LAILATUL ILMI SILVIANA
Dusun Precet, Desa Kenongo - Setiap daerah memiliki potensi hasil alamnya masing-masing. Desa memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan dikelolah menjadi sebuah produk yang bisa memberikan keuntungan. Hal ini dapat dikaitkan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Potensi desa yang dikelola dengan baik menjadi dasar yang kuat bagi UMKM untuk menciptakan produk unggula. Desa kenongo terletak di dataran tinggi yang mana memiliki potensi pertanian yanh cukup besar. Tanaman yang di budidayakan terdapat tebu, jagung, dan singkong. Tersapa UMKM di Desa Kenongo yang mengelola tanaman singkong menjadi sebuah produk keripik dan kerupuk singkong. UMKM yang dikelolah ibu syamsiah (warga Desa Kenongo) menjadi salah satu ikon yang memanfaatkan potensi hasil alam desa. Bahan baku berasal dari bakul lokal dan untuk distribusi penjualannya dibawa pedagang ke pasar. Dalam sekali produksi sebanyak 10 Kg, ini tergantung banyaknya pemesanan. Dengan ini memanfaatkan potensi hasil desa sebagai pondasi menciptakan UMKM berkelanjutan yang bertujuan untuk memajukan ekonomi lokal desa. Melalui kolaborasi bersama KKM 22 UIN Malang mendukung penuh perkembangan UMKM yang memanfaatkan hasil desa, salah satunya UMKM Kerupuk Singkong yang dikelola Ibu Syamsiah. Dengan sinergritas bersama kami hadir untuk membantu UMKM kerupuk singkong ibu syamsiah sesuai dengan hal diminta dalam pembuatan logo, branding pemasaran produk, dan kemasan yang kreatif dan inovatif untuk daya tarik konsumen. Diharapkan hal tersebut dapat menjadi awal pondasi untuk mengembangkan UMKM lokal yang memanfaatkan potensi desa yang progresif dan berkelanjutan.
MOHAMAD RIZKY HABIBULLOH
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta awarding lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.
MUQNIATUL HUSNIYAH
Malang, 18 Januari 2024 - Dengan semangat berbagi, mahasiswa KKM kelompok 95 melakukan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako untuk anak yatim di Dusun Sumberkreco, Desa Sidomulyo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa serta untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat. Penyaluran bantuan dilakukan dengan mendatangi rumah anak-anak yatim satu per satu. Kegiatan ini dimulai pukul 15.00 sore dengan dukungan penuh dari Bapak Saparu selaku kepala dusun. Bapak Saparu juga ikut serta dan mengantarkan mahasiswa KKM ke rumah anak-anak yatim satu per satu. Bantuan sosial ini merupakan hasil donasi dari para donatur asal Arab Saudi yang disalurkan oleh Bapak Abu Bakar yang merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKM 95. Sebanyak 13 sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, serta uang disiapkan. Anak-anak yatim dan keluarga yang menerima bantuan sosial menyambut hangat kedatangan mahasiswa. Salah satu penerima sembako, Yanis (12 tahun), mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami sangat senang dan terbantu. Terima kasih kepada kakak kkm dan para donatur yang peduli pada kami,” ucap Nisa sambil tersenyum. Kepala Dusun Sumberkreco, Bapak Saparu, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian mahasiswa terhadap warga. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang dan para donatur yang telah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim di dusun kami. Semoga kegiatan ini bisa menjadi berkah bagi semua pihak,” tutur Pak Saparu. Menurut ketua KKM kelompok 95, Dzarief, kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan antara pelajar dan masyarakat. “Kami ingin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui program ini. Berkat bantuan dari para donatur dan dukungan semua pihak, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
HAFIDZATI ATHA UTAMI
Pendidikan adalah jendela menuju masa depan, dan bagi kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 108 "Vijoora" dari UIN Malang, mengabdi lewat pendidikan menjadi salah satu wujud nyata pengamalan ilmu yang mereka dapatkan selama di bangku kuliah. Salah satu program kerja unggulan mereka adalah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan untuk anak-anak usia PAUD, TK, dan SD. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 18.30 hingga 20.00 WIB, bertempat di lantai dua Posko KKM mereka yang berada di Dusun Puthukrejo, Pandanrejo, Wagir, Malang. Dengan suasana yang hangat penuh kekeluargaan dan keakraban, kelompok ini mengajak anak-anak untuk belajar berbagai materi, mulai dari calistung (baca, tulis, hitung) untuk anak-anak PAUD dan TK, hingga pelajaran sekolah seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN, dan Matematika untuk anak-anak SD. Selain itu, kegiatan menggambar dan mewarnai tak jarang dihadirkan untuk memberikan variasi sekaligus melatih imajinasi dan kreativitas mereka. Bagi kelompok "Vijoora", kegiatan ini bukan sekadar program kerja biasa. Mereka meyakini bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana diajarkan dalam Islam. Karena itu, menghadirkan kegiatan pembelajaran bagi anak-anak juga dianggap sebagai bagian dari kewajiban mereka dalam berbagi ilmu. "Kami merasa ilmu yang sudah kami dapatkan selama kuliah harus kami amalkan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi generasi penerus," ujar Thoriq, salah satu anggota kelompok KKM. Selain itu, mereka menyadari bahwa anak-anak usia PAUD hingga SD berada pada masa keemasan (golden age) dalam perkembangan kognitif. "Di usia ini, kemampuan belajar anak-anak masih sangat fresh. Kalau diasah dengan cara yang tepat, potensi mereka bisa berkembang secara maksimal," tambahnya. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sedemikian rupa agar mampu membantu anak-anak di Dusun Puthukrejo dan sekitarnya menggali potensi mereka lebih dalam. Kegiatan belajar ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKM untuk belajar berinteraksi dan beradaptasi dalam proses transfer ilmu. Mengajar anak-anak bukan hal yang mudah. Mereka harus menyederhanakan bahasa, memberikan penjelasan yang menarik, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman agar anak-anak tetap antusias. "Mengajar anak-anak itu menantang sekaligus menyenangkan. Kita belajar bagaimana cara menyampaikan ilmu dengan cara yang mudah dimengerti dan itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan," ungkap Puspita, salah satu mahasiswi KKM lainnya. Kegiatan ini pun melatih keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi dan memahami kebutuhan anak-anak, yang dianggap sebagai modal penting untuk masa depan mereka, baik sebagai calon orang tua, pendidik maupun sebagai pribadi yang berkontribusi dalam masyarakat. Tidak hanya mahasiswa, anak-anak di Dusun Puthukrejo pun menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Setiap selepas sholat Maghrib, mereka datang dengan membawa buku, alat tulis, dan semangat untuk belajar. Orang tua mereka juga merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Kami bersyukur ada kegiatan belajar ini. Anak-anak jadi semangat belajar, dan kami juga merasa senang karena mereka dibimbing langsung oleh kakak-kakak mahasiswa," kata salah satu warga. Dengan penuh dedikasi, kelompok KKM 108 "Vijoora" terus menggelar kegiatan belajar ini hingga program KKM mereka selesai. Mereka berharap, meskipun keberadaan mereka di Dusun Puthukrejo bersifat sementara, semangat belajar yang telah mereka tanamkan akan terus tumbuh di hati anak-anak. "Kami hanya ingin meninggalkan jejak yang bermakna, agar anak-anak di sini memiliki motivasi untuk terus belajar dan berkembang," tutup Arnold, sebagai ketua kelompok.
ALYA MONIKA SA`ADAH
Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan keakraban dan kepedulian yang luar biasa terhadap warga Dusun Robyong, Desa Wonomulyo. Dalam program pengabdian masyarakat yang mereka jalankan, para mahasiswa ini tidak hanya berperan di bidang pendidikan, tetapi juga terjun langsung membantu warga dalam kegiatan sehari-hari, salah satunya adalah membantu petani memanen cabai. Dusun Robyong, yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kecamatan Poncokusumo, saat ini tengah memasuki masa panen. Namun, bagi para petani cabai, panen bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan tenaga, ketelitian, dan waktu yang cukup untuk memastikan hasil panen berkualitas tinggi. Melihat hal ini, mahasiswa KKM berinisiatif untuk membantu para petani memanen cabai sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Dokumentasi saat Panen Cabai Kegiatan panen cabai yang berlangsung pada hari Senin tanggal 23 Desember 2024 menjadi momen yang penuh kehangatan. Para mahasiswa, sebagian besar dari mereka yang belum pernah terjun ke dunia pertanian, tampak antusias belajar dari para petani. Salah satu mahasiswa KKM, Ike mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya. "Kami tidak hanya belajar cara memetik cabai yang benar, tetapi juga memahami betapa besar usaha yang dilakukan petani untuk menghasilkan bahan pangan yang kita konsumsi setiap hari. Ini benar-benar membuka wawasan kami," ujar Ike. Bersama para petani, mahasiswa belajar cara memilih cabai yang sudah matang, memetiknya dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman, hingga mengumpulkannya ke dalam wadah yang disiapkan. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan fisik, tetapi juga mengajarkan rasa syukur dan penghargaan terhadap kerja keras para petani. Kegiatan panen cabai ini bukan sekadar membantu warga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara generasi muda dan masyarakat pedesaan. Para mahasiswa berharap, melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan rasa hormat terhadap para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Dokumentasi Mahasiswa KKM saat Membantu Petani Program KKM di Dusun Robyong, Desa Wonomulyo ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang oleh mahasiswa dan warga. Keakraban yang terjalin di tengah ladang cabai menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan gotong royong adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis.
ANIS NURAINI
Keindahan malam Srigading semakin terasa khidmat dengan lantunan sholawat yang menggema dari Majelis Sholawat Thoriqul Jannah. Acara yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang serta di ikuti oleh Mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini berlangsung meriah dan penuh dengan nuansa spiritual. Kegiatan yang bertempat di Masjid Baiturrohim Srigading pada Minggu malam, 12 Januari 2025, ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan. Turut hadir pula Gus Idris Khodim, seorang ulama muda yang dikenal dengan ceramah-ceramahnya yang menyejukkan hati. Dalam kesempatan ini, Muhammad Idris Al Marbawy atau yang lebih kerap disapa Gus Idris merupakan tokoh muda Nahdlatul Ulama yang berasal dari Desa Babadan, Ngajum, Kabupaten Malang. Ia tak lain adalah Khodimul Majelis Thoriqul Jannah memimpin langsung pembacaan sholawat bersama Majelis Sholawat Thoriqul Jannah yang dipimpinnya. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Srigading, Bapak Hadori, S.E., yang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. "Kami berharap melalui acara ini, kita semua dapat mempererat ukhuwah islamiyah dan semakin mencintai Rasulullah SAW dengan terus melantunkan sholawat," ujar Abdul Rohim dalam sambutannya. Gus Idris Khodim dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya sholawat sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. "Sholawat bukan hanya sekedar pujian, tetapi juga doa yang dapat membuka pintu-pintu rahmat dan keberkahan. Marilah kita jadikan sholawat sebagai amalan sehari-hari," ujar Gus Idris dengan penuh semangat. Lantunan sholawat yang dipimpin oleh Gus Idris dan diiringi oleh Majelis Sholawat Thoriqul Jannah menciptakan suasana yang sangat syahdu. Jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti setiap bait sholawat yang dilantunkan. Beberapa jamaah bahkan tak kuasa menahan air mata haru saat mendengar lantunan sholawat yang begitu menyentuh hati. Di akhir acara, terdapat sesi foto bersama serta ramah tamah yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Acara malam itu benar-benar menjadi momen yang membekas di hati para jamaah. Dengan hadirnya Gus Idris Khodim dan Majelis Sholawat Thoriqul Jannah, langit Srigading seolah merdukan dengan lantunan sholawat yang penuh makna. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat ukhuwah dan menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.