam mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di desa tersebut. Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKM yang telah dipersiapkan dengan pendampingan akademik dari kampus. Dalam penyampaian materi, peserta seminar diajak untuk memahami berbagai konsep dasar mengenai kebutuhan emosional anak, peran penting orang tua dalam membentuk karakter, serta berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan teknik-teknik sederhana yang bisa diterapkan di rumah, seperti teknik validasi emosi, membangun rutinitas positif, serta komunikasi empatik. Para peserta seminar tampak antusias, aktif bertanya, dan berbagi pengalaman mereka selama mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka. Tak sedikit pula dari mereka yang menyampaikan rasa terima kasih karena merasa terbantu dengan materi yang diberikan, serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering di masa depan. Koordinator KKM Desa Sukodadi, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa UIN Malang untuk tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengasuhan. "Kami berharap, melalui seminar ini, para orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi anak-anak mereka, memahami pentingnya membangun mental anak sejak dini, serta menguatkan hubungan emosional dalam keluarga," ujar salah satu mahasiswa dalam sambutannya. Ustadz Suri menekankan, bahwa "pentingnya untuk memahami pola asuh berdasarkan kecerdasan emosional menurut ajaran islam. Karena pola asuh yang baik itu bisa mencegah stunting." Selain seminar, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi kelompok, simulasi praktik komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta pembagian booklet sederhana berisi panduan parenting emosional yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan di rumah. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak lembaga Mambaul Ulum dan masyarakat Desa Sukodadi. Seminar "Strategi Parenting Emosial untuk Membangun Mental Anak" menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang lebih kuat, tangguh, dan berkarakter. https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25040101667866660
ALFI NAJMI RAHMANIA
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan keagamaan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Selama dua minggu terakhir, TPQ Nurul Ulum yang berada di lingkungan Masjid Sunan Bonang menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh sekelompok mahasiswa yang berfokus pada inovasi media pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung selama 2 minggu ini berfokus pada pengembangan dan implementasi media papan pintar angka Arab, sebagai sarana bantu ajar yang interaktif untuk santri usia dini. Media ini dirancang untuk memperkenalkan dan melatih kemampuan anak dalam mengenal serta menulis angka Arab secara menyenangkan dan mudah dipahami. “Anak-anak sangat antusias saat diperkenalkan dengan papan pintar ini. Mereka bisa belajar angka Arab sambil bermain, sehingga proses belajarnya menjadi lebih menyenangkan,” ujar salah satu pengajar TPQ Nurul Ulum. Media papan pintar tersebut menggunakan konsep sentuhan visual dan interaktif yang memungkinkan anak-anak untuk berlatih mencocokkan angka Arab dengan benda-benda sekitar serta melakukan aktivitas menulis dengan panduan yang tepat. Kegiatan ini disambut positif oleh pengurus masjid dan para orang tua santri. Ketua Takmir Masjid Sunan Bonang menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi nyata para mahasiswa. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran media baru ini. Semoga bisa terus dikembangkan dan digunakan secara berkelanjutan,” ungkapnya. Pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun generasi Qurani yang cerdas dan cinta ilmu.
NUR WAHYUNINGSIH
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari kelompok Bhaskara Amrinatadya ikut serta dalam momen istimewa yaitu megengan di Masjid Darul Muhtadin. Ibu-ibu masjid bersatu dalam doa untuk leluhur dan merayakan persiapan Ramadhan dengan penuh khidmat. Simak untuk selengkapnya di tautan berikut https://www.kompasiana.com/bhaskara25/67f7658334777c38ad590602/megengan-penuh-khidmat-ibu-ibu-masjid-darul-muhtadin-kirim-doa-untuk-leluhur-dan-sambut-ramadhan